Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAMIL
"Bagaimana keadaan teman ku, Zizie? Apa diagnosa ku benar?".
"Ya, diagnosa mu benar. Pasien sedang hamil 6 minggu", jawab Zizie dokter kandungan yang juga teman Sandra. Keduanya sama-sama praktek di rumah sakit tempat Mikha di rawat saat ini.
Terdengar hembusan nafas Sandra.
"Tapi kondisi teman mu sangat lemah San. Sepertinya ia mengalami stres sehingga berakibat pada janin yang di kandungnya beresiko tinggi. Tapi aku sudah memberikan obat penguat, semoga pasien memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga janinnya bisa terselamatkan", jelas Zizie.
"Iya. Temanku baru saja kehilangan suaminya secara tiba-tiba, ia melalui hari yang berat. Tapi Mikha sangat menginginkan kehamilannya Zie, jadi tolong lakukan yang terbaik untuknya", mohon Sandra.
"Aku ikut prihatin mendengar cerita mu, San. Setelah melewati masa observasi, Mikhaela harus bedrest total. Hingga janin benar-benar kuat dan tidak beresiko tinggi lagi. Jauhkan dia dari stres", ujar Zizie.
"Iya. Terimakasih untuk semuanya. Aku harus melihat Mikha, mudah-mudahan ia sudah siuman. Kebetulan sekali jadwal praktek ku malam ini jadi tadi aku bisa langsung memeriksa kondisi teman ku itu di rumahnya". Sandra berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu sudah melakukan tindakan yang benar. Terlambat beberapa menit saja lagi, kandungannya tidak akan bisa di selamatkan lagi karena terlalu beresiko", ujar dokter Zizie mengantar Sandra ke pintu ruangannya.
"Aku akan visit besok pagi, kau bisa menjelaskan kondisi pasien jika ia telah bangun".
"Oke. Terimakasih Zie".
"Sama-sama San, kamu juga sering membantu pasien ku".
*
Di ruang rawat inap VVIP, perlahan Mikhaela membuka matanya yang terpejam. "Ahh...Kepala pusing", keluhnya.
"Mikha, kamu sudah sadar?", Rania yang sejak Mikha dilarikan kerumah sakit setia menemaninya. Ia bersama Nurma juga.
Mikhaela mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan, ia baru sadar tengah berada di ruangan rumah sakit. "Kenapa aku di rawat–"
"Kamu pingsan Mikha. Entah sejak kapan kau tidak sadarkan diri. Beruntung Ana memanggil mu, kau dan kandungan mu bisa di selamatkan", ujar Sandra kebetulan mendengar pertanyaan Mikha.
Mendengar perkataan Sandra, sungguh mengejutkan Mikha yang berbaring. Spontan ia ingin bangun, tapi Rania menahannya.
"A-pa maksud mu. A-ku hamil? B-agaimana bisa...?"
"Kamu tidak sadar atau bagaimana Mikha? Apa kau tidak mencatat siklus haid mu?", ketus Sandra menatap temannya itu.
"A-ku..."
"Ahh.."
Mikha mengusap wajahnya. "Kalian tidak mengerti. Aku sudah lelah di buat kecewa. Saat siklus datang terlambat aku berharap itu adalah kehamilan yang aku tunggu-tunggu. Aku capek. Makanya bulan ini terlambat haid tidak aku pedulikan. Aku sudah terlalu sering di kecewakan. Kalian tidak tahu rasanya", seru Mikha dengan mata berkaca-kaca.
Terdengar hembusan nafas Sandra dan Rania yang berada di dekatnya.
"Kami tahu yang kau rasakan Mikha". Rania mengusap lembut lengan Mikha.
"Kenapa Tuhan memberi anak ini di saat aku tidak menginginkan nya lagi. Anak ini akan terus mengingatkan aku pada ayahnya yang brengsek. Ayahnya yang mengkhianati kami. Wanita dan anak itu adalah anak Dion. Mama Warda dan Nania terang-terangan memintaku menyerahkan semua harta peninggalan Dion untuk anak itu", lirih suara Mikhaela terisak.
Mendengar penuturan Mikha, Sandra spontan memeluk temannya itu. "Mikha, kamu tidak boleh stres. Ingat kandungan mu. Lupakan masalah dengan Dion, keluarganya dan wanita itu. Sudah saatnya kamu lepas dari bayang-bayang orang lain. Sudah saatnya kau memikirkan diri mu sendiri Mikha...Dan anak ini", ucap Sandra mengusap perut Mikhaela yang masih tampak datar.
Terdengar helaan nafas Rania. "Sandra benar. Tidak ada gunanya berlarut menangisi kepergian Dion, bisa menguras pikiran mu mengenai wanita dan anak itu. Intinya Dion tidak pernah meminta izin untuk menikah lagi dan kamu tidak pernah memberi izin itu. Clear kasusnya!".
"Anak dari nikah siri dianggap sah secara agama namun berdasarkan hukum negara, mereka dianggap sebagai anak di luar nikah karena pernikahannya tidak tercatat, anak itu hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya saja, sehingga berpotensi mengalami kendala administrasi negara dan hak waris dari ayahnya, kecuali dilakukan isbat nikah".
"Anak hasil nikah siri dianggap tidak sah di mata hukum negara kita".
"Anak itu tetap berhak atas akta kelahiran, tetapi hanya mencantumkan nama ibunya saja kecuali ada pengakuan ayah melalui penetapan pengadilan dulu".
"Sulit menuntut warisan kecuali melalui pengakuan pengadilan yang memutuskan ayah sang anak wajib menafkahi anak itu".
Rania sebagai pengacara dengan terperinci menjelaskan masalah yang dihadapi Mikha terhadap keluarga Dion dan Ira.
"Tenang saja aku yang akan mendampingi mu. Aku tidak gentar berhadapan dengan pengacara senior Abraham sekali pun, Mikha. Aku yakin pengacara keluarga suami mu itu tahu letak salahnya di mana jika bersikeras meminta mu menandatangani berkas itu. Jangan pernah mau menuruti nya. Abraham tahu kode etik, dia pasti tidak akan mempertaruhkan nama besarnya itu. We'll see later", tegas Rania terlihat sangat kesal.
"Kamu dengar kata-kata Rania. Kamu tidak sendirian Mikha. Kita hadapi bersama. Satu hal...Jangan pernah membenci anak yang kamu kandung. Ia tidak bersalah Mikha", ujar Sandra.
Mikha menganggukkan kepalanya, senyum terlukis di sudut bibirnya. Bulir-bulir bening jatuh membasahi bantal tempat bersandar kepalanya.
"Dokter kandungan mu adalah teman ku. Dokter Zizie. Karena saat ini sudah malam, ia akan visit besok pagi. Ia memintaku menyampaikan hasil pemeriksaan tadi. Kandungan mu sangat lemah, kamu harus bedrest total. Kamu tidak boleh stres sehingga berdampak buruk pada kandungan mu. Usia kandungan mu enam minggu", ucap Sandra menyampaikan semua pesan Zizie pada Mikhaela.
"Terimakasih. Kalian berdua adalah keluarga ku. Tanpa kalian aku tidak tahu harus bagaimana menyelesaikan masalah ini".
Sandra dan Rania memeluk Mikhaela.
"Tentu saja, kita adalah keluarga", jawab Rania.
"Aku berjanji akan sehat-sehat, menjaga kandungan ku. Kamu benar Sandra, anak ini tidak bersalah. Dan kehadirannya sudah sejak lama aku tunggu. Aku menyayangi anak ini", ucap Mikha dengan yakin.
...***...
To be continue
Tinggalkan komentar kalian ya. Awas kalau nggakk 😡 #Ngancem😂
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