NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Pembully

Zara menatap kosong lembar uang 10 ribu di tangannya, jika dulu kayla selalu mempunyai uang jajan yang tak terbatas namun berbeda dengan kali ini.

"Dapet apa 10 ribu!" Gumamnya kesal.

"Mau makan burger!" Zara menyerahkan lembar tersebut pada ibu kantin.

"Burger 25 ribu, inimah dapet somay!" Cibir sang ibu kantin.

"Somay apaan?"

"Halah miskin sok sok an gak tau apa itu somay" Ejeknya.

Ia merasa tersinggung dengan ucapan ibu kantin, ternyata mulut manusia sangat kejam ketika berhadapan dengan orang miskin.

"Mau bilang jahat tapi kok gue kadang begitu" Kayla berucap dalam hati.

Ia benar benar dapat merasakan sakitnya di katai sebagai miskin ketika dirinya benar benar miskin.

"Jangan sampai bokap gue jatuh miskin, aduh!" Zara menepuk jidatnya pelan, ia benar benar tak bisa membayangkan betapa buruk hidupnya ketika ia jatuh miskin.

"Cupu!"

"Cupu!"

Plak

"Heh!"

Zara terhenyak kaget saat seseorang dengan keras memukul pundaknya.

"Apa apaan nih?!" Tanyanya tak Terima.

Michele dan kedua temannya terheran heran saat Zara yang mereka kenal mampu bersikap keras, gadis itu tampak tak terima.

"Baru kali ini gue liat lo marah sama gue, udah berani sekarang?" Tanyanya.

"Apa apaan ini? siapa mereka?" Kayla kebingungan.

"Nih anak kan kabarnya abis lompat dari sungai, apa jangan jangan kepalanya abis kepentok batu?" Ujar salah satunya.

Michele menyungging senyum jahatnya, ia semakin tertarik pada Zara.

"Jadi ceritanya lo mau sok sok an ngelawan kita? apa mau jadi pahlawan kesiangan lagi?" Tanyanya remeh.

"Lo bertiga ngapain sih?" Tanya Zara santai.

"Waduh cel kayanya dia bener bener lupa deh, kita perlu ingetin balik nih!"

Michele tertawa remeh, dalam hatinya ia merasa tak terima di sepelekan oleh Zara.

"Bawa dia!" Perintah Michele.

"Apa apaan sih lepasin gue!" Zara menahan dirinya saat kedua teman Michele mencoba menariknya pergi

"Lepasin gue anjing!" makinya.

"Anjir lo ngatain kita hah?! berani banget lo!"

"Kenapa mesti takut! lo gak tau siapa gue?" Tantangnya.

Michele dan kedua temannya tertawa, mereka meremehkan ucapan Zara yang di anggap main main.

"Lagaknya kaya anak pejabat aja lo!" kata Michele.

"Anjinglah gue kan lagi jadi Zara, lagian ngapain sih Zara berurusan sama modelan mereka"

"Lepasin apa gue siram mata lo pakek sambel!" Ancam Zara.

"Berani lo?" Tantang Michele.

Zara melepaskan tahanan kedua teman Michele dengan kuat, ia menyambar Sambal yang ada di meja kantin lalu melemparnya pada Michele.

"Aaakhh! pedess!" Teriak Michele.

Kedua temannya terdiam, mereka kaku dan tak percaya, apakah ini benar benar zara yang mereka kenal.

"PAPA!" Teriak Michele.

...****************...

Kayla membuka pintu kamar yang di tunjuk kan untuknya, gadis itu terkagum kagum saat membuka kamar luas dan indah miliknya.

"Luas dan bagus banget!" Zara berseru dalam hati.

Ia mulai berjalan masuk dan menjelajahi isi kamarnya, terdapat koleksi tas lucu dan juga sepatu sepatu mahal, buku buku yang berjajar rapi, meja rias dan segala peralatan riasnya.

"Bagus banget" Pujinya.

Hatinya sangat senang, sensasi baru yang tak pernah ia rasakan sepanjang hidupnya, ternyata menjadi orang kaya memang semenyenangkan itu.

