AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Melangkah melewati kota mati, memerlukan beberapa jam perjalanan.
Hingga.
Brak!
Seekor monster level A, terlempar dengan mudah membentur puing bangunan hingga hancur. Kelvin terlihat di sana, membawa sebuah pedang, yang bagaikan mengeluarkan kilatan cahaya.
"Hanya makhluk hina sepertimu ingin melawanku?" pertanyaan yang benar benar arogan dari Kelvin. Berdiri di atas tiang listrik, wajahnya tersenyum menyeringai.
Sedangkan Sarah mengangkat sebelah alisnya, inilah kekuatan pemeran utama dalam novel. Benar-benar gila arogan dan sombongnya, hanya karena memiliki sebuah sistem, yang meningkatkan kemampuannya dan memiliki energi penyembuh.
Monster level A berbentuk kelabang raksasa itu, mengeluarkan suara pekikan, bagaikan hendak mengamuk. Bergerak dengan cepat kembali mendekati Kelvin.
Pemuda yang melompat dari tiang listrik, sembari mengayunkan senjatanya.
Srak!
Brak!
Tubuh kelabang raksasa itu terbelah menjadi dua. Tapi, racun darahnya merayap ke dalam tubuh Kelvin.
Pria yang berhasil mengalahkan kelabang, tapi seketika memuntahkan darah dari mulutnya.
"Sistem, aku ingin menukarkan poinku dengan penawar." itulah yang diucapkan olehnya.
Sarah mengangkat sebelah alisnya, menatap ke arah Kelvin yang tiba-tiba memiliki botol berisikan penawar racun. Dengan segera meminumnya.
Jujur saja, jika tidak memiliki sistem maka orang ini hanyalah orang biasa. Dirinya sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik selama beberapa tahun ini. Padahal memiliki suami pengangguran yang malas bekerja. Berusaha membuat kedua orang tuanya tetap diam dan tidak menghina Kelvin, saat sebelum kiamat terjadi.
Dirinya berusaha agar alur novel berubah. Dari tema harem, menjadi tema 1 pasangan dengan keluarga yang bahagia.
Tapi pria ini, benar-benar pengkhianat, bahkan hanya sedikit memberikan makanan kepada mertuanya. Benar-benar tidak tahu malu tinggal menumpang di bunker yang dibangun dengan uang keluarganya.
Harus diakui olehnya, di tempat ini Kelvin adalah yang terkuat. Jika bergantung padanya, mungkin akan selamat. Tapi sekaligus kematian yang menunggunya, mengingat pria ini tidak tahu malu dan akan mengangkat enam istri lagi.
"Kak Kelvin kamu benar-benar hebat..." ucap Sofia, memeluknya dari belakang.
"Benar, Jika kamu tidak ada Ayu pasti sudah mati." Ayu bergelayut manja darinya dari samping kanan.
"Kelvin kamu terluka, aku bisa mengobatimu." Rani mendekat dari samping kiri, membawa kotak P3K.
"Aku tidak apa-apa..." ucap Kelvin merangkul pinggang Rani dan Ayu. Mengecup pipi mereka berdua.
Wajah Kelvin memang selayaknya pemeran utama pria pada umumnya. Terlihat begitu rupawan, memiliki kemampuan yang begitu tinggi, tapi tidak memiliki integritas, juga hanya seorang penghianat busuk, bagaimana orang seperti ini dapat dianugerahi memiliki sistem? Sungguh tidak adil.
Kelvin melirik menatap padanya, wajahnya tetap tersenyum. Tapi mungkin satu hal yang menarik perhatiannya, di belakang Sarah terlihat satu orang pria.
Pemuda yang melangkah mendekatinya, tentu saja diikuti dengan ketiga orang istri barunya.
"Sarah, kamu dari mana saja?" pertanyaan yang dilontarkan oleh Kelvin.
"Bukankah kamu mengatakan kedua orang tuaku adalah beban. Aku sengaja menjual mereka, untuk menjadi budak di tempat lain." Dustanya, dapat berbohong tanpa berkedip. Mungkin satu hal yang ada dalam benaknya, Bagaimana caranya menguras stok bahan makanan yang ada dalam sistem ruang penyimpanan milik Kelvin.
Karena tanpa makanan, manusia sekuat apapun pasti akan mati.
"Nona Sarah..." Ren terlihat ketakutan, bersembunyi di belakang Sarah.
Kening Kelvin berkerut sejenak, menata ke arah pemuda ini. Terlihat begitu rupawan, ada perasaan aneh dalam dirinya, semacam perasaan tidak suka, kala pemuda ini menyentuh dan bersembunyi di belakang tubuh Sarah.
