Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Di lantai paling atas Menara Linzhou Corp, Yao Wi sedang berdiri menatap ke luar jendela kaca besar. Pemandangan metropolis masa depan yang dia bangun terbentang luas di bawahnya. Tapi Yao Wi belum puas.
"Sistem, aktifkan Blueprint Mega Proyek Benteng Langit Linzhou sekarang juga," perintah Yao Wi di dalam hatinya.
[Sistem: Perintah diterima. Blueprint Mega Proyek Benteng Langit Linzhou diaktifkan.]
[Sistem: Proyek ini akan membangun sebuah pulau buatan anti gravitasi yang melayang di udara, tepat di atas Kota Linzhou. Pulau ini akan menjadi pusat komando tak tertembus milik Tuan Rumah.]
[Sistem: Menggunakan robot pekerja mikro dan teknologi nano dari sistem. Waktu perkiraan selesai adalah sepuluh hari.]
Yao Wi tersenyum lebar. Pendapatan hariannya sekarang sudah naik menjadi 10 Miliar Rupiah per hari, dan dia punya banyak sekali tabungan uang ratusan triliun yang diberikan sistem sebelumnya.
"Mulai konstruksinya. Biarkan dunia melihat kekuatan uangku yang sebenarnya," kata Yao Wi.
Dalam hitungan detik, langit di atas Kota Linzhou mulai tertutup awan aneh. Jutaan robot mikro berukuran sebesar debu mulai bekerja di udara, menyusun material baja ringan yang tak terlihat oleh mata telanjang. Secara perlahan, fondasi raksasa berbentuk piringan besar mulai terbentuk melayang di udara.
Shen Yue masuk ke dalam ruangan dan melihat keajaiban itu dari balik kaca jendela. Mulutnya terbuka lebar karena sangat terkejut.
"Tuan Bos, apa yang sedang terjadi di atas sana? Mengapa ada bayangan hitam raksasa yang menutupi awan di atas kota kita?" tanya Shen Yue dengan sangat bingung.
"Itu adalah rumah baru kita nanti, Shen Yue. Sebuah benteng yang melayang di langit. Kota Linzhou di bawah akan menjadi tempat bisnis, sedangkan Benteng Langit akan menjadi istana pribadiku," jawab Yao Wi santai.
Shen Yue hanya bisa menelan ludah. Bosnya ini benar benar sudah seperti dewa pencipta. Dia tidak bertanya lebih jauh karena otaknya tidak sanggup memproses teknologi yang melampaui akal sehat manusia seperti itu.
Sementara itu, pembangunan benda raksasa di udara Linzhou tidak bisa disembunyikan dari pantauan satelit luar angkasa milik negara negara luar.
Di markas besar intelijen Negara Barat di benua seberang, seorang jenderal militer asing sedang menatap layar monitor dengan wajah pucat pasi.
"Mustahil! Negara ini sedang membangun kota melayang di udara?! Teknologi gravitasi seperti itu bahkan belum pernah dipikirkan oleh para ilmuwan terbaik kita!" teriak jenderal asing itu sambil menggebrak meja.
"Pak, laporan intelijen mengatakan bahwa pembangunan aneh itu dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta bernama Linzhou Corp. Pemiliknya adalah seorang pemuda bernama Yao Wi," lapor anak buahnya.
"Kirimkan tim agen rahasia elit kita! Kita harus mencuri rahasia teknologi mereka! Jika perlu, culik semua ilmuwan mereka atau bunuh pemuda bernama Yao Wi itu!" perintah sang jenderal dengan marah.
Hari itu juga, puluhan mata mata asing tingkat tinggi dari berbagai negara adidaya mulai menyusup masuk ke perbatasan negara.
Mereka menyamar menggunakan kapal barang dan penerbangan sipil. Mereka membawa senjata canggih dan alat peretas yang mematikan. Target mereka hanya satu, yaitu menghancurkan Linzhou Corp.
Namun, mereka lupa bahwa jalur darat, laut, dan udara di wilayah itu kini dijaga sangat ketat oleh anjing anjing penjaga baru milik Yao Wi.
Di bunker bawah tanah Divisi Sembilan di ibu kota, Jenderal Song sedang melihat layar radar bersama Agen Khusus Leng Yue.
