NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

" Alhamdulillah denyut nadi anak ini masih ada dan hanya luka luar saja yang di alami olehnya." Syukur Kodir setelah memeriksanya.

Tak lama kemudian dari arah dapur istri Mang Kodir datang membawa baskom berisi air hangat dan beberapa kain serta tumbukan tanaman yang sudah di tumbuk menjadi satu.

" Pak bagaimana kondisinya.?" Iroh bertanya seraya meletakkan barang bawaannya, sang suami tersenyum bersyukur bahwa pemuda yang di temukan dalam kesadaran kritis masih bisa di selamatkan.

" Alhamdulillah atuh. Sebaiknya ibu mengobati luka lukanya dulu ya pak." Ucap Iroh istrinya itu.

" Iya Bu, itu lebih baik." Jawab nya Kodir, sang istri pun langsung membersihkan darah yang bercampur dengan tanah menggunakan air hangat yang di bawa olehnya.

Prediansyah memperhatikan dengan sangat cermat melihat telatennya istri dari Mang Kodir itu, sungguh kasihan apa yang telah di terima oleh hidup pemuda di hadapannya itu.

" Aden." Panggil Kodir, Predi yang sedang melamun buyar, ekspresi wajahnya panik namun hanya sesaat.

" Iya ada apa Mang, apakah ada yang bisa saya bantu.?"

" Tidak ada apa apa.! Sebaiknya Aden tidur waktu sudah malam, Mamang ada yang mau di diskusikan sama istri sembari mengobati anak muda ini." Terang nya, Prediansyah mengangguk ia tidak berani membantah nya, kemungkinan terbesar diskusi yang dibicarakan nya adalah internal pribadi mereka berdua, namun pikiran dan otak Prediansyah mengacu pada kebiadaban orang orang yang telah berbuat kejam dan membuang mayat nya ke hutan ini.

" Siap Mang." Prediansyah tersenyum bangkit dari duduknya melangkah ke arah kamar yang sudah di bereskan oleh anak paling besar dan anak anaknya mungkin sudah terbuai dalam mimpi indah nya itu.

Dalam langkah kakinya menuju tempat tidur ada sesuatu ide yang membuat keluarga ini keluar dari hutan dan mengangkat derajatnya untuk kehidupan yang lebih baik, Prediansyah sudah yakin dan menganggap pasangan suami istri itu adalah keluarga keduanya.

Satu jam telah berlalu Prediansyah sudah di pastikan terlelap dalam tidurnya, Kodir meminta izin untuk pergi ke tempat di mana orang orang mencari kekayaan dengan jalan yang salah secara melakukan persugihan yang terletak di dalam hutan belantara ini.

" Bu aku pergi dulu ya, mungkin tiga hari paling cepat atau seminggu paling lambat aku kembali lagi." Izin sang suami.

Ada rasa enggan menolak izin dari suaminya itu, ia mengingatkan atas ucapan puluhan tahun yang lalu ketika dirinya sudah melahirkan anak pertamanya dan pada satu tahun usia sang anak tiba tiba malam itu sesosok mayat di bawa oleh suaminya untuk di kubur.

Waktu aku bener bener panik ketika lelaki di samping ku yang telah menemani hidup selama dua puluh tahun lebih ini membawa mayat malam malam dan meminta nya untuk menguburkan di bukit Gunung Nyongkokot, karna rasa takut aku hanya mengikuti langkah kaki malam itu.

Selang beberapa bulan kemudian kembali terulang dan kini bukan satu mayat yang di bawa oleh suamiku namun ada tiga mayat yang paling menyayat hatiku mayat mayat itu seperti satu keluarga yang mati tragis, rasa penasaran itu akhirnya aku buncahkan dan sungguh sangat terkejut mendengar jawaban dari suamiku, bukan saatnya untuk tahu namun bila waktunya tiba aku akan meminta izin untuk keluar paling lambat tiga hari kembali dan telatnya seminggu, untuk bermeditasi apakah sudah saatnya meninggalkan tempat ini mencari tahu siapa dalangnya atas mayat mayat yang di kirim ke hutan ini, ini akan menjadi babak awal kehidupan kedua untuk keluarganya dan membersihkan nama keluarganya.

