NovelToon NovelToon
Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Apocalypse Regression: Harem In The Zombie World

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Anime
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

"Satu kesempatan lagi... dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh apa yang menjadi milikku."
​Yuuichi Shiro tahu persis bagaimana bau kematian. Sebagai korban eksperimen ilegal yang selamat hanya untuk melihat dunia hancur oleh virus Chimera, ia mati dengan penyesalan di ujung pedangnya. Namun, takdir berkata lain. Yuuichi terbangun enam hari sebelum hari kiamat dimulai—di ruang kelas yang tenang, dengan guru kesehatan yang cantik dan teman-teman yang seharusnya sudah mati di depan matanya.
​Dengan bantuan Apocalypse Ascension System dan kesadaran Miu yang sarkastik, Yuuichi memulai langkahnya. Bukan untuk menjadi pahlawan bagi dunia yang sudah busuk, melainkan untuk membangun singgasananya sendiri di atas puing-puing peradaban.
​Di tengah erangan mayat hidup dan pengkhianatan manusia, Yuuichi berdiri dengan elemen es di tangan dan barisan wanita luar biasa di belakangnya. Kiamat bukan lagi sebuah akhir, melainkan taman bermain bagi sang Regressor untuk membalas dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Kayu {1}

Bus sekolah yang kini penuh dengan baretan dalam dan noda cairan hitam itu merayap pelan memasuki distrik perumahan tua. Jalanan di sini jauh lebih sempit, dinaungi oleh pepohonan sakura yang kelopak-kelopaknya sudah rontok, berserakan di aspal yang retak. Lampu jalanan mati total, menyisakan cahaya bulan yang pucat untuk menerangi jalan menuju kediaman keluarga Hoshino.

Yuuichi duduk kembali di kursi pengemudi setelah menenangkan Chika. Tangannya yang masih dingin akibat sisa penggunaan energi es mencengkeram kemudi dengan mantap. Di sampingnya, Sakura Hoshino menempelkan wajahnya ke kaca jendela, matanya yang besar memindai setiap sudut jalan yang sangat ia kenal sejak kecil.

"Tiga rumah lagi di depan, Yuuichi-kun. Yang memiliki tembok batu tinggi dan gerbang kayu ganda," bisik Sakura. Suaranya bergetar antara harapan dan rasa takut yang amat sangat.

Bus berhenti tepat di depan gerbang kayu ek yang kokoh. Dojo Hoshino nampak berdiri megah, sebuah oase ketenangan tradisional di tengah dunia yang sedang runtuh. Namun, keheningan di sini terasa berbeda. Tidak ada suara erangan, tidak ada kaca pecah, bahkan tidak ada jejak pertempuran di luar gerbang.

"Turun dengan waspada," perintah Yuuichi.

Ia membuka pintu bus dengan desis hidrolik yang terasa memekakkan telinga di kesunyian malam itu. Yuuichi melangkah turun lebih dulu, katananya sudah berada di tangan meskipun masih tersarung. Ia menghirup udara malam; tidak ada aroma busuk yang menyengat di sini. Hanya bau kayu tua, tanah basah, dan dupa yang sudah dingin.

Sakura berlari kecil menuju gerbang. Tangannya yang gemetar mendorong daun pintu kayu yang berat itu.

Krieeeeeet...

Pintu terbuka tanpa terkunci. Di dalamnya terdapat halaman luas yang tertata rapi dengan batu-batu kerikil putih. Pohon pinus tua berdiri di tengah, bayangannya memanjang seperti raksasa yang diam. Rumah utama dan bangunan Dojo di sampingnya tampak gelap gulita.

"Ayah? Kakak?" Sakura berteriak lirih, suaranya ditelan oleh luasnya halaman.

Chika dan Rina menyusul masuk. Rina langsung mengeluarkan perangkat pemindai kecil dari tasnya, sementara Chika tetap berada sangat dekat di belakang Yuuichi, memegang ujung jaketnya seolah takut akan bayang-bayang yang bergerak.

"Secara statistik, ini aneh," gumam Rina sambil menatap layar perangkatnya. "Tidak ada tanda-tanda kerusakan struktural. Tidak ada residu biologis yang menunjukkan adanya serangan massal. Tempat ini seolah-olah... dikosongkan secara sukarela."

"Memindai area Dojo... Tidak ada tanda kehidupan organik dalam radius 50 meter. Namun, deteksi sisa panas di dapur menunjukkan aktivitas sekitar lima hingga enam jam yang lalu. Seseorang sempat memasak di sini, Kakak."

Yuuichi menyipitkan mata merahnya. Aktivitas enam jam yang lalu berarti setelah wabah dimulai secara besar-besaran.

