Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 tak bisa menolak
Yoga masih terdiam, ia tertegun menatap berkas berkas di hadapannya itu.
Seakan tak percaya, tapi ini nyata....
" tapi tuan....
ini sungguh sangat berlebihan, saya....
saya semakin merasa rendah diri karenanya.
Apakah.....
apakah tuan khawatir nona Ester akan hidup susah dengan saya nanti ?!
Percayalah tuan,
Saya memang orang tidak mampu, tapi sungguh saya tidak akan berpangku tangan.
Saya akan mengusahakan hidup istri saya nanti " ucap Yoga menyampaikan perasaannya.
Tuan Anthony tersenyum mendengar ucapan pemuda di hadapannya itu.
Ia merasa semakin yakin jika ia tak salah pilih.
" sekali lagi tolong jangan tersinggung Yoga, aku hanya sangat sadar bagaimana putriku.
Dan percayalah....aku sangat percaya padamu. Itulah sebabnya kenapa aku mempercayakan putri kesayanganku padamu.
Aku yakin...kau akan mengusahakannya..." ucap tuan Anthony menatap penuh kebanggaan kepada Yoga.
" kau tahu Yoga.....sejujurnya, semua hal buruk yang ada pada Ester bukanlah kesalahannya.
Semua itu salah kami.
Aku dan mamanya..... " ucap tuan Yoga lagi, pria baya itu mulai menceritakan bagaimana menurutnya Ester sampai bisa memiliki sikap dan watak yang seburuk itu.
Ia berharap,
Yoga akan sedikit mau memahami dan mengerti dengan Ester.
Sungguh besar harapannya, Yoga akan mampu menjadi suami yang baik untuk Ester.
Kedua pria berbeda generasi itu masih nampak berbincang serius dengan tuan Anthony yang terlihat lebih dominan bicara ketimbang Yoga.
Hal itu karena ia yang sangat antusias menceritakan tentang Ester kepada Yoga. Dan ketika mereka masih nampak asyik berbincang,
Tiba tiba mereka mendengar teriakan yang cukup keras dari lantai atas.
Tuan Anthony yang sudah sangat paham dengan apa yang tengah terjadi hanya menghela nafas.
" bawa ini bersamamu dan cairkan kapanpun kamu mau Yoga,
Sekarang pergilah ke kamarmu dan istirahatlah...." perintah tuan Anthony.
" tapi tuan,
nona...."
" jangan pikirkan Ester....dia masih urusanku " jawab tuan Anthony,
Yoga pun paham, ia pun segera berlalu meninggalkan tempat itu setelah pamit kepada tuan Anthony.
Yoga terus melangkah, sampai di kaki tangga ia sempat mendongak ke atas.
Ia mendengar keributan di sana, tapi seperti ucapan tuan Anthony.
Yoga memilih abai,
Ia melanjutkan langkah menuju kamarnya sembari berbisik.
( apakah aku sanggup menghadapinya....) cicit Yoga di dalam hati.
Setelah Yoga masuk ke dalam kamar, tuan Anthony terlihat keluar dari ruang kerjanya dan segera melangkah lebar ke arah tangga.
Tujuannya hanya satu,
Kamar Ester yang menjadi pusat terjadinya keramaian saat ini.
Sementara itu di dalam kamar, Ester yang sudah sadarkan diri mengadu kepada sang mama atas ucapan sang papa di loby hotel tadi.
Ia berharap mendapat pembelaan dari sang mama,
tapi ternyata nihil....sang mama malah mendukung niat sang papa itu.
Seketika Ester menjadi tantrum,
" aku tidak mau mama....aku tidak mau menikah dengan supir itu,
tidak mau....!!! " teriaknya seperti anak kecil yang sedang marah karena kemauannya yang tidak di turuti oleh ibunya.
Nyonya Hagia hanya menghela nafas melihat tingkah tantrum Ester itu.
" hentikan tingkah konyolmu itu Ester....kamu bukan lagi anak kecil.
kau sama sekali tidak pantas bersikap seperti ini....
belajarlah sedikit dewasa !! " suara bentakan dari ambang pintu membuat Ester terdiam sejenak.
