NovelToon NovelToon
Frosen King OF Calestial

Frosen King OF Calestial

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: Raja Ilusi

Cerita ini mengisahkan tentang Kaelen, Raja Es Kerajaan Celestial yang hidup terisolasi selama seratus tahun dalam kesendirian dan dingin yang abadi. Hidupnya berubah drastis saat kedatangan Lira, seorang wanita dari dunia luar yang datang meminta bantuannya untuk melawan kekuatan gelap yang mengancam nyawa banyak orang. Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa Lira memiliki kekuatan es yang sama dengan Kaelen, yang mengindikasikan adanya hubungan rahasia antara dirinya dan Kerajaan Celestial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raja Ilusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3:Rahasia Di Balik Dingin Dan Jalan Yang Baru

Malam itu, Lira tidur di kamar yang luas dan dingin di sayap timur istana. Kamar itu dilengkapi dengan perabotan yang terbuat dari es dan kayu yang dipahat dengan indah, namun meskipun ada selimut tebal yang terbuat dari bulu binatang salju, dia masih bisa merasakan dingin yang meresap ke dalam tulangnya. Namun, dia tidak mengeluh. Dia merasa bersyukur karena bisa berada di sini, karena bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Raja Kaelen dan meminta bantuannya.

Saat dia berbaring di tempat tidur, pikirannya kembali teringat pada dunia luar—pada orang-orang yang dia tinggalkan, pada kekuatan gelap yang mengancam mereka, dan pada perjalanan yang panjang dan berbahaya yang menantinya. Dia merasa cemas, tapi dia juga merasa berharap. Dia tahu dia tidak sendirian lagi. Dia memiliki Kaelen di sisinya, dan itu sudah cukup untuk membuatnya merasa kuat.

Sementara itu, di ruang singgasana, Kaelen duduk di singgasana esnya, menatap ke luar jendela ke langit yang gelap dan penuh bintang. Pikirannya penuh dengan pertanyaan. Siapa Lira sebenarnya? Mengapa dia datang ke sini? Apakah dia benar-benar jujur padanya? Dan apa yang akan terjadi jika dia memutuskan untuk pergi ke dunia luar dan membantu dia?

Selama bertahun-tahun, Kaelen telah hidup dengan kesendiriannya. Dia telah belajar untuk tidak percaya pada orang lain, untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke dalam hatinya. Namun, Lira telah mengubah segalanya. Dia telah membawa harapan dan cahaya ke dalam hidupnya yang gelap dan dingin, dan dia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di dalam hatinya.

Tiba-tiba, suara pintu terbuka terdengar, dan seorang pelayan masuk ke dalam ruangan. "Yang Mulia," katanya, membungkuk hormat. "Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Anda."

Kaelen menoleh. "Apa itu?"

"Sebelumnya, ketika wanita itu masuk ke dalam kerajaan," kata pelayan itu, "saya melihat sesuatu yang aneh. Saat dia menyentuh gerbang, saya melihat cahaya kecil yang bersinar dari tubuhnya—cahaya yang sama dengan cahaya yang ada di tubuh Anda."

Kaelen terkejut. "Apa yang kamu katakan? Apakah kamu yakin?"

"Ya, Yang Mulia," jawab pelayan itu. "Saya yakin. Saya melihatnya dengan mata saya sendiri. Cahaya itu kecil, tapi saya bisa melihatnya dengan jelas."

Kaelen terdiam. Jika apa yang dikatakan pelayan itu benar, maka itu berarti Lira memiliki kekuatan yang sama dengan dirinya—kekuatan es yang berasal dari Kerajaan Celestial. Tapi bagaimana mungkin? Lira adalah manusia biasa dari dunia luar. Dia seharusnya tidak memiliki kekuatan seperti itu.

"Apakah kamu memberitahu siapa pun tentang ini?" tanya Kaelen akhirnya.

"Tidak, Yang Mulia," jawab pelayan itu. "Saya hanya memberitahu Anda. Saya tahu ini penting, dan saya tahu Anda harus mengetahuinya."

