NovelToon NovelToon
The Mysterious Rose

The Mysterious Rose

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Detektif / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Minnie Harissa

A Mystery Thriller Novel

Hansel hanyalah biang onar di sekolah lamanya. Predikat cowok tampan yang suka menebar cinta sana-sini melekat kuat. Namun saat terpaksa pindah sekolah, semuanya berubah. Hansel dihadapkan pada perkara sulit. Tepatnya saat seorang gadis misterius dengan tatapan kosong mengatakan, "Aku bisa membuat hidupmu lebih menarik dibanding kisah dari novel thriller."

Anehnya, gadis itu benar. Kasus-kasus bunuh diri marak terjadi di SMA Gajah Mada. Yang mengherankan: kenapa si gadis misterius ikut menjadi korban?

Teror tak berhenti sampai di situ. Setelah kasus bunuh diri, dilaporkan ada seorang gadis yang menginjak mata manusia di depan gerbang.

Hansel tentu tak tinggal diam, mendadak ia berubah menjadi Detektif Holmes-Poirot. Dibantu dengan rekan sejawat, Ali dan Grisel, ia akan mengungkap siapa dalang di balik semua ini. Namun yang tidak Hansel tahu, akan ada luka besar yang menunggunya di akhir permainan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minnie Harissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepuluh: Hanselio Kaban

Cewek kemarin kabur. Dia langsung lari pontang-panting setelah tertangkap basah membakar papan ouija.

Lalu sekolah pun libur sebagai bentuk duka cita. Tapi, akibat Tengku yang ternyata memiliki kenalan di mana-mana, termasuk anak-anak yang berteman dengan Nixie---yang ternyata bernama asli Ningsih Sri Wahyuni---cowok itu merasa berkewajiban untuk hadir di pemakamannya. Aku tak menduga ia merasa begitu, dan lebih tak menduga lagi bahwa aku harus ikut menemaninya melayat. Bukan karena cowok itu tak berani pergi sendiri, melainkan karena aku sempat bercerita padanya tentang apa yang aku alami. Di situ aku merutuki mulut emberku. Siapa yang sangka sekarang aku jadi cowok hobi tebar curhatan ke orang-orang.

Tapi aku tidak menyesal sih ikut ke sana. Selain karena itu adalah bentuk tindakan terpuji---yang selama ini aku jauh banget dari sifat itu---sedikit banyaknya aku jadi mendapat beberapa informasi baru mengenai kematian Nixie.

"Jadi keluarganya gak mau jenazah Nixie diautopsi?" tanya Tengku dengan wajah sendu pada salah satu teman dekat korban, Cynthia, saat kami baru keluar dari rumah duka dan memutuskan duduk sebentar di kursi-kursi yang disediakan di halaman rumah.

"Iya, katanya mereka ikhlas. Lagi pula dari pemeriksaan dokter sama tim... apis-apis apa gitu."

"Inafis," ralatku pada cewek berambut panjang dan indah itu.

"Iya itu," sahutnya cepat lalu kembali melanjutkan, "katanya Nixie bener bunuh diri. Gak ada tanda kekerasan sama sekali."

"Terus kenapa Nixie bunuh diri? Aku bener-bener masih gak percaya loh. Apalagi kemarin Nixie keliatan masih baik-baik aja waktu aku liat di kantin. Dia masih senyumin aku, siapa sangka sekarang dia udah gak ada." Lagi-lagi Tengku berbicara dengan kepiluan yang tidak dibuat-buat, tapi tak sedikit pun menutupi kobaran api kepo di manik matanya.

Air mata Cynthia mengucur kembali. "Kayaknya dia patah hati. Kami nemuin chat Nixie gak terima diputusin pacarnya, dan merengek-rengek minta balikan."

"Dimas mutusin dia?" pekik teman semejaku itu dengan kekagetan yang agak berlebihan. Sudah kutahu sejak lama, walau cowok, Tengku memang termasuk orang yang hobi gosip. Namun aku tetap heran sendiri melihatnya. Apa yang salah dari diputusin si Dimas-Dimas ini. Apa Nixie cinta mati padanya?

"Bukan." Cynthia mengecilkan suaranya. "Bukan Dimas, tapi Dieter."

"Dieter siapa?"

Cynthia berdecak. "Yang anak baru itu loh, yang bule ganteng itu."

Tengku tampak berusaha mengingat-ingat sesuatu, sementara aku tak berusaha sedikit pun, pasalnya aku tahu betul aku tak mengenal orang itu. Aku sangat jauh berbeda dengan Tengku. Aku tidak suka mengurusi kehidupan orang lain, akibatnya ya begini, aku sangat jarang mengenal orang-orang di luar teman sekelasku. Tapi kuakui sekarang aku memang lagi kepo banget perihal si Nixie.

