NovelToon NovelToon
KETUA BEM DITAKLUKKAN CEGIL

KETUA BEM DITAKLUKKAN CEGIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy ha

Rayyan sangat risih saat gadis yang mengejarnya mengaku sebagai sahabat masa kecilnya di taman kanak-kanak, oh my god mimpi buruk apalagi di kampus yang elit ini sampai-sampai bertemu dengan gadis yang tak jelas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11) KECEWA BERAT

DULUUU

Kampus, Bulan September

Suara sorak dan tepukan meriah menggema di halaman depan gedung rektorat. Di atas panggung sederhana, Rayyan Pratama berdiri dengan pose gagah, mengenakan jas hitam yang rapi dengan dasi merah muda yang menjadi ciri khas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode ini. Wajahnya yang tampan dengan alis yang lurus dan mata coklat yang tajam membuat banyak mahasiswi terpana, namun pandangannya hanya tertuju pada satu sosok di tengah kerumunan—Sea Wijaya, mahasiswi tahun kedua jurusan Sastra Inggris yang sedang mengangkat kamera smartphone untuk menangkap momen kemenangannya.

"Saya berjanji akan membawa BEM menuju prestasi yang lebih tinggi dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa dengan segenap hati!" panggil Rayyan dengan suara yang kuat dan jelas.

Setelah acara pelantikan selesai, Rayyan langsung menghampiri Sea yang sedang berbicara dengan teman sekelasnya, Lia. Ia mengelilingi lengan Sea dengan lembut dan memberikan ciuman ringan di dahinya.

"Bagaimana, sayang? Kamu bangga dengan aku bukan?" tanya Rayyan dengan senyum manis yang selalu membuat hati Sea berdebar kencang.

Sea tersenyum lebar, matanya bersinar karena kebahagiaan. "Tentu saja, Ray. Aku selalu tahu kamu bisa melakukannya."

Lia menggoyangkan bahu dengan senyum licik. "Oke, cukup deh kalian berdua kasih sayang di sini. Aku pamit dulu ya, mau beli minuman."

Setelah Lia pergi, Rayyan menarik Sea ke sudut halaman yang lebih sepi. Ia mengeluarkan sebuah bungkus kecil dari saku jasnya dan memberikannya kepada Sea. "Ini untukmu. Hadiah dari aku karena kamu selalu mendukungku selama kampanye."

Sea membuka bungkus dengan hati-hati dan menemukan gelang tangan perak dengan ukiran huruf awal nama mereka—R dan S—yang saling bersandar. Hatinya terasa hangat dan penuh rasa syukur.

"Terima kasih, Ray. Ini sangat cantik," ucap Sea sambil mengizinkan Rayyan memasangkan gelang di pergelangan tangannya.

"Gelang ini adalah janji," ucap Rayyan dengan suara lembut namun tegas. "Janji bahwa setelah aku menyelesaikan masa jabatan dan kita lulus kuliah, aku akan menikahi kamu dan membawa kamu pergi jauh-jauh dari sini."

Sea menyandarkan kepalanya di bahu Rayyan, menikmati kedekatan mereka di tengah keramaian kampus yang mulai surut. Ia tidak bisa membayangkan kehidupan tanpa kehadiran Rayyan—pria yang selalu ada di sisinya saat ia kesusahan, yang selalu memberikan kata-kata semangat ketika ia merasa minder, dan yang selalu menunjukkan perhatian ekstra bahkan pada hal-hal kecil.

  KENIKMATAN DAN PERHATIAN

Beberapa Bulan Kemudian

Kontrakan kecil di kawasan Klojen menjadi tempat berkumpulnya Sea dan Rayyan setiap akhir pekan. Dinding kamar yang dihiasi poster puisi dan foto-foto mereka bersama menjadi saksi bisu akan setiap momen kebersamaan mereka. Rayyan sering datang dengan membawa makanan kesukaannya—gado-gado dari warung dekat pasar atau es cendol dari pedagang yang berjualan di depan kampus.

"Aku sudah menyelesaikan rancangan program kerja untuk semester depan, Sayang," ucap Rayyan sambil makan nasi goreng yang sudah Sea siapkan. "Kita akan mengadakan festival budaya kampus dan juga program beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu."

Sea duduk bersebelahan dengannya, menatap wajah Rayyan yang bersinar saat berbicara tentang pekerjaannya di BEM. "Kamu benar-benar hebat, Ray. Kamu tidak hanya pintar, tapi juga punya hati yang baik terhadap orang lain."

Rayyan menepuk pangkuan Sea dengan lembut. "Itu karena aku belajar dari kamu, Sayang. Kamu selalu peduli dengan orang lain tanpa pamrih." Ia menarik Sea lebih dekat dan menatap mata wanita yang dicintainya dengan penuh cinta. "Aku tidak bisa menunggu sampai kita bisa hidup bersama secara resmi. Aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia."

