NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Ruang kerja Saga sunyi. Hanya suara kertas yang dibalik. Dan langkah kaki yang berhenti tepat di depan meja.

“Lapor, Tuan.”

Suara itu milik salah satu anak buahnya. Saga tidak langsung menoleh.

“Bicara.”

Singkat. Dingin.

Pria itu menelan ludah. “Selama Anda tidak ada… Nona Liora berada di area mansion. Tidak keluar.”

Saga diam.

Masih terlihat tenang.

Namun..

“Di pagi hari… Nona sempat berada di gerbang depan.”

Gerakan tangan Saga berhenti. Perlahan ia mengangkat wajah.

Tatapannya berubah.

“Lanjut.”

Suaranya rendah.

Berbahaya.

“Beliau… berbicara dengan seseorang di luar gerbang.”

DEG.

Ruangan mendadak terasa lebih dingin.

“Siapa.”

Bukan pertanyaan. Lebih seperti ancaman.

“Belum teridentifikasi, Tuan. Pria. Datang dengan mobil hitam. Tidak masuk area.”

Sunyi.

Beberapa detik. Yang terasa sangat lama.

Saga berdiri. Perlahan. Namun aura yang keluar, berubah total.

Rahangnya mengeras. Matanya gelap.

“Berani.”

Satu kata. Namun cukup membuat semua orang di ruangan menahan napas.

“Siapkan orang.”

Perintahnya. “Cari siapa dia.”

“Baik, Tuan.”

“Dan—”

Saga berhenti sejenak.

Tatapannya tajam. “Jangan biarkan dia mendekat lagi.”

Nada suaranya tidak naik. Namun justru itu yang membuatnya lebih menekan.

“Kalau perlu—habisi.”

“Baik, Tuan.”

Langkah kaki kembali menggema. Saga keluar dari ruang kerja.

Cepat.

Pasti.

Tujuannya jelas.

***

Sedangkan Di taman belakang, Liora sedang duduk sendirian.

Namun kali ini tidak tenang. Pikirannya masih teringat pria tadi pagi.

Perkataannya.

Tatapannya.

Siapa sebenarnya laki-laki itu, ia merasa melihat wajah yang mirip dengan pria itu . Tapi siapa?

Semuanya terasa tidak nyaman. Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh , langkah itu datang.

DEG.

Liora menoleh. Dan langsung menegang.

Saga.

Tatapannya Berbeda.

Lebih gelap.

Lebih dingin. Lebih… berbahaya.

“S-Saga…”

Liora berdiri perlahan.

Belum sempat bicara , tangan itu sudah mencengkeram pergelangannya sangat Kuat.

“Siapa dia.”

Nada suaranya rendah. Namun penuh tekanan.

Liora kaget. “Apa?”

“Pria di gerbang.”

Tatapannya menusuk. “Yang kamu ajak bicara.”

DEG.

Liora terdiam.

Tidak menyangka, Saga sudah tahu. Secepat itu pergerakan nya.

" Aku gak kenal dia,” jawabnya jujur.

Namun Saga tidak langsung percaya. “Kenapa kamu bicara dengannya.”

“Dia yang nyapa aku duluan!”

Liora mulai kesal. “Salah aku apa?!”

Namun cengkeraman itu justru semakin menguat.

“Jangan bicara dengan orang lain tanpa izinku.”

Kalimat itu keluar.

Dingin. Mutlak. Dan membuat sesuatu dalam diri Liora akhirnya retak.

“Cukup!, Saga!”

Liora menarik tangannya. Kali ini berhasil lepas.

Matanya mulai berkaca-kaca. Namun bukan karena takut.

Karena tertekan.

“Aku bukan tahanan kamu!” Suaranya meninggi.

Emosinya meluap.

“Setiap aku gerak—salah! Setiap aku ngomong—salah!”

Napasnya tidak teratur. “Aku capek!”

DEG.

Saga diam.

Menatapnya tajam. Terlihat sangat marah.

Namun kali ini Liora tidak mundur.

“Kenapa aku gak boleh ngomong sama siapa pun?!” lanjutnya.

“Aku bahkan gak boleh berdiri di gerbang?!”

Air matanya jatuh Tanpa ia sadari. “Aku sesak, Saga…”

bisiknya lirih.

“…aku bener-bener sesak.”

Sunyi. Suasana jadi lebih tegang.

Untuk beberapa detik. Yang terasa berat. Saga menatapnya. Lebih lama dari biasanya.

Tatapannya masih keras. Namun ada sesuatu yang berubah.

Tipis, Sangat tipis. Hampir tidak terlihat.

Namun alih-alih melembut ia justru melangkah mendekat.

“Mau bebas?”

Tanyanya pelan , Namun menekan.

Liora terdiam.Tidak menjawab. Karena ia tahu tidak semudah itu.

saga menunuduk sedikit Mendekatkan wajahnya.

“Terlambat.”

Suaranya rendah terasa Berat.

“Sekarang kamu sudah terlalu dalam.”

Tangannya masih mencengkeram " Apapun yang sudah jadi milikku , tidak bisa lepas kecuali itu aku sendiri. Ingat kamu sudah jadi milikku "

DEG.

Liora membeku. Kata-kata itu bukan ancaman kosong. Itu kenyataan. Yang membuat dadanya semakin sesak.

Saga menarik Liora. Membawanya kembali ke dalam.

Tanpa memberi pilihan Apapun, Semua keputusan ada di tangannya. Bahkan kematian sekalipun.

Tanpa memberi ruang. Sementara Liora tidak lagi berontak keras.

Namun air matanya terus jatuh.

Diam.

Tertekan. Dan untuk kali ini ia benar-benar merasa. Terjebak lebih jauh. Dalam dunia yang tidak bisa ia tinggalkan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.....................................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!