" papa...
aku tidak mau menikah dengannya papa, aku tidak suka padanya " rengeknya kemudian kepada sang papa.
" tidak bisa, keputusan papa sudah bulat...ikut aturan papa dan menikah dengan Yoga...
atau jika kau tidak mau...tak apa
terserah padamu.
Urusi hidupmu sendiri dan jangan pernah meminta apapun padaku.
Akan ku urus anak yang mau kuurus, anak yang tidak mau ku urus maka terserah....
toh anakku bukan hanya kamu saja, papa masih punya Estel dan Essel " jawab tuan Anthony ketus.
Ester menggeleng,
" papa jahat....
papa nggak sayang Ester, kak Estel dan kak Essel bisa menikah dengan laki laki pilihan mereka.
Tapi kenapa aku tidak ?!
papa malah menjodohkan aku dengan seorang supir ?!
aku punya pilihan papa....aku mencintai Pietter...."
teriak Ester marah, air matanya sudah berderai derai sejak tadi membasahi pipinya yang seputih kapas.
" papa akan biarkan jika pilihan kamu itu benar seperti pilihan kedua kakakmu,
Tapi kau ini jelas jelas sudah salah pilih orang Ester....
begundal itu tidak tulus mencintaimu, dia itu brengsek.
Percaya sama papa, Yoga satu satunya yang terbaik untukmu " ucap tuan Anthony berusaha sedikit memelankan nada bicaranya.
" tidak mau...aku tidak mencintainya..."
" cinta bisa datang setelah kalian menikah "
" papa plis....
aku tidak mau menikah dengan supir itu pa...."
" tidak ada negosiasi Ester, turuti apa kata papa maka posisimu aman di rumah ini.
Dan ingat...jangan pernah bersikap kasar atau kurang ajar kepada Yoga terutama kedua orang tuanya.
Beberapa hari lagi mereka akan datang, tunjukkan sikap terbaikmu pada mereka, jangan buat mama dan papa malu.
Satu lagi,
Kau di larang keluar sendiri tanpa Yoga "
Mata Ester mendelik mendengar ucapan sang papa yang terakhir.
" papa jahat...papa nggak sayang Ester, sejak dulu mama dan papa memang tidak pernah menyayangi Ester.." teriak Ester lagi kacau, ia merasa tak lagi bisa berbuat apa apa.
Apalagi saat ia ingat, sang mama merampas ponselnya tadi.
" papa bilang cukup Ester....berhenti bertingkah seperti anak kecil.
Belajarlah dewasa " sentak sang papa.
" persiapkan dirimu, beberapa hari lagi kau akan segera menikah " ucap tuan Anthony lagi tanpa bisa di bantah.
" ayo ma..." ajak tuan Anthony.
Nyonya Hagia menurut, meski sebenarnya tak tega meninggalkan Ester dalam kondisi seperti itu,
Tapi ia memilih menurut kepada sang suami,
" Ester...." panggil tuan Anthony lagi ketika ia baru saja keluar dari pintu kamar.
Ester diam tak menoleh sama sekali.
" turun di jam makan malam....jika tidak maka papa akan anggap kau memilih menolak perintah papa.
Dan kau tahukan itu artinya apa ?!!! " ucap tuan Anthony.
Ester masih diam tak menjawab, ia tetap diam meski sang papa dan mama akhirnya benar benar meninggalkan kamarnya.
" papa jahat..mama jahat....aku benci mama dan papa..." geram Ester sambil meremas kuat kain seprai di sisinya.
Rasanya ingin sekali ia mengacak dan menghancurkan kamarnya seperti dulu setiap kali dia marah.
Tapi ia ingat ancaman sang papa yang tak main main saat itu.
" berani kau hancurkan kamarmu maka bersihkan sendiri....
papa melarang siapapun membantumu membersihkan kamarmu.
Jika ada yang berani membersihkannya maka papa akan pecat dia...."
Ester kian meremas kuat kain seprainya mengingat hal itu sekaligus menahan amarah.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