Pada malam hari, Rayyan sering mengantar Sea pulang ke kontrakan setelah ia selesai bertugas di kantor BEM. Kadang-kadang mereka berjalan kaki menyusuri jalan-jalan raya Malang yang penuh dengan lampu jalan yang berkilau, berbicara tentang mimpi dan cita-cita mereka di masa depan.

"Aku ingin punya rumah dengan kebun kecil di belakangnya," ucap Sea sambil menggenggam tangan Rayyan. "Kita bisa menanam sayuran dan bunga-bunga cantik. Kamu bisa bekerja sebagai konsultan atau mungkin membuka usaha sendiri, dan aku akan mengajar di sekolah atau menjadi penulis buku."

Rayyan menyeka bibir Sea dengan jempolnya yang lembut. "Semua itu akan kita wujudkan bersama, Sayang. Cukup tunggu saja sebentar lagi."

Namun di balik semua kehangatan dan janji indah itu, ada sesuatu yang selalu membuat Sea merasa aneh. Rayyan jarang mengajaknya bertemu dengan teman-teman dekatnya yang bukan dari lingkaran BEM. Setiap kali Sea mengajukan pertanyaan tentang hal itu, Rayyan selalu memberikan alasan yang sama—"Nanti aja kita bertemu ketika waktunya sudah tepat."

Sea mencoba untuk tidak berpikir terlalu banyak. Ia percaya bahwa Rayyan memiliki alasan yang baik dan bahwa cinta mereka cukup kuat untuk menghadapi segala rintangan. Namun rasa curiga kecil itu terus mengganjal di lubuk hatinya, seperti duri yang tersembunyi di dalam daging.

KEJUTAN YANG MENYAKITI

Hari Ini, Awal Januari

Sea berencana memberikan kejutan untuk Rayyan dengan mengunjunginya di kantor BEM yang terletak di lantai tiga gedung administrasi kampus. Ia membawa makanan yang sudah ia siapkan sendiri—rendang padang yang merupakan hidangan favorit Rayyan—bersama dengan kue coklat yang ia buat semalaman.

Saat ia sampai di depan pintu kantor BEM, suara pembicaraan yang keras terdengar dari dalam ruangan. Ia hendak mengetuk pintu ketika namanya disebutkan.

"Kamu sudah cukup lama bersamanya, Rayyan," suara seorang pria yang tidak dikenal terdengar. "Keluarga kita sudah menyepakati bahwa kamu akan menikahi Amara Wijaya setelah kamu menyelesaikan masa jabatanmu sebagai Ketua BEM. Kamu tidak bisa terus bermain-main dengan mahasiswi biasa seperti Sea Wijaya."

Sea membeku di tempat. Jantungnya berdebar kencang dan tangan nya mulai gemetar hingga hampir menjatuhkan toples makanan yang ada di tangannya.

"Pak Hadi, saya mencintainya," jawab Rayyan dengan suara yang terdengar lebih lemah dari biasanya. "Sea bukan hanya mahasiswi biasa. Dia adalah wanita yang telah memberikan banyak hal untukku."

"Kamu tidak punya pilihan, Rayyan!" suara pria itu semakin keras. "Perusahaan keluarga kita akan bangkrut jika kita tidak menjalin hubungan dengan keluarga Wijaya. Amara adalah putri dari pemilik perusahaan konstruksi terbesar di Jawa Timur. Pernikahan ini bukan hanya tentang cinta, tapi tentang masa depan keluarga kita!"

Sea merasa dunia nya runtuh. Semua janji indah yang pernah Rayyan ucapkan, semua perhatian yang pernah ia terima, semua mimpi yang pernah mereka bangun bersama—semua itu ternyata hanya kebohongan belaka. Ia tidak bisa lagi mendengar pembicaraan mereka. Dengan kaki yang lemah, ia berbalik dan berlari meninggalkan gedung administrasi secepat mungkin.

Di jalan pulang ke kontrakan, air mata mengalir deras di pipinya. Ia tidak bisa membayangkan bahwa pria yang dicintainya dengan segenap hati ternyata telah menyembunyikan rahasia besar darinya—bahwa dia sudah memiliki calon istri yang diatur oleh keluarga sejak lama.

Saat tiba di kontrakan, Sea langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam. Ia menarik gelang tangan yang pernah diberikan Rayyan dari pergelangan tangannya dan memasukkannya ke dalam laci mejanya yang terkunci. Kemudian ia mengambil ponselnya, mencari nomor Rayyan di daftar kontak, dan dengan tangan yang masih gemetar, ia menekan tombol "Blokir Nomor". Tak cukup sampai di situ, ia menghapus semua pesan yang pernah mereka tukar, menghapus foto-foto bersama yang ada di galeri ponselnya, dan bahkan menghapus akun media sosialnya yang sering digunakan untuk berkomunikasi dengan Rayyan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!