NovelToon NovelToon
Mr. Cold & My Sunny Wife

Mr. Cold & My Sunny Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

Gisel (23 tahun) adalah definisi "matahari" berjalan: ceria, blak-blakan, dan punya selera humor yang terkadang sedikit ‘nakal’. Hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa menikah dengan Dewa, CEO dingin yang aura intimidasi-nya bisa membekukan ruangan. Dewa bukan cuma sekadar duda kaya, ia adalah pria yang menutup rapat hatinya demi mendiang istrinya dan ketiga anaknya yang super nakal.


Mampukah ocehan ceplas-ceplos Gisel mencairkan gunung es di hati Dewa? Dan bagaimana jadinya jika si gisel positive vibes ini harus menghadapi tiga anak tiri yang siap mengujinya, sementara sang suami masih bayang-bayang masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Curhat di Bawah Langit Malam

Setelah menghabiskan ramen pedas yang sukses membuat bibirnya merah—setidaknya rasa pedas itu mengalihkan rasa perih di hatinya—Gisel (23 thn) segera membersihkan diri. Ia meminjam kaos kebesaran milik Maya yang beraroma detergen murah, namun terasa jauh lebih hangat daripada daster satin mahalnya.

Gisel melangkah ke balkon kecil rumah Maya. Ia menyandarkan dagunya di pagar besi, menatap lampu-lampu jalanan yang temaram. Aroma white tea dari tubuhnya perlahan kembali menguar, bercampur dengan udara malam yang lembap.

Maya datang membawa dua cangkir teh hangat, menyodorkan satu ke Gisel. "Nih, biar rileks. Sekarang cerita... kejadiannya gimana? Masa iya baru satu bulan nikah kontrak, lo udah kabur begini? Biasanya lo kan paling kuat mental badaknya."

Gisel menghela napas panjang, kepulan uap teh menutupi wajahnya sejenak. "Gue pikir gue udah berhasil, May. Raka udah luluh, Alya udah mau curhat sama gue. Bahkan si 'Pendekar Dingin' itu udah mulai 'panas' kalau deket gue."

"Terus?" Maya menaikkan alisnya.

"Terus muncul 'hantu' masa lalunya. Bianca, kembaran almarhumah istrinya. Wajahnya sama persis, suaranya sama, bahkan parfum mawarnya pun sama," Gisel menunduk, memainkan pinggiran cangkir. "Pas dia dateng, Dewa langsung melepas tangan gue. Dia natap Bianca seolah-olah dunia ini cuma milik mereka berdua. Gue? Gue cuma figuran yang nggak sengaja lewat."

Gisel tertawa miris. "Gue dituduh matre sama nyokapnya di depan semua orang, dan Dewa cuma diem. Dia terhipnotis sama bayangan masa lalunya sampai lupa kalau gue masih berdiri di sampingnya."

Maya mendesis kesal. "Brengsek juga ya si Dewa itu. Terus lo mau gimana? Balik lagi?"

"Gue nggak tahu, May," Gisel menenggak tehnya. "Gue kangen Digo, gue khawatir sama Raka dan Alya. Tapi gue nggak mau balik kalau cuma buat jadi bayang-bayang orang mati. Gue Gisel, bukan Arumi."

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah yang sangat familiar terdengar di depan pagar rumah Maya. Sebuah SUV hitam berhenti dengan suara rem yang mencit.

Gisel dan Maya serentak melongok ke bawah. Sosok jangkung 191 cm dengan kemeja yang berantakan dan wajah panik keluar dari mobil. Dewa (35 thn) mendongak, matanya yang tajam di balik kacamata baca langsung mengunci pandangan ke arah Gisel di balkon.

"Gisel! Turun!" teriak Dewa, suaranya terdengar sangat parau dan putus asa.

Gisel membeku. Jantungnya berdegup kencang. "Gila... dia beneran nyariin gue sampai sini?"

Di dalam kamar, Gisel (23 thn) membenamkan wajahnya di bantal, sementara suara Dewa (35 thn) yang memanggil namanya dari arah balkon terdengar seperti guntur yang memekakkan telinga.

"May, bantuin gue..." isak Gisel, suaranya teredam kain bantal. Aroma white tea-nya kini bercampur dengan bau air mata.

"Bantu apa? Itu laki lo udah kayak pemain sirkus manjat balkon, Sel! Gue takut dia jatuh terus nuntut rumah gue!" Maya panik, mondar-mandir di dekat pintu.

"Tolong suruh dia pergi... biarin gue sendiri dulu. Gue nanti kalau udah tenang, baru gue ketemu dia. Bilang gue nggak mau liat muka 'hantu' Arumi lewat dia dulu," pinta Gisel, badannya yang mungil tampak bergetar.

