Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Penyesalan
...****************...
...Di tengah sarapan yang hangat, Renzo bertanya pada Zelia....
..."Baby, kamu suka makan ya?", Zelia mengangguk-anggukkan kepala nya dengan semangat, Renzo tertawa geli melihat Zelia yang sangat setuju, bertanya lagi dengan heran....
..."Nah, kalau suka makan kenapa pinggang kamu ramping sih Baby?", Zelia tersenyum gugup, menelan makanan nya sebelum menjawab dengan bingung....
..."Ih, Baby juga bingung, padahal Baby sengeja makan banyak agar berat badan Baby naik loh Daddy", Renzo berbicara dengan cepat....
..."Jangan Baby! badan kamu udah cantik banget, Daddy suka liat badan kamu yang sekarang", Zelia tersenyum, mengangguk patuh, Renzo berbicara pada Zelia dengan penasaran....
..."Oh ya Baby, kamu mau kerja gak?", Zelia menatap ke makanan nya lagi, berpikir sejenak, Renzo menunggu dengan sabar, Zelia menjawab....
..."Baby mau aja sih Daddy, tapi Baby gak punya bakat apa-apa kecuali masak sama urus rumah", Renzo berpikir sejenak, memikirkan pekerjaan yang cocok untuk Zelia, Renzo tertawa kecil saat terpikir sesuatu, membuat Zelia menoleh, menatap Renzo dengan bingung, Renzo berbicara dengan jahil....
..."Bagaimana kalau Baby jadi assisten ekslusif Daddy aja? khusus di rumah", Zelia terkejut dengan tawaran Renzo, Zelia menjawab dengan kebingungan....
..."Ya kalau itu yang Daddy mau, Baby gak keberatan sama sekali", Renzo terkekeh, menatap Zelia dengan tatapan penuh kasih sayang, berbicara dengan lembut....
..."Nanti Daddy ajarkan cara jadi assisten kantoran ya? biar Baby bisa bantu Daddy di kantor juga", Zelia terkejut dengan ucapan Renzo, menjawab dengan ragu-ragu....
..."Tapi Daddy, Baby takut ngerepotin Daddy", Renzo tersenyum, membelai rambut Zelia, menjawab dengan lembut....
..."Enggak Baby, nanti Daddy ajarin, kalau Baby mau", Zelia berpikir sejenak sebelum menjawab....
..."Gimana nanti aja ya Daddy?", Renzo menjawab dengan penuh kasih sayang....
..."Iya Baby, ambil waktu kamu, Daddy gak bakal memaksa", Zelia tersenyum....
...****************...
...Setelah sarapan, Renzo berdiri, mengulurkan tangan nya ke Zelia, menawarkan bantuan, Zelia menerima tangan nya, Renzo tersenyum, menuntun Zelia dengan lembut dan langkah santai agar Zelia bisa mengimbangi langkah nya, Zelia berbicara....
..."Mommy di ajak?", Renzo menghela nafas, menjawab dengan nada yang agak kesal tapi tetap lembut untuk Zelia....
..."Ya Baby, terpaksa Daddy ajak", Zelia bertanya lagi dengan lebih penasaran....
..."Baby mau tanya lagi, Daddy memang sengeja agak jaga jarak sama Mommy ya?", Renzo tersenyum, mengangguk kecil, menjawab dengan lebih santai....
..."Ya, sengeja, Daddy gak mau dekat-dekat sama Mommy", Zelia tersenyum memalingkan wajah nya ke depan menatap jalan yang akan di lalui, menjawab dengan tegas....
..."Daddy seharus nya begitu, wanita kayak Mommy harus di jauhi, kalau enggak nanti semakin sakitin Daddy", Mereka berdua menuruni tangga, saat sampai di lantai bawah, Renzo melihat ada Nias yang sudah menunggu sembari duduk di sofa, Nias menoleh, tersenyum bahagia, lalu Nias berdiri dan menghampiri Renzo dengan bersemangat yang tak terkendali, membuat Zelia harus melepas tangan Renzo dan agak mundur karena tidak mau terkena aura bersemangat Nias yang tidak terkendali itu, Nias memegang tangan Renzo dengan erat lalu berbicara....
..."Ayo sayang! aku udah gak sabar!", Renzo mengerutkan kening nya, melepaskan diri dari genggaman Nias, menjawab dengan dingin....
..."Kendalikan diri mu, kamu seperti anak berumur delapan tahun", Nias langsung terdiam dan menghilangkan senyuman nya, Renzo menoleh ke Zelia, tersenyum kecil lalu meraih tangan Zelia lanjut melangkah, memalingkan wajah nya ke depan untuk melihat jalan, Zelia mengikuti nya, menoleh ke Nias, melihat Nias menatap ke arah nya dengan tatapan benci itu membuat Zelia menjadi tidak nyaman, Zelia segera memalingkan pandangan nya ke depan juga, Nias memutar mata lalu mengikuti dari belakang dengan tidak senang, Nias menghela nafas memasang wajah tersenyum lagi, berlari kecil lalu berjalan kecil setelah berada di samping Renzo, berbicara lagi....
..."Sayang...", Renzo diam saja tidak mau mendengarkan Nias, Zelia memberanikan diri untuk berbicara pada Renzo....
..."Daddy, bagaimana kalau beli kebutuhan ibu hamil nya Mommy dulu?", Renzo menjawab dengan singkat....
..."Bagaimana nanti aja Baby", Zelia mengangguk patuh, berbicara dalam hati dengan agak takut....
...* Oke, Daddy lagi gak mau di ganggu, jangan buat dia marah lebih jauh Zelia *...
...Nias berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Hmph! Renzo benar-benar sengeja cuek! dia ngambekan banget! *...
...****************...
...Sampai nya di parkiran mobil, supir pribadi sudah menunggu di dekat salah satu mobil yang khusus keluarga, Renzo berbicara pada supir pribadi....
..."Ken, ke mall pusat", Ken mengangguk, Renzo berhenti di samping mobil, berbalik ke arah Zelia, berbicara dengan lembut....
..."Ayo Baby, kita duduk di belakang", Nias terkejut, lalu berbicara dengan marah....
..."Gak! aku sama kamu sayang!", Renzo melirik dengan dingin, Ken menghampiri pintu, lalu membukakan pintu untuk Zelia dengan sopan dan elegan, Zelia tersenyum ke Ken, berbicara....
..."Makasih Tuan Ken", Ken hanya tersenyum, Zelia masuk ke dalam mobil lalu duduk, Renzo terkejut dengan aksi nya Ken, menatap ke Ken dengan tatapan bingung, Ken dengan santai menutup pintu lalu menoleh ke Renzo, bingung menatap ekspresi bingung nya Renzo, Ken bertanya dengan sopan....
..."Ada apa Tuan Renzo? ada masalah?", Renzo menjawab dengan heran....
..."Aku yang mau membukakan pintu untuk Zelia", Ken terkekeh gugup, lalu segera kabur ke kursi penumpang, tidak mau menghadapi Renzo yang kemungkinan akan marah, Renzo menghela nafas dengan senyuman geli, Nias menarik tangan Renzo, berbicara pada nya....
..."Aku rasa kita harus bicara sebentar", Renzo menatap nya dengan tatapan dingin, lalu mengangguk kecil, Nias menarik Renzo agak menjauh dari mobil yang akan mereka tumpangi, Nias bertanya dengan bingung dan kesal....
..."Sayang, kamu kenapa sih?", Renzo menjawab dengan dingin....
..."Aku terlalu cinta kamu, jadi aku harus jaga jarak dari kamu agar aku tidak cinta buta, aku tidak mau cinta ke wanita yang selingkuhi aku terus, itu alasan nya aku menjauh, sekarang diam, dan terima aja", Renzo berjalan menghampiri mobil, lalu masuk ke penumpang belakang di samping Zelia, Nias menghela nafas setelah mengetahui alasan nya Renzo cuek akhir-akhir ini, Nias berbicara dalam hati dengan keras kepala....
...* Awas aja Renzo, aku pasti bakal bertindak, aku akui aku sekarang agak kehilangan akal cuman karena aku mau perhatian kamu lagi *...
...Nias berjalan menghampiri mobil, lalu duduk di kursi penumpang depan, berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Ini salah ku, tapi aku gak mau akui itu, walau aku tau Renzo udah gak cinta aku, seharus nya tanggapin semua perhatian dan cinta Renzo sebelum nya, aku malah cuek dan selingkuh, apa yang aku pikirkan?! sekarang aku malah kayak pengemis perhatian dan pengemis cinta nya Renzo, hmph, memalukan, tapi aku bakal tetap bertindak *...
...Renzo menarik Zelia agar Zelia bersandar pada tubuh besar berotot nya yang nyaman, Zelia tersenyum lalu bersandar, merasakan kehangatan dan rasa aman yang nyaman di rangkuanl nya Renzo, Zelia berbicara dalam hati....
...* Nyaman banget.. udah lama aku gak rasain di lindungi kayak gini, aku gak bakal buat Daddy Renzo kecewa ke aku *...
...Renzo mendekatkan wajah nya ke rambut Zelia, mencium nya lalu menghirup aroma rambut Zelia yang menenangkan, Renzo berbicara dala hati....
...* Seperti nya Nias mulai menyesal sama tingkah laku nya itu, tapi itu bagus itu buat dia sadar kalau cinta aku gak main-main *...
...Suasana hening di mobil membuat Ken agak canggung lalu Ken segera menyalakan mesin mobil....
...BREMNN......
...Suara mesin mobil memecah keheningan di dalam mobil, Ken segera mulai mengendarai mobil ke arah mall pusat....
...-Bersambung-...