"Ren perkenalkan dirimu..." perintah Sarah kepada pemuda di belakangnya.
Pemuda itu tersenyum, begitu cerah dan ceria."Perkenalkan! Namaku Ren, Nona Sarah telah menyelamatkanku dalam perjalanan. Mungkin aku sudah mati jika tidak ada Nona Sarah. Nona Sarah juga sudah banyak bercerita tentangmu. Katanya kamu adalah suaminya, orang yang begitu kuat dan hebat." Kalimat yang diucapkan oleh sang pemuda.
Perlahan menjabat tangannya. Ekspresi wajah Kelvin terlihat tidak suka, tapi tetap menerima jabatan tangan dari Ren.
Namun.
Brak!
Tiba-tiba Kelvin mendorong Ren dengan kencang. Hingga terdorong, terlempar, membentur bekas dinding puing bangunan.
"Ren!" Sarah segera berlari menghampirinya, kemudian membantu Ren bangkit.
"Kelvin, apa yang kamu lakukan!? Ren bukanlah orang jahat, tapi kamu memperlakukannya seperti ini!?" Sarah menatap nyalang padanya.
"Dia menyetrum tanganku, tegangannya sangat kuat dia pasti menggunakan alat khusus!" kalimat yang diucapkan Kelvin bersungguh-sungguh.
"A...aku tidak ada apapun di tanganku." Ren menunjukkan tangannya, tapi memang di tangan itu tidak ada alat khusus atau apapun.
Wajahnya tertunduk lugu, polos, bagaikan tidak berdaya."Kamu membenciku? Aku sudah berjanji akan menjadi budak Sarah, karena dia sudah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak pernah memiliki maksud khusus, a... aku hanya ingin membalas budi."
Sebuah kalimat dengan nada yang pelan dari seorang pria kurus tapi tinggi, terdengar lemah lembut. Sarah yang memapahnya merasa benar-benar iba. Apalagi dirinya yang membawa Ren ke tempat ini.
"Kelvin! lihat dia tidak memiliki alat khusus apapun. Memang benar hobimu hanya melukai orang bukan? Kamu ingat anak kecil terakhir yang mengemis bahan makanan padamu, kamu malah mematahkan lehernya!" Sarah sudah tidak tahan lagi, lagi pula tujuannya ke tempat ini adalah menyatakan perpisahan. Sekaligus mencari cara menghancurkan Kelvin. Seseorang yang akan cepat atau lambat membunuhnya.
"Ya...Karena dia manusia lemah. Jika dia mati akan lepas dari penderitaan. Tidak! Lebih tepatnya menyenangkan melihat dia mati." Gumam Kelvin tersenyum menyeringai, lagi pula dirinya adalah pemilik stok bahan makanan. Kemana lagi Sarah dapat pergi?
"Sarah kata-katamu terlalu kasar. Minta maaf lah pada Kelvin, tapi kamu harus berlutut padanya. Mungkin dia akan berbaik hati memberikanmu sepotong roti." Kalimat yang diucapkan oleh Sofia dengan nada lemah lembut yang dibuat-buat.
"Minta maaf?" Sarah tertawa kecil, bahkan perlahan tawan yang menjadi lebih kencang. kemudian bergumam."Pria pemalas tidak tahu malu sepertinya, untuk apa aku harus meminta maaf. Mungkin satu hal yang aku sesali dari dulu. Kenapa sebelum dunia kiamat tidak membunuhnya saja?"
Sarah mengeluarkan senjata AK-47 dari dalam tas ranselnya. Kemudian membidik ke arah leher Kelvin."Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah."
Wajahnya tersenyum menyeringai, sama sekali tidak tahan oleh penghinaan lagi. Bahkan sebelum dunia kiamat dimulai, dirinya sudah bersabar dengan tingkah laku Kelvin, yang terkadang menggoda satu atau dua pelayan di rumah mereka.
Dan sekarang setelah dunia kiamat, bahkan menjadi lebih buruk.
Sofia, Rina dan Ayu, berteriak kemudian berlari sembunyi. Tidak ingin mereka menjadi sasaran tembak dari Sarah.
"Kamu mencoba untuk melawanku?" tanya Kelvin menyeringai, mengeluarkan pedang yang memiliki kilatan cahaya.
Sarah menelan ludah, cepat atau lambat dirinya memang harus menghadapi Kelvin.
Tapi, tanpa disadari Sarah, kucing putih yang berada di pundak Ren berbisik, pada pemuda itu."Tuan, kenapa tidak langsung bunuh saja?"
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...