Maya menghela napas panjang, lalu mendekat ke jendela dan berteriak pada Dewa agar menjauh sebentar. Ia kemudian kembali duduk di tepi ranjang samping Gisel.

"Sel, gue tanya serius. Kontrak nikah lo itu... berapa lama sih?"

"Satu tahun," jawab Gisel singkat, disusul isakan kecil.

Maya menepuk dahi, hampir pusing sendiri. "Satu tahun?! Gila, ini baru jalan sebulan lebih sedikit dan lo udah kabur-kaburan begini? Gimana mau tahan sebelas bulan lagi kalau tiap ada masalah lo lari ke sini?"

Gisel tidak menjawab. Ia hanya diam dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya yang biasanya merona ceria. Ia teringat bagaimana Dewa menatap Bianca tadi—tatapan yang tidak pernah ia dapatkan selama sebulan ini.

Maya mengusap punggung Gisel, merasa iba. "Gue nggak nyangka, muka badak kayak lo yang biasanya ceplas-ceplos mesum ke si Dewa itu, ternyata bisa nangis sesenggukan begini cuma gara-gara dilepas tangannya. Lo... beneran udah jatuh cinta ya sama si Pendekar Dingin itu?"

Gisel tetap bungkam, tapi isakannya yang makin keras menjadi jawaban bagi Maya. Di balik keberaniannya, Gisel hanyalah gadis 23 tahun yang mendambakan dicintai seutuhnya, bukan hanya sebagai "obat pelipur lara" atau "penjaga anak" di rumah mewah yang dingin itu.

1
merry
pergi menjauh lh sel tgu ank mu lhr dluu,, raka dikit dikit marahh
aku
berharap gisel sm adit, bahagya lah mereka 😭
merry
wa Dr pd kmu sibuk curiga,, emosiin gaje cemburu buta gt,, bgss carii tau tuu pergrtaknn silumann ularr sm nenek sihirr mrkk lg ngrimm org buat celakaiin calon ank mu,,
merry
kyk bpkmu sifatt mu raka pentinginn emosii tnp cri kbnrann yaa
aku
mudahan adit diatas nya dewa. dr cinta smpe ekonomi. biar nyahok!!
Gaishan Ahzar
terlalu sakit jdi Gisel...mending nyari kebahagian lain jgn balik ma Dewa,
merry
gk tegas bgtt,, gmpng bgt tuduh org pdhl dewa tau gisel orgy kyk gmnn,, lgian ngpn cb kesini sm Bianca,, moga 3 ank y hncur krn ulh nenek y hncur bukn dlm hal yg ngk baik ya,, mksdy jdi dingin Pemberontak biar mm y dewa wlpun Bianca jdi ibu mrk tdk ank bisa tahlukin anky dewa
merry
pergi ajj sel biar 3 cucu y jdi pembangkang ank y dewa tmbh dingin dan juga kejam
merry
secara logika y si org tu mn mau pyn mantu kyk hana dan cucu tri Dr ank y ha a dan kakak tiri ya itu resikko berat bisa jdi bhn gossip org org mngkin bisa buat perusahan dewa hilng kepercyaa Dr klien y,, tp krn in menyankut Cinta mau gk mau dewa ngalahh biar raka gk di hasut Bianca
Gaishan Ahzar
kecewa berat ma Dewa ga pernah benar2 perjuangin Gisel,katanya CEO tapi kok bodoh...dah lah Gisel move on aja,lelah berjuang dan mencintai sendirian....
Gaishan Ahzar
udah ckup Gisel nangisin Dewa...
merry
biar kn hana menata hdp y dulu hilngin truma y dulu sukses dulu br dech mkrinn nikh🙏🙏🙏biar kn raka tau sel biar JDI Keputusann raka klo gk diksh tau tar raka mengira xlian dh bhongin dia lohh
merry
hrs y ka kak tri y Dilaporinn dgn kasus Pemerkosaa enk bgtt ud hncurin hana trs nikh sm cwe lainn,, Dan laporinn jugaa mm tri y yg jhtt bgtuu juga bpk yg gk bisa ksh keadlinn buat ank kndung y sndrii,, bantuuin sel hana ya kirim dia ke luar ngrii gt,,,
Lilik Lailiyah
😄😄😄
merry
Ayo raka ajkk mmu yg bar bar itu cari tau knp Hana di perlakuknn seperti itu,, psti mm tri y klo ngk Bibi y Hana tuu
merry
raka juara 3 kt y encer knp cm juara tiga,, itu gisel heboh bgtt ud kyk juara 1sjjjj🤣🤣🤣🤣🤣
Mudahlia Fitha
bner" udah kyak rombongan telur ceplok 😂😂😂😅
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ada aja buat jawab
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/semprul udah kyak sepeda yg remnya blong
merry
ternyta Ada batu sandungann jugaa perjlnn gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!