NovelToon NovelToon
Bayang Dendam Dalam Cinta

Bayang Dendam Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona.sv95

Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.

Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Hukum 2

Mata Maya membola saat mendengar kesaksian dari Nyla yang bahkan sangat jauh dari apa yang sebelumnya dikatakan. Nyla bahkan sudah sangat jauh melenceng dalam memberikan kesaksian.

"Saya bisa bersaksi, kalau Vellona bukan benar-benar dilecehkan. Saya sangat tahu persis, bagaimana Vello dan Kakaknya selalu memainkan peran yang cukup jahat. Agar semua yang mereka inginkan bisa tercapai. Mereka cukup licik, yang Mulia."

"Bohong!!" Maya menggebrak meja dengan suara yang lantang, tidak terima dengan pernyataan palsu Nyla.

"Nyla, kenapa kau malah memberikan kesaksian palsu seperti ini? Kenapa malah membuat kekacauan, dan menyudutkan aku dan juga Vello? Kau bahkan sudah mendapatkan hasil Visum itu sendiri," cecar Maya, lalu beralih pada Hakim. "Yang mulia, tolong jangan percaya begitu saja. Nyla.. dia berkata bohong dia tidak jujur dalam hal ini. Dia memutar balikan fakta, dia... Dia pasti dibawah tekanan!" Maya merasa kecewa dengan pernyataan Nyla, yang sangat berbeda jauh dari pernyataan sebelumnya.

"Harap tenang!! Saudara Maya, biarkan saksi memberikan semua pernyataannya tanpa ditekan seperti ini," Segah hakim. "Sekarang ilahkan anda kembali duduk dan biarkan saudara Nyla sebagai saksi memberikan pernyataannya hingga selesai tanpa terganggu!"

"Tapi yang mulia.."

"Jangan menghalangi, atau sidang ini tidak akan pernah selesai."

Maya ditarik kebelakang oleh Fernand, yang wajahnya sudah sangat merah padam. Ia tahu, konsekuensi melawan seong Lewis bukanlah hal yang mudah. Segala hal sudah bisa dibaca, walau ia tidak langsung melihatnya.

Maya ingin memberontak, tapi gelengan kepala ayahnya membuat Maya mengalah. Dan suara hakim kembali menginterupsi.

"Saudara Maya, silahkan kembali duduk dan jangan mengacau. Dan untuk saksi, silahkan di lanjutkan kembali!" Hakim kembali memberikan izin pada Nyla.

"Terima kasih yang mulia. Saat itu setelah saya kembali dari kuliah, tiba-tiba saya di datangi Maya dan juga Max ketika saya sedang bersantai di depan rumah melepaskan lelah. Mereka meminta saya membaca selembar kertas yang berisi teks yang mana setiap katanya menyudutkan Bryan Lewis.

Saya di paksa untuk mengakui, seolah Bryan bersalah dan saya salah satu korbannya! Bahkan Max memberikan sejumlah uang untuk saya demi bisa membuat rekaman itu. Bahkan ada juga teman lain yang Maya dan juga Vello seret dalam kasus ini!"

Nyla meremas jemarinya ketika memberikan pernyataan. Bibirnya beberapa kali ia gigit, berharap bisa mendapatkan sedikit ketenangan.

"Beberapa teman lainnya ada yang Maya dan Vello seret disini. Selain itu, Vello mengatakan jika dia dilecehkan oleh Bryan Lewis beserta ketiga temannya. Tapi yang sebenarnya, dia yang selalu merayu dan mendekati Bryan terlebih dahulu.  Dan itu selalu Bryan tolak dengan tegas karena Bryan sangat menghormati wanita.

Mungkin karena tidak terima perasaannya terus di tolak Bryan, dan mungkin merasa malu... akhirnya Vello membuat drama seolah-olah Bryan sudah melakukan pelecehan padanya. Padahal pada kenyataannya, Vello bukan gadis baik - baik."

Dada Maya semakin bergemuruh mendnegar penuturan Nyla. Ia benar-benar tidak menyangka sahabat dekat Vello sendiri melakukan ini.

