NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Perebut

"Aku harus cari tahu siapa wanita yang menjadi istrinya Om Wiryo di masa lalu. Kehadiran wanita itu telah  mengusik ketenangan Tante Zoya, termasuk aku. Aku harus menyingkirkannya."

Naura sengaja ingin mencari tahu siapa sosok wanita yang kini diprioritaskan oleh pria yang sudah membesarkannya. Dia sengaja tidak memberi tahu Zoya agar rencananya berjalan dengan lancar.

"Dulu aku berhasil menyingkirkan Nina dari kehidupan Bagas, lalu kenapa kalau sekarang aku akan menyingkirkan seseorang yang akan menjadi penghalang masa depanku," ucapnya dengan tersenyum iblis."

Maura sangat puas jika rencananya berhasil dengan baik tapi ia memang yakin bisa menyingkirkan orang-orang yang menjadi penghalangnya buktinya saja Nina. Karena obsesinya terhadap Bagas ia berhasil membuat pria itu jatuh ke pelukannya dan pada akhirnya hubungan mereka berantakan. Kedepannya pun begitu, ia akan menghancurkan kehidupan Wiryo dan keluarganya yang kini menjadi penghalang masa depannya.

"Siapapun yang berurusan denganku tidak akan pernah selamat. Dia harus benar-benar menderita, atau kalau perlu aku ingatkan saja biar urusannya selesai dan tidak menjadi bumerang di kehidupanku."

Maura mengendarai mobilnya menuju sebuah cafe di mana ia sering nongkrong bersama teman-temannya. Dia ingin berbagi masalahnya itu kepada teman-temannya dan berharap teman-temannya mau membantu.

"Akhirnya kamu datang juga Ra!" Salah satu teman Maura merasa bosan terlalu lama menunggu kedatangan gadis itu. Dia pikir Maura membohonginya dan tidak ada niatan untuk bertemu.

"Kenapa? Apa kalian bosan menungguku?" Maura menarik bangku yang disediakan dan menghenyakkan panggulnya di sana.

"Ya bagaimana kami tidak bosan? Kami terlalu lama menunggumu di sini. Kami pikir kamu tidak jadi datang."

Maura terkekeh dengan mengeluarkan rokok dalam bungkusnya. Biarpun perempuan dia paling doyan merokok, tapi di saat berada di luar saja.

"Tentu saja aku akan datang. Lagi pulang ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan pada kalian," celetuk Maura.

Dua temannya saling bertatapan dengan mengerutkan kening. "Tentang hal apa Ra?"

"Hal yang sangat rahasia, tapi berhubung kalian teman baikku, aku percaya kalian tidak akan pernah mengkhianatiku."

Dua gadis itu mengangguk. "Iya, tentu saja kami tidak akan berani mengkhianatimu. Kalau boleh tahu tentang apa?"

"Ini tentang masa depanku," jawab Maura. "Kalian tahu Om Wiryo kan...?"

"Ya tahulah. Dia kan orang tuamu," cetus Kiki, sahabat Maura. "Memangnya ada apa dengan om Wiryo?" Gadis itu bertanya lagi.

Madura mendekatkan wajahnya ke atas meja. "Jadi begini ceritanya."

Mereka bertiga saling mendekat dan berbisik-bisik, merencanakan sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh orang lain.

"Oh..., jadi seperti itu ceritanya?"

Desi, salah satu dari mereka menepuk pundak Maura. "Sudah..., kamu tenang saja Ra, biar kami yang atur. Kamu tinggal beres."

Maura manggut-manggut. "Iya, tapi janji jangan sampai gagal, apalagi salah sasaran."

Keduanya serempak. "Tenang..., kalau soal itu bisa diatur."

Maura lega setelah dua temannya yang mau membantu. Ia yang tidak lagi memiliki banyak uang, harus bersandar dan bergantung pada dua temannya itu.

Masih di tempat yang sama, dua gadis masuk ke dalam cafe. Mereka bercanda ria dan mengambil tempat duduk di pinggiran kolam ikan. Sudah cukup lama mereka tidak lagi menghabiskan waktunya di luar. Kini mereka memiliki kesempatan bisa hangeout berdua.

"Aku pikir kita nggak bisa keluar bersama lagi Nin," celetuk Sania dengan mengambil buku menu yang berada di atas meja.

