Dari generasi ke generasi keluargaku menjadi tangan kanan pemilik Medicine Hospital, rumah sakit terbesar di Indonesia. Sekarang tugas itu diemban oleh Ayahku. Berkat pekerjaan itulah Ayahku dapat membiayaiku untuk meraih cita-cita berkuliah di Harvard University. Aku yang notabennya memiliki otak cerdas dapat menyelesaikan studyku lebih cepat. Kebahagiaanku bertambah tatkala Jonathan, Pria yang sangat ku cintai melamarku tepat setelah hari kelulusanku.
Aku pulang ke tanah air untuk menyampaikan kabar ini kepada Ayah sekaligus menghadiri acara pernikahan pewaris Medicine Hospital yaitu Alexander Wilmark. Tapi setibanya Aku dirumah, Aku lebih dulu dikejutkan dengan kabar mengenai Pernikahanku dan Kak Alex. Aku dijadikan pengantin pengganti, menggantikan tunangan Kak Alex yang tiba-tiba kabur.
Aku tidak menerima keputusan itu. Walau bagaimanapun dulu Aku mencintai Kak Alex namun sekarang dihatiku hanyalah Jo. Tapi, tanpa sepengetahuan Kakek Max dan Ayah. Kak Alex menawarkan kontrak pernikahan padaku. Kontrak yang mengikat Kami selama 365 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misskey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan
“Tidak akan ada permainan yang berakhir menyenangkan, Jika itu menyangkut masalah perasaan.”
(Miss Key)
Gadis itu menatap Alex lembut dengan mata yang berkaca-kaca, perlahan jari jemarinya yang nampak rapuh itu terangkat menyentuh wajah Alex seraya tersenyum getir.
“Kamu tidak menepati janjimu.” Ucap Gadis itu.
“Hatimu sudah goyah oleh gadis itu.” Tambahnya.
“Tidak, apa maksudmu?” Tanya Alex.
“Jika Kamu tidak bisa bersamaku. Maka, Dia juga tidak boleh bersamamu.” Ucap gadis itu.
“Kalian tidak akan pernah bisa hidup bahagia.” Tambahnya dengan seringai yang menakutkan.
***
“Caroline.” Teriak Alex yang terbangun dari tidurnya.
Tit … tit … tit … Bunyi suara alarm memenuhi sudut ruang kamar Alex.
Alex yang terbangun dari tidurnya itu lalu mematikan alarm yang terus berbunyi dan menyeka peluh yang membasahi dahinya.
“Huh … “ Ia menghembuskan nafasnya kasar, lalu bersandar di kepala ranjang.
“Mimpi yang sangat nyata. Apakah karena akhir – akhir ini Aku terlalu memikirkan Caroline, sampai Ia masuk ke
dalam mimpiku.” Pikir Alex.
“Rasa bersalah ini terlalu menyesakkan dadaku.” Gumam Alex.
Tok … tok … tok … “ Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Alex.
“Kak, apakah Kau sudah bangun?” Tanya Mia dari balik pintu.
“Ya, Aku sudah bangun.” Sahut Alex.
“Kenapa?” Tanya Alex.
“Aku sudah membuat sarapan untuk Kita.” Ucap Mia.
“Aku akan mandi terlebih dahulu, Jadi, Aku akan turun nanti.” Jawab Alex.
“Baiklah, Aku akan menunggumu di bawah.” Ucap Mia.
Setelah Mia pergi, Alex lalu berdiri dari tempat tidurnya. Ia mengambil benda pipih yang tergeletak manis di atas nakas. Alex lalu mencari sebuah nomor dan mendialnya.
“Hallo, Rega apa jadwal Saya hari ini?” Tanya Alex.
“Maaf Bos, apakah setelah menikah Anda tiba – tiba menjadi pikun?” Ledek Rega dari sebrang sana.
“Bagaimana bisa orang ber-IQ tinggi seperti Anda menjadi pikun seperti itu hanya dalam beberapa hari. Jika efek dari menikah semenakutkan ini, Saya jadi ragu untuk menikah.” Tambah Rega dari sebrang sana dengan tawanya.
“Apa maksudmu? Apakah sekarang Kamu ingin menjadi pengangguran.” Dengus Alex kesal.
Rega yang mendengar kata menakutkan dari bosnya itupun dengan cepat menghentikan tawanya dan merubah suaranya menjadi kembali formal.
“Maaf Saya tarik kata-kata Saya tadi bos. Hari ini Anda masih cuti, jadi tidak ada jadwal apapun.” Ucap Rega serius.
“Baiklah, kalau begitu.” Ucap Alex. Ia lalu mematikan sambungan teleponnya dan meletakkan kembali ponselnya diatas nakas.
Alex beberapa kali menyugar rambutnya yang berantakan lalu Ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah itu, Ia turun kebawah untuk menghampiri Mia yang sudah menunggunya.
Dari kejauhan Alex memandang Mia yang terlihat sedang duduk manis menopang dagunya dengan kedua tangannya.
Karena terlalu lama menunggu Alex, sepertinya membuat gadis itu tidak menyadari bahwa Alex sudah ada dihadapannya.
“Ehm…” Dehem Alex.
“Ah, Kau mengagetkanku, kapan Kakak datang?” Tanya Mia kaget.
“Aku baru sampai.” Jawab Alex.
“Kenapa, Kamu melamun?” Tanya Alex.
“Siapa yang melamun?” Tanya Mia dengan polosnya.
“Apakah di sini ada orang lain lagi selain Kita berdua? Dengus Alex sebal.
Dengan bodohnya Mia menengok ke samping kanan dan kirinya.
“Ah, Aku bukan melamun, Aku menunggu seseorang terlalu lama sampai mengantuk.” Jawab Mia sambil memonyongkan bibirnya.
Alex yang melihat tingkah Mia yang seperti itupun lalu tersenyum tipis. “Baiklah, jadi apa yang Kamu buat untuk sarapan hari ini?” Tanya Alex.
“Aku membuat sandwich dan Jus.” Jawab Mia.
“Sandwich dan jus di pagi hari, seleramu tidak buruk juga.” Ucap Alex, seraya mendudukkan bokongnya dikursi depan Mia.
“Tentu saja seleraku selalu bagus.” Ucap Mia dengan bangga.
Mereka makan berhadapan, sunyi. Hanya ada suara dentingan garpu, pisau dan piring yang saling beradu, ini membuat keduanya menjadi canggung.
“Ehm … Miapun berdehem untuk memecah keheningan diantara mereka.”
“Kak, Aku mau meminta izin padamu untuk bekerja.” Ucap Mia gugup.
Alex lalu menghentikan kegiatannya sejenak lalu memandang ke arah Mia.
“Lakukanlah apa yang Kamu sukai, bukankah dalam surat perjanjian ditulis tidak akan mencampuri urusan pribadi satu sama lain. Jika itu tidak merugikanku, Kamu tidak perlu meminta izin padaku.” Ucap Alex.
“Apa-apaan jawabannya itu, padahal Aku meminta izin baik-baik.” Sungut Mia dalam hatinya.
Mia lalu memandang Alex seraya berkata,
“Ya memang, tapi sepertinya Aku tetap perlu meminta izin kepadamu.” Jawab Mia.
“Karena ...” Mia sengaja menggantung perkataannya untuk membuat Alex penasaran.
“Karena apa?” Tanya Alex yang masih menatap Mia.
Sebelum Mia menjawab pertanyaan Alex, Iapun memajukan badannya dan menatap bola mata Alex dengan serius. Ia menengok ke samping kiri dan kanan meneliti kalau-kalau ada orang yang akan mendengar perkataannya nanti.
Sehingga membuat Alexpun mau tak mau mengikuti Gerakan Mia tersebut. Setelah dirasa cukup membuat Alex penasaran Miapun lalu menjawab pertanyaan Alex itu.
“Karena Kamu adalah suamiku.” Jawab Mia dengan senyum manisnya.
Alex yang mendengar itu, lalu segera berdiri dari duduknya dan berlalu pergi. Sebelum ia benar-benar pergi dari hadapan Mia, Ia pun berbalik seraya berkata,
“Baiklah Kamu boleh bekerja, Aku sudah kenyang dan terimakasih untuk sarapannya.”
Dan Alexpun segera berlalu pergi meninggalkan Mia yang masih terbangong - bengong memahami situasi yang terjadi saat ini.
“Bagaimana bisa Dia berkata kenyang, sementara Ia baru memakan dua gigitan sandwich.” Ucap Mia.
“Apakah berkataanku ada yang salah, hingga menyinggung perasaannya?” Gumam Mia.
Padahal Mia hanya berniat menggoda pria itu, tapi sepertinya reaksinya itu diluar dugaan Mia, reaksi Alex terlalu berlebihan.
“Atau apakah sandwich buatanku setidak enak itu, sampai Ia beralasan kenyang untuk menghindari memakannya.” Gerutu Mia.
Mia lalu menggigit sandwich buatannya yang telah Ia buat susah payah dengan segenap tenaga dan usahanya.
“Ini sudah sangat enak untuk pemula sepertiku, apakah Dia mempunyai masalah dengan indra perasanya. Bukankah setidaknya Ia menghabiskan makanannya untuk menghargai usahaku. Padahal Aku bangun lebih baik untuk membuatkannya sarapan, dasar tidak sopan.” Mia masih menggerutu.
“Awas saja, Aku akan membalasnya.” Seringai Mia seraya memegang garbu dan menancapkan garpu itu dengan gemas ke sandwich yang berada di depannya.
Sementara Mia menyusun rencana di otak kecilnya itu untuk membalas perlakukan Alex pagi ini, ditempat yang berbeda Alex buru – buru masuk kamar dan menutup pintunya.
“Apa-apaan Dia dengan santainya mengucapkan hal seperti itu, membuat orang kaget saja.” Ucap Alex. Tanpa Alex sadari telinganya masih memerah karena mendengar perkataan Mia tadi.
“Dasar gadis kecil.” Gumam Alex sambil tersenyum.
“Jadi Kamu sudah mulai menyerangku. Baiklah, kali ini Aku akan mengikuti permainanmu itu dengan serius.” Ucap Alex dengan seringainya.
***
jgn sampai terlalu lama ya jgn sampai nunggu 2 tahun lagi nih🤭🤭
Jangan lupa mampir juga ya.
menang banyak neeeeh Rega 😁😁😁
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
penasaran kelanjutan Rega eve yang disini eve masih berprasangka dengan masalalu Rega