NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaring alur cerita yang berjalan

"Karena Kaisar sialan itu. Aku harus menghadapi ketakutan di saat memejamkan kedua mataku."

Creeessszz...

Mengigit buah persik yang ada di tangannya.

"Setelah beberapa waktu ada di dunia novel ini. Aku mulai paham. Mungkin ruang dan waktu menarik jiwaku masuk kedunia pararel. Dunia yang sama seperti novel yang aku baca. Namun jalan cerita tidak sama. Jalan cerita dapat di tentukan setiap karakter yang ada di dalamnya."

Cresszz...

Rasa manis menyebar di mulutnya. "Persik ini benar-benar segar. Guyi, apa ini persik yang baru sampai di istana?"

"Iya. Baru pagi tadi puluhan pekerja di kebun persik dari kota terdekat datang. Mereka membawa ratusan keranjang persik segar untuk istana." Pelayan Guyi berdiri tenang menunggu tepat di bawah pohon.

Wanita yang masih tiduran di salah satu ranting pohon masih menatap langit sore dengan tenang. Semilir angin terasa sangat menyejukkan. Membuat gaun yang jatuh menjuntai ke bawah berkibar indah melambai tanpa henti.

Dari arah pintu halaman depan, seorang pelayan wanita berjalan cepat. "Selir Yu, ada masalah."

Selir Yu bangkit perlahan. "Katakan." Kedua kakinya bergelantungan.

"Pelayan Selir Zhang meninggal dan di temukan mengambang di danau," ujar Pelayan wanita itu.

Selir Yu menggigit sisa persik di tangannya. Dia turun dari atas pohon. "Ayo, kita lihat apa yang sebenarnya terjadi."

"Baik."

Semua pelayan mengikuti langkah wanita itu.

Danau yang ada di istana bagian selatan. Cukup luas dengan pepohonan mengelilinginya. Di tempat di temukannya mayat pelayan wanita. Banyak orang mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Namun mereka juga tidak berani terlalu mendekat.

"Mu Lin." Selir Zhang menangis tersedu melihat pelayan setianya meninggal dunia. "Aku pasti akan menemukan orang yang telah membunuh mu." Mengusap air matanya. Wanita itu bangkit di saat dia melihat sosok yang ingin ia cari. "Hanya karena aku melawan mu di jamuan dua minggu lalu. Kau begitu teganya membunuh pelayan setia ku." Menatap Selir Yu.

Tuduhan itu membuat sebagian orang justru percaya dengan perkataan sepihak dari Selir Zhang.

Selir Yu baru saja sampai namun sudah mendapatkan tuduhan pembunuhan. Dia tidak menunjukkan ketakutan ataupun rasa tidak nyaman. Karena tuduhan itu adalah omong kosong wanita di depannya.

"Selir Zhang, anda harus menyertakan bukti jika ingin menuduh. Jangan hanya ucapan tanpa bukti yang akan membuat seseorang menjadi tersangkanya." Pelayan Guyi berkata dengan kesal.

"Pelayan rendahan. Berani sekali kau menyela ucapanku." Selir Zhang menatap marah.

Selir Yu tidak memberikan tanggapan untuk tuduhan wanita di depannya. Dia berjalan menuju kearah mayat yang baru saja di naikkan dari air. Tubuh pelayan wanita itu terbujur kaku dengan hanya memakai pakaian dalam saja. "Petugas otopsi mayat sudah datang?"

Seorang prajurit patroli mendekat. "Selir Yu, petugas yang akan membedah mayat ini masih dalam perjalanan."

"Yu Qianlu, kau pasti akan menerima akibatnya." Selir Zhang masih berbicara tanpa henti. Memberikan tuduhan tanpa bukti.

Selir Yu melirik wanita itu beberapa detik. "Apa kau tidak bisa menjaga mulutmu?"

"Apa?" Tangan Selir Zhang mengepal.

"Dia pelayan setia mu. Tapi kau tidak memberikan ketenangan di saat mendiang baru di angkat dari dasar danau." Membalikkan tubuhnya. Mata tajam menyapa Selir Zhang. "Kau yakin aku pembunuhnya. Bukan kau sendiri yang telah mendorongnya dalam kematian," ujar Selir Yu tanpa berkedip.

"Apa yang kau katakan. Aku bukan orang seperti diri mu. Yang tidak pernah memperdulikan nyawa orang lain." Selir Zhang berkata dengan panik.

