Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta uang bulanan
"Maha guru"
Pria tua yang dikenal dengan nama Shin tampak berbalik begitu suara yang dikenal menyebut namanya.
"Yang mulia kaisar"
Sang pria tua terlihat berdiri dari posisinya, Menundukkan sedikit kepalanya kepada pria muda yang telah dia rawat sejak kecil.
"Kembalimu jelas memiliki alasan yang kuat, Bukan seperti itu maha guru?"
Tanya kaisar Qiang Jung yang lantas duduk di atas gazebo dimana pria tua Shin berada. Sejenak pria tua itu terdiam kemudian menganggukkan kepalanya secara perlahan.
"Itu benar, Dan gadis yang ditakdirkan menjadi penawarmu telah datang"
Pria tua Shin membenarkan, Dia bisa merasakan getaran keberadaan wanita yang di takdirkan untuk muridnya.
Kaisar Qiang tidak langsung menjawab, Dia terdiam cukup lama sebelum kembali membuka mulutnya.
"Apakah anda tanda dimana posisinya saat ini?"
Tanya pria itu kemudian.
"Tidak ada yang mulia, Namun keyakinan hamba tidak lama lagi kalian bertemu, Dengan syarat..."
Kaisar Qiang mengangkat ujung alisnya mendengar Pria tua Shin menggantungkan kalimatnya.
"Syarat?"
...****************...
Di sisi lainnya, Saat bulan telah beranjak dari posisinya di gantikan oleh sang matahari yang telah memperlihat sinarnya.
Lan segera datang menghampiri nonanya yang masih begitu betah bergulung di atas selimut, Sejenak gadis itu menghela nafasnya pelan, Rasanya dia mencoba mengenali orang yang baru setelah perubahan luar biasa terjadi pada junjungannya itu. Bagaimana mengatakannya, Mereka berbeda 90% dan kesamaan 10% hanya terletak pada wajah dan tubuh gadis itu.
Lan terlihat sibuk menyiapkan segala keperluan Chaoyin ketika bangun, Bahkan untuk beberapa pakaian yang akan digunakan gadis itu ketika berangkat kepasar. Yah, kepasar.
Semalam Chaoyin sempat memberitahu Lan jika dirinya ingin berjalan-jalan dipasar untuk membeli beberapa pakaian dan juga ingin mencari buku yang belum ditemukan sampai sekarang.
Mengenai buku itu, Sebenarnya Lan dibuat bertanya-tanya sebab sedari dulu sampai sekarang dia tidak pernah lalai menjalankan tugasnya untuk nonanya, Sehingga bisa dikatakan apapun yang menyangkut tentang putri Chaoyin tentu saja dirinya mengetahui semuanya, Maka ketika nonanya itu mengatakan ingin mencari bukunya yang hilang, Dia tentu bingung sebab selama ini Chaoyin tidak memiliki buku apapun.
Dalam beberapa waktu, Chaoyin terlihat menggeliat dibawah selimutnya, Lantas menarik turun kain tebal tersebut hingga memunculkan wajahnya yang tampak begitu cantik saat bangun tidur.
"Lan"
Panggilnya dengan suara serak
"Iya putri"
Jawab Lan cepat yang kemudian bergerak menghampiri Chaoyin yang masih berada ditempat tidur.
"Kau ingat kita akan kepasar hari ini bukan?"
Tanyanya yang mencoba bangun dari posisi tidurnya.
"Iya putri hamba mengingatnya, Saya juga telah menyiapkan air panas, pakaian dan sarapan anda"
jawab Lan dengan sopan.
"Apakah aku punya banyak uang Lan?"
Tanya Chaoyin cepat, Dia ingat jika kini statusnya telah berbeda, Meski dia adalah seorang putri tapi bukankah nasibnya tidak cukup beruntung.
Dengan perasaan berdebar-debar dia menunggu Lan menjawab pertanyaannya, Apa jadinya dirinya tanpa uang? Dia tidak akan sanggup.
"Itu putri, Sebenarnya yang mulia kaisar rutin memberikan uang bulanan untuk anda, Namun untuk jumlahnya hamba tidak tau sebab yang mengatur keuangan istananya sebelumnya adalah selir Rong"
Jelas Lan kemudian
"Dan jumlah yang putri dapat cukup sedikit hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anda"
Lanjut Lan dengan suara yang mulai memelan
"Kau serius?"
Pekik Chaoyin yang segera berdiri dari posisinya dengan kasar. Prasangka buruknya langsung tertuju pada selir Rong, Dia yakin wanita paruh baya itu memotong uang bulanannya tanpa sepengatahuan dirinya dan kaisar. Sebab meskipun kaisar Yu terlihat cuek dan tampak tidak peduli dengannya, Namun rasanya tidak mungkin kaisar Yu memberikan jatah bulanan sedikit padanya.