Sudah cukup lama mereka tidak bisa pergi bersama-sama. Semenjak kedatangan kakak tirinya Nina tak pernah diberi kebebasan, dan sangat  disayangkan orang tuanya lebih percaya pada pria itu dibandingkan dengannya.

"Ya bisa lah. Hanya saja aku nggak harus setiap hari," jawab Nina dengan meletakkan tasnya di bangku sebelahnya.

"Semenjak kakakmu datang kita jadi sulit buat main bareng. Kenapa sih, dia terlalu over protective sama kamu? Atau jangan-jangan ~~

Mengingat kembali kejadian di mana Rendra menjemputnya di kampus dan menjadi pergunjingan mahasiswi sekampus. Seperti ada misteri, mereka berdua hubungannya melebihi hubungan kakak adik.

"Jangan-jangan apa San? Jangan ngaco kamu ya?" Nina menajamkan matanya dan menjitak pelipisnya gemas.

Sania terkekeh. "Idih, gitu aja udah marah. Aku kan cuma menebak aja."

"Tapi tebak-tebakanmu itu menyebalkan. Mendingan cepat pesan makanan sana! Nggak usah main tebak-tebakan!"

Hehehe..., "Iya-iya nona, bawel banget sih!"

Sania memutuskan untuk memilih menu yang tersedia. Seperti biasa, mereka menikmati makanan dengan menu yang sama.

Dari kejauhan Maura, Kiki dan Desi tengah menikmati makanannya. Tak sengaja salah satu dari mereka mengedarkan matanya tepat tertuju ke arah Nina dan juga Sania. Desi, salah satu teman Maura yang terkenal julit langsung menepuk bahu Maura dan ditunjukkan pada Sania.

"Ra, itu bukannya si kuman? Ternyata mereka ada di sini juga?"

Maura menoleh pada mereka berdua dengan memicingkan matanya. "Hm..., cari mangsa mereka," gumam Maura dengan menaikkan ujung bibirnya, devil."

"Perlu kita kerjain?" tanya Desi dengan alisnya naik turun.

"Ya perlu lah!" Maura sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk membuat perhitungan dengan gadis itu. Dia masih dendam, gara-gara kejadian di pesta itu membuat Wiryo tak lagi memiliki kepercayaan terhadapnya.

Mereka bertiga sesegera mungkin menghabiskan makanannya sebelum memutuskan untuk menemui Nina dan juga Sania. Maura tak lagi takut akan ancaman Wiryo yang melarangnya untuk tidak lagi membuat masalah dengannya.

Ekhem...

Deheman ketiga wanita itu membuat Sania maupun Nina terkejut. Mereka berdua refleks menoleh.

"Haduh! Kirain siapa?!"

Sania meletakkan sendok yang ada di tangannya, begitupun juga dengan Nina. Nafsu makannya seketika hilang karena kehadiran mereka yang selalu membuat masalah dengannya.

"Mau apa lagi kalian?" tanya Sania dengan sorot mata tajamnya.

Maura terkekeh. "Memang apa lagi? Kami hanya ingin kalian pergi dari sini!"

Brak!!

Sania menggebrak meja dan beranjak dari tempat duduknya. Ia tak pernah gentar. Selagi posisinya benar ia tak akan takut menghadapi manusia udik seperti Maura dan antek-anteknya.

"Emangnya kamu pikir cafe ini milik nenek moyang Lo?"

Sania memang belum puas ingin memberinya pelajaran. Sejak pertama bertemu di kantin hingga kini dendam itu tak juga kunjung padam.

"Kalau cafe ini milik keluarga Lo, gue bakalan pergi tanpa kau suruh, tapi masalahnya cafe ini bukan milik keluarga Lo, jadi Lo nggak berhak usir kamu!"

Nina yang awalnya terlihat diam kini ikut menimpali. "Lagian kamu ini Maura, seneng banget jadi perebut,"cibirnya jelas menyentuh perasaannya. "Udah rebut cowok orang, udah rebut kebahagiaan orang, sekarang mau rebut tempat orang lain juga. Heran deh kamu! Nggak  tau malu banget jadi orang. Sebenarnya kamu itu tercipta dari apa sih, kok bebal banget?"

Maura yang tersulut emosi langsung menjambak rambut Nina. Dia mengkoyak-koyak kasar hingga membuatnya mengaduh kesakitan.

1
aku
asekk!! aku suka keributan mereka 😁😁🤣🤣
aku
gass wir, tuntutlah, biar endingnya ente yg masuk bui 🤣🤣🤣
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!