Kinan Aditya Gunawan seorang wanita cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang Dokter tampan yang bernama Zidan Adrian Atmanegara Sp.PD-KGH.
Disaat Kinan dan Zidan mulai saling menyukai berbagai halangan dan rintangan menguji cinta mereka,apalagi disaat mengetahui kalau sepupu Kinan yang tidak lain Pasien Zidan sudah lama menyukai Zidan.
Bagaimana kelanjutan kisahnya,apakah Kinan dan Zidan akan bersatu?ataukah Kinan akan merelakan cintanya demi sepupunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FABIAN or ZIDAN
🌷
🌷
🌷
🌷
🌷
Sesampainya di rumah,senyuman yang terukir di wajah tampan Zidan langsung sirna tatkala melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya.
Mobil seseorang yang sampai saat ini sangat dia benci.Zidan memasuki rumahnya,tanpa melihat dan menghiraukan orang-orang di sekitarnya,Zidan langsung menaiki tangga.
"Zidan,kamu benar-benar tidak punya sopan santun ya," seru Papah Zidan.
Seketika Zidan menghentikan langkahnya,dan berbalik menoleh.Tatapan tajam Zidan langsung tertuju pada seseorang pemilik mobil mewah yang terperkir cantik di halaman rumahnya.
"Sekian lama tidak jumpa,aku pikir kamu sudah dewasa tapi kamu tetap saja kekanak-kanankan Zidan," cibir Fabian.
Ya,orang pemilik mobil mewah itu adalah Fabian Kakak kandung Zidan.
Zidan terlihat mengangkat sebelah bibirnya tanda tidak peduli dengan ucapan Fabian,kemudian Zidan kembali berbalik hendak melanjutkan langkahnya.
"Mamah bilang,tadi ada seorang wanita cantik yang datang kesini,apa itu kekasihmu?berarti kamu sudah move on dong dari Bunga?" seru Fabian.
Zidan kembali menghentikan langkahnya,Zidan mengepalkan kedua tangannya dan rahangnya pun mulai mengeras.
Mamah dan Papah Zidan tidak bisa bicara apapun lagi,apalagi Mamahnya sudah meneteskan air mata.
Hati seorang Ibu mana yang tak sakit melihat kedua anaknya berseteru bahkan itu terjadi sudah sangat lama.
Demi menjaga perkelahian,Zidan kembali melanjutkan langkahnya dengan menahan emosi yang sudah memuncak di ubun-ubunnya.
"Kalau tidak ada Mamah sama Papah,aku habisi kamu," batin Zidan dengan pergi meninggalkan Fabian dan kedua Orang tuanya.
"Fabian tidak bisakah kamu berdamai dengan Zidan?" tanya Papahnya.
"Zidan sendiri yang sudah menutup hatinya untuk berdamai dengan Fabian Pah," jawab Fabian.
"Itu semua karena salah kamu Fabian,Zidan terlalu menderita selama ini sampai-sampai Zidan menutup hatinya untuk perempuan lain," sahut Mamahnya.
"Sudahlah Mah,semuanya sudah lama berlalu bagaimana pun juga,Bunga tidak akan kembali lagi," ucap Papahnya.
Mamah Zidan menundukkan kepala dengan deraian air mata,kemudian Fabian mendekati Mamahnya dan memeluknya.
"Maafkan Fabian Mah,selama ini Fabian sudah egois," ucap Fabian.
Sementara itu,Zidan menutup pintu kamarnya dengan sangat kencangnya.Emosinya benar-benar sudah berada di ubun-ubun.
"Brengsek kau Fabian,kamu masih saja menyombongkan dirimu," gumam Zidan.
Malam ini Fabian memutuskan untuk menginap di rumah Orang tuanya karena sudah lama dia tidak menginap di rumah yang menjadi saksi perjalanan hidupnya.
Keesokan harinya,Kinan memutuskan untuk mengambil mobilnya kembali ke rumah Zidan.Kinan berangkat menggunakan Taxi Online menuju rumah Zidan.