Seringaian halus di wajah Selir Yu membuat Selir Zhang semakin gelagapan. Dia seperti seseorang yang tidak lagi dapat menyembunyikan kesalahannya. Sehingga wanita itu hanya bisa diam dan mundur perlahan.

Melihat Selir Zhang telah tenang. Selir Yu berjalan kearah bibir danau. Dia mendekati Ketua petugas patroli. "Apa Ketua petugas patroli dapat memperkirakan waktu kematiannya?"

"Jika di lihat dari tubuh mayat yang telah mengalami pembengkakan. Dia telah meninggal kurang lebih tiga sampai lima hari. Di tambah cuaca dingin, yang lebih membuat pembusukan lebih lambat." Ketua petugas patroli Kekaisaran menjelaskan.

Selir Yu langsung menatap kearah Selir Zhang. "Tiga sampai lima hari. Aku selalu berada di kediamanku sendiri tidak pernah keluar."

"Bisa saja kau membunuhnya melalui tangan bawahan mu." Selir Zhang masih bersikukuh.

"Yang Mulia, tiba." Teriak Kasim Kepala Gu.

Dari arah timur, Kaisar Xiao Chen datang dengan jubah emasnya yang terlibat sangat terang di bawah sinar matahari sore.

"Aih... Terlalu silau." Selir Yu menutupi kedua matanya. "Apa kemalangan wanita ini masih berlanjut karena dia tidak mati. Yang benar saja!" Di saat dia menarik tangannya dari kedua matanya. Senyuman indahnya terlihat lebih cerah dari hari sebelumnya. "Yang Mulia." Berlari kecil kearah Kaisar Xiao Chen. "Yang Mulia harus memberikan keadilan untukku." Merangkul lengan suaminya.

Kaisar Xiao Chen menarik tangan Selir Yu. "Lepas," ujarnya dengan gertakan gigi pelan. "Apa lagi yang kau inginkan."

"Yang Mulia, kau harus memberikan aku keadilan." Selir Yu merenggek. Dia mengelap air mata yang bahkan tidak keluar.

"Katakan dengan benar," ujar Kaisar Xiao Chen ketus.

"Aku bahkan tidak pernah keluar dari kediaman ku selama satu minggu ini. Tapi Selir Zhang justru menuduhku telah membunuh pelayan setianya. Yang Mulia, apa hukum di negara ini bahkan dapat di tetapkan hanya karena perkataan satu orang. Meksipun tanpa bukti. Ffzggfffss..." Selir Yu mengeluarkan ingus dengan sapu tangan berwarna coklat miliknya.

Selir Zhang segara berlutut. "Yang Mulia, jika bukan dia pelakunya. Siapa lagi yang memiliki kebencian dalam terhadapku. Beberapa waktu lalu aku pernah membantah ucapannya. Benar, pasti karena aku telah melawannya. Sehingga dia mencoba membalas dendam kepadaku."

"Tanpa bukti, kau dengan mudah memberikan tuduhan kepada orang lain. Selir Zhang, bukankah kau dari keluarga Hakim. Tapi kenapa kebodohan mu terus kau tunjukkan." Perkataan Kaisar Xiao Chen sangat tajam.

Selir Zhang langsung diam.

"Bangkit. Jangan menodai namaku karena kebodohan mu." Kaisar Xiao Chen melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

Semua bawahannya mengikuti tepat di belakangnya. Bahkan dua pelayan pria dengan sigap memayungi di samping kanan dan kiri Kaisar.

'Apa ini alur cerita yang terpikirkan oleh penulis?Cukup menguras batin. Karena harus menjilat Xiao Chen agar dapat terbebas dari jaring alur cerita.' Sapu tangan miliknya di masukkan kembali ke saku lengan gaunnya. "Kita kembali." Selir Yu menatap Selir Zhang. "Lain kali gunakan otak mu sebelum berbicara." Senyuman tipis itu membuat sindiran pedas untuk wanita di depannya.

"Dia pikir bisa menggigit ku dengan mudah. Satu gigitan akan aku bayar tunai dengan dua gigitan." Gumam Selir Yu di saat melangkah pergi.

Wanita itu berjalan santai menuju kearah perpustakaan istana. Tempat semua dokumen tentang berdirinya masa pemerintahan Kaisar terdahulu dan masa kini.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!