NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:297.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Beberapa hari kemudian, suasana rumah sakit itu akhirnya terasa lebih tenang. Aldian sudah jauh lebih baik warna pucat di pipinya telah tergantikan rona sehat, dan tawanya mulai sering terdengar lagi. Kyra merasa lega, meski tubuhnya sendiri terasa lelah setelah beberapa hari begadang menjaga sang buah hati.

Pagi itu, dokter akhirnya memutuskan bahwa Aldian sudah boleh pulang. Setelah menyelesaikan administrasi dan mengambil obat-obatan, Kyra menggandeng tangan putranya yang kecil, berjalan perlahan keluar dari ruangan rawat.

“Yeay, Aldian udah sembuh!” seru bocah itu dengan semangat, menggoyang-goyangkan tangannya di udara.

Kyra tersenyum lemah namun hangat. “Iya, anak Bunda hebat. Udah sembuh dan bisa pulang.”

“Bunda, nanti Om Bagas datang lagi nggak ya?” tanya Aldian tiba-tiba, suaranya polos tapi membuat langkah Kyra terhenti sejenak.

Wanita itu menoleh pelan, menatap wajah mungil yang kini menatapnya penuh harap. Hatinya terasa mencelos. Ia tidak menyangka kalau sosok pria itu meninggalkan kesan begitu kuat pada anaknya hanya dalam pertemuan singkat.

“Hmm… Om Bagas?” ulang Kyra pelan, mencoba menenangkan perasaannya.

“Iya,” sahut Aldian cepat. “Om Bagas kan bilang nanti mau datang lagi. aldian juga udah sembuh, Om Bagas nggak datang-datang?”

Kyra menunduk sebentar, lalu berjongkok agar sejajar dengan putranya. Ia mengelus lembut pipi kecil itu. “Om Bagas sibuk, Nak. Dia banyak kerjaan di kantor. Makanya belum sempat datang.”

Aldian mengerucutkan bibir, wajahnya tampak kecewa. “Tapi kan Om Bagas janji…” gumamnya lirih, matanya menatap ujung sepatunya.

Kyra hanya bisa tersenyum samar, menggenggam tangan kecil itu lebih erat. “Ayo, kita pulang. Bunda masakin sup ayam kesukaan Aldian, ya?”

Mata Aldian langsung berbinar lagi. “Mau!” serunya riang.

Mereka pun berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran. Udara siang terasa lebih hangat, langit biru bersih seperti menandai akhir dari masa sulit. Tapi jauh di lubuk hati Kyra, ada sesuatu yang terasa menggantung.

Sejak hari Bagas datang ke rumah, ia belum muncul lagi.

Taxi yng di tumpa i Kyra berhenti di depan kontrakannya, Kyra duluan keluar di susul dengan Aldian.

"ehhh Aldian udah sembuh" tanya Bu Lilis pemilik kontrakan itu dari rumahnya yang tidak jauh dari kontrakannya kyra.

"iya Oma, Aldian udah sembuh"

" maafin Oma yaa, Oma ngga sempat jenguk Aldian waktu di rumah sakit"

Kyra tersenyum ramah ke arah Bu Lilis. “Nggak apa-apa, Bu. Aldian juga udah senang kok sekarang bisa pulang.”

Bu Lilis tersenyum lega. “Syukurlah. Anak sekecil itu sakit tuh bikin panik, lho. Untung sekarang udah sehat lagi. Nanti Oma bawain buah, ya.”

“Wah, makasih, Oma!” sahut Aldian girang sambil melambaikan tangan kecilnya.

Kyra hanya terkekeh pelan melihat kelucuan putranya. “Sudah, ayo masuk, Nak. Biar kamu bisa istirahat.”

Aldian langsung berlari kecil masuk ke dalam, meski langkahnya masih agak pelan. “Bunda, Aldian mau ambil mobil-mobilan ya!” serunya riang.