Kemudian Kayla berjalan ke arah rak pajangan, disana terlihat beberapa bingkai foto kebersamaan keluarga Kayla, ada foto ibu dan ayahnya juga Kayla ketika masih kecil.

"Keluarga kamu sempurna Kayla" Ucapnya lirih.

Namun sedetik kemudian ia mendudukkan dirinya lemas, ada rasa sedih dan tak rela ketika mengingat kembali bahwa semua ini adalah bukan miliknya, mungkin ini hanya bersikap sementara

"Boleh gak kalau aku begini terus, aku gak mau jadi Zara lagi, aku mau terus jadi Kayla yang kaya raya, aku gak mau hidup miskin" Racaunya.

"Maafin Zara ibu"

...****************...

"Sekali lagi Saya minta maaf atas nama anak Saya pak?" Mohon sita.

Wanita itu bersimpuh lutut di hadapan kepala sekolah dan juga orang tua Michele.

"Saya gak Terima anak Saya begitu, harus ada sanksi yang berlaku untuk anak itu!" Seorang wanita dengan pakaian mahal menentang permintaan maaf sita, dia adalah ibu dari Michele.

"Bu widya mari kita dengar penjelasan dari Zara dan Michele" Kepala sekolah mencoba menengahi.

"Bapak ingat siapa Saya? Saya adalah rekan bisnis bapak Harris yang terhormat! Saya bisa saja melaporkan ini sama dia, biar anak yang bernama Zara itu di keluarkan!" ancamnya.

"Jangan bu jangan!" Sita semakin menunduk ketakutan.

Zara melirik tajam pada Michele yang berada di sebelahnya, gadis itu memakai perban di salah satu mata kirinya.

"Gue gak nyangka lo seberani ini nantang gue" Kata Michele

"Untung cuma satu mata! mau gue siram sekalian yang satunya!" Ancam Zara.

Michele cukup terkejut, ia tak tau mengapa zara berani menantang nya begini, apakah gadis ini tak ingat bagaimana ia memperlakukannya kemarin.

Keduanya kini tengah berada di luar ruangan kepala sekolah dan menunggu masuk untuk di panggil.

"Lo yang mulai duluan, gue gak salah!" Kata Zara.

Michele menengguk ludahnya susah payah, apa yang terjadi pada Zara? mengapa gadis ini tak takut lagi padanya.

Zara membuka pintu ruangan kepala sekolah dan langsung di perlihatkan pemandangan dimana sita bertekuk lutut di hadapan sepasang pria dan wanita yang terlihat kaya.

"Apa apaan ini?!" Tanyanya tak Terima

"Zara kamu minta maaf nak ayo nak!" Sita menarik tangannya, memaksanya berlutut pada dua orang tadi.

"Apa apaan sih bu! bukan bukan salah gue!" Tolaknya.

"Mama papa!" Michele berpura pura menangis dan menghampiri kedua orang tuanya, gadis yang berada di bangku kelas 12 itu memeluk ibunya dengan tangisan yang dramatis, ia ingin menunjukkan bahwa ialah korban di sini.

"Asal kalian tau kalo ini orang yang mulai duluan! bukan gue!" Teriak Zara membela diri.

"Zara! jaga bicara kamu!" Peringat sita.

"Gue gak bakalan ngakuin kesalahan yang bukan salah gue!" Tegas Zara.

Sita menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar, ia merasa takut jika Zara akan di keluarkan dari sekolah karena permasalahan ini.

"Gak punya sopan santun, kamu sadar kamu sekolah di sini karna biaya siswa! menurut kamu siapa yang kamu lawan ini?!" Ibu Michele berteriak tak Terima.

"Gue tak takut sama siapapun! gue gak salah!" Zara melawan.

Sita berusaha menutup mulut putrinya yang terus menyangkal dan melawan, sementara Michele di buat terheran heran dengan keberanian Zara melawan ibunya.

"Saya ingin anak ini di keluarkan dari sekolah ini" Final ayah Michele.

"Bapak pikir bapak ini siapa?! yang punya sekolah, harusnya bapak keluarin putri bapak sendiri! karena dia bersikap semena mena, ini bukan salah gue, dia yang mulai duluan!"

"Zara cukup!"

Plak

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!