NovelToon NovelToon
My Little Actress

My Little Actress

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Selingkuh / Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper

Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Kau Mengambil Keperjakaanku

Beatrice memberanikan diri. Meski ada aura intimidasi dari pria yang masih menahan memeluknya ini, ia harus tahu yang sebenarnya.

Beatrice mendorong pelan Alex tapi Alex tetap memeluk erat.

“Apa anda yang memindahkan adikku ke ruang VIP?” tanya Beatrice

Pria itu menaikkan sebelah alisnya, seringai nakal terukir di bibirnya.

“Anda? Apa kau tidak tahu namaku?” Suaranya dalam, renyah, dan mengalir seperti madu mahal. “Namaku Alexander Thorne, kau bisa memanggilku Alex... Atau honey... Darling juga boleh...”

Mata Beatrice membelalak. Pria ini benar-benar tidak tahu malu!

“Hah? Apa?”

Beatrice kembali memberontak, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Alex. Gerakan tiba-tiba itu membuat tubuh mereka bergesekan lebih erat, dan seketika, Alex bisa merasakan panas menjalar di tubuhnya. Aroma tubuh yang samar dari tubuh Beatrice, ditambah gesekan tubuh mereka, membuatnya tanpa sadar kembali teringat akan kenangan liar semalam. Otot-ototnya menegang.

“Berhentilah bergerak,” ucap Alex, suaranya sedikit serak dan memerintah.

“Ugh! Lepaskan aku dulu, kita bisa bicara sambil duduk!” desak Beatrice, tidak menyadari dampak gerakannya pada pria di depannya.

Alex tidak menjawab, ia hanya langsung menarik tangan Beatrice menuju sofa mewah di sudut ruangan. Dalam satu gerakan cepat, ia mendudukkan Beatrice ke sofa, lalu tanpa jeda, ia duduk tepat di sebelahnya. Sangat dekat. Sangat menempel.

Beatrice sontak bergeser menjauh.

Alex, bagaikan bayangan, ikut bergeser mendekat.

Beatrice bergeser lagi, hampir mencapai ujung sofa.

Alex kembali bergeser mendekat. Wajahnya santai, seolah ini adalah hal yang paling normal di dunia.

Beatrice mendesah frustrasi, “Jangan menempel padaku, di sini sudah cukup gerah!”

Alex menaikkan satu alisnya, pandangan matanya merayap dari leher Beatrice ke atas. “Aku bisa membantumu buka baju kalau itu masalahnya.”

“Argh! Dasar mesum! Om-om mesum!”

Seketika, mata Alex membelalak. Ekspresi santainya luntur, digantikan keterkejutan yang nyata.

“Om?” Ia menunjuk dirinya sendiri. “Aku tidak setua itu. Apa aku perlu membuktikannya lewat staminaku?” Suara Alex terdengar lebih tajam, tidak terima dengan sebutan itu.

“Argh hentikan! Berhenti bercanda!” seru Beatrice. Ia menghela napas, berusaha fokus kembali ke topik utama. “Apa kau yang membiayai pengobatan Colton? Apa kamar VIP itu juga ulahmu? Aku ingin kau mencatat semua biaya itu. Aku akan menggantinya dengan mencicil, aku janji. Kalau tidak percaya, kita bisa buat perjanjian tertulis.”

“Aku tidak butuh uangmu. Aku punya banyak uang,” jawab Alex datar.

“Kalau kau memberikannya secara gratis aku tidak mau menerimanya...” Beatrice menelan ludah, firasat buruk mulai merayap. Ia menatap Alex dengan tatapan curiga. “Jangan bilang ini... bayaran darimu... untuk semalam? Aku bukan pelacur, kau tidak perlu membayarku. Itu cuma kecelakaan, aku terlalu mabuk semalam. Aku juga tidak mengerti kenapa aku dibawa ke kamarmu.”

“Kalau kau mau mengganti uang yang sudah aku keluarkan...” Alex menjeda, seringai licik muncul kembali. “Tentu saja ada yang aku inginkan... Ada sesuatu yang tidak aku miliki dan kamu bisa memberikannya...”

“Apa itu?” tanya Beatrice, waspada.

Alex mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekatkan wajahnya ke telinga Beatrice. “Istri... Aku tidak memilikinya... Jadi menikahlah denganku...”

“APA?!”

Beatrice langsung berdiri dari sofa saking terkejutnya, seolah ada kejutan listrik yang menyentuhnya.

Namun, Alex lebih cepat. Ia langsung menarik pergelangan tangan Beatrice lagi, menyebabkan gadis itu kehilangan keseimbangan dan jatuh kembali. Kali ini, ia mendarat tepat di pangkuan Alex.

“Berhentilah bercanda,” kata Beatrice dengan nada tegang, mencoba mendorong dadanya.

Mata Alex kini tidak lagi nakal, tetapi tajam dan serius. “Aku serius.”

Beatrice menatap dalam-dalam ke mata Alex. Mencari jejak candaan, kebohongan, atau hanya iseng. Alex yang ditatap tidak bergeming dan hanya menatap balik Beatrice dengan sorot yang tidak terbantahkan.

Beatrice bisa melihat keseriusan Alex, tapi ia tidak mengerti. Kenapa pria kaya raya, tampan, dan jelas-jelas punya segalanya, ingin menikah dengannya? Ia menundukkan kepalanya, mencoba mencerna situasi absurd ini.

Alex memegang dagu Beatrice, mengangkatnya perlahan hingga mata mereka bertemu lagi. Dengan raut yang benar-benar serius, Alex berkata,“Kau sudah mengambil keperjakaanku, jadi kau harus tanggung jawab. Kau harus menikahiku.”

Beatrice langsung melongo.

“Apa? Eh tunggu bukannya ini terbalik? Seharusnya pihak wanita yang mengatakannya,” pikir Beatrice, kepalanya langsung dipenuhi kebingungan total.

1
Danella Juanitha
maaf yah sebelumnya karena ini ada miripnya di aplikasi sebelah dan itu sepertinya aku baca sekitar 2 atau 3 tahun lalu, aku bukan mau bilang otornya gimana, aku cuma mengatakan bahwa cerita ini hampir mirip seperti yg pernah aku baca di aplikasi sebelah, maaf yah otor jgn tersinggung 🙏🙏🙏
Danella Juanitha: iya otor ceritanya kurang lebih sama walaupun ada bedanya walaupun beberapa tapi lebih banyak samanya sih menurutku sejauh ini, maaf yah otor bukan mau meruntuhkan mental atau bagaimana, aku gak maksud apa tapi siapa tau selanjutnya akan lain atau otor memang pernah nulis cerita di aplikasi sebelah f***o, soalnya aku tuh tim suka baca tapi jarang tau penulis nya🤭🤭🤣
total 2 replies
Tiara Pratiwi
lupa ngasih keterangan foto terakhir ya, yg rambut agak keriting Colton, yg rambut klimis Alex
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣
Tiara Pratiwi
Jangan lupa subscribe, like, komen, dan share ya 😍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!