"Sakura, periksa ruang utama. Aku akan memeriksa bangunan Dojo," ujar Yuuichi. "Sensei, ikut dengan Sakura. Rina, tetap di halaman dan awasi gerbang."

Yuuichi berjalan menuju bangunan Dojo yang terletak di sisi kiri. Lantai kayu terasnya berderit di bawah bot taktisnya. Ia menggeser pintu shoji dengan gerakan perlahan. Di dalamnya, barisan bokken dan pelindung kendo tertata rapi di dinding. Di tengah ruangan, sebuah lilin yang sudah habis terbakar menyisakan genangan lilin di atas meja kayu kecil.

Ia berjalan ke arah altar keluarga. Di sana, sebuah surat pendek tergeletak di samping foto pendiri Dojo. Yuuichi mengambilnya.

"Sakura, jika kau kembali, jangan cari kami di kota. Kami menuju bunker perlindungan di pegunungan utara bersama murid-murid senior. Jika kau membaca ini, kunci gerbang dari dalam dan tunggu di sini. Jangan keluar setelah matahari terbenam."

Tulisan tangannya kuat namun terburu-buru. Yuuichi merasakan beban yang sedikit terangkat dari bahu Sakura, namun rasa curiga tetap ada di benaknya. Mengapa mereka pergi begitu cepat? Dan siapa yang memberitahu mereka tentang bunker itu sebelum pemerintah mengeluarkan pengumuman resmi?

"Pesan tersembunyi terdeteksi di balik surat. Ada pola tekanan pena yang berbeda. Sepertinya ayah gadis ini mengetahui sesuatu tentang virus Chimera lebih dari orang awam."

Yuuichi menyimpan surat itu di sakunya. Saat ia hendak keluar, ia mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari arah rumah utama.

"Yuuichi-kun! Lihat ini!" Itu suara Sakura.

Yuuichi segera berlari menuju rumah utama. Ia menemukan Sakura dan Chika berdiri di depan pintu dapur yang terbuka. Di atas meja makan, tersaji empat mangkuk nasi dan lauk pauk yang sudah dingin, namun masih tertutup rapi. Yang paling aneh adalah adanya sebuah perangkat radio militer frekuensi tinggi yang diletakkan di tengah meja, mengeluarkan suara statis yang rendah.

Zzzzt... Perhatian... Sektor 4... Evakuasi... Zzzzt...

"Mereka pergi dengan terburu-buru sampai meninggalkan makanan, tapi sempat meninggalkan radio ini?" Chika bertanya dengan nada bingung. Ia memeluk lengannya sendiri karena merasa merinding.

Yuuichi mendekati radio itu. Ia memutar tombol frekuensinya secara perlahan. Tiba-tiba, suara statis itu berubah menjadi suara manusia yang sangat jernih, namun dingin dan mekanis.

"Subjek 001 telah meninggalkan area sekolah. Melacak koordinat... Kediaman Hoshino terkonfirmasi. Mulai fase pengamatan pasif."

Seketika, atmosfer di dalam ruangan itu mendingin. Sakura dan Chika menatap radio itu dengan ngeri. Yuuichi mendengus, tangannya bergerak cepat menghancurkan radio itu dengan satu hantaman tangan kosong. KRAK! Komponen elektronik di dalamnya hancur berkeping-keping.

"Mereka mengawasi kita," ucap Yuuichi singkat.

"Mereka? Siapa yang kau maksud, Yuuichi-kun?" Sakura bertanya, suaranya gemetar.

Yuuichi menatap Sakura dalam-dalam. "Orang-orang yang menciptakan kiamat ini. Dan sepertinya, ayahmu punya hubungan dengan mereka, Sakura."

Di luar, awan gelap menutupi bulan sepenuhnya. Kegelapan di Dojo Hoshino kini terasa lebih pekat, seolah-olah tembok batu yang tinggi itu bukan lagi untuk melindungi mereka dari zombie, melainkan untuk mengurung mereka di dalam jangkauan penglihatan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari mayat hidup.

"Pemberitahuan: Deteksi gerakan di atap bangunan utama. Kecepatan melebihi manusia normal. Sesuatu sedang mengintip dari kegelapan, Kakak. Dan itu bukan zombie."

Yuuichi menarik katananya sepenuhnya. Bilah biru es itu bersinar redup di dapur yang gelap. "Masuk ke dalam kamar yang paling dalam. Kunci semua jendela. Jangan keluar sampai aku memanggil nama kalian."

Yuuichi berdiri di ambang pintu dapur, menatap ke arah atap yang gelap. Di sana, ia bisa melihat sepasang mata merah—warna yang sama dengan matanya sendiri—sedang menatap balik ke arahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!