"Yang mulia, mungkin disini juga akan banyak pertanyaan, kenapa bisa-bisanya Vello melakukan ini pada Bryan hanya untuk menutupi rasa malunya atas penolakan yang Bryan lakukan. Perlu anda tahu yang mulia, kita semua disini sangat mengetahui dengan jelas, jika keluarga Lewis bukanlah orang sembarangan. Mereka semua adalah keluarga terhormat, dan dari kalangan berkelas. Tentu saja jika Vello melakukan ini dan Bryan menerima hal tersebut atau bahkan mau bertanggung jawab, itu bisa membuat kehidupan mereka terangkat dan menjadi keluarga terhormat! Atau kalaupun menolak, setidaknya... Mereka akan menerima imbalan uang yang sangat besar, agar hidup mereka jauh lebih baik dari sekarang"

Mendengar penjelasan Nyla yang semakin tidak masuk akal dan begitu merendahkan Vello, membuat amarah Maya memuncak.

"Kurang ajar. Berani sekali kau berkata buruk tentang adikku, teman macam apa kau ini Nyla? Bukankah kau yang mengatakan kalau kau juga korban pelecehan yang dilakukan Bryan? Kau bilang, kalau kau ingin mendapatkan keadilan yang sama makanya berani maju untuk membela Vello. Lalu sekarang apa? Kenapa ucapanmu berbanding terbalik dengan apa yang kau katakan didepanku dan juga Max?" suara Maya terdengar menggema di seluruh ruang sidang dan membuat keriuhan disana.

Nyaris saja Maya merangsek maju ke arah Nyla, jika saja tidak ada petugas keamanan yang berjaga disana.

"Aku mengatakan hal itu, juga karena kalian. Kau juga terus mendesakku untuk mengatakan bahwa aku korban Bryan. Tapi sekarang aku tidak mau, kalau seandainya kesaksianku berakibat fatal untuk orang yang tidak bersalah!"

Maya semakin emosi mendengar perkataan Nyla. Selain karena Nyla memanipulasi kesaksiannya saat ini, dia juga begitu merendahkan Vello.

Suara dipersidangan semakin bergemuruh. Semula yang sudah mulai bersimpati pada Vello, kini bergumam membicarakan ini dan membuat Maya tersudut.

"Yang Mulia, disini saya tidak akan berbohong karena saya sudah diminta untuk bersumpah. Saya memberikan kesaksian dengan sebenar-benarnya. Tidak ada yang saya tambahkan dan kurangi disini," ujar Nyla, setelah memberikan kesaksian, tanpa mau menanggapi Maya lebih jauh.

"Kau berbohong, Nyla. Kau berbohong!" Maya memberontak, bahkan hendak menghampiri Nyla. namun ia ditahan oleh Fernand dan juga petugas yang berjaga dipersidangan.

"Saudara Maya, harap tenang. Kalau anda tidak bisa tenang, maka persidangan ini akan memberatkan anda dan akan semakin lama!"

"Tapi yang mulia..."

"Maya, sudah nak, sudah. Jangan memberontak lagi nak. Jangan, cukup," lirih Fernand, memohon agar Maya tidak lagi memberontak.

"Sekarang, panggil saksi berikutnya!"

Setelah mendapatkan instruksi dari Hakim, begitu Nyla selesai memberikan kesaksian, kini giliran beberapa saksi lain yang di datangkan oleh pihak Bryan.

Tanpa Maya duga sebelumnya, orang-orang yang sebelumnya berada di pihak Maya dan berkata dengan sangat yakin akan membantunya dan juga Max untuk mendapatkan keadilan bagi Vello, hari ini malah berbalik menyerangnya.

Bahkan sama seperti Nyla, mereka memberikan kesaksian dan bukti yang justeru semakin memojokkan Vello dan juga dirinya.

Maya semakin gelisan, bahkan ia sudah kehabisan akal harus seperti apa lagi.

"Dimana kau Max?? Kenapa malah pergi disaat genting seperti ini? Apa kau juga meninggalkan aku tanpa mau membelaku lagi," batin Maya, mencari keberadaan Max yang entah dimana saat ini.

1
falea sezi
males harusnya jujur km biar di bantuin bales dendam oon novel pret
falea sezi
max di bunuh berarti
falea sezi
penulis pro penjahat kayaknya
falea sezi
penulis nya bego
Noona_SV: contohin jd penulis pintar dong kak. biar aku bisa belajar
total 1 replies
falea sezi
semoga bisa di penjara
falea sezi
bejat gtt mreka
FELNI JULIANI
sangat bagus
FELNI JULIANI
lanjut kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!