Tidak lama kemudian,Kinan sampai di rumah Zidan.
"Assalamualaikum.." teriak Kinan dengan menekan bel rumah Zidan.
Zidan yang baru saja pulang dari Joggingnya,melihat seorang wanita cantik dengan rok berwarna krem selutut dan atasannya kemeja warna kuning yang terlihat cocok dan sangat kontras di kulit Kinan yang putih mulus,rambutnya di cepol gulung ke atas sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang terlihat anggun.
Zidan memang setiap pagi tidak pernah absen jogging untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Susah payah Zidan menelan salivanya,sungguh wanita yang satu ini sudah berhasil memporak-porandakan hatinya.
"Ehm..ehm.." Zidan berdehem untuk menetralisir kegugupannya.
Kinan sampai kaget,dan langsung menoleh ke arah Zidan.
"Astaga,,ngagetin aja," sewot Kinan.
"Mau ngapain pagi-pagi ke rumahku,kangen ya" Zidan menggoda Kinan.
"Idih,PD banget..!!Dokter lupa ya kalau mobil aku di bawa kesini," jawab Kinan.
Tiba-tiba pintu rumah Zidan terbuka,menampilkan sosok wanita paruh baya yang masih sangat cantik di usianya yang sudah tak muda lagi.
"Kinan,ada apa pagi-pagi sudah disini?kamu juga Zidan,kenapa ga bawa masuk Kinan ke dalam," seru Mamah Zidan.
"Tidak usah Tante,Kinan kesini cuma mau mengambil mobil Kinan," jawab Kinan.
"Kebetulan sekali,kami baru saja mau sarapan ayo kamu ikut sarapan sama kami," ajak Mamah Zidan.
"Tidak usah Tante,Kinan mau langsung ke Kantor," Kinan mengibas-ngibaskan kedua tangannya.
Tanpa banyak basa-basi,Zidan menarik tangan Kinan ke dalam rumahnya.
"Hei apa-apaan ini," Kinan tampak kaget dan melihat tangannya yang di genggam oleh Zidan.
"Sudahlah jangan bawel,,tidak menerima penolakan," Zidan terus menarik tangan Kinan masuk ke dalam rumah.
Sementara itu Mamahnya yang melihat kelakuan Zidan dan Kinan tampak menyunggingkan senyumannya.
Papah Zidan sudah duduk di meja makan bersama Fabian.Fabian yang saat itu sedang minum,tiba-tiba tersedak karena melihat Kinan berada di rumahnya apalagi tangannya di genggam oleh Zidan.
"Kamu kenapa Fabian,pelan-pelan kalau minum itu," seru Mamahnya.
"Kinan,ngapain disini?" tanya Fabian.
Zidan langsung menoleh ke arah Kinan,begitu pun dengan Mamah dan Papah Zidan yang langsung menatap ke arah Kinan seolah meminta jawaban dari Kinan.
"Fabian,kamu kenal sama Kinan?" tanya Papahnya.
"Kinan itu sekarang pemilik Perusahaan "G" CORPORATION Pah," jawab Fabian.
"Bukannya Perusahaan itu milik Adam?" tanya Papahnya lagi.
"Iya Pah,dan Kinan ini Puterinya Pak Adam," jawab Fabian yang tak henti-hentinya menatap ke arah Kinan.
"Owalah,pantesan saja melihat wajah Kinan seperti ada bayangan wajahnya Jeng Echa ternyata Kinan Puterinya Jeng Echa," sahut Mamah Zidan dengan antusias.
Zidan melihat tatapan Fabian yang berbeda kepada Kinan.Kinan yang merasa malu berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Zidan tapi genggaman Zidan begitu erat membuat Kinan kesulitan melepaskannya.
"Pak Dokter,lepasin tangan aku," bisik Kinan.
Tapi Zidan tidak mendengarkannya malah Zidan menatap tajam ke arah Fabian.
