Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang menaruhnya?
"Coba sini aku lihat kakimu yang sakit" Briyan memukul pahanya sebagai isyarat untuk Isyana menaikkan kakinya disana.
Isyana dengan sungkan menaikkan kakinya yang sakit " Maaf ya pak... " Ucap Isyana yang tak enak hati. Setelah kaki Isyana diatas briyan langsung mengurut kaki isyana yang keseleo.
"WADAUUUU SAKIT...! " Teriak Isyana karena kesakitan. Sampai-sampai air mata pun ikut keluar.
"Dasar gadis cengeng, begitu aja nangis, sudah... " Briyan menurunkan kaki Isyana setelah selesai mengurutnya.
"Sakit tau... " Protes Isyana. Isyana menggerakkan kakinya. Ternyata pergelangan kakinya sudah tidak sakit lagi.
" Eh... Sudah tidak sakit lagi... " Isyana berdiri dan berjalan merasakan kakinya yang ternyata memang sudah tidak terasa sakit.
"Trimakasih y pak hehehe... " Ucap Isyana kepada Briyan sambil duduk disofa lagi.
Briyan berjalan menuju kamarnya dan kemudian keluar lagi. Ternyata dia mengambilkan sebuah hem miliknya untuk Isyana membersihkan diri dan mengganti bajunya.
"Karena disini gak ada baju cewek, kamu bisa mengganti bajumu dengan ini" Briyan memberikan hem itu kepada Isyana. Isyana pun menerimanya.
"Dan kamu bisa istirahat di kamar itu untuk malam ini, itu dulu kamar Tiyo" Briyan menunjuk kamar yang berada disamping kamarnya.
"Kamar cowok? " Isyana agak segan untuk menggunakan kamar itu. Memang ada dua kamar di apartemen Briyan. Ada juga dapur dan tempat santai. Juga ada tempat untuk mencuci dan menjemur pakaian sendiri.
"Iya... Dia sudah tidak tinggal disini. Barang-barangnya juga sudah dipindahkan" Jelas Briyan karena melihat Isyana agak segan.
"Kamu juga bisa membersihkan diri didalam kamar. Ada kamar mandi disana" Jelas Briyan lagi.
"Sekali lagi trimakasih banyak pak Briyan" Ucap Isyana dengan tulus sambil membungkukkan badannya.
" Y sudah aku mau istirahat" Briyan berjalan memasuki kamarnya untuk istirahat dan meninggalkan Isyana sendirian.
Isyana pun berjalan memasuki kamar yang ditunjukkan Briyan barusan. Sesampainya didalam kamar dia melihat seisi kamar. Walaupun ditinggalkan tapi kamar ini masih sering dibersihkan. 'Gak mungkinkan seorang pria sibuk tinggal di apartemen sendirian sempet buat bersihin semuanya sendiri?' pikir Isyana.
Isyana masuk kekamar mandi yang ada didalam kamar untuk membersihkan diri. Ternyata didalam kamar mandi juga komplit dengan perlengkapan mandi. Tak lupa juga dia sekalian mencuci bajunya. Isyana memang sengaja mencuci bajunya di kamar mandi. Karena kalau di mesin cuci dia takut akan mengganggu istirahat Briyan.
Selesai mandi dia berjalan keluar kamar dengan perlahan-lahan menuju tempat menjemur baju untuk menjemur pakaian yang tadi dicurinya. Berharap besok sudah bisa dia pakai lagi. Karena dia tidak nyaman dengan hem yang sekarang dia pakai. Hanya menutupi sampai pahanya saja.
Isyana juga berencana besok akan pergi dari apartemen. Dia berencana akan tinggal sementara di kost Tari atau Ajeng. Ajeng adalah satu-satunya teman perempuan satu jurusan yang dekat dengannya.
Selesai menjemur Isyana berjalan perlahan- lahan kembali ke kamar agar tidak mengganggu istirahat Briyan. Sesampainya di kamar dia menutup pintu perlahan dan kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
" Alhmdulillah... Malam ini ada tempat untukku istirahat" Gumam Isyana.
Isyana menarik selimut dan mencoba tidur. Badannya memang terasa sangat lelah tapi matanya masih belum ingin terpejam. Teringat kejadian dirumahnya. "Ayah... Hiks... Hiks... " Kesedihan mulai menyerangnya kembali. Bengkak di matanya yang sedari tadi belum hilang kini bertambah lagi.
"Tunggu...! Hasil tes dan alat kontrasepsi itu bukan punyaku. Lalu punya siapa? " Isyana berbicara sendiri sambil memikirkan kejadian itu. Dia mulai berfikir, dari pada cuma menangisi coba kita cari kebenarannya.
"Aku tidak pernah menaruh semua itu di kamarku. Lalu siapa yang menaruhnya? Pasti ada orang lain yang menaruhnya"
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya