NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Tuan Mafia

Istri Bodoh Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:846
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 PAMERAN

Kael langsung menatap wajah Seyna kembali dan menghela napas pelan.

"Tidak, aku tidak marah padamu," ucapnya lembut nada yang sangat jarang keluar dari mulut pria itu.

"Aku hanya… tidak suka kalau ada orang yang menyakitimu."

Seyna mengangguk pelan, masih tidak mengerti. Ia kemudian tersenyum samar dan menyerahkan permen itu pada Kael.

"Kakak tolong bukain, nanti Seyna kasih dua," ucap Seyna sambil melihatkan jarinya.

Kael hanya menatap datar lalu segera membukakan satu bungkus permen itu, setelah terbuka Kael memberikannyaa lagi kepada Seyna.

"Ini," Kael menyodorkan satu bungkus permen itu.

Seyna langsung menerimanya dengan wajah yang senang, lalu mengambil dua butir permen untuk Kael.

"Ini buat kakak," ucap Seyna dengan senyum yang sumringah.

Kael menerima permen itu dan memasukannya ke dalam kantong jasnya. Setelah beberapa perjalanan suasana hening, hanya Kael sesekali memperhatikan gadis di sampingnya itu, di dalam hatinya ia merasa bahwa ada yang aneh di keluarga Damar. Yang mungkin ada suatu hal yang disembunyikan.

"Aku harus mulai mencari tahu apa yang disembunyikan dari publik oleh keluarga Damar," gumam Kael.

Hingga akhirnya mereka sampai di depan pemeran lukisan milik Alisha, Seyna ingin berlari keluar tetapi seat belt yang menjeratnya susah terlepas. Kael yang melihat itu ingin tertawa dan buru buru melepas seat bealt di tubuh Seyna. Jarak diantara mereka sangat dekat, Seyna dengan polosnya segera mencium pipi Kael yang membuat Kael tersentak.

"Seyna..." gumam Kael.

Seyna segera keluar dari mobil tanpa rasa bersalah berjalan lebih dulu, sedangkan Kael merasa jantungnya berdebar.

"Kenapa jantungku berdebar?apa aku sakit?"gumam Kael yang bingung, karena ia tidak pernah merasakan hal ini.

"Kakak ayooo," teriak Seyna dari luar menunggu Kael.

Kael buru buru melepas seat bealt ditubuhnya dan beranjak keluar dari mobil, untuk menghampiri Seyna yang tengah berdiri menunggunya.

"Ayo.." ajak Kael.

Seyna segera menggandeng tangan Kael dan menarik tubuh besar Kael untuk masuk ke dalam, Zidan hanya terkekeh menatap Kael yang biasanya galak sekarang begitu nurut dengan gadis bodoh itu. Sesampainya di dalam ruang pameran itu.

Reni segera menarik lengan Seyna dengan kasar begitu mereka baru beberapa langkah masuk ke ruang pameran.

"Dasar kau gadis tak tahu malu!" desisnya pelan tapi tajam, suaranya penuh amarah yang ditahan agar tidak terdengar oleh para tamu.

"Berani sekali kau menggandeng tangan Tuan Kael di depan semua orang, hm?"

Seyna terlonjak kaget. Ia menatap wajah bibinya yang memerah karena amarah, lalu spontan menunduk.

"Bibi... Seyna cuma takut nyasar dari tempat ini," jawabnya lirih, suaranya nyaris seperti bisikan.

Reni mencengkeram lengan Seyna lebih kuat, menundukkan wajahnya mendekati telinga Seyna.

"Kau dengar ya, sekali lagi kau bikin malu keluarga ini, aku pastikan kau tidak akan bisa keluar dari rumah itu lagi. Kau pikir aku tidak bisa membuatmu hilang?dan adikmu itu akan ku sakiti," bisiknya dengan nada dingin.

Seyna gemetar, matanya berair tapi tidak berani menangis. Ia hanya mengangguk cepat, berusaha menenangkan napasnya yang tersengal.

"A-aku... nggak akan bikin malu lagi, Tante," ujarnya terbata-bata.

"Bagus," jawab Reni singkat, lalu menepuk pipi Seyna keras sebelum kembali menampilkan senyum palsu saat beberapa tamu menoleh ke arah mereka.

Dari kejauhan, Kael memperhatikan semuanya. Tatapannya tajam menelusuri gerak tubuh Reni bagaimana wanita itu mencengkram tangan Seyna terlalu keras, bagaimana ekspresi takut gadis itu muncul hanya di hadapannya, tapi seketika berubah datar saat ada orang lain.

"Ada sesuatu yang mereka sembunyikan," pikirnya.

Zidan yang berdiri di samping Kael ikut berbisik.