"Ikuti aku"
Lan jelas saja terkejut mendengarnya.
"Putri ingin kemana?"
Tanyanya dengan cepat
"Kemana lagi? Bertemu kaisar itu, Aku ingin mengambil hak ku yang tertunda"
Jawab Chaoyin ketus yang kemudian segera bergerak cepat keluar dari istana dingin miliknya.
Lan jelas saja terkejut bukan main, Dia belum sempat berbicara namun junjungannya telah pergi dari hadapannya, Dengan tergesa-gesa dia mengikuti langkah Chaoyin dengan perasaan takut
"Putri jangan bertindak gegabah, Hamba mohon, Cukup dengan masalah yang anda buat kemarin, Hari ini jika terjadi masalah anda bisa dihukum, Anda bahkan baru saja sembuh"
Lan berkata dengan panik, Berusaha menghentikan niat nonanya itu, Jika ingin meminta hak secara baik-baik mungkin dia tidak akan takut atau merasa khawatir, Tapi melihat tempramen nonanya kali ini dia yakin ini bukan permintaan baik-baik melainkan sesuatu hal yang bisa saja menjadi masalah besar dikemudian hari.
Namun alih-alih mendengarkannya, Chaoyin terus melangkah tanpa berniat berhenti sedikitpun, Dia benar-benar tidak peduli dengan penampilannya saat ini yang masih mengenakan pakaian tidurnya yang cukup tipis hingga membuat para prajurit yang melihat keberadaannya langsung menundukkan kepala mereka. Hingga kini langkahnya tepat berada di sebuah ruangan cukup luas dimana kaisar Yu biasanya berada.
"Buka pintunya, Aku ingin bicara dengan kaisar"
Sahutnya dengan lantang, Tanpa basa basi, Tanpa rasa takut pada prajurit yang ada dihadapannya.
"Putri hamba mohon..."
"Lan jika kau tidak diam, Aku akan memecatmu, Dan mengangkat orang lain menjadi pelayanku untuk menggantikanmu"
Sela Chaoyin cepat
Mendengar ancaman itu membuat Lan langsung mengunci mulutnya dengan rapat, Dia tentu saja takut dengan ancaman tersebut.
"Ta tapi putri"
Prajurit itu tampak ragu, Sebab tidak ada yang berani bersikap tidak sopan masuk kedalam ruangan rapat istana tanpa izin kaisar, Dan yang terpenting saat ini kaisar Yu sedang membahal hal-hal penting dengan para mentri istana.
"Gagap saja kau, Minggir"
Chaoyin masuk dengan sendirinya mendorong pintu ruangan dimana kaisar Yu berada.
Orang-orang yang ada dalam ruangan tersebut seketika memusatkan perhatian mereka pada seorang gadis yang baru saja masuk tanpa izin dari sang kaisar, Menyadari siapa pelaku yang tidak sopan tersebut membuat mereka diam dan dengan cepat menundukkan kepala setelah menyadari pakaian gadis tersebut
"Putri Chaoyin, Sepertinya kamu membutuhkan guru untuk belajar tata krama istana"
Suara kaisar Yu terdengar begitu dingin menatap putrinya dengan tatapan datar. Dia dengan beberapa perdana mentri istana sedang melakukan rapat untuk membahas tentang pesta antar kekaisaran yang berlangsung dalam beberapa bulan kedepan, Dan yang menjadi tuan rumah kali ini adalah kekaisaran utara yakni kekaisaran yang dibawah pimpinan kaisar Yu.
Chaoyin terdengar berdecih malas
"Aku tidak akan lama, Aku hanya ingin uang bulanan yang menjadi hak ku yang telah dipotong oleh selir Rong diberikan secara utuh hari ini tanpa berkurang 1 koin emaspun"
Sahutnya dengan lantang, Tanpa mempedulikan apa yang dikatakan kaisar Yu sebelumnya. Yang dipedulikan gadis itu benar-benar hanya uang saat ini.
Mendengar apa yang dikatakan putrinya membuat kaisar Yu mengerutkan keningnya dia tidak mengetahui apa maksud dari Chaoyin. Sebab yang dia tau selir Rong memberikan jatah bulanan putrinya secara rutin tanpa ada potongan seperti yang dikatakan oleh Chaoyin.
"Kau serius?"
"Apa aku terlihat bercanda? Yang benar saja"
Chaoyin merotasi malas membuat semua orang tercegang melihat bagaimana gadis itu bersikap tidak sopan bahkan berbicara tidak sopan pada seorang kaisar.
"Aku ingin uangku hari ini, Aku ingin kepasar, Jadi pastikan uang bulananku tanpa potongan itu ada dikediamanku sebelum aku berangkat kepasar"
Sahut Chaoyin seolah dia adalah ratu kali ini, Tidak ada bantahan apapun yang keluar dari mulut semua orang membuat dirinya lantas bergerak pergi dari sana.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor