Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Ning
Pagi harinya Jenderal Tua dikejutkan dengan kedatangan rombongan Kaisar Ning dan Menteri Yun yg berada dihalaman rumahnya.
Para putra nya sudah menyambut kedatangan mereka dan meminta Kaisar Ning dan lainnya untuk masuk ke dalam rumah dimana Jendral tua sudah menunggu.
"Guru ...!/paman!" Sapa keduanya memberi hormat. Pria tua itu tertawa dengan senang."Hei ... kalian sudah Tua...."
Sudut mulut Menteri Yun berkedut" Ini sudah 10 tahun paman...."
Jenderal Tua tak memperdulikannya, dia melihat kebelakang mereka untuk mencari para menantu mereka."Dimana menantu kalian...?"
"Tuan Guru!/Paman!"sapa kedua wanita muda dengan hormat dan senyum lembut pada laki laki tua itu,lalu tak lupa memberi salam pada Nyonya Tua." Nyonya baik...."
"Hei panjang umur untuk kalian....."Ucap Nyonya Tua dengan hangat pada mereka.
Lelaki tua itu tertawa dengan bahagia, lalu berbalik ke arah istrinya."....istriku minta pelayan memotong buah persik untuk mereka....
"Baiklah....." Dia memanggil pelayan untuk menyiapkan Teh dan cemilan yg di bawa Wang Ryu kemarin.
"Paman apa Ning Zao ada disini?"tanya Kaisar Ning saat mereka audah duduk di meja.
Pria tua itu menjawab dengan anggukan."Dia disini...."
Lalu saat mereka mengobrol, terdengar suara langkah kaki, Jenderal tua tua berbalik dan melihat Wang Ryu dan Paman Feng sudah bangun dan nampak akan bersikap pergi.
"Ah tuan anda sudah mau kembali?"tanyanya saat Pemuda itu sudah berada didepannya.
Wang Ryu mengangguk dan berkata dengan ringan.".... Toko masih perlu diawasi....Nyonya maaf merepotkan anda..."
Dia memberi hormat pada wanita tua itu, Nyonya Tua segera melambaikan tangannya."Apa yg anda katakan,saya justru berterima kasih pada anda Tua Muda..."
Wang Ryu tersenyum."Tak masalah,kalau begitu saya permisi dulu...."
Dia memberi salam pada semua orang termasuk Kaisar dan rombongannya sebelum pergi dari halaman Jenderal Tua.
"Paman siapa itu?" Tanya Mentri Yun, melihat pada anak yg nampak nya sangat dekat dengan orang tua itu.
"Tuan muda Wang,pemilih toko kue YaoZao...." Jawab Jenderal tua dengan rendah hati.
Istri menteri segera mengingat Toko Kue yg di lewati." Ahk apa yg kami lewati tadi?"
"....Kalian lewat sana?"tanya Nyonya Tua pada mereka dengan heran.kenapa berputar arah melawan jalan kota.
"Kami melewatinya karena penasaran dengan pelakat kayu yg terpasang,tapi kami tidak turun karena sepertinya Toko nya tutup...." Jelas Ratu Ning dengan wajah agak malu.
"Benar Pria muda itu bossnya..."jawabannya tak menyangkal. Menteri Yun melihatnya dengan senyum kecil."Paman berteman baik dengannya?"
" Hei ceritanya panjang...." Jenderal Tua hanya melambaikan tangannya.
Lalu suara langkah berlarian terdengar disusul teriakan bersemangat." Oh saudara ku! Paman!"
"Kau ... duduklah...." Melihat kelakuan adiknya membuat Kaisar Ning tak berdaya.
Namun pria itu menolaknya."Tidak, aku akan pergi dengan Xixi membeli sesuatu...."
Istri menteri dan Ratu Ning merasa terpesona dengan kue -kue yg disajikan para pelayan."Apa ini kue? Lihat ada yg berbentuk daun..".
"Benar... cobalah..." Nyonya tua memperkenalkan mereka untuk makan,wanita-wanita itu tak sopan mereka mengambilnya dan mencobanya.
"...enak ..."ucap Istri menteri menutup mulutnya dengan terkejut,lalu dia menoleh pada Ratu Ning."...Yang.er coba yg ini...."
Ratu Ning mengambil kue bola berwarna kuning dengan bau harum,saat dia memakannya dia dikejutkan dengan rasanya."Ah asam dan manis,ini enak...."
Dia tak suka terlalu manis,tapi kue ini enak. Ratu Ning makan dengan wajah bahagia.
Melihat pra wanita begitu menyukai kue-kue itu , Ning Zao menjadi penasaran akan rasanya." Apa ini kue dari tuan muda ?"
"Makanlah..." Jenderal Tua memberi piring berisi 5 kue berbagai bentuk pada anak itu agar tak menganggu nya lagi.
Ning Zao yg memang duduk disebelah pria tua itu mengambil kue bulat berwarna merah muda dan memakannya.
" Uh...!" Mata anak itu melebar,lalu dia mengunyah kue didalam mulut nya dengan ekspresi meragukan dunia.
kenapa dia tidak tau kue-kue yg disuka para gadis ternyata seenak ini.
Melihat wajah saudaranya yg ingin menangis' atau tertawa membuat ,Ning Yao merasa tangannya gatal ingin memikul nya."Ada apa...?"
"Lembut dan sedikit manis,ada rasa persik..."jelasnya dengan wajah patah hati.".....kenapa tidak ada yg memberi tauku bahwa kue-kue ini seenak ini...."
"Persik? Tunggu bentuk apa yg kamu ambil?"tanya Jenderal Tua dengan semangat melihat pada piring-piring dikue dimeja.
Ning Zao menunjuk kue bulat dengan merah muda dengan hiasan bunga merah muda kecil,Pria tua itu mengambilnya, memakannya dalam satu suap.
Dan mendesah puas.
"Apa anda begitu menyukainya...."tawa Menteri Yun melihat Pria tua itu bersikap rakus pada kue-kue cantik itu.
"Paman kamu tidak tau kue ini buatan tangan Dew-ah ..!"
Pria tua itu menginjak kaki anak nakal itu dan memelototinya."berisik sekali...!"
Ning Zao melihat Pria tua itu penuh dengan keluhan.Dia mengusap kakinya yg sakit."kenapa kamu menindasku lagi.."
"Makan kue mu jangan banyak bicara..."tegur Jenderal tua dengan wajah cemberut.
"Pelit...!" Ning Zao mendengus membuang muka,lalu bergerak dengan gesit mengambil satu piring kue dimeja sebelum melarikan diri.
"......."Jenderal tua, Menteri Yun.
"Bocah tengik itu.....!"Teriak Jendral tua dengan wajah berkedut.
Kaisar Ning melihat adik yg pergi melarikan diri merasa kesal san tak berdaya."...bagaimana dia mengambil makanan dari orang dewasa...."
"Usianya 29 tahun,kenapa seperti anak usia 9 tahun........" desah Nyonya Tua.
Ratu Ning dan Istri Mentri menutup mulutnya tertawa kecil melihat kelakuan kekanak-kanakan Jenderal muda itu.
"Kamu segera mendesaknya menikah..."Saran Menteri Yun sambil tertawa terbahak-bahak."..dengan begitu dia tak akan bertingkah nakal lagi...."
"Tidak Paman Yun,aku tak sanggup melakukannya...."pria itu melambaikan tangannya, menyerah mengurus saudara kecil nya itu.
"Bibi Tua cincinmu sangat cantik...."puji Ratu Ning dengan wajah lembut melihat pada cincin giok hijau berukir emas.
"Aku juga berfikir begitu....." jawabannya dengan mata berbinar penuh kelembutan.
Istri Menteri juga melihat pada Cincin giok hijau ditangan Wanita tua itu saat dia mengangkat tangannya.
Lalu tersadar sepertinya ada nama yg tertulis dia badan cincin. Dia memiliki mata tajam dan dapat melihat tulisan yg ada.
".... Zhang Yuan? Oh bukankah ini nama Paman Tua....?"Bacanya,lalu terkejut melihat pada dua pasang itu dengan mata iri."...Bibi Tua kamu sangat mencintai paman ternyata...."
