NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

WUUUUUSSSSH! KRAAAAAAK!

Kapal terbang raksasa milik Sekte Pedang Langit itu meluncur bebas layaknya meteor yang kehilangan arah. Moncong kapal menembus robekan dimensi yang diciptakan oleh Zhao Xuan, berpindah dari lautan hitam legam di dunia fana menuju langit abu-abu kemerahan milik Dunia Siluman Kuno.

Gravitasi di dunia ini terasa dua kali lipat lebih berat, dan udaranya dipenuhi oleh kabut Yin purba yang sangat pekat. Ratusan murid sekte yang pingsan bergulingan di atas geladak. Su Qingxue, sang Saintess, memeluk erat tiang utama kapal sambil memejamkan mata, wajahnya pucat pasi menahan tekanan spasial yang merobek-robek perutnya.

Hanya dua sosok yang berdiri tak tergoyahkan di haluan kapal.

"Hahaha! Pegangan yang kuat, Rajaku! Kita akan mendarat dengan sedikit kasar!" raung Long Chen, rambut liarnya berkibar tertiup badai. Matanya menyala merah mengunci daratan luas di bawah mereka.

Zhao Xuan tidak menjawab. Matanya yang hitam legam menatap lurus ke bawah. Roda Ruang di Dantian-nya berputar pelan, menstabilkan kapal ini sekadar agar tidak hancur menjadi serpihan kayu saat membentur tanah.

Di bawah mereka, daratan tidaklah kosong. Terhampar sebuah lembah tandus berwarna merah karat yang dipenuhi oleh ribuan tenda raksasa yang terbuat dari kulit monster. Panji-panji perang bergambar tengkorak bertanduk berkibar tertiup angin.

Itu adalah salah satu kamp militer perbatasan terbesar di Dunia Siluman Kuno, dipimpin oleh Jenderal Siluman Ba Tu, penguasa wilayah utara yang berada di ranah Soul Transformation Awal.

Ribuan prajurit siluman yang sedang berlatih tombak dan formasi darah mendongak ke langit. Mata merah mereka membelalak melihat sebuah bayangan raksasa jatuh tepat ke arah pusat kamp mereka.

"Serangan dari langit?! Pasukan, formasi pertahanan!" jerit salah satu komandan siluman tingkat Nascent Soul Puncak.

Namun, semuanya sudah terlambat.

KABOOOOOOOOOOOOM!

Kapal raksasa itu menghantam tepat di tengah-tengah alun-alun kamp militer siluman!

Gelombang kejut dari pendaratan itu meledakkan ratusan tenda kulit dalam radius sepuluh mil. Debu merah dan pecahan batu terlempar ke segala arah layaknya badai meteor. Ribuan prajurit siluman berpangkat rendah hancur menjadi kabut darah bahkan sebelum mereka bisa mengangkat senjata, tergiling oleh gaya kinetik dari lambung kapal.

Ketika debu perlahan menipis, kapal kayu besi itu terlihat setengah tertanam di dalam tanah merah. Di atas geladaknya yang retak, Zhao Xuan berdiri tanpa sebutir debu pun menempel di jubah nya.

Di sekeliling kapal, kamp militer itu kini berubah menjadi kekacauan absolut. Suara trompet perang dari tanduk monster ditiup bersahut-sahutan.

Puluhan ribu prajurit siluman yang selamat dari benturan awal dengan cepat mengepung kapal tersebut. Mereka mengenakan zirah dari tulang binatang purba dan memegang tombak bergerigi yang memancarkan Qi korosif.

"Manusia fana?!" raung seorang komandan siluman bertubuh setengah harimau, matanya menyipit menatap sosok di atas kapal. "Kalian berani membobol portal perbatasan dan menghancurkan kamp Jenderal Ba Tu?! Daging kalian akan kami jadikan persembahan untuk Kaisar Siluman!"

Mendengar ancaman itu, Su Qingxue yang baru saja membuka matanya langsung gemetar hebat. Ia menatap lautan prajurit siluman haus darah yang mengepung mereka dari segala penjuru. Bahkan dengan matanya yang tertutup, ia bisa merasakan ada puluhan aura Nascent Soul dan satu aura Soul Transformation yang luar biasa menekan dari arah tenda utama!

"T-Tuan Zhao... Kita mendarat tepat di sarang mereka!" bisik Su Qingxue panik, mundur berlindung di belakang Zhao Xuan.

