Kania adalah gadis yatim piatu yang di sangat disayangi oleh kakak tirinya sendiri, Angga.
Namun Kania tidaklah mengetahui cerita yang sebenarnya...
lalu apa yang akan di lakukan Angga agar Kania mengetahui cintanya dan bagaimana reaksi kania selanjutnya setelah mengetahui cerita yang sebenarnya...???
Cerita halu / cerita Fiksi ☑️
Hiburan di kala senggang ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Dan Ini hanyalah cerita fiksi... Jika ada kesamaan nama, itu hanyalah faktor ketidak sengajaan.
jangan lupa di comen dan di like ya...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Setelah mendengar penjelasan dari OB itu, aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi kakakku itu.
“Haizz... Jadi ini yang membuat sikap mas Angga jutek ?!” gumamku dalam hati sambil melirik ke arah kantor mas Angga
“Ya sudahlah biarkan saja. Pura-pura aja tidak tahu.” Pikirku dalam hati
Aku akhirnya mengerjakan pekerjaanku dan aku pun makan siang bersama mas Angga seperti biasanya. Namun tak banyak yang kami obrolkan.
Namun suatu ketika, aku merasa jenuh dengan pekerjaan ini. Entah sampai kapan aku harus jadi sekretaris dadakannya.
‘tut.. tut.. tut..’ bunyi nada sambung telepon
“Hallo..” ucapku terlebih dahulu ketika telepon diangkat
“Hallo..” jawabnya singkat
“Pak, saya makan siang duluan. Saya ada janji dengan teman buat makan siang bersama.” Ucapku datar
“Ok.” Jawabnya singkat
Begitu mendengar jawaban itu, aku langsung pergi.
“Kania..!” panggil seseorang saat aku sedang duduk sendiri di sebuah rumah makan sederhana
“Ibu Sinta ?!” ucapku terkejut
“Sendirian saja? Mana pak Angga?” tanya Sinta
“Iya sendirian. Pak Angga masih di kantor.” Jawabku
“Oh..” ucapnya
“O ya kania, saya minta maaf ya sama kamu atas sikap saya selama ini. Saya tidak tahu kalau kamu memang benar-benar keluarga Pak Angga dan juga aku tidak tahu kalau kamu itu orang yang sangat dicintai pak Angga.” Ucapnya
“Oh, tidak apa-apa kok.” Ucapku
“Eh tapi tunggu dulu. Tadi barusan bu Sinta bilang kalau saya orang yang dicintai oleh pak Angga?” tanyaku bingung
“Iya. Jadi waktu sebelum saya keluar dari perusahaan, saya penasaran dengan sikap pak Angga ke kamu. Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya langsung padanya dan ternyata jawabannya itu di luar dugaan. Ternyata alasan dia melakukan apapun untuk melindungi kamu itu karena dia sangat mencintai kamu.” Jelas sinta
Seketika aku syok, mendengar penjelasan bu Sinta.
Setelah makan siang dan bertemu serta mendengarkan penjelasan dari bu Sinta, ingin rasanya aku tidak kembali ke kantor itu. Tapi biar bagaimanapun, aku tetap kasihan pada mas Angga karena belum ada sekretaris pengganti.
“Huh..” desahku sambil berjalan masuk kantor
******************************
Tak terasa sudah jam pulang kantor. Hp sengaja aku matikan dan akupun langsung pulang sendiri ke rumah tanpa mas Angga
Sesampainya di rumah, aku langsung mengunci diri di kamar. Aku butuh mencerna semua ucapan yang bu Sinta katakan padaku
******************************
“Bun, kania sudah pulang?” Tanya Angga yang tergesa-gesa
“Sudah dari tadi.” Jawab bunda
“O ya sudah kalau begitu.” Ucap mas Angga sedikit lega
Setelah mengetahui bahwa aku sudah pulang, dia pun langsung bergegas ke kamarku
Ternyata pintu kamarku lupa aku kunci.
‘ceklek..’ suara pintu terbuka
Mas Angga pun langsung masuk ke kamar kania seperti biasa. Tapi entah kenapa tiba-tiba mas Angga mengunci pintunya dari dalam
Setelah mengunci pintu kamar, mas Angga pun langsung mendekatiku yang sudah tertidur pulas. Karena memang saat ini waktu menunjukkan pukul 11 malam dan dia pun pulang dari bertemu klien tanpa di temani olehku. Tapi pada saat mas Angga melihatku yang sedang tertidur pulas seperti ini, keinginannya untuk marah pun berubah.
“Cup..” dia menciumku
Aku yang semula tidur pulas akhirnya terbangun.
“Mas.., apa yang barusan mas lakukan?” tanyaku seketika sambil memegang bibirku
Mas Angga pun terdiam dan hanya melihatku begitu lekat. Mas Angga yang sudah tidak kuat menahan perasaannya selama ini, akhirnya menyerah juga
“Cup..” ditariknya dan diciumnya lagi diriku yang ada dihadapannya itu dengan lembut
Kania yang tadinya memberontak, akhirnya menyerah dan mengikuti permainan ciuman mas Angga. Namun ketika aku merasa bahwa mas Angga sudah lepas kendali, akhirnya aku pun berusaha mendorong sekuat tenaga tubuh mas Angga.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏
makasih ya thor sukses selalu 👍👍
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
tp suka
gak bertele-tele 👍