"Baiklah," kata Kaelen. "Terima kasih. Kamu boleh pergi."

Pelayan itu membungkuk hormat lagi, lalu keluar dari ruangan. Kaelen kembali menatap ke luar jendela, pikirannya semakin bingung. Jika Lira benar-benar memiliki kekuatan es, maka itu berarti ada sesuatu yang lebih dari yang dia ketahui tentang dirinya. Mungkin dia bukan hanya manusia biasa. Mungkin dia memiliki hubungan dengan Kerajaan Celestial yang dia tidak ketahui.

Keesokan paginya, Lira bangun dengan perasaan yang segar dan berenergi. Meskipun dia masih merasakan dingin, dia merasa lebih baik daripada sebelumnya. Dia bangun dari tempat tidur, membersihkan dirinya, lalu mengenakan pakaian yang diberikan oleh pelayan—pakaian yang tebal dan hangat, terbuat dari bulu binatang salju dan kain yang lembut.

Saat dia keluar dari kamar, dia melihat seorang pelayan sedang menunggu di luar. "Selamat pagi, Nona Lira," katanya, membungkuk hormat. "Yang Mulia Raja Kaelen meminta Anda untuk datang ke ruang makan untuk sarapan."

Lira mengangguk. "Terima kasih. Ayo kita pergi."

Dia mengikuti pelayan itu melalui koridor-koridor yang panjang dan dingin, menuju ruang makan yang luas dan indah. Di sana, Kaelen sudah duduk di meja makan, menatap ke luar jendela dengan pikiran yang jauh. Saat dia mendengar suara langkah kaki, dia menoleh dan tersenyum sedikit pada Lira.

"Selamat pagi, Lira," katanya. "Silakan duduk."

Lira duduk di seberang Kaelen. Pelayan itu mulai meletakkan makanan di meja—makanan yang sederhana namun lezat, terdiri dari roti, keju, buah-buahan, dan susu yang hangat.

"Terima kasih," kata Lira, mengambil sepotong roti dan mulai memakannya.

Kaelen juga mulai memakan makanannya, namun matanya tetap tertuju pada Lira. Dia ingin bertanya tentang cahaya yang dilihat oleh pelayan itu, tapi dia tidak tahu bagaimana cara memulainya. Dia takut jika dia bertanya, Lira akan merasa takut atau tidak nyaman.

"Lira," kata Kaelen akhirnya, suaranya lembut. "Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan padamu."

Lira menoleh, matanya bertemu dengan mata Kaelen. "Apa itu, Yang Mulia?"

"Apakah kamu pernah merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu sendiri?" tanya Kaelen. "Sesuatu yang tidak bisa kamu jelaskan? Sesuatu yang membuatmu merasa berbeda dari orang lain?"

Lira terdiam sejenak, memikirkan pertanyaan Kaelen. Ya, dia pernah merasakan sesuatu yang aneh. Sejak kecil, dia selalu merasa berbeda dari orang lain. Dia selalu bisa merasakan dingin dengan lebih mudah, dan dia selalu bisa melihat cahaya-cahaya kecil yang bersinar di sekitarnya—cahaya yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Dia tidak pernah memberitahu siapa pun tentang hal ini, karena dia takut orang lain akan menganggapnya gila.

"Ya," jawab Lira akhirnya, suaranya lembut. "Saya pernah merasakan sesuatu yang aneh. Sejak kecil, saya selalu merasa berbeda dari orang lain. Saya selalu bisa merasakan dingin dengan lebih mudah, dan saya selalu bisa melihat cahaya-cahaya kecil yang bersinar di sekitarnya—cahaya yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Saya tidak pernah memberitahu siapa pun tentang hal ini, karena saya takut orang lain akan menganggapnya gila."

Kaelen mengangguk. Dia tidak terkejut mendengar jawaban Lira. Jika apa yang dikatakan pelayan itu benar, maka itu berarti Lira memang memiliki kekuatan es yang sama dengan dirinya.

"Apakah kamu tahu apa artinya ini?" tanya Kaelen.