"Sepertinya keluarga itu… agak aneh, Tuan."

Kael tidak menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, kedua tangannya dimasukkan ke saku jasnya sambil memperhatikan Seyna yang kini berdiri di sisi Reni, menunduk dalam, seolah berusaha menghilang dari pandangan semua orang.

Sementara itu, Alisha di sisi lain ruangan tengah sibuk mempersiapkan pameran utamanya. Ia mengenakan gaun putih elegan dan senyum manis palsu yang dipaksakan. Di sampingnya, Amar tunangannya dari keluarga Wicaksana berdiri dengan ekspresi datar.

"Yang ini harus di depan, Alisha," ucap Amar dingin, menunjuk sebuah lukisan besar yang ditutupi kain merah.

Alisha mengangguk lalu tersenyum melihat lukisan besar yang akan menjadi spotlight di pameran ini.

"Itu karya terbaikku. Semua orang akan tahu kalau lukisan ini simbol kesempurnaan yang aku buat."

Ia tidak sadar diri lukisan itu bukan sepenuhnya hasil tangannya. Lukisan itu adalah hasil curian dari lukisan tangan Seyna.

Dengan bangga, ia menggantungnya di bagian utama pameran, tepat di bawah sorotan lampu terang. Wajahnya menoleh sekilas ke arah Seyna yang berdiri di belakang matanya menatap penuh ejekan.

"Lihat, Seyna,"bisiknya pelan tapi jelas.

"Karyamu ini yang akan dipuji aku, bukan dirimu."

Seyna hanya diam. Tapi di matanya, ada sesuatu yang berbeda kali ini tatapan datar yang samar-samar menyimpan kilatan emosi gelap. Kael yang masih memperhatikan dari jauh mengerutkan dahi. Tatapan itu bukan tatapan gadis bodoh yang diceritakan orang. Itu tatapan seseorang yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk balas dendam.

"Sepertinya gadis itu juga menyimpan rahasia," pikir Kael yang semakin penasaran.

"Tuan Kael.." panggil Zidan yang sedari tadi disebelahnya.

"Apa?"tanya Kael datar.

"Sepertinya kita harus pergi dahulu, petinggi perusahaan Valenta tidak mau bergabung dengan perusahaan Adika, sebelum tuan datang sendiri kesana," jelas Dirga.

Kael hanya mendengus kesal, ia sebenarnya masih mau mendekat kepada Seyna. Tapi demi perusahaaan Valenta ia akhirnya setuju dan berjalan keluar dari pameran. Seyna yang melihat Kael pergi hanya terdiam, menatap kepergian Kael.

"Sepertinya pria itu sudah mulai penasaran," gumamnya lalu melangkah ke tempat keramaian untuk melihat drama yang akan terjadi.

Semua orang sudah berkumpul di pameran itu beberapa lukisan Alisha sudah terbuka penutupnya memperlihatkan lukisan bernuansa gelap yang merupakan isi hati Seyna yang ia torehkan di lukisan itu. Semua orang kagum melihat lukisan lukisan itu yang dipajang.

Seyna berjalan menuju ke arah lukisan utamanya, ia menatap lukisan yang tertutup kain merah. Ia hanya tersenyum sinis saat menatap lukisan itu, Alisha yang melihat Seyna mendekat ke lukisan utama segera mendorongnya.

"Pergi, nanti kau apa apakan lukisan utamaku," ucap Alisha.

Seyna yang terjatuh segera bangkit lalu berjalan mendekat ke arah Alisha, tatapannya tajam seolah Seyna yang mengancam Alisha kembali berada di hadapannya. Alisha mundur perlahan ia merasaa takut dengan Seyna yang sudah menggila.

Seyna terus melangkah perlahan, langkahnya begitu tenang tapi penuh tekanan. Setiap langkah terdengar jelas di antara keramaian yang tiba-tiba terasa senyap. Tatapan matanya menusuk, dingin, dan penuh sesuatu yang sulit dijelaskan seolah dalam dirinya bukan lagi Seyna yang dulu.

Kini jarak antara mereka hanya sejengkal. Alisha bahkan bisa merasakan napas Seyna di telinganya. Tangannya bergetar, ingin melangkah mundur, tapi tubuhnya seakan terpaku di tempat.

Seyna menunduk sedikit, wajahnya hanya beberapa sentimeter dari wajah Alisha. Bibirnya bergerak pelan, suaranya lirih namun tajam seperti pisau yang menembus kulit.

"Sebelum aku menghancurkan mereka satu per satu… aku akan menghancurkan hidupmu dulu, Alisha."

......

MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH

Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!

1
Bu Dewi
seru, lnjut lagi kak.. hehehhehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!