Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
acara pemakaman di langsungkan sederhana, hanya di hadiri oleh segelintir orang terdekat saja.
Renee juga menghadiri pemakaman itu, meski dengan perasaan campur aduk.
ia juga sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ke pada ibu floana, ia juga sempat berdebat dengan beberapa orang hanya untuk menyampaikan satu kalimat pada ibu floana.
Vanesha mendapatkan hukuman dari kakeknya atas persetujuan ayah floana, kakaknya juga tak luput karena gagal menjaga anak malang itu.
"Ana sayang semoga kamu tenang ya di alam sana" lirih ibu floana memeluk peti mati anaknya.
"kita ikhlasin kepergian floana, jangan terus larut sama kesedihan,nanti ana yang sedih liat kamu nagisin dia gini" ucap ayah floana menenangkan sambil memeluk ibu floana.
ibu floana hanya mengangguk, ia lalu berdiri dari duduknya dibantu suaminya.
mereka lalu memberi kan penghormatan terakhir pada putri kesayangan mereka.
Renee hanya menatap apa yang di lakukan oleh kedua orang tua teman nya itu.
ia lalu meningalkan setangkai bunga di atas peti mati teman nya, dan pergi dari sana diikuti oleh Arkha yang berada di belakang nya.
sesampainya di mansion, Renee langsung pergi ke lantai atas tanpa menghiraukan milea dan sheila yang sedang menatapnya hendak meminta kejelasan.
seharusnya mereka mengerti.
"brukh"
Renee melemparkan tubuhnya ke atas kasur, gambaran di otaknya saat memikirkan rencana apa yang akan di lakukan oleh vanesha selanjutnya akhirnya terjawab.
kematian Floana.
hal itu akan memicu amarah Renee hingga memudahkan Vanesha melakukan sesuatu sesuka nya.
di kehidupan Renee dulu dan sekarang, Vanesha benar benar seperti orang yang berbeda.
mungkin saja jika vanesha yang sekarang, bukan lah vanesha yang dulu.
apakah ada dua orang yang kembali ke masa lalu?.
itu sangat sangat mungkin.
Renee menyadari beberapa perbedaan kecil dari vanesha yang sekarang dan yang dulu.
ia pernah melihat vanesha memakan buah stroberi dengan sangat senang, seingatnya vanesha benar benar membenci stroberi, hingga muntah saat mencium baunya.
ia juga melihat vanesha bisa membedakan antara warna biru dan merah, padahal di kehidupan nya dulu vanesha adalah gadis yang buta warna.
selain itu, warna mata vanesha hazel bukan coklat.
"tok tok tok"
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Renee.
ia lalu bangkit dan berjalan menghampiri.
"ceklek"
terlihat seorang pria berambut biru gelap sedang berdiri di hadapan Renee.
"apa? tanya Renee pada Likean.
" Ren"
"ikut kita yok, ajak Kean menarik tangan Renee.
" kemana?
"keee-, Kean menghentikan ucapan nya, ia lalu melihat sekeliling memastikan tidak ada orang, dan berbisik ke telinga Renee.
".......
" bangsat"
gumam Renee pasrah, saat ia di tarik paksa oleh kean dan karen hanya untuk mengikuti lionel yang sedang berkencan.
seperti nya duo bocah plenger itu tahu dengan apa yang baru saja menimpa Renee.
makanya mereka mengajak Renee mengikuti kencan lionel dan bukan malah membantu kencan Casava.
bukan nya memperbaiki,ini hanya memperburuk suasana hati Renee.
di samping kiri Renee terlihat dua orang sedang cosplay tanaman rambat.
dan di samping kanan nya.
"lo ngapain ikut?
" terpaksa"
dengus Arkha karena ia di paksa ikut oleh kakaknya.
"eh! eh! liat! liat! mereka kayaknya mau ciuman" girang karen.
"gua mau balik"
ucap Renee lalu berbalik hendak meningalkan mereka.
"mau kemana lo Ren. cegat kean.
" lo pada emang kek babi ya"
"daripada ngintilin orang pacaran, mending cari cewek, kencan sendiri pacaran sendiri, gausah ngajak ngajak gue buat ngintil sama orang yang lagi pacaran! gue sibuk!. kesal Renee lalu pergi.
dibelakang nya Arkha ikut pergi mengikuti nya.
" gak seru ah"
"dikira kita cuma lagi ngintilin orang pacaran doang apa.
~ flashback~
" brakh!
" Renee gak setuju! Renee menggebrak meja dengan sangat keras, saat ini ia dan beberapa orang lain nya sedang berada di sebuah ruangan di mansion basten.
awalnya Renee berencana membawa kasus ini ke jalur hukum, namun Andreas menghalangi nya, dan antek antek nya berkata kalau semua keputusan berada di tangan orang tua Floana itu sendiri.
mereka ataupun dirinya tidak berhak memutuskan.
"saya tidak terima dengan apa yang terjadi pada putri saya!
" namun saya tidak ingin membawa kasus ini ke jalur hukum karena hal itu hanya akan membuat jiwa putri saya di atas sana tidak tenang"
"saya ingin ia pergi dengan tenang tanpa harus mengurusi urusan duniawi" ucap ayah Floana, pria itu benar-benar teguh tak ingin kasus putri nya di bawa ke ranah hukum.
"alasan om Bener-bener gak masuk akal!
" membawa kasus ini ke ranah hukum hanya akan membuat jiwa Floana gak tenang?
"om salah!
" Floana gak bakal tenang di atas sana! dia korban om korban!
"kalo kalian gak mau! biar Renee yang bawa! Renee mau Floana tenang! Renee mau pelaku yang udah buat Floana pergi di hukum-
ucapan Renee terpotong sebelum gadis itu menyelesaikan nya.
"gak peduli apapun itu! ucapan kamu gak ada artinya Renesha!! Andreas benar-benar di buat kesal oleh putrinya ini, bukankah arti ucapan Renee adalah ia ingin adiknya mendekam di penjara?.
"ucapan Daddy juga gak ada gunanya!! murkan Renee gadis itu ingin menampar ayahnya namun keinginan itu bisa ia tahan karena menurut nya ayahnya masih berguna.
" Reneesha!!
"stop!
Caesar mengakhiri nada tinggi di ruangan itu, gendang telinga sudah seperti mau pecah mendengar suara besar Renee.
" kalian diam dan dengarkan saja apa kata ayah Floana" ucap Caesar menengahi, ia setuju dengan Renee namun pendapat ayah korban jauh lebih di butuhkan di sini.
"bagaimana keputusan kamu ilyas? tanya Caesar pada ayah Floana.
"keputusan saya tetap, saya tidak mau kasus putri saya di bawa ke jalur hukum" dengan tertunduk, ilyas berusaha menahan air mata nya gar tidak terjatuh.
Renee menatap tajam ilyas yang berada di samping nya, apakah ayah temannya itu sudah gila?
"om!
" iya?
"om itu gila ya?
setelah mengucapkan kata itu, Renee keluar daei ruangan dengan wajah marah, sia sia saja ia berdebat disana jika ujung ujungnya jadi seperti ini.
" brakhh!!
suara pintu di banting dengan keras hingga membuat engsel nya hampir copot.
Caesar hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya jika Renee sudah tantrum, kepribadian gadis itu saat marah adalah yang terburuk dari yang terburuk.