Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 ~ Wanita buruk rupa ~
Raisa keluar dari dalam rumah menuju tempat dimana Bima menunggunya,dia membuka ponselnya yang sejak tadi berdering ternyata semuanya panggilan dari Bima.
" Mas Bima mau ngomong apa ya,kok kayaknya penting sekali." Ucapnya dalam hati lalu dia menutup kembali ponselnya sambil berjalan lebih cepat.
Beberapa kali Raisa berhenti memeriksa wajahnya di kaca kecil miliknya,dia tersenyum manis saat melihat kulit wajahnya yang semakin mulus menurutnya sejak dia sampai di kota ini.
"Rugi sekali kita hidup kalau hannya mencari uang dan tidak menikmatinya seperti Sarah,dia terlalu bodoh apa gunanya dia mencari uang begitu susah tapi tidak tau bergaya,pantas saja suaminya sedikit nakal kepadaku." Ucapnya dalam hati sambil tersenyum saat mengingat tadi pagi Bima beberapa kali dengan sengaja mengerem sepeda motornya agar dadanya yang montok menyentuh punggungnya.
" Raisa....Aku disini." Tiba-tiba terdengar suara Bima yang memanggilnya dari sebrang jalan,Raisa berlari kecil menyebrangi jalanan lalu menghampiri Bima yang berdiri menunggunya.
"Ada apa mas,kenapa kamu menyuruhku kemari?" Tanya Raisa masih belum mengerti apa tujuan pria itu.
"Kita pergi dari sini,aku akan membawa mu jalan-jalan keliling kota ini." Jawab Bima tanpa rasa sungkan dia menarik tangan Raisa menuju sepeda motornya yang jauh di parkiran.Sejenak Raisa cukup kaget tapi dia hannya diam membuat Bima semakin leluasa.
Mereka meninggalkan tempat itu,Bima membawa Raisa jauh meninggalkan komplek perumahannya dia tidak ingin ada yang menganggunya atau mengenalinya jika mereka hannya duduk disekitaran tempat tinggalnya.
Setelah keliling cukup jauh dan hari sudah mulai gelap,Bima menghentikan sepeda motornya di tempat yang lumayan sepi.
" Mas sebenarnya kamu membawaku jalan-jalan untuk apa? aku mengira ada sesuatu yang penting yang ingin kamu katakan." Ucap Raisa sambil duduk di atas sepeda motor.
"Hmm..Aku hannya bosan saja di rumah,aku bosan melihat tampang jelek istriku,rasanya aku sudah tidak tahan lagi punya istri seperti dia,semakin lama rasanya aku semakin muak melihatnya." Bima mulai curhat kepada Raisa dia bercerita sambil menghela napas panjang.
Raisa tersenyum,rasanya dia tidak tau apa yang harus dia katakan,dia memang juga bingung dengan Sarah yang terlalu berantakan dan bahkan dia jarang sekali mandi padahal kota ini cukup panas.
"Aku juga bingung mas,aku tidak tau harus bilang apa sama kamu_"Belum sempat berbicara banyak Bima langsung menangkap tangan Raisa lalu menatap wajah Raisa dalam-dalam.
"Raisa,jadilah pacarku, jujur saja sejak kehadiran mu di rumah,hari-hariku terasa sangat indah wajahmu selalu menghiasi mimpiku...Aku sangat mencintaimu." Bima langsung mencium punggung tangan Raisa sambil menatap wajah gugup Raisa.
"Tapi mas...._
"Tidak ada tapi Raisa,kamu harus bertanggung jawab atas perasaanku,aku sangat mencintaimu,aku tidak salah mencintaimu sebagai lelaki normal wajar aku jatuh hati kepadamu,yang salah bukan aku tapi Sarah dia wanita yang tidak bisa merawat diri." Bima menyalahkan Sarah untuk mendapat simpati dari Raisa dia sangat berharap Raisa menerima cintanya.
Raisa tersenyum,sebagai seorang wanita dia sangat bangga karena bisa membuat seorang pria dengan mudah jatuh cinta kepadanya dan hal itu akan sangat membuatnya bahagia membuat pria tergila-gila dengannya.
"Tapi mas...Aku takut kalau kak Sarah tau,apalagi dia sudah membantuku dengan memberikan aku pekerjaan." Jawabnya pura-pura polos dan lugu padahal hatinya berteriak bahagia.
"Tidak usah pikiran itu,kita hannya perlu menjaga jarak kalau di rumah,jujur aku sangat jatuh hati padamu."Bima tanpa ragu-ragu memeluk tubuh Raisa hingga hidungnya mencium aroma yang begitu harus dari tubuh Raisa bahkan itu membuat hasratnya meninggi.
"Raisa,kamu sangat menggoda,tubuhmu sangat membuatku tergila-gila." Ucap Bima.Tangannya mulai mengelus punggung Raisa perlahan kedua tangannya menyentuh kedua gunung kembar milik Raisa hingga Raisa tidak bisa menahan desahan dari bibirnya.
" Mas....Jangan,ini tempat umum lebih baik kita pulang,lagian ini sudah malam takutnya Sarah menunggu kita,hari ini dia tidak bekerja." Kata-kata yang keluar dari bibir Raisa semakin membuat Bima tidak tahan tapi karena Raisa sudah melarangnya dengan terpaksa mereka kembali ke rumah.
Bima terlebih dulu pulang ke rumah,saat dia masuk ke dalam rumah dia sudah melihat ibunya duduk di sopa sambil menonton sementara itu Sarah sedang menyiapkan makan malam di dapur.
"Bima kamu dari mana saja? apa kamu melihat Raisa dia sejak sore pergi belum juga kembali ibu takut sesuatu yang buruk terjadi? Wajah Maya tampak cemas,sejak tadi dia menghubungi ponsel Raisa tapi tidak ada jawaban hingga membuatnya khawatir dan mengomel kepada Sarah.
" Aku dari tempat teman bu,aku tidak melihatnya,memangnya dia kemana?" Bima pura-pura tidak tau dia pura-pura polos apalagi Sarah dan kedua putrinya datang menghampiri mereka.
"Katanya tadi mas dia mau jalan-jalan,tapi anehnya dia sudah pergi sejak sore tapi sampai sekarang dia belum kembali.Seharusnya dia menjawab ponselnya agar ibu tidak khawatir seperti ini." Wajah Sarah tampak marah,mungkin dia juga kesal kepada Raisa.
"Sudahlah ngapain kalian sampai khawatir berlebihan,dia sudah besar dan dia juga orang yang bisa membaca dan menulis kali saja dia ada di rumah teman." Di saat yang bersamaan suara pintu terdengar dari luar Raisa masuk ke dalam rumah lalu segera menghampiri Maya.
Sedikit pun tidak ada rasa curiga di hati Sarah melihat Bima dan Raisa kembali hampir bersamaan,dia terlalu polos menjadi wanita,dia telah melihara iblis betina di rumahnya sendiri.
" Raisa...Kamu darimana saja,bibi sangat khawatir bahkan kamu tidak menjawab panggilan bibi." Semula Maya terlihat sangat emosi dan kesal bahkan entah dia sadar atau tidak dia beberapa kali membentak Sarah hannya karena Raisa.Sarah mengira setelah Raisa kembali mertuanya langsung memakinya nyatanya wanita itu hannya bertanya sekilas dan bahkan wajahnya kembali ceria.
"Bibi kamu tau tadi aku bertemu teman sekolahku dulu waktu SMA di Indomaret,dia mengajakku jalan-jalan hingga aku lupa waktu bahkan mengabaikan panggilan bibi." Jawabnya berbohong.
Sarah hannya diam saja,dia terlanjur dengan mertunya yang terlalu perhatian kepada Raisa bahkan mengabaikan perasananya sebagai menantu di rumah itu demi Raisa yang katanya sangat dekat dengannya.
Bima dan Raisa saling menatap saat Sarah dan Maya tidak memperhatikan keduanya dan bahkan dengan liarnya Raisa menggoda Bima dengan memainkan matanya.
" Baiklah kalau begitu,sekarang kita makan malam ibu sudah lapar sekali.Sarah apa kamu sudah menyiapkan makan malam untuk kita?" Tanya mertuanya yang sudah beranjak keluar dari tempat duduknya.
Sarah mengabaikan pertanyaan mertuanya lalu dia segera ke dapur sambil membawa kedua putrinya,kali ini dia sangat kecewa dengan sikap mertunya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu