Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.
Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.
Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.
Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"
Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Memastikan
Baru bisa menghubungi suaminya setelah sekian lama berada di Luar Negri, tetapi respon Dharma begitu singkat seolah-olah tidak merindukan dirinya membuat Alea tampak kecewa.
"Mas Dharma, mengapa kamu benar-benar berubah sikap kepadaku? Apa kamu tidak merindukanku," gumam Alea dengan mata terpejam.
Tiba-tiba saja Alea kembali membuka mata itu dan memeriksa ponselnya. Alea begitu penasaran dengan sosial media milik Monica. Monica kembali memposting Apartemen mewah.
"Bukankah tempat ini?" Alea mengenali tempat tersebut.
"Sayang kamu coba lihat ini?" Dharma berada di dalam mobil bersama dengan Alea dan memperlihatkan ponselnya kepada Alea.
"Apartemen yang sangat bagus, kamu ingin membelinya?" tanya Alea.
"Benar, ini berada di Singapura, ketika kita menikah nanti aku ingin membeli Apartemen ini ya dan jika kita ke Singapura, tidak perlu mencari hotel lain," jawab Dharma.
"Bagus," sahut Alea memberikan respon singkat.
"Kamu suka?" tanya Dharma.
"Apapun yang kamu inginkan aku menyukainya," jawab Dharma.
"Baiklah, nanti kita akan melihat-lihat Apartemen ini dan jika benar-benar sesuai dengan kemauan kamu. Maka, aku akan membelinya dan menjadikan ini untuk tempat tinggal kita di Singapura," ucap Dharma.
"Oke," sahut Alea tersenyum.
Tiba-tiba saja Alea terbayang dengan pembicaraannya pada Dharma beberapa waktu yang lalu sebelum mereka menikah.
"Kenapa semua serba kebetulan? Apa ini memang kebetulan atau sesungguhnya ini memang terjadi?"
"Apa Mas Dharma selingkuh?" Alea tiba-tiba saja menyuarakan hatinya dengan kecurigaannya kepada suaminya.
"Tidak-tidak Alea?" Alea menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk menenangkan diri.
"Kamu tidak boleh berpikiran buruk seperti itu. Kamu harus santai, mungkin saja ini hanya pemikiran kamu saja. Mas, Dharma tidak mungkin mengkhianati pernikahan kami," Alea masih berusaha setenang mungkin dengan berpikir positif kepada suaminya.
"Tetapi aku harus memastikan kebenarannya, aku tidak bisa hanya menduga-duga saja," batin Alea berusaha untuk tenang.
Ting
Alea melihat ponselnya. Alea baru saja mendapatkan notif pesan dari Raidan.
"Jika kamu jadi terbang besok, aku sudah menyiapkan tiket untuk kamu, kamu hati-hati," tulis Raidan.
Alea tersenyum mendapatkan pesan singkat itu.
"Dia ternyata masih memperhatikanku, padahal aku ingin ke Singapura," gumam Alea merasa tersentuh dengan apa yang dilakukan Raidan kepadanya.
"Terima kasih Raidan. Aku akan mengabari kamu ketika aku sudah sampai," tulis Alea
"Aku tunggu Alea," Raidan ternyata juga kembali membalas pesan itu.
Alea menanggapi dengan tersenyum, Alea memilih dilanjutkan pekerjaannya untuk memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper. Tekatnya sudah bulat ingin memastikan suaminya benarkah berada di Singapura atau di negara lain. Karena suaminya berpamitan kepadanya bahwa dia sedang tidak ada di Singapura.
*****
Singapura.
Alea saat ini sudah berada di Negri Singa. Alea masih di Bandar menunggu jemputan. Alea beberapa kali menarik nafas dan membuang perlahan ke depan dengan melihat di sekelilingnya.
"Mungkin langkah yang aku ambil akan sedikit sulit, banyak resiko ketika aku memutuskan untuk berada di tempat ini, mungkin rasa lega atau justru rasa sakit yang akan aku dapatkan,"
"Mas Dharma aku berharap jawaban yang aku inginkan selama ini tidak membuatku takut dan semua pemikiranku kepadamu salah. Aku berharap kamu menghormati pernikahan kita," batin Alea dengan wajah murung.
Tidak lama mobil berhenti di hadapan Alea. Alea memastikan mobil tersebut adalah jemputannya atau tidak.
Mobil itu memang merupakan mobil yang sebelumnya dipesan oleh Raidan untuk mengantar Alea kemanapun Alea ingin berpergian.
Raidan meski berada di Jakarta tetapi dia tetap membantu Alea untuk mengurus segala kebutuhan Alea di Singapura.
Alea meninggalkan Bandara dan memasuki mobil dengan kopernya yang dibantu oleh sopir dimasukkan ke dalam bagasi, untuk sementara Alea akan menginap di hotel yang juga disiapkan oleh Raidan.
Alea tetap melakukan aktivitasnya dengan hati-hati, Alea jika tidak ingin bayinya sampai kenapa-napa. Alea tetap menjaga ketenangan dan kewarasannya agar tidak berpengaruh pada bayi yang dia kandung. Meski jantungnya sejak tadi tidak berhenti berdebar.
Bersambung.....