NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GANGGUAN SI KECIL DAN GOMBALAN MAUT

Jaydane dengan cepat memakai celananya dan menyampirkan kemeja hitam tanpa dikancing, sementara Flaire buru-buru merapikan kemeja putih Jaydane yang ia pakai untuk menutupi tubuhnya.

Jaydane melangkah ke pintu rahasia dan membukanya sedikit lebih lebar. Di sana, Jorden berdiri sambil memeluk boneka beruangnya, matanya berkaca-kaca.

"Hey, Jagoan," Jaydane berlutut di depan putranya, suaranya berubah menjadi lembut sisi yang hanya ditunjukkan untuk Jorden dan Flaire. "Kenapa bangun? Papa di sini."

"Jorden takut... ada monster di mimpi Jorden," isak si kecil.

Jaydane mengangkat Jorden ke dalam gendongannya, sementara Flaire muncul dari balik punggung Jaydane dengan senyum menenangkan.

"Tidak ada monster di sini, Sayang. Papa sudah mengusir semuanya," ucap Flaire sambil mengelus pipi Jorden.

Jorden menatap kedua orang tuanya bergantian. "Kenapa wajah Mama merah? Dan kenapa rambut Papa berantakan?"

Jaydane melirik Flaire dengan seringai jahil yang membuat Flaire ingin menendang tulang keringnya. "Oh, itu... Papa baru saja... berolahraga sedikit dengan Mama agar Mama tetap sehat. Benar kan, Sayang?"

Flaire hanya bisa tersenyum kaku sambil mencubit pinggang Jaydane dengan keras. "Iya, Nak... Papa cuma... terlalu bersemangat."

Suasana di kamar utama vila Karibia kini jauh dari kata erotis. Jorden meringkuk dengan nyaman di tengah-tengah ranjang raksasa itu, memegang tangan Flaire di sisi kiri dan memeluk lengan berotot Jaydane di sisi kanan. Bocah kecil itu akhirnya tertidur lelap dengan napas yang teratur.

Namun, di sisi kanan ranjang, Jaydane Shelby sedang mengalami penyiksaan batin yang luar biasa. Ia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar dengan napas berat. "Piton jumbo"-nya masih berdenyut kencang, menuntut penyelesaian yang terputus akibat kedatangan Jorden. Setiap kali Flaire bergerak sedikit saja untuk membetulkan posisi tidurnya, gesekan kain sutra itu membuat Jaydane harus mengeritkan giginya kuat-kuat.

Flaire melirik suaminya melalui kegelapan, melihat rahang Jaydane yang mengeras. Ia tahu pria itu sedang menderita. Flaire menjulurkan kepalanya sedikit di atas tubuh Jorden, lalu berbisik dengan nada mengejek yang seksi.

"Tahan ya, Sayang. Katanya Papa Jagoan?"

Jaydane menoleh, matanya berkilat gelap penuh damba. "Kau beruntung ada dia di sini, Flaire. Kalau tidak, aku tidak akan membiarkanmu tidur sampai matahari terbit."

Sementara itu, ribuan mil jauhnya di Berlin, kegelapan yang sesungguhnya menyelimuti ruang bawah tanah Mansion Shelby. Seraphina duduk di lantai beton yang dingin, meratapi nasibnya yang hancur dalam semalam.

Rambutnya yang biasanya tertata sempurna kini kusut, dan gaun merah mahalnya telah robek di sana-sini.

Tiba-tiba, suara rintihan lemah terdengar dari sel di seberangnya yang gelap gulita. Seraphina menyipitkan mata saat lampu lorong yang redup menyala sebentar.

Di sana, di balik rantai baja yang berat, sosok Aurora tergantung dengan kondisi yang mengerikan. Mantan model papan atas itu kini jauh dari kata sempurna. Wajahnya yang dulu dipuja-puja dunia kini penuh lebam, kulitnya pucat pasi, dan matanya cekung. Ia tampak seperti kerangka yang hanya dilapisi kulit.

Seraphina terdiam sejenak, lalu tawa mengejeknya pecah, menggema di lorong sempit itu.

"Hahaha! Lihatlah dirimu, Aurora! Sang Supermodel kebanggaan Jerman, berakhir seperti tikus got yang dirantai," ejek Seraphina sambil meludah ke arah jeruji. "Setidaknya aku masih memiliki kecantikanku saat Jaydane membunuhku nanti. Sedangkan kau? Kau sudah menjadi bangkai sebelum mati."

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!