Lira menggeleng. "Tidak, Yang Mulia. Saya tidak tahu. Saya selalu berpikir itu hanya imajinasi saya saja."

"Itu bukan imajinasi kamu, Lira," kata Kaelen, suaranya tegas. "Itu adalah tanda bahwa kamu memiliki kekuatan es yang sama dengan saya—kekuatan yang berasal dari Kerajaan Celestial."

Lira terkejut. Matanya membelalak, dan dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia memiliki kekuatan seperti itu. Dia selalu berpikir dia adalah manusia biasa.

"Bagaimana mungkin?" tanya Lira akhirnya, suaranya gemetar. "Saya adalah manusia biasa dari dunia luar. Saya seharusnya tidak memiliki kekuatan seperti itu."

"Saya tidak tahu," jawab Kaelen. "Tapi ada sesuatu yang pasti. Kamu memiliki kekuatan es, dan itu berarti ada hubungan antara kamu dan Kerajaan Celestial yang kamu tidak ketahui. Mungkin kamu memiliki nenek moyang yang berasal dari sini, atau mungkin ada sesuatu yang lain yang terjadi pada kamu saat kamu masih kecil."

Lira terdiam lagi. Pikirannya penuh dengan pertanyaan. Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia memiliki kekuatan es? Dan apa artinya ini bagi perjalanan mereka ke dunia luar?

"Jangan khawatir, Lira," kata Kaelen, suaranya lembut. "Kita akan mencari tahu jawabannya bersama-sama. Kita akan belajar tentang kekuatanmu, dan kita akan belajar tentang hubunganmu dengan Kerajaan Celestial. Dan saat kita siap, kita akan pergi ke dunia luar dan melawan kekuatan gelap itu bersama-sama."

Lira menatap Kaelen, dan dia merasa air mata mengalir di pipinya. Dia merasa bersyukur karena memiliki dia di sisinya. Dia merasa bersyukur karena dia tidak sendirian lagi.

"Terima kasih, Yang Mulia," katanya, suaranya gemetar. "Terima kasih karena telah membantu saya. Terima kasih karena telah menjadi teman saya."

Kaelen tersenyum sedikit. "Kamu tidak perlu berterima kasih padaku, Lira. Kita adalah teman, dan teman harus saling membantu."

Mereka terus memakan sarapan mereka, berbicara tentang hal-hal yang ringan dan menyenangkan. Namun, di dalam hati mereka, mereka tahu bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai. Mereka tahu bahwa ada banyak rintangan yang harus mereka hadapi, banyak rahasia yang harus mereka ungkap, dan banyak bahaya yang harus mereka hadapi. Namun, mereka juga tahu bahwa mereka tidak sendirian lagi. Mereka memiliki satu sama lain, dan itu sudah cukup untuk membuatnya merasa kuat dan berani.

Setelah sarapan selesai, Kaelen mengajak Lira berkeliling istana dan kerajaan. Dia menunjukkan padanya ruang-ruang yang indah dan misterius, taman-taman yang terbuat dari es dan bunga-bunga yang tidak pernah layu, dan tempat-tempat yang memiliki makna khusus bagi Kerajaan Celestial. Dia juga memberitahunya tentang sejarah kerajaan, tentang nenek moyangnya, dan tentang kekuatan es yang mereka miliki.

Lira mendengarkan dengan penuh perhatian, matanya penuh dengan kekaguman dan rasa ingin tahu. Dia merasa seolah-olah dia telah memasuki dunia yang baru—dunia yang dingin namun indah, dunia yang penuh dengan misteri dan rahasia, dan dunia yang pada akhirnya akan menjadi rumah baginya.

Dan di dalam hatinya, Lira merasa harapan yang baru. Dia tahu perjalanannya masih panjang dan penuh dengan rintangan, tapi dia juga tahu bahwa dia tidak sendirian lagi. Dia memiliki Kaelen di sisinya, dan itu sudah cukup untuk membuatnya merasa kuat dan berani.

Sementara itu, Kaelen menatap Lira yang sedang berjalan di sampingnya, matanya penuh dengan kekaguman dan rasa sayang.

1
Ridwani
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!