"Lebih ganteng dari gue?"

Cynthia menampilkan raut wajah malas. "Sok kegantengan situ," sahutnya. Aku cukup kagum dengan gadis ini yang tidak terpengaruh sama sekali dengan pesona Tengku. Atau bisa saja dia sudah cukup mengenal Tengku, dan tahu semua kejelekannya yang bikin ilfil.

Tengku malah cengengesan. "Aku gak kenal, tapi bukannya Nixie pacaran sama Dimas? Mereka udah putus?"

"Kamu kayak gak tau Nixie aja."

"Jadi dia macarin dua-duanya?"

"Gitu deh."

Mereka berdua terdiam lama. Entah sebab apa. Mungkin karena merasa tak enak karena telah membahas aib seseorang yang telah meninggal, atau karena tak ada lagi bahan untuk digosipkan.

Namun ternyata aku salah. Tengku masih banyak memiliki amunisi pertanyaan. "Terus Dimas gimana? Dia tau?"

"Kayaknya. Dieter juga tau makanya dia mutusin Nixie."

"Gimana mereka bisa tau?"

Kedua orang itu terdiam. Tengku memasang wajah geli, menatapku yang mungkin tidak ia sangka telah menguping pembicaraannya. Benar, yang bertanya tadi adalah aku.

"Aku juga gak tau."

Aku cukup kecewa mendengarnya, tapi kekecewaanku itu langsung lenyap saat melihat si gadis berambut sepinggang. Matanya sembab dan ia masih gemetaran. Ketika melewati kami bertiga, ia tersenyum pada Cynthia, yang dibalas pula oleh gadis itu.

"Nixie benar-benar dekat sama Fitri?"

"Entahlah. Kata Nixie sih enggak. Tapi kamu tau sendiri kan cewek itu sering banget ngintilin Nixie."

"Fitri itu siapa?"

Lagi-lagi mereka berdua diam dan memandangiku.

"Yang barusan lewat." Tengku tersenyum. "Tapi aneh gak sih. Nixie kan gak suka temenan sama cewek kayak dia. Maksudku, cewek itu kayak anak-anak pendiam dan gak banyak omong."

"Kami juga berpikir kayak gitu. Tapi Nixie gak pernah mau cerita yang sebenarnya. Dari gerak-gerik mereka kayaknya dekat. Tapi Nixie selalu membantah."

Itu kata-kata terakhir dari cewek itu yang kuingat, karena setelahnya kami langsung memutuskan untuk pulang tanpa menunggu jenazah Nixie dikuburkan pada sore harinya.

🥀🥀🥀

Sincerely,

Dark Pappermint

1
Ira Resdiana
"ya udah, cium deh tu taneman" .. wkekwkek mau²nya loh si Ali .. bukannya bareng² nyari aroma pesing sama²..
Erni Sasa
pantes aja sh di bunuh si nixie
puas juga gk apa"x dia mati😏
Erni Sasa
lebih enak dn elegant kaya gini thor bacanya❤❤pokoke
Erni Sasa
kalw menurutku sih ini novel ter epic terkeren dalam segi bahasa,dalm segi pov aah entahlah gk bisa di jabarkan dan seakan qt tuh ikut main di dalam,y🥰🥰❤❤
PENGGILA NOVEL
bagus banget
Nur Mutmainna Patta
in hp Tengku d hack bgtu yachhh
Ryoka2
😭
Ryoka2
😭😂
Ryoka2
Wkwkwk😂
zkdlinmy
emang ya cerita ini baguss banget, menarik. aku udah baca tentang Hansel, Grisel, Tengku dkk bener bener seruu, seremnya dapet, tegang apalagi. dari wp jadi kesini gara-gara penasaran lanjutan ceritanya. good job thor^^
Rani nay
ekstrim bgt berasa lagi ditempat kejadian 😭
Rani nay
nah benar kan si Jared
Rani nay
berarti pelakunya ada 3.
apa mungkin Gisel, Seno dan si mantannya Gisel arghh... bingung aku
Rani nay
fiks pelakunya Gisel sama Tengku.
Rani nay
akhirnya setelah berabad-abad nyari novel yg sesuai kriteria ku akhirnya dapat juga
Adinda
serem dan menegangkan
Febiana Safitri
ali tuh yg mencurigakan.. sok akting
Febiana Safitri
kayanya albino deh
atmaranii
Mr grey mah udh psti Dieter...aplg cm Dy yg blm ktngkep
atmaranii
mungkin dah janji ma grissel klo Dy GK bkl SMPe bnuh hansel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!