NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jasad di Kebun Jagung

Saking kencangnya teriakan pemuda itu, Nilan langsung menghilang. Setelah sosok menyeramkan itu menghilang, pemuda bernama Gilang itu terbangun dari tidurnya. Dia mengucek matanya, kemudian menyapu seluruh ruangan.

Apa gue cuma mimpi ya? Gumamnya dalam hati.

Sementara itu, Nilan tidak benar-benar pergi. Hantu wanita itu bersembunyi di balik gorden. Dia masih mengintip Gilang yang masih terlihat bingung.

Karena masih mengantuk, Gilang memutuskan kembali tidur. Baru saja dia merebahkan tubuhnya, Nilan kembali mendekatinya. Dia berdiri di ujung ranjang.

“WHUAAAAA!”

Kembali Gilang berteriak, tetapi kali ini Nilan yang sudah kebal tidak langsung menghilang. Dia tetap berdiri di tempatnya sambil memandangi Gilang yang tampak ketakutan.

Pemuda itu duduk di ranjang sambil memeluk gulingnya. Dia berusaha menutupi wajah dengan guling.

Gilang mengintip dari balik gulingnya dan ternyata makhluk menyeramkan itu masih berada di tempatnya. “Siapa kamu? Pergi! Aku nggak pernah ganggu kamu, pergi!” usir Gilang sambil mengibaskan tangannya.

Nilan tetap berdiri tanpa bergerak. Dia terus menatap Gilang dan semakin membuat pemuda itu ketakutan. Dengan cepat Gilang turun dari ranjang lalu keluar dari kamar, lalu segera mendekati teman-teman satu kosnya yang sedang asyik mabar.

“Kenapa, Lang?” tanya salah satu temannya.

“Di kamar gue ada setan.”

“Yang benar?”

“Iya. Sumpah serem banget mukanya.”

“Kuntilanak?”

“Kayaknya bukan, soalnya nggak pake baju putih panjang kayak di film-film.”

“Masa?”

Salah seorang teman Gilang yang memang pemberani bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kamar Gilang. Begitu dia masuk ke dalam, tidak ada siapa-siapa di dalam kamar. Pemuda itu kembali keluar. “Nggak ada siapa-siapa.”

“Sumpah, tadi ada,” Gilang bersikeras.

“Perasaan elo aja kali.”

“Beneran. Sumpah mukanya seram banget. Kayak habis dipukul pakai apa gitu, darahnya juga banyak. Hiiii ....”

Gilang bergidik sendiri membayangkan kembali wajah hantu yang dilihatnya tadi. “Gue tidur di sini aja bareng kalian, lebih aman.”

Tanpa menunggu jawaban teman-temannya, Gilang langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Karena masih mengantuk, pemuda itu kembali terlelap. Meski suara teman-temannya yang sedang mabar masih terdengar, Gilang tetap tertidur pulas.

Gilang semakin terlelap dