NovelToon NovelToon
JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Zenna Amalia bukanlah perempuan suci. Ia memiliki masa lalu yang kelam, pernah menjadi simpanan pewaris kaya bernama Rendy Wangsa demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker.

"Di luar sana, mana ada laki-laki yang sudi bersamamu, apalagi kalau mereka tahu, kamu bukan lagi perempuan yang punya kesucian dan kehormatan?" kata Rendy keji, sebelum mencampakkan Zenna.

Setelah kehilangan segalanya, Zenna berusaha kembali ke jalan yang benar, rela menebus dosa dengan menikahi seorang lelaki arogan bernama Bram Atmaja.

Bram tahu semua masa lalu Zenna, bersedia menikahinya, demi memenuhi wasiat mendiang ayah tirinya, yang juga merupakan ayah kandung Zenna. Meski dari awal, ia juga sudah memperingatkan Zenna bahwa dirinya adalah pria kasar dan arogan, dan barangkali tak akan pernah mencintai Zenna seumur hidupnya.

Pernikahan yang berlangsung dengan itikad penebusan dosa, tanpa cinta pada awalnya, dan dikejar bayang-bayang gelap masa silam, akankah berujung bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Pernikahan Tuan Arogan - Bab 11

"Zenna... kamu Zenna, kan?"

Zenna yang sedari tadi melamun di kafeteria rumah sakit sambil memainkan sedotan di gelas es jeruk kelapanya, menoleh dan terkejut melihat sosok yang sangat tidak asing.

"Kalila?"

"Ya ampun... ternyata benar ini kamu, Naa!"

Kalila Mardani, gadis berperawakan sedang dan agak berisi dengan wajah bundar manis berbingkai jilbab cokelat itu bergegas mendekat dan memeluk Zenna hangat.

"Gimana kabar kamu, Na? Sehat? Lama banget ya kita gak ketemu... tapi kenapa kamu di sini? Ada yang sakit?"

"Yah... ya... aku baik," Zenna menjawab gugup. Ia sama sekali tak menyangka akan bertemu sahabat lamanya di sini. "Aku di sini untuk menemani ibuku, Kal... kamu sendiri, kenapa ada di sini? Siapa yang sakit?"

"Aku jenguk kakak iparku yang habis melahirkan--tapi serius ini Tante Lia lagi dirawat di sini?" Netra cokelat tua Kalila membola. "Tante Lia sakit apa?"

Zenna terdiam sejenak sebelum menyahut muram, "Kanker."

"Ya Allah! Serius, Na?" Kalila menekap mulutnya. "Kanker apa? Sejak kapan? Terus kondisinya sekarang gimana?"

"Kelenjar getah bening... sejak empat tahun lalu. Sekarang kondisinya stabil, tapi belum sembuh total..."

Kalila menghela napas berat, seakan beban di hati Zenna turut dirasakannya.

"Syafakillah buat Tante Lia ya... pasti berat banget buatmu menghadapi ini semua sendiri, Na. Kenapa kamu nggak berkabar? Aku beberapa kali coba kontak kamu, tapi kamu nggak respon. Jujur aku kangen dan kepikiran..."

Zenna menatap Kalila dengan mata berkaca-kaca. Kalila adalah satu-satunya sahabat terbaik yang dimilikinya sejak kecil. Mereka dekat dan akrab karena rumah mereka bersisian dan keluarga Kalila yang kaya selalu membantunya dan ibunya yang janda dan kekurangan.

Meski berbeda status sosial, Kalila tak pernah menganggap Zenna rendah--ia justru memperlakukan Zenna seperti saudara sendiri.

Namun kedekatan itu mulai merenggang sejak Kalila dan keluarganya pindah ke ibukota, lima tahun silam.

Awalnya mereka masih sering bertukar kabar dan cerita sehari-hari melalui pesan Whatsapp, telepon, bahkan kadang video call. Tetapi kesibukan masing-masing mulai membuat keduanya semakin jarang berkomunikasi.

Dan ketika Zenna menjalin hubungan dengan Rendy, ia langsung menutup diri dari dunia, termasuk memutus kontak dengan semua teman-temannya--dan Kalila salah satunya.

Zenna melakukannya bukan tanpa alasan. Hidupnya kini sarat aib. Kondisi finansialnya yang tiba-tiba mapan akan sangat mencolok, dan jika sampai ada yang tahu mengenai hubungannya yang tak lazim dengan pewaris keluarga konglomerat Wangsa... Zenna bahkan tak ingin memikirkannya.

"Aku--aku sibuk, jadi tak bisa membalas WA atau teleponmu... maaf ya," gumam Zenna lirih. "Aku juga harus pergi sekarang... maaf."

"Tunggu! Boleh aku jenguk Tante Lia?" sergah Kalila. "Kalau kamu buru-buru karena ada urusan, nggak apa, kita bisa ngobrol lain kali, Na. Tapi please kasih tahu aku, Tante Lia dirawat di kamar mana? Aku jenguk sendiri juga nggak apa..."

Tatapan tulus dan lembut Kalila menggoyahkan hati Zenna. Ia tak mungkin melarang sahabatnya menjenguk ibunya--akan sangat tak pantas dan menyinggung. Dan bisa jadi menimbulkan kecurigaan yang tidak-tidak.

Apalagi Kalila dan ibunya dulu sangat dekat. Amalia menganggap Kalila seperti anaknya sendiri, begitu pun sebaliknya. Barangkali jika bertemu sosok yang disayanginya, perasaan Amalia akan jauh lebih baik, dan kesehatannya juga akan semakin baik.

"Baiklah... akan kuantar kamu bertemu ibuku," kata Zenna pelan. "Ayo."

Zenna dan Kalila pun berjalan menuju salah satu kamar VVIP tempat Amalia dirawat. Kalila tampak kaget saat melihat fasilitas perawatan yang tak murah itu, tetapi ia tak mengucapkan apa-apa sampai melihat sosok Amalia terbaring di atas tempat tidur.

"Tante Lia!"

Amalia terkejut saat melihat Kalila melewati pintu dan memanggilnya.

"Ka... Kalila? Ini bener kamu, Nak?"

"Ya Allah, Tante Lia...!"

Keduanya berpelukan erat dan meneteskan air mata.

"Kamu apa kabar, Sayang? Tante kangen sama kamu, Nak... Abah, Umi, dan Ridwan gimana? Sehat semua?" tanya Amalia lirih.

"Alhamdulillah sehat semua, Tante. Sama, Kalila juga kangen banget sama Tante... Kalila nggak tahu kalau Tante dan Zenna udah pindah ke ibukota juga... dan Tante ternyata lagi sakit... Ya Allah, Tante... Syafakillah ya Tante..."

"Aamiin, makasih doanya, Sayang," jawab Amalia seraya menghapus lembut air mata di wajah Kalila. "Tapi kenapa kamu bisa ke sini? Zenna yang kasih tahu kamu?"

"Iya tadi nggak sengaja ketemu Zenna di kafeteria. Awalnya Kalila pangling, nggak yakin itu Zenna, soalnya udah lama banget nggak ketemu dan kontakan.. dan dia jadi cantik banget sekarang ya Tante, persis kayak Tante waktu muda," Kalila bergurau ringan untuk mencairkan suasana.

Amalia tertawa pelan. "Bisa aja kamu, Kal... kamu juga makin cantik kalau Tante lihat..."

"Apanya? Makin gendut iya," Kalila mengerucutkan bibirnya, merajuk seperti gadis kecil yang dulu sering dilakukannya untuk mencari perlindungan dan perhatian Amalia jika ia dimarahi orangtuanya.

"Ah, enggak kok... kata siapa?" timpal Amalia lembut.

"Umi. Bahkan Umi nyindir Kalila, nggak kayak Suri, abis melahirkan aja masih bagus badannya. Sementara Kalila, belum nikah dan punya anak tapi body ngembang kayak donat kebanyakan fermipan..."

Amelia tak bisa menahan tawa, namun matanya yang cekung menyorot ingin tahu.

"Suri? Suri anaknya Pak Lurah di kampung tempat tinggal kita dulu itu? Dia sudah menikah dan punya anak?"

"Iya... dia menikah sama Mas Ridwan setahun lalu. Hari ini baru melahirkan anak pertamanya, laki-laki. Aku udah jadi tante-tante nih kayak Tante, hehehe," kekeh Kalila.

"Suri dan Ridwan menikah? Wah... kok Tante nggak tahu...?"

"Gimana Tante mau tahu? Zenna nggak pernah bales WA atau jawab telepon Kalila, nggak tahu kenapa," balas Kalila seraya melirik Zenna.

Amalia menatap Zenna heran. "Benar itu, Zenna?"

Tetapi Zenna tidak menjawab. Perhatiannya terfokus pada telepon dari Rendy yang baru saja diangkatnya, dan ia berkata pelan, "Ya, aku ke sana sekarang... tunggu aku."

"Maaf, Ma, Kal, aku harus pergi sekarang... ada urusan," kata Zenna usai menutup teleponnya. "Nanti malam Zenna jenguk Mama lagi ya... Mama mau dibawakan apa?"

"Nggak perlu bawa apa-apa, Sayang. Kamu mau balik ke kantor, ya? Salam buat Rendy, ya. Hati-hati."

Selama ini, Zenna membohongi ibunya bahwa ia masih bekerja sebagai sekretaris di kantor Rendy. Perawatan mahal di rumah sakit ini adalah fasilitas kantor untuk karyawan dan keluarganya, sehingga Amalia bisa dirawat dengan baik di sini.

Kalila memandang Amalia dan Zenna bergantian, ingin tahu. "Rendy?"

"Bosnya Zenna. Dia baik sekali. Dia yang menanggung semua biaya perawatan Tante di sini. Rumah sakit ini juga milik keluarganya," jelas Amalia perlahan.

"Yang punya rumah sakit ini? Berarti dia... Rendy Wangsa? Pewaris Wangsa Group yang terkenal itu? Kamu kerja sama dia, Na?" Alis Kalila bertaut saat mencecar tanya demi tanya.

Zenna merasa ulu hatinya bergejolak tak nyaman.

"Iya, dia bosku. Dan aku harus kembali ke kantor untuk persiapan meeting selanjutnya. Kamu boleh temani Mamaku di sini selama kamu mau... terima kasih ya Kal. Sampai ketemu. Aku pamit dulu."

Kalila tampak masih ingin menanyakan sesuatu, tetapi Zenna telah melangkah lebih dulu meninggalkan kamar perawatan ibunya, dan nyaris berlari menuju mobilnya yang terparkir di basement rumah sakit.

Tetapi saat melewati lobi, derap kaki Zenna seketika terhenti.

Sebuah berita tayang di televisi besar yang menempel di dinding, memperlihatkan adegan seorang lelaki yang sangat dikenalnya tengah bertukar cincin dengan perempuan sangat cantik, disaksikan orang-orang penting negeri ini.

"...Rendy Wangsa, pewaris bisnis besar Wangsa Group, pagi ini menggelar prosesi lamaran dengan Aurel Sanjaya, putri sekaligus pewaris Sanjaya Group, di kediaman keluarga Sanjaya..."

Jantung Zenna seakan berhenti berdetak.

Tidak mungkin!

***

1
Shamira Zee
Aduh plis Zenna jangan pergi /Sob/
Shamira Zee
Author nyindirnya ngena banget deh soal polisi /Tongue/ Wah bisa nggak tuh Bram dan Rendy kerja sama buat nemuin pembunuhnya? Kira-kira siapa ya?
Shamira Zee
Duh ngeri kali diracun demi dapat warisan /Gosh/
Lord Aaron
Racun?
Nyonya Billy
Narasinya bagus. Ceritanya cukup menghanyutkan emosi.
Nyonya Billy
Ada apa dengan Zenna...?
Shamira Zee
Ceritanya bagus, gak kacangan, alurnya unik, penuh intrik. Gak bisa berhenti baca soalnya tiap babnya bikin penasaran terus. /Angry//Good/
Shamira Zee
Aduuuh Zenna kenapa ini thor? /Gosh/
Shamira Zee
Keren Bram bisa atur pesta jadi gitu. Tapi gak ketemu Rendy malah ketemu Aurel /Grimace/
La Rumi: sama aja ya 😅
total 1 replies
Shamira Zee
Pengantin baru malah ngurus kerjaan /Facepalm/ Duh ada Rendy ntar... gimana tuh Zenna? Semoga baik-baik aja yaa
La Rumi: pengantin teladan 😅
total 1 replies
Nyonya Billy
Selamat dan semangat menempuh hidup baru, Zenna ❤️
La Rumi: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Nyonya Billy
Manisnya Bram
La Rumi: Like sugar 🤭
total 1 replies
Shamira Zee
Horee akhirnya sah! Selamat Ze-Bra! /Angry/
La Rumi: Yaaay
total 1 replies
Shamira Zee
Kenapa Bram bisa manis begini? Duuuh meleleh lho denger dia bilang "perlukah alasan" /Proud/
La Rumi: So sweet yesss
total 1 replies
Lord Aaron
Melahirkan seratus kurawa dong... othor bisa aja /Facepalm/
La Rumi: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nyonya Billy
Parah kelakuan rendy
Nyonya Billy
Hubungan toxic juga bisa bikin hubungan ke sekitar hancur...kasihan Zenna
Shamira Zee
Dia yang inisiatif hamilin, terus dia juga yang nyuruh gugurin... fix emang titisan iblis nih rendy
La Rumi: Benerrr
total 1 replies
Shamira Zee
Duh lama-lama bisa ketahuan Aurel tuh...🤔
La Rumi: Bisa jadi...
total 1 replies
Shamira Zee
Nah lho... bestie lama pun sampai tahu... ya bukan kekasih gelap lagi itu namanya 😅
La Rumi: jadi terang ya kak 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!