Jenderal Song kini terlihat jauh lebih sehat dan bertenaga. Berkat suplai makanan mewah dan bahan bakar tak terbatas dari Yao Wi, Divisi Sembilan kini hidup jauh lebih makmur daripada saat mereka masih di bawah kendali pemerintah pusat.
"Jenderal, radar kita mendeteksi ada lima puluh agen asing yang mencoba masuk ke perbatasan Provinsi Donghai menuju Kota Linzhou. Mereka menggunakan paspor palsu," lapor operator radar.
Jenderal Song tersenyum dingin dan kejam.
"Mereka berani mengganggu wilayah kekuasaan Tuan Bos kita? Mereka sungguh cari mati," ucap Jenderal Song marah.
Jenderal Song menoleh ke arah Leng Yue.
"Leng Yue, ini adalah kesempatan kita untuk membuktikan bahwa Divisi Sembilan sangat berguna bagi Linzhou Corp. Tuan Yao Wi sudah memberi kita makan, sekarang saatnya kita bekerja membersihkan sampah untuk membalas budinya."
"Siap, Jenderal. Saya akan memimpin tim pasukan khusus sekarang juga. Tidak akan ada satu pun dari tikus tikus asing itu yang bisa melihat matahari terbit besok pagi," jawab Leng Yue dengan tatapan mata pembunuh yang mematikan.
Malam itu, wilayah perbatasan menuju Kota Linzhou menjadi ladang pembantaian yang sunyi.
Lima puluh agen mata mata dari negara negara adidaya itu sama sekali tidak menyangka bahwa mereka akan diadang oleh divisi intelijen militer paling menakutkan di negara ini. Leng Yue dan pasukannya yang kini bebas memakai amunisi dan senjata canggih hasil pasokan tanpa batas dari Linzhou Corp, membantai para mata mata itu tanpa belas kasihan.
Hanya dalam waktu empat jam, semua agen asing itu mati terbunuh di hutan, di jalan tol, dan di pelabuhan sebelum mereka bisa melihat gerbang Kota Linzhou. Mayat mayat mereka langsung dibakar atau dibuang ke laut agar tidak meninggalkan jejak hukum apa pun.
Pagi harinya, Leng Yue memberikan laporannya melalui saluran komunikasi terenkripsi kepada Bai Lu, sang kepala intelijen Linzhou Corp.
Di ruang kerjanya yang mewah, Yao Wi sedang bersantai di sofa mendengarkan laporan dari Bai Lu.
"Tuan Bos, Agen Leng Yue melaporkan bahwa Divisi Sembilan telah menyapu bersih lima puluh mata mata asing tadi malam. Mereka mengamankan perbatasan wilayah kita dengan sempurna. Tidak ada satu pun lalat musuh yang berhasil masuk ke kota," lapor Bai Lu sambil tersenyum bangga.
Yao Wi mengangguk puas. Dia sangat senang melihat bagaimana Jenderal Song dan Leng Yue sekarang bekerja keras dan rela membunuh untuk menjilat dirinya.
"Sangat bagus," batin Yao Wi. "Inilah fungsinya memiliki anjing penjaga dari militer resmi negara. Aku tidak perlu mengotori tanganku atau menyuruh pasukan pribadiku sendiri untuk turun tangan. Biarkan pasukan pemerintah yang saling membunuh satu sama lain, sementara aku duduk dengan tenang di sini."
"Kirimkan bonus sepuluh miliar rupiah ke rekening operasional Divisi Sembilan hari ini," perintah Yao Wi kepada Bai Lu. "Katakan pada Jenderal Song, aku menyukai hasil kerjanya. Terus jaga perbatasanku dengan nyawa mereka selagi aku sibuk membangun istana baruku."
"Siap, laksanakan Tuan Bos!" jawab Bai Lu.
Yao Wi kembali menatap ke langit di luar jendela. Bayangan hitam piringan baja raksasa di atas awan kotanya semakin terbentuk dengan jelas. Sebentar lagi, seluruh dunia akan tahu bahwa ada penguasa mutlak yang tidak bisa disentuh oleh siapapun.