NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 11. BCS

Syahira berhenti mematung didepan kamarnya kemudian menoleh ke belakang melihat mamanya tersenyum padanya.

“Mama, itu mitos kan! Jangan menakutiku dengan cara seperti itu. Sekarang bukan lagi soal mitos tapi logika," Syahira menyangkal dugaan buruk dari perkataan mamanya.

Dalam hati Syahira ada sedikit perasaan takut dengan kepercayaan semacam itu. Tapi ia menampik rasa takutnya. Khasanah geleng-geleng kepala mendengarnya.

“Bukan soal mitos atau tidak, takutnya nanti terjadi sesuatu tanpa kita tahu," ucap Khasanah hati-hati dengan perkataannya.

Syahira menghembuskan napas kasar kemudian berbalik sambil membawa minuman masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan diatas meja.

__________

Sementara disuatu tempat Prasasti bertemu dengan Dave mantan kekasih. Dia datang sendirian untuk mengajak Prasasti balik lagi menjalin hubungan seperti dulu.

Prasasti sebenarnya enggan bertemu dengan pria tersebut karena sudah tidak mempunyai perasaan seperti dulu. Dave memang baik padanya tapi, perilaku Dave dibelakangnya membuatnya membencinya dan memutuskan hubungan sepihak, hal itu membuat Dave tidak terima.

"Apa lagi yang kamu harapkan semua sudah berakhir, Dave," kata Prasasti menatap Dave dingin.

"Beri aku kesempatan memperbaiki semuanya, aku janji akan melamarmu setelah kita hubungan kita membaik, aku sudah membicarakan masalah ini dengan kedua orang tuaku," Dave memohon pada Prasasti.

"Kamu pikir semudah itu menjalin hubungan seperti dulu, tidak bisa. Cukup sampai disini dan aku sudah pernah mengatakan sama kamu jangan pernah datang lagi kemari," Prasasti menegaskan bahwa dirinya sudah tidak punya rasa seperti dulu padanya.

"Apa kurangnya aku, Sasti? Aku ingin menikah sama kamu bukan dengan perempuan lain," Dave mendesak dengan memaksa agar Prasasti merubah keputusannya.

"Jauhi dia atau kamu berurusan denganku," bentak Seseorang dari arah belakang mereka.

Keduanya menoleh melihat siapa yang datang. Prasasti terkejut melihat Albi datang sedangkan Dave tersenyum sinis melihat Albi dengan berani menghalangi keinginannya.

"Darimana dia tahu aku disini?" batin Prasasti melihat Albi berada ditempat tersebut.

“Albi Reksa Prasetya, senang bisa bertemu denganmu kembali," sapa Dave mengulurkan tangannya tapi Albi tidak menanggapinya.

“Sombong sekali sekarang," batin Dave menarik tangannya dan memasukkan ke dalam kantong celananya.

Albi berjalan mendekati mereka dan duduk disamping Prasasti sambil menggenggam tangannya erat. Dave melihat sikap Albi tangannya mencengkeram dengan kuat, senyumnya menyiratkan perlawanan.

“Ada hubungan apa kalian berdua?" tanya Dave, perasaannya sulit untuk mengontrol situasi.

Dave merasa disaingi oleh Albi. Dave akui kalau Albi tampan dan kaya raya. Tapi itu bukanlah faktor utama, yang dia inginkan adalah membuat Prasasti kembali padanya bagaimanapun caranya.

"Apa kamu tidak lihat ini," Albi memperlihatkan cincin pertunangan dijari manisnya dan jari manis Prasasti.

Dave mengernyitkan dahi melihat sepasang cincin berlian berdecih. "Aku tidak tertarik dengan cincinmu,"

"Maaf aku harus pergi sekarang," Prasasti beranjak dari tempat duduknya sambil melepaskan tangan Albi.

"Sasti, aku mohon sama kamu pertimbangkan lagi ucapanku tadi,“ Dave menahan kepergian Prasasti.

Prasasti menoleh ke tempat Albi duduk. Albi mengangkat bahunya dengan santai. Prasasti menarik napas kemudian menghembuskan dengan kasar.

"Aku tidak akan merubah keputusanku, aku harap kamu paham," Prasasti mengambil langkah lebar meninggalkan tempat tersebut.

Dave ingin memukul Albi namun ditahan oleh Albi. Keduanya saling menatap Dave menyimpan kebencian pada Andra. Sedangkan Andra dengan sikap santainya.

“Coba saja kamu berani merebut calon istriku, aku tidak akan membiarkannya," ancam Albi kemudian berjalan menjauh meninggalkan Dave sedang menahan amarahnya.

Albi mengejar Prasasti sampai di parkiran lalu meraih tangannya tubuh mereka beradu pandang. Bibir keduanya hampir bersentuhan.

"Sial kenapa bisa berada diposisi seperti ini, hal yang paling aku benci," batin Albi merutuki dirinya.

“Wajah ini pernah ada dimimpiku dan sekarang didepan mataku, dih ngapain sih tarik tanganku lagi. Aku kan jadi ilfil," batin Prasasti kesal.

Keduanya langsung melepaskan diri dan menjaga jarak. "Kenapa tarik tanganku?" Prasasti melirik Albi.

"Aku mau bicara sama kamu," sahut Albi menatap serius.

“Apa?" tanya Prasasti melihat Albi lalu mengalihkan pandangannya.

"Apa benar dia mantan kekasihmu?" tanya Albi.

“Kalau sudah tahu kenapa tanya," jawab Prasasti cuek.

Albi menahan perasaan marah dalam dirinya mendengar jawaban Prasasti, menghembuskan napas pelan. Albi tidak mau menjadi penghalang hubungan seseorang jika mereka saling terikat.

“Apa kamu pernah berjanji padanya untuk_"

"Tidak pernah, aku tidak pernah berjanji apapun sama orang lain apalagi untuk menikah. Aku rasa kamu tahu itu," Prasasti memotong perkataan Albi karena tidak mau membahas masalahnya dengan Dave.

"Jika kalian ingin menikah, Silahkan! pertunangan kita batal, kamu bisa balikan sama dia," ucap Albi tanpa rasa bersalah.

Prasasti terkejut mendengar Albi dengan mudah membatalkan pertunangan. Bukan berarti dia senang dengan keputusan Albi tapi masalahnya tanggung jawab atas kejadian malam itu membuat harga dirinya tercemar.

"Apa katamu batal, kamu pikir dengan membatalkan pertunangan masalah akan selesai...Tidak, kalau kamu membatalkan pertunangan sama saja kamu pria tidak bertanggung jawab dan kamu pria pengecut," ucap Prasasti berjalan masuk ke dalam mobil meninggalkan Albi dengan perasaan kecewa.

Albi menatap kepergian mobil Prasasti merasa ada sesuatu hal yang sulit dijelaskan. Albi tidak pernah menganggap Prasasti sebagai tunangan, ia hanya sebagai orang lain yang tidak pernah berarti.

Albi dulu beda dengan sekarang, mungkin dulu rasa itu ada tapi tidak untuk sekarang. Melihat sikap Prasasti tidak bisa menghargai orang lain membuatnya enggan bertatap muka. Baginya Prasasti perempuan bebas dan tidak butuh nasehat. Albi mengusap wajahnya lalu naik ke motornya dan meninggalkan tempat tersebut.

Prasasti sampai di perusahaan milik papanya dengan wajah kesal. Seorang asisten masuk membawa map yang berisi laporan untuk ditandatanganinya.

“Lani, aku sedang tidak mau diganggu,“ kata Prasasti berdiri di dekat jendela memandang keluar dengan perasaan tidak menentu.

“Baiklah, tapi ini ada laporan yang harus kamu tanda tangani,“ sahut Lani kemudian berjalan keluar lalu menutup pintu.

Pikiran Prasasti terngiang oleh perkataan Albi soal pembatalan pertunangan mereka berdua. "Dasar pria tidak bertanggung jawab, enak sekali berbuat tapi tidak mau tanggung jawab,"

“Siapa yang tidak bertanggung jawab?" tanya seseorang di belakang Prasasti.

Prasasti langsung terdiam lalu menoleh. Prasasti terkejut Papanya datang ke kantor, Ia berjalan menuju sofa dan duduk berusaha bersikap tenang. "Tidak ada kok ,"

“Papa, kenapa tidak memberitahuku kalau mau datang ke kantor?" Prasasti mencium tangan papanya.

"Apakah Papa harus minta ijin dulu begitu, perusahaan juga milik Papa," kata Fabio menatap lekat.

Prasasti mengalihkan pembicaraan. "Ada apa Papa kemari, aku sedang tidak mood,"

"Apa kamu sudah pergi ke butik membeli gaun untuk acara pernikahanmu dan sekalian menyewa MUA ?" tanya Fabio menatap wajah anaknya.

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!