“Pelan-pelan, Nak! Kamu baru sembuh, jangan lari-lari dulu,” tegur Kyra sambil tersenyum.

“Iya, Bunda!” balas bocah itu, tapi tetap saja berlari ke arah rak mainannya di sudut ruang tamu.

Kyra menaruh tas dan kantong obat di meja kecil dekat sofa. Ia membuka jendela, membiarkan sinar matahari masuk, menerangi ruang tamu mungil yang selama beberapa hari terakhir terasa kosong.

Aldian duduk termenung di atas karpet sambil menatap ke arah pintu "Bunda, om Bagas kok belum datang ya"

"kan tadi udah bunda bilang. Om Bagas itu banyak kerjaan, ngga bisa ditinggal gitu aja. Emangnya kenapa sama om Bagas kok Aldian suka banget keliatannya" tanyak kyra sedikit bingung, biarpun Aldian masuk kategori anak yang mudah akrab dengan siapapun, tapi tidak pernah seperti ini.

Aldian menatap bundanya dengan ekspresi serius wajah polosnya tampak berusaha keras mencari kata-kata yang tepat. “Soalnya… Om Bagas baik, Bun,” ujarnya pelan.“Om Bagas mirip… kayak yang Aldian sering mimpiin.”

Kyra berhenti sejenak, tangannya yang tadinya sedang membereskan kotak obat di meja langsung terhenti. “Mimpiin?” ulangnya dengan dahi berkerut.

Aldian mengangguk pelan. “Iya… Aldian sering mimpi, ada laki-laki yang gendong Aldian, terus bilang jangan takut, nanti semua bakal baik-baik aja.”

Ia mengangkat wajahnya, menatap bundanya dengan mata bulat yang jujur. “Waktu Om Bagas dateng, Aldian ngerasa kayak itu orang yang sama…”

Kyra terdiam. Suara jam dinding terdengar begitu jelas di antara keheningan ruangan kontrakan kecil itu. Dadanya terasa sesak. Ia berusaha tersenyum, tapi sulit—terlalu banyak perasaan yang berbaur jadi satu.

“Sayang…” Kyra duduk di samping Aldian, menatap lembut wajah mungil itu. “Itu cuma mimpi, Nak. Kadang mimpi bisa mirip sama orang yang kita kenal, tapi belum tentu beneran.”

Aldian tampak berpikir sejenak. “Tapi kan bisa aja Om Bagas beneran itu orangnya, Bun?” tanyanya polos, nada suaranya penuh keyakinan anak kecil yang tak mengenal rumitnya dunia orang dewasa.

Kyra tersenyum lemah, mencoba menutupi gejolak di dadanya. “Aldian lucu deh,” ujarnya lembut sambil mencubit pelan pipi anaknya. “Udah, sekarang makan lagi ya, biar cepet kuat dan sehat. Nanti malam kita nonton kartun, gimana?”

“Boleh!” jawab Aldian cepat, semangatnya langsung kembali seperti biasa.

Tapi sebelum pikirannya sempat terlalu jauh, suara ponsel di atas meja bergetar pelan. Kyra segera meraihnya. Sebuah pesan masuk—dari nomor yang baru beberapa hari ini sering muncul di ponselnya.

Bagas:

“Bagaimana keadaan Aldian hari ini? Sudah jauh lebih baik, kan?”

Kyra menatap layar itu lama, sebelum akhirnya mengetik balasan dengan jemarinya yang sedikit gemetar.

Kyra:

“Sudah, Pak. Terima kasih sudah menanyakan. Aldian sudah boleh pulang.”

Balasan datang hampir seketika.

Bagas:

“Syukurlah. Saya lega mendengarnya. Maafkan saya tidak datang kemarin, ada beberapa hal yang tidak bisa saya tinggalkan .”

Kyra hanya menatapnya saja tanpa berniat untuk membalasnya, dan meletakkan ponselnya di atas meja.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!