Dimeja para Pria yg hanya berjarak 4 langkah Pria tua itu berseru." Hei ..aku juga memilikinya..."
Jadi dimata semua orang,Jenderal Tua dengan wajah sombong dengan senyum tak lepas dari bibirnya. dia mengangkat tangannya.
Terdapat cincin dengan warna yg sama.
Ratu Ning bertanya dengan mata berbinar."...paman tua jangan bilang,ada nama bibi di cincin mu juga?"
"Kami memilikinya..." Jenderal tua mengangguk dengan wajah puas, Nyonya Tua hanya merasa tak berdaya dengan sikap pamer suaminya.
"Boleh aku melihatnya Guru ...?" tanya Kaisar Ning padanya,lalu tangan keriput penuh kapalan terarah padanya.
Susut mulut pria itu berkedut.dengan senyum lucu."Anda bisa melepaskannya dulu...."
"Hei ini cincin pasangan mana bisa dilepaskan..."Jawa Jenderal tua dengan wajah tak setuju,lagi pula dia tak bisa melepaskannya.
Ratu Ning dan Istri Mentri tertawa dengan lucu."...Paman benar-benar, lengket..."
Nyonya tua yg tau soal Cincin pasang itu hanya tersenyum. Jadi Kaisar Ning memegang tangan Gurunya dan melihat memang ada ukiran nama disana.
Huan Feiya. Ini nama asli Nyonya Tua.
Mendengar ini Ratu Ning dan Istri Mentri merasa iri, lihatlah pasang tua ini,mereka penuh cinta dan kasih sayang, sedangkan suami mereka.
"Apa paman membuatnya sendiri....?"tanyanya.Mereka menggelengkan kepalanya." Ini hadiah dari Tuan besar..."
Tuan Besar disini, seperti seorang Master Tao bagi Kaisar dan yg lainnya.tak akan yg akan mengira itu dari seorang dewa .
"Istirku apa kamu ingin memakainya juga ..?"tanya Menteri Yun pada istrinya dengan penuh minat.
Namun wanita itu ragu-ragu,lalu menoleh pada Jendral Tua." Ini...paman kenapa kalian menukar nama di cincin itu?"
Jenderal Tua melihat ke arah istirnya.Semua melihat pandangan nya ,jadi mengalihkan fokus mereka pada Nyonya Tua.
"......Kami tak menukar,sejak awal memang seperti itu karena arti Cincin pasang ini adalah kesetiaan dan Cinta abadi....."Wanita tua itu menunduk dengan senyum lembut disudut bibirnya.
Ke empat orang itu tertegun,lalu merasa sedikit iri dan terharu.
Wanita tua itu tertawa kecil. Namun kata-katanya penuh rasa sukur dan kepercayaan.".....nama suami dipakai oleh Istrinya,agar mengingatkan sang istri jika suaminya akan memikirkannya setiap dia mengangkat tangannya untuk melakukan hal apapun entah itu baik atau buruk....."
Mengingat kan sangat suami bahwa anda istri yg setia menunggu dirumah, menunggu kabar dia baik-baik saja, menunggu dia pulang.
Jantung Ratu Ning berdegup kencang. Istri menteri menundukkan matanya, mengigit bibirnya.
".....Nama Istri dipakai suaminya,agar setiap saat diaman pun saat suami mengangkat tangannya untuk hal baik atau buruk dia akan ingat Istrinya selalu menunggu nya pulang......."Jelas Jendral tua dengan nada lembut,penuh sukur dan kebahagiaan.
Kaisar Ning merasa filosofi dua cincin ini sangat indah, penuh cinta yg setia,dan begitu banyak kebahagiaan dan kesederhanaan yg dia bawa.
"Karena ini lah,nama Cincin itu Cincin pasang..."ucap Sang Kaisar dengan mengangguk tersenyum menghargai.
Dia mungkin tak akan pernah bisa memakai Cincin itu,Ratu Ning menundukkan kepalanya menutupi kesedihan dimatanya.
Begitu pula dengan Istri Mentri Yun.