Namun, alih-alih panik, suara tawa buas justru meledak dari samping Zhao Xuan.

"HAHAHAHA! Pendaratan yang luar biasa sempurna!" Long Chen melompat turun dari kapal tanpa ragu sedikit pun.

JDHUUUM!

Kaki raksasa perunggu itu menghantam tanah merah, menciptakan kawah sedalam lima meter. Ia memutar lehernya, lalu menatap puluhan ribu pasukan siluman itu layaknya sekawanan domba gemuk.

"Hei, cacing-cacing jelek!" teriak Long Chen, mengarahkan pilar hitamnya ke arah pasukan siluman. "Aku baru saja selesai pemanasan di perbatasan dimensi! Siapa di antara kalian yang ingin kepalanya kuremukkan lebih dulu?!"

"Bunuh raksasa sombong itu!" perintah komandan siluman harimau. Ratusan prajurit garda depan melesat maju, melemparkan tombak darah mereka ke arah Long Chen.

Long Chen menyeringai iblis. Ia tidak menghindar.

"Tubuh Emas Naga Surgawi!"

Sisik-sisik naga emas yang samar muncul di bawah kulit perunggunya. Tombak-tombak darah tingkat Core Formation itu menghantam dadanya dan langsung patah menjadi dua dengan suara dentingan logam tumpul, bahkan tidak meninggalkan goresan putih di kulitnya.

"Giliran anjing ini!"

Long Chen mengayunkan pilar hitam seberat puluhan gunung itu secara horizontal. Gaya yang tercipta merobek udara hingga berbunyi melengking.

BLAAAAAAM!

Satu ayunan mutlak. Tiga ratus prajurit siluman yang menerjang maju di barisan depan langsung meledak menjadi hujan darah dan serpihan tulang! Gaya angin dari ayunan itu bahkan membuat barisan di belakangnya terlempar puluhan meter ke udara.

Pemandangan brutal itu membuat nyali pasukan siluman seketika menciut. Ini bukan manusia fana biasa! Fisik raksasa itu lebih siluman daripada siluman kuno itu sendiri!

"Mundur! Buka jalan untuk Jenderal!" jerit salah satu prajurit.

Dari arah tenda utama yang masih berdiri, kabut miasma yang luar biasa pekat berkumpul. Sesosok raksasa setinggi tiga meter yang menunggangi serigala berkepala dua melangkah keluar. Ia mengenakan zirah hitam pekat yang terbakar oleh api hijau.

Itu adalah Jenderal Ba Tu. Fluktuasi Soul Transformation Awal-nya menyapu seluruh medan perang, menekan semangat Long Chen sejenak.

"Sekawanan monyet fana yang tidak tahu tempat!" geram Jenderal Ba Tu, matanya mengunci sosok Zhao Xuan yang masih berdiri santai di atas geladak kapal, menganggap pemuda berjubah hitam itu sebagai pemimpinnya. "Aku tidak tahu bagaimana kalian bisa melewati pusaran Kuno, tapi di tanah ini, aku adalah hukum! Berlututlah, serahkan wanita di belakangmu itu sebagai selirku, dan aku mungkin akan menguliti kalian dengan cepat agar tidak terlalu sakit!"

Mendengar kata-kata itu, alis Zhao Xuan perlahan terangkat.

Sang Asura, yang sejak tadi hanya menonton dengan bosan, akhirnya melangkahkan kakinya menuruni sisa-sisa haluan kapal. Tubuhnya melayang pelan, lalu mendarat di samping Long Chen.

Udara di sekitar Zhao Xuan seketika menjadi hampa. Suhu yang tadinya panas oleh api hijau Jenderal Ba Tu mendadak anjlok menjadi sedingin ketiadaan.

"Kau terlalu banyak bicara untuk seekor babi hutan berdandan zirah," suara Zhao Xuan pelan, namun secara ajaib terdengar jelas di telinga setiap makhluk di lembah itu.

Wajah Jenderal Ba Tu memerah karena amarah. Sebagai penguasa wilayah utara, tidak ada yang berani memanggilnya babi hutan!

"Kau mencari mati! Pasukan Pengawal Darah, cincang dia!" perintah Jenderal Ba Tu, mengangkat pedang raksasanya. Ribuan elit siluman bersiap menerjang.

"Salam perkenalan yang sangat berisik," desis Zhao Xuan.

Matanya yang hitam legam memancarkan kilatan Roda Ketiadaan. Niat Tirani Asura yang selama ini ia tekan akhirnya meledak, bukan ke arah langit, melainkan menyapu secara horizontal ke seluruh daratan lembah!

TRING!

Dua bilah Belati Kembar Jiwa muncul di tangannya. Namun Zhao Xuan tidak berlari maju. Ia hanya mengangkat kedua belatinya dan menancapkannya ke udara kosong di depannya.

"Seni Ruang Asura: Jaring Pemutus Dimensi!"

SRAAAASH! SRAASH! SRAAASH!

Ribuan sayatan perak melesat dari bilah belatinya, merambat melalui ruang kosong dengan kecepatan cahaya! Sayatan-sayatan ketiadaan itu membentuk jaring raksasa tak kasat mata yang menyapu seluruh batalion siluman di depan Zhao Xuan.

Bukan ledakan. Bukan benturan senjata.

Hanya sebuah keheningan yang luar biasa mengerikan.

Ribuan elit siluman yang sedang berlari menerjang tiba-tiba membeku di tempat. Senjata mereka terhenti di udara.

Satu detik kemudian, garis-garis perak tipis muncul di leher, dada, dan pinggang mereka.

BRUUUK... BLUUSSSHH!

Tanpa ada jeritan kesakitan, tubuh ribuan prajurit elit itu terpotong menjadi dadu-dadu daging yang rapi, lalu runtuh ke tanah secara bersamaan. Darah merendam daratan merah itu hingga membentuk danau anyir. Satu batalion penuh musnah dalam satu hembusan napas!

Jenderal Ba Tu yang duduk di atas serigala berkepala duanya mematung. Matanya terbelalak ngeri melihat pasukannya lenyap seolah dihapus dari eksistensi. Hati Dao Soul Transformation-nya menjerit ketakutan melihat hukum ruang yang dimanipulasi dengan sebegitu sempurnanya.

"M-Monster..." bibir Jenderal Ba Tu bergetar hebat. Ia memutar tali kekangnya, berniat melarikan diri kembali ke tendanya! Pemuda berjubah hitam itu bukanlah manusia, ia adalah dewa kematian yang turun dari langit!

Namun, sebuah bisikan dingin terdengar tepat di sebelah telinganya.

"Aku belum mengizinkanmu pergi."

Jenderal Ba Tu tersentak. Sebelum ia menyadari bahwa Zhao Xuan telah berteleportasi dan berdiri melayang di sampingnya, sebuah tangan pucat yang luar biasa dingin telah mencengkeram wajahnya.

KRAAAAAK!

Dengan satu cengkeraman tangan kosong yang dilapisi Niat Ketiadaan, Zhao Xuan meremukkan tengkorak Jenderal Siluman tingkat Soul Transformation itu layaknya meremukkan buah busuk. Api hijau di zirah Ba Tu padam seketika. Jiwanya langsung dihisap dan dihancurkan oleh Hukum Ketiadaan sebelum sempat melarikan diri dari Dantian-nya.

Mayat Jenderal Ba Tu tanpa kepala jatuh berdebum dari atas tunggangannya. Serigala berkepala dua itu merengek ketakutan, berlutut gemetar di bawah kaki Zhao Xuan.

Sisa pasukan siluman yang berada di kejauhan menjatuhkan senjata mereka. Lutut mereka lemas. Jenderal tak terkalahkan mereka dibunuh hanya dalam satu tarikan napas layaknya serangga!

Long Chen berjalan mendekat, menendang mayat sang Jenderal dengan jijik. "Terlalu cepat, Rajaku. Aku bahkan belum sempat membuat ototku berkeringat."

Zhao Xuan tidak memedulikan Long Chen. Ia mengebaskan sisa debu dari tangannya, lalu menoleh ke arah kapal, di mana Su Qingxue masih berdiri mematung dengan rahang nyaris jatuh ke geladak.

"Su Qingxue," panggil Zhao Xuan dingin. "Gunakan mata terataimu itu sekarang. Cari di mayat Jenderal babi ini atau di dalam tendanya. Pasti ada peta militer atau token wilayah. Kita perlu tahu arah mana yang mengarah ke ibu kota siluman, dan di mana Tujuh Penghancur Surga itu menyembunyikan diri."

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!