"Ayo Nak,duduk disini kita sarapan dulu," ajak Papah Zidan.
Zidan membawa Kinan duduk di sampingnya,Fabian masih tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kinan wanita cantik yang begitu mempesona.
"Jangan di lihatin terus,kalau ga mau garpu ini mendarat di kedua bola matamu," ucap Zidan dingin.
Fabian menyunggingkan senyum sinis,Mamah dan Papah yang sudah mulai mencium bau-bau pertengkaran diantara kedua anaknya berusaha mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu,Kinan terlihat bingung dengan kedua pria tampan yang berada disamping dan dihadapannya itu.
"Nak Kinan,bukannya kamu kuliah di Belanda ya?" tanya Papah Zidan.
"Iya Om,tapi sudah selesai kok dan sekarang Kinan mau tidak mau harus mengurus Perusahaan,karena Papih sudah ingin istirahat katanya," jelas Kinan.
"Lho,bukannya Jeng Echa mempunyai satu anak laki-laki ya?" sambung Mamah Zidan.
"Iya Tante,dia adikku tapi sayang adikku lebih tertarik jadi Polisi di banding ngurus Perusahaan," jelas Kinan.
Fabian benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kinan.Zidan tahu kalau Kakaknya itu mempunyai perasaan terhadap Kinan.
"Maaf,kenapa Pak.Fabian ada disini ya?" tanya Kinan.
"Saya,Kakak kandungnya Zidan," jawab Fabian.
"Oh..." Kinan hanya ber-oh ria.
"Kamu sendiri ngapain ada disini?" tanya Fabian.
"Aku mau ngambil mobil aku."
"Ngambil mobil,,maksudnya?" tanya Fabian merasa tidak mengerti.
"Udah deh ga usah KEPO," zidan menekankan kata di akhirnya.
"Apaan sih,ada hubungan apa kamu dengan orang itu?" tanya Fabian sembari menunjuk ke arah Zidan.
Sebelum Kinan menjawab,Zidan sudah menjawabnya.
"Kinan pacar aku,kenapa emangnya," jawab Zidan ketus.
Seketika Kinan tersedak,dengan sigap Fabian dan Zidan menyodorkan minuman.Mamah dan Papah hanya diam seribu bahasa,Kinan tampak melotot bingung harus mana yang di ambil.
Akhirnya Kinan mengambil minum yang disodorkan Oleh Zidan,Fabian kembali menyimpan minumannya.
"Kamu apa-apaan sih Dok,siapa yang pacaran," bisik Kinan.
Zidan menginjak kaki Kinan pelan...
"Aw..." tanpa sadar Kinan bersuara agak keras membuat semuanya menoleh ke arah Kinan.
"Ada apa Kinan?" tanya Mamah Zidan.
"Ini Tante,kaki Kinan di gigit semut," jawab Kinan seadanya,yang membuat Fabian menahan tawanya.
"Hah..kok ada semut ya,berarti si Bibi ga bersih nih bersihin lantainya," ucap Mamah Zidan.
Kinan hanya bisa nyengir dan seketika menoleh ke arah Zidan dengan tatapan tajamnya dan bibir komat-kamit seolah-olah sedang mengomel.
Zidan hanya bisa menanggapi tatapan Kinan dengan kedipan sebelah matanya seolah menggoda Kinan.
"Idih,,nyebelin banget nih cowok," batin Kinan.
Zidan beranjak dari duduknya,sementara yang lainnya masih belum selesai sarapan.
"Aku mau mandi dulu," ucap Zidan melangkah menuju kamarnya di lantai dua.
"Kinan,ayo dilanjut makannya," ucap Papah Zidan.
"Iya Om,terima kasih."
Tidak lama kemudian,mereka pun sudah selesai sarapan.
"Om,Tante,terima kasih atas sarapannya,Kinan pamit dulu."
Kinan mencium tangan Mamah dan Papah Zidan.Dan kemudian Kinan pun berlalu meninggalkan rumah Zidan.
"Kinan,cantik ya Pah," seru Mamah Zidan.
Fabian mengejar Kinan keluar..
"Tunggu Kinan," Fabian menarik tangan Kinan.
"Iya,ada apa ya Pak Fabian?" tanya Kinan.
Tapi Zidan keburu keluar dengan kemeja warna Navy dan jas putih kebesarannya yang Ia sematkan di lengan nya.
Zidan merasa geram melihat Fabian memegang tangan Kinan,dengan langkah cepat Zidan menarik paksa tangan Kinan dan melepaskan genggaman tangan Fabian.
"Kamu ga dengar kalau Kinan itu pacar aku,jangan coba-coba sentuh Kinan atau aku akan potong tangan kamu," ucap Zidan emosi.
Kinan merasa bingung dengan sikap Zidan,malahan Kinan sangat takut melihat tatapan Zidan penuh dengan amarah ke arah Fabian.
"Aku tahu,kamu cuma pura-pura Kinan bukan pacar kamu," Fabian tersenyum sinis ke arah Zidan lalu Fabian pergi meninggalkan rumahnya,tapi sebelum pergi Fabian membuka kaca mobilnya.
"Kinan,jangan lupa hari ini ada meeting di Perusahaan saya jangan sampai terlambat."
Fabian tersenyum manis ke arah Kinan,dan langsung melajukan mobilnya tanpa melihat ke arah Zidan yang sudah mengeraskan rahangnya.
Kinan menghempaskan tangan Zidan.
"Kamu itu kenapa sih,dari tadi sikapnya aneh banget.Terus maksudnya apa coba ngaku-ngaku jadi pacar aku?" Kinan melipat kedua tangannya di perut dan mendongakkan kepalanya karena Zidan memiliki fostur tubuh yang tinggi.
Zidan melangkah maju mendekati Kinan dengan tatapan tajamnya.Kinan perlahan mundur karena merasa takut juga,dan akhirnya mentok karena terhalang oleh mobilnya.
Zidan mengunci pergerakan Kinan yang sudah bersandar di badan mobil,dan menatap tajam ke arah Kinan.
"Memangnya kamu ga mau jadi pacar aku?" ucap Zidan dengan senyumannya yang membuat semua wanita klepek-klepek.
Kinan susah payah menelan salivanya,lidahnya begitu kelu tidak bisa mengucapkan satu patah katapun.
Zidan yang melihat Kinan gugup,akhirnya pecah juga tawanya.Dan menegakkan kembali tubuhnya.
"Baru gitu aja udah gugup,sok-sokan mau nantang," Zidan kembali tertawa.
Kinan mengerjapkan matanya,dia baru sadar kalau barusan dia di kerjai oleh Zidan.Zidan tak henti-hentinya tertawa sampai memegang perutnya yang sakit.
Kinan mengepalkan tangannya,dengan cepat Kinan mendekati Zidan yang sedang tertawa dan langsung menginjak kaki Zidan dengan kerasnya.
"Aw sakit..." Zidan mengerang kesakitan dan berjingkrak-jingkrak.
"Syukurin,siapa suruh jadi orang nyebelin," Kinan cepat-cepat berlari dan masuk ke dalam mobilnya.
"Bye..." Kinan melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan rumah Zidan.
"Sialan,awas kamu Kinan aku akan balas," teriak Zidan dengan terus memegang kakinya yang sakit.
Kinan yang mendengar teriakan Zidan,hanya tertawa dan segera melajukkan mobilnya ke Kantornya.
🌷
🌷
🌷
🌷
🌷
Hallo semuanya,,semangat pagi😇😇
Tetap setia ya menunggu kelanjutan Babang Zidan dan Kinan,jangan bosen-bosen dan selalu tinggalkan jejak like di setiap babnya dan vote sebanyak-banyaknya🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOBE YOU💘💘💘