NovelToon NovelToon
Akbar Muhammad Alfattah

Akbar Muhammad Alfattah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: camamutts_Sall29

Bayangin kalo kamu jadi Aku?

Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?

penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makasih Fattah!

MAKASIH UDAH STAY👋

All Cast :

"AKBAR MUHAMMAD AL FATTAH"

"NATHANIO MAHEN" / NATHAN.

"HAMDAN ARKATAMA".

...

Malam takbiran tidak terlalu bahagia, Hamdan jatuh dari motor Abi dan Nathan juga cedera tapi lebih parah hamdan,Kakinya melupas, lecet berdarah harus di obatin dengan steril kapas dan perban.

dan Bunda, Bunda Syana terkejut dengar itu dari Fattah. udah sadar dari pingsan dan baru dapat kabar udah pulang dari klinik terdekat.

"Ri? gua balik ya besok ya. kan lebaran datang lagi."

Aku mengangguk.

"Tunggu. Kalian udah lama ga pelukan?

kata Hamdan.

Aku dan Fattah menoleh.

"Emang boleh Sayang?"

"Sebentar aja emang kenapa?" ujar Hamdan lembut.

Fattah dan aku sama sama singkron.

keduanya emang saling merentangkan tangan.

"Nahkan emang kalian satu hati, gapapa kali." hanya ada senyum di bibir hamdan.

Aku memeluk Fattah erat dan Fattah membalasnya juga.

"Dah dah kemaleman nanti." kata Fattah melepas pelukan.

"Makasih Fattah!!" Ujarku.

melirik Hamdan sayup sayup.

"Buat apa Ri?"

Fattah tersenyum hangat.

"Bantu Suamiku, datang bermain dengan Rehan."

"Sip! yaudah Ri... Mama. Aku balik. Hamdan jaga diri lu ya..." Fattah pamitan.

"Aku anterin sampe depan."

Aku mengantarnya dari pintu saja.

Malam ini cukup membuatku terkejut tapi Hamdan terluka fisik.

"Habiskan malam takbiran ini sama Suami, jangan nempel sama mama ya?"

Aku mengangguk.

...

Di kamar...

.

.

"Kamu kenapa bisa kepeleset mas Hamdan?"

"Aku mau belok ke kanan kan lagi nyebrang tuh pas aku Gas, Nathan tepat di depan aku deh, yaudah ketabrak ban depan Aku oleng karna ban licin. Motor Abi mental tapi Nathan dan Abi lompat gitu dari Motor."

"Ya allah Mas!" kataku Syok mendengar ceritanya.

"Lain kali belanjanya pake mobil aja yang sayang?"

Hamdan menyahut dengan Anggukan lalu bersholawat agar diberi ketabahan akan musibah yang suamiku alami.

...

Abi merasakan firasat buruk, Namun Abi dengan cepat mengusir itu.

"Baru pulang Fattah?"

"Maaf Abi kemaleman." katanya abis mencuci kaki.

Abi sudah duduk manis di Sofa menunggu Putra semata wayangnya kembali ke rumah.

"Apa kamu melakukan hal tersembunyi sama Sepupumu tanpa Hamdan tahu?"

"Kenapa Abi tiba tiba nanya itu?"

"Jangan bercanda Fattah! cepet bilang? apa yang kamu lakikan dengan Riana?"

"Iya iya tadi Fattah cuma nyium kening Riana di kamar Tante Hanifah Abis itu udah selesai."

"Ga ada habis habisnya Fattah!"

Fattah di gertak habis oleh Abi namun Fattah hanya menunduk.

"Aku di tarik Riana bukan kemauan Fattah."

"Kamu laki! harus bisa jaga batasan. kan kamu tahu Riana sedang hamil anak dari Hamdan."

“Maaf Abi..."

Abi Rehadi meninggalkan Fattah ternyata firasatnya benar.

Malam itu Fattah murung dan merasa malu pada Abi di dalam kamar melamun dan menyadari kesalahannya.

***

Esok paginya...

Lebaran berkumandang...

Allahu akbarrullah hu akbar 2x

Laa ilaaha illawlah huwallah hu akbar. Allahu akbar wa lillah hilham...

Kembali ke Fitri...

mensucikan diri mohon maaf lahir bathin🙏

Itulah Banner gede terpampang jelas di depan pagar rumah Mama.

Menu lebaran sudah banyak sekali.

teman teman Ayah, teman Mama berdatangan jam 7 pagi.

Rehan adikku sedang menghitung uang lebaran dengan teliti.

"Rehan? nanti aja di itungnya malam." kataku peduli padanya.

"Oh oke kak. iya deh." ujarnya paham.

Keluarga pihak Ayah sudah datang lagi menikmati makanan dan Kue bolu, tinggal menunggu Keluarga dari saudara Nenek dari mama.

Abi Rehadi belum datang.

...

Pukul 10 pagi, Teman teman pesantren datang dan memberiku Amplop rejeki karna mereka perhatian padaku dan kondisi bayi.

Nathan juga datang membelikan kasur Bayi berwarna abu abu bergambar teddy bear.

"Ihh belum juga keluar anaknya." kata Hamdan.

"Gua stand by aja." Ledeknya.

Hamdan terkekeh dan berterimakasih pada sahabatnya itu.

Namun Hamdan menyualiku makan ketupat sayur ayam opor karena menunggu Fattah dan Abi masih belum datang.

"Mama?" panggilku.

"Ada apa kok sedih?"

"Abi rehadi mana belom dateng?"

Kemudian Fattah merangkul Abi Rehadi dan Suara Nathan menggelegar 1 ruangan berteriak "SEPUPU LU NIH RIANA!" membuat

tubuhku menoleh dan menatap sambil berkaca kaca.

Aku berlari karena bahagia meleoas rindu dengan Abi, Fattah dan Bunda pastinya.

Abi memelulku erat,"kesayangan Abi udah gede, udah dewasa makin cantik sholeha... Maaf Abi kesiangan Nak Ri. Macet."

Aku menggeleng,"ga telat Bi."

"Giliran Fattah nih kasian udah nunggu Dosanya paling banyak kayanya ke kamu."

"Abi enak banget ngomong langsung Bar bar huh!"

Aku tertawa kecil Fattah di ledekin Abi sungguh rindu moment itu.

"Riana sepupu... Aku minta maaf..."

ujar Fattah tersenyum lebar.

Aku menatap Fattah langsung berbinar dan Fattah kejer langsung memelukku.

"FATTAH!! MAKASIH UDAH DATENG! AKU MAAFIN KAMU MESKI KAMU NGESELIN SIH- SEPUPU YANG AKU SAYANG BANGET BANGET!"

balasku sambil menangis memeluknya.

Fattah melepas tautannya menghapus air mataku dengan ibu jarinya.

"Riasanmu nanti luntur udah nangisnya."

Aku mengangguk nasehat Fattah.

Begitulah Abis itu Aku minta maaf sama Bunda Syana ibunya Fattah dan menangis juga di pelukannya.

"Maaf bunda suka ngomel ngomelin Fattah buat kamu sedih, tapi dia emang nakal hehe!" goda Bunda.

Lalu Hamdan dan Fattah saling ber maaf-maafan di sambung Nathan juga.

Selesai sudah acaranya maaf maafannya Hamdan banyak duduk karna kakinya masih trauma dan tidak banyak jalan dulu.

Aku dan Fattah berbincang hangat dan Hamdan suamiku pasti ikut mendengarnya juga.

"Tau ga Ri? Lusa Aku mau nikahin Anisa."

"Hah? Nisa yang mana?" kataku.

"Nisa temennya Ilma?" balas Fattah senang.

"Ahhhh Aku kenal tapi serius?"

"Iya dong! Nisa tuh suka sama Aku Ri."

"Bagus Fattah!" senyumku mengembang.

"Ada hadiah di mobil Abi, nanti malam ambil ya Ri?"

"Ngapain repot hadiah segala Fattah ngaco!" semprotku.

"Sayang banget kalo ga mau soalnya MAHAL!"

"IHH apaan itu?" kataku kepo.

"Liat aja sendiri," Fattah menggodaku.

Namun Hamdan tetap stay dengan anime kesayangannya.

Siang dan Sore telah berlalu...

Magrip tiba dan semua pasti lelah seharian menghabiskan energi.

Aku berjalan ke mobil Fattah dan melihat sebuah Bingkisan kado berat sekali dan Aku gendong ke kamar langsung ku buka.

Aku melihat kotak bingkai Fotoku dan Fattah dari Bayi lalu fotoku dan Fattah berdua di usia 3 tahun - usia 6 tahun dan 9 tahun pun di bingkai juga.

Kemudian dibawahnya Ada kardus LAPTOP merk - I Pond.

membuatku kejer karna Impiannya Hamdan.

Isi suratnya itu---

"Ini Laptop patungan dari anak santri dan Nathan bayarannya paling gede Ri. Sisanya Aku nambahin nutupin biar kebeli nih Laptop. sampein ke Hamdan ya Ri? sayangin sepupu Gua, cintain dia.

jagain Riana karna Gua lebih sayang jadi Gua lepasin sepenuh hati Riana sama lu. terima hadiahnya Ya Hamdan tukang posesif hehe!"

Tertera --- Nathan & Fattah.

"Sayang Ada laptop dari temen kamu baca nih."

Hamdan berjalan ter tatih tatih dan menangis kejer lalu aku memeluk suamiku Erat erat.

"Aku Janji akan jaga kamu Riana, Cintain kamu seperti ucapan Fattah ke aku sebelum nikahin kamu."

"Iya Mas. Aku percaya," jawabku mencium keningnya.

Jam pukul 20:10 malam.

Keluarga Fattah udah pulang lebih cepat dan secara diam diam.

Aku ketinggalan Mobilnya dan tidak apa apa mungkin lain kali bisa ke pesantren lagi kapan kapan.

...

1 tahun kemudian ...

.

.

Aku menggendong Bayiku dan Hamdan berjenis kelamin Laki laki, baru 2 minggu dan namanya ;

Rasyid Sya'bani Arkatama.

Anakku lahir bulan Sya'ban jadi Hamdan memberikan nama lengkap yang cocok.

Berbulan bulan Fattah cuma melihatku Hamil besar lewat VC video Call namun kali ini, Fattah terus menghubungiku 5x sehari.

"Riana? kata Hamdan Bayi kamu udah bisa di gendong? Ke rumahku Ri! mau ketemu dedek nih."

"Sabar Fattah sore aja ya? sekalian nginep? kalo jalan siang macet."

Fattah mengangguk dan mematikan Vc-nya.

...

Jam pukul 16:20 sore Aku masih di perjalanan namun Rasyid tidak rewel dia masih lelap tidurnya.

Mobil di kendarain Hamdan melewati jalan pintas.

Lalu menebus ke belokan Pesantren.

Kini akhirnya Sampai lalu di gerbang sudah terlihat Fattah dan gadis berbaju putih gamis di sebelahnya.

Mobil berhenti Aku membuka Mobil dan Bunda Syana berlari kecil tidak sabar menggendong bayiku.

"Assalamualaikum cucuku." kata Bunda Syana pada Rasyid yang tidur.

"Ri? laki laki?"

"Iya Fatt," senyumku.

"Namanya siapa Ri?"

"Nama pemberian Kamu kan kata Hamdan?"

Fattah Syok.

“Rasyid? namanya beneran Rasyid? ya allah debay ganteng Om. Bun gantian Bun elahhh!"

Aku dan Hamdan tertawa melihat Fattah tak sabar menggendong dan rebutan dengan Bunda.

"Nisa ya?" kataku.

"Iya Kak," jawabnya malu malu.

"Jaga Fattah ya Cintain dia,"

Anisa yang menjadi adik kelasku mengangguk paham.

"Berapa lama Nikah?"

"Baru 8 bulan Kak." kata Nisa.

"Maaf Ya Aku ga dateng."

Nisa tersenyum dan bilang tidak apa apa.

“Riana? Nisa kan lagi hamil!"

"Mas Fattah ihh malu jangan gede gede ngomongnya!" jeritnya.

"Waw!" kata Hamdan.

"Masya allah Nisa dan Fattah gercep!"

Aku terbahak bahak.

“Fattah! Nama Bayiku dari kamu namanya RASYID Makasih ya... Kamu berharga di hidup Aku menamjadi sepupu terbaik Fattah!" histerisku berlari memeluk Fattah karna mencintai dia dulu bukan sebagai sepupu tapi lebih dari itu Namun Aku memeluknya hari ini karna menyampaikan sayangku aja ga cukup.

"Aku sayang kamu juga Riana! nanti kasih nama ke Anak Aku juga ya!"

baru mau jawab Hamdan memotongnya.

"Ga bisa! Gua yang kasih nama Fatt Riana perempuan harusnya Gua?"

"Oke!" jawab Fattah melepas pelukannya.

Hamdan masuk ke mobil mengambil sesuatu.

"Itulah kenapa Aku suruh kamu nikah duluan, biar kamu aman biar anakmu aku yang namain."

Fattah melirik Nisa yang menyapu dan Hamdan suamiku masuk ke Mobil lalu diam diam Fattah mencium pipi kananku.

Aku tersipu karna Fattah sedang menggedong Anakku yang masih tidur.

Nathan baru datang membawa buah pisang 2 ikat dengan motor Abi.

setelah Aku Fattah mencium keningku, Aku mengucapkan,"FATTAH cinta kamu banyak! dan MAKASIH!"

"Sama sama sepupuku Riana! Aku Cinta kamu juga sejagat raya bumi ini Hahaha!" bisiknya.

Abi dibelakangku.

"KALIAN BERDUA KEMBALI KE PASANGAN MASING MASING!" omel Abi Rehadi kesal.

"Fattah Lari!" jeritku.

Aku dan Fattah kabur dari Abi dan membuat situasi menoleh ke arahku dan Fattah, lalu kita di selingi canda tawa bahagia.

 

lanjut?

1
LEECHAGYN
sama2🤭
Dania
kayak dah nikah tapi yg tau cuma sebelah pihak aja ,cuma perasaan ku aja yak .
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!