" Apa ini sudah waktunya pak?" Wajah penuh sendu menatap ke arah sang suami.

" Ya, mungkin ini jawaban dari permintaan anak anak dan permintaan dari Aden Prediansyah yang bertanya tadi waktu di sahung itu.!

" Apakah kita akan kembali ke keluarga bapak, atau keluarga ibu, sedangkan mereka berdua sudah bersumpah dan memutuskan tali persaudaraan tentang apa yang terjadi waktu kita bener bener merasakan apa itu pitnah dunia.?" Tanya Iroh yang menghentikan baluran obat obat tradisional ke tubuh pemuda yang belum tahu siapa namanya itu.

" Tidak................!

Kodir langsung menggelengkan kepalanya." Kita tidak akan kembali ke keluarga ibu ataupun keluarga bapak sebelum kita membuktikan bahwa kita tidak bersalah, dan jika kita kembali kepada mereka bapak ingin dari mereka yang memintanya dan menarik sumpah itu di hadapan semua orang.

" Jadi tujuan bapak kita harus turun gunung meninggalkan ketentraman di tempat ini untuk apa, kalau untuk tidak kembali kepada keluarga kita mah, sebaiknya di sini saja menghabisi masa tua bersama pak.?" Sang istri meminta jawaban yang masuk akal dari suaminya.

Jika harus memilih dari dua pilihan, hidup tentram damai, bahagia selamanya tanpa ada perselisihan itu lebih baik tetap tinggal di hutan ini, dari pada di luar berkumpul dengan orang luar saling bercanda ria, namun ujung ujungnya berselisih dengan tetangga dan menjadi musuh sampai di bawa mati.

Iroh sedikit tahu dunia luar, karna suka mendengarkan curhatan dari anak anaknya walaupun mereka berdua belum pernah keluar dari hutan itu, tapi anak anak mereka tiga di antara dari lima orang di titahkan oleh sang ibu dan bapak untuk bersekolah, jadi setidaknya tahu kondisi masyarakat di luar dan apa kegiatannya ketika sang anak pertama selalu pergi ke pasar untuk menjual berbagai macam bahan pangan yang di tanam oleh keluarganya.

" Untuk masa depan dan kehidupan ke lima anak kita Bu, seandainya semua permasalahan tentang pitnah kita selesai, kita kembali ke sini dan menghabiskan waktu tua kita, namun anak anak tidak mungkin akan mengikuti jejak kehidupan kita, setidaknya mereka akan meluaskan kehidupannya di dunia luar." Terang suami memberikan alasan nya.

Iroh terdiam mencernanya, namun itu cukup masuk akal, walaupun Santi dan kedua anak kembarnya yang berusia belasan tahun tak memintanya atau pun mengeluh tentang tempat ini, tapi dari tindak tanduknya mereka ingin kehidupan seperti orang lain bergaul dengan teman sebayanya.

" Bapak berangkat dulu ya Bu. Assalamualaikum." Sang suami menyodorkan tangannya meminta untuk di cium oleh istrinya.

" WaallAikum Salam. Iya pak hati hati di jalan." Jawab sang istri seraya tersenyum manis dalam cahaya remang remang.

Tanpa di sadari oleh mereka berdua, obrolan panjang mereka terdengar oleh Prediansyah yang samar samar terlelap dalam tidurnya, tiba tiba ia merasakan ingin buang air kecil, namun ketika hendak bangun Prediansyah mendengar obrolan mereka berdua, dan mengupingnya dengan sangat jelas.

Prediansyah tersenyum manis, apa yang di tanyakan beberapa jam yang lalu sudah mengetahui jawabannya dan saat nya aku untuk pergi ke kota mempersiapkan semua ini.

" Pak Kodir dan Bu Iroh kau memang layak mendapatkan perhatian lebih dariku. Dengan sekuat tenaga aku akan membantumu mendapatkan rasa keadilan ini, ehk..... Tunggu pemuda itu mudah mudahan selamat dan ingin tahu apa yang terjadi dengannya, jika itu menyangkut dalam ketidakadilan aku pasti akan membantunya." Panjang lebar Prediansyah berkata dalam hati dan pikirannya.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!