Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 Pemotongan Poin
Arka berjalan menyusuri trotoar kota yang kian padat oleh kendaraan dan lalu lalang pejalan kaki. Pikirannya melayang pada peringatan Sistem yang baru saja muncul.
"Wabah racun skala kota dalam waktu kurang dari enam jam... Ini bukan lagi masalah menyelamatkan satu atau dua orang seperti di rumah sakit atau di jalanan, melainkan ancaman keselamatan bagi ribuan nyawa sekaligus, " gumamnya.
"Sistem," panggil Arka dalam hati seraya memasuki sebuah taman kota yang agak rimbun untuk menghindari keramaian. "Berikan rincian lebih spesifik soal wabah ini. Dari mana sumbernya dan apa efeknya?"
[Memproses Informasi Sistem:]
[Detail Ancaman: Sebuah zat neurotoksin cair buatan sintetis jenis 'Cyan-X' telah disusupkan ke dalam sistem distribusi air minum utama wilayah Sektor 4.]
[Efek: Kelumpuhan sistem pernapasan akut, kejang massal, dan gagal organ dalam kurun waktu 30 menit setelah dikonsumsi.]
[Jumlah Estimasi Korban: 10.000+ Jiwa jika tidak dihentikan sebelum pukul 17.00 WIB.]
Langkah Arka terhenti seketika di bawah rindangnya pohon beringin. Dadanya berdesir hebat.
"Sepuluh ribu orang?!" bisik Arka, rahangnya mengetat. "Siapa bajingan yang tega meracuni sumber air minum warga?"
[Penyelidikan Sistem: Tindakan ini didalangi oleh kelompok teroris korporasi 'Vipera', yang bertujuan menjatuhkan saham Kusuma Group sebagai pengelola utama fasilitas penyaringan air Sektor 4.]
"Kusuma Group lagi..." gumam Arka. Ia teringat kartu VIP hitam-emas di dalam sakunya. Teror ini jelas dirancang untuk menghancurkan Wijaya Kusuma dan bisnisnya secara telak.
Arka merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan kartu VIP pemberian Wijaya Kusuma.
Di bagian belakang kartu, tertera nomor kontak darurat langsung menuju sang CEO. Tanpa membuang waktu, Arka segera menuju sebuah telepon umum terdekat di ujung taman untuk menghubungi nomor tersebut agar jejaknya tetap aman.
Tutt... Tutt...
"Halo? Ini Wijaya Kusuma," suara berat CEO tua itu terdengar di seberang telepon hanya dalam dua kali nada panggil.
"Pak Wijaya, ini Arka," potong Arka cepat tanpa basa-basi.
"Arka? Ada apa, Anak Muda? Kamu butuh bantuan?" suara Wijaya mendadak serius.
"Bukan saya yang butuh bantuan, tapi Anda dan seluruh warga Sektor 4," kata Arka dengan nada amat berbobot. "Dengar baik-baik, Pak. Ada kelompok yang berniat meracuni pabrik penyaringan air utama Kusuma Group di Sektor 4 sebelum pukul lima sore ini. Racunnya jenis sintetis tingkat tinggi. Kalau air itu terdistribusi, reputasi perusahaan Anda tamat dan puluhan ribu orang akan tewas."
Suasana di seberang telepon mendadak hening. Terdengar helaan napas berat dari Wijaya Kusuma.
"Arka... kamu tahu dari mana informasi ini? Itu fasilitas vital berkeamanan tingkat tinggi!"
"Bercandaan atau konfirmasi, Anda bisa buktikan sendiri," jawab Arka tegas. "Tutup atau hentikan aliran utama pipa Sektor 4 sekarang juga, lalu kirim tim keamanan terbaik Anda ke stasiun pemrosesan air utama. Saya akan menuju ke sana sekarang."
"Tunggu, Arka! Jangan bertindak sendiri, aku akan..."
Klik.
Arka menutup telepon umum itu. Ia tidak punya waktu untuk berdebat.
[Ting!]
[Misi Utama Skala Besar Diaktifkan!]
[Target: Menggagalkan Penyelundupan Racun 'Cyan-X' & Melumpuhkan Anggota Vipera]
[Sisa Waktu: 04:12:00]
"Sistem, buka Toko Sistem!" perintah Arka seraya berlari menyusuri jalan. "Aku butuh kemampuan yang bisa membantuku bergerak cepat dan tidak terdeteksi di area dengan pengawasan ketat."
[Menampilkan Opsi Toko Sistem:]
[1] Langkah Bayangan (Kecepatan & Gerak Tanpa Suara)
[2] Kekuatan Fisik Ekstrem (Hantaman Berat)
[3] Detektor Penyamaran & Jebakan Saraf
"Ambil Langkah Bayangan sekarang juga!" seru Arka dalam hati.
[Penukaran Berhasil!]
Poin Anda, di potong 1000 poin
[Sisa Poin : 4000 Poin]
[Mengintegrasikan Keahlian 'Langkah Bayangan'...]
Seketika, Arka merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan. Setiap kali kakinya memijak aspal, hampir tidak ada suara gesekan yang ditimbulkan, dan refleksnya meningkat berlipat ganda.
Dengan kecepatan penuh, Arka melompati pagar pembatas dan melesat menuju Stasiun Pemrosesan Air Utama Sektor 4 yang berada di pinggiran kota, tempat pertarungan sesungguhnya untuk menyelamatkan puluhan ribu nyawa baru saja dimulai.