sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 11
"" maaf , mbak ini siapa , mau ketemu siapa ??"".Tanya salah satu dari dua pria itu.
""Begini pak ,, saya mendapatkan rekomendasi dari mantan manager saya untuk melamar pekerjaan disini. Apa lowongan nya masih ada ??"". Tanya Aisyah.
Kedua pria itu pun melihat ke arah aisyah dari ujung kepala hingga ke ujung kaki nya.
"" mbak serius mau bekerja di sini ?? Dengan pakaian yang seperti ini ?? Hahaha "". Gumam pria itu sambil tertawa.
"" iya pak. Saya serius.. apa bisa saya bertemu dengan pemilik bangunan ini... siapa tau beliau masih membutuhkan pelayan atau pun pekerja di sini.. Saya siap kok pak bekerja apapun."". Ucap Aisyah mencoba meyakinkan kedua pria itu.
"" baiklah , tunggu sebentar."".
Salah satu dari pria itu pun masuk kedalam , setelah 5 menit berlalu ia pun keluar dan meminta Aisyah untuk mengikuti nya ke dalam . Aisyah pun mengikuti pria itu yang membawa nya ke sebuah ruangan dekat tangga lantai satu. Aisyah melihat ada seorang pria berkumis di ruangan itu , dan ia melihat banyak poster wanita cantik di dalam ruangan tersebut.
"" kamu yakin mau bekerja di sini ?? Saya jujur saja nih ya sama kamu ,, bekerja disini harus ada perjanjian dan tanda tangan kontrak nya. Soal gaji tergantung dari banyak nya pengunjung. Dalam sehari semalam kamu akan berkerja selama 8 jam. Sore dari jam 1 siang hingga jam 4 sore dan malam nya dari jam 8 sampai jam 12 malam. Jika kamu sanggup bekerja 8 jam dalam sehari semalam maka saya akan gaji kamu 2juta untuk sekali bekerja. Tapi jika kamu tidak sanggup maka kamu boleh mengundurkan diri sekarang juga. "". Jelas pria berkumis itu sambil terus menghisap rokok nya.
"" tapi pak ,, jika malam saya tidak bisa bekerja , karna saya harus menjaga umi saya ,, lagipula abi saya pasti tidak akan menyetujui nya. Boleh saya bekerja dari jam 1 siang hingga insya saja ?? Bapak boleh memangkas gaji saya yang dua juta itu menjadi 500 ribu ,, tidak apa2 .. yang penting saya bisa bekerja disini pak "". Usul Aisyah
"" baiklah ,, saya setuju , ini surat kontrak nya silahkan di tanda tangani. Yang asli kamu pegang dan yang fotocopy saya yang simpan."".
Aisyah pun menandatangani kedua lembar surat kontrak tersebut,yang asli langsung ia masukkan kedalam tas nya dan yang fotocopy ia serahkan kembali pada pria berkumis itu.
"" kenapa kamu tidak membaca isi kontrak nya terlebih dulu ? "". Tanya pria berkumis itu
"" saya percaya sama bapak karna saya kemari pun berkat teman bapak "". Jawab aisyah
"" Ya ya ya.. baik lah ,, kamu boleh masuk kerja sekitar dua atau tiga hari lagi..sekarang kamu boleh pulang "".
Aisyah merasa lega dan senang karna ia sudah mendapatkan pekerjaan nya. Ia bertekad untuk bekerja lebih giat demi membiayai pengobatan umi nya yang menderita tumor ganas di kepala nya.
Ia akhirnya kembali kerumah sakit untuk menemui umi nya. Disana ia kembali melantunkan ayat suci Al-Qur'an di sisi umi nya.
Suara nya yang merdu membuat sang umi tertidur lelap. Ia bangga memiliki seorang putri yang bila ia sedang sakit putri nya itu mampu memberi nya ketenangan dengan lantunan2 ayat Al-Qur'an.
Hari pun berlalu ,, semakin hari kondisi umi nya Aisyah semakin memburuk , Aisyah terpaksa menunda untuk bekerja lantaran harus menemani sang umi namun di minggu berikutnya pihak dokter menyarankan agar sang umi di operasi.sementara biaya yang cukup besar itu membuat Aisyah dan abi nya hampir putus asa , kemudian di sore itu sekitar jam 6 sore , Aisyah meminta izin pada Abi nya untuk pergi bekerja serta mencoba mencari pinjaman kepada teman2 nya. Setelah mendapat izin i pun langsung pergi ke tempat kerja nya itu. Suasana di luar masih sepi hanya ada beberapa mobil serta motor yang terparkir. Ia langsung masuk ke dalam untuk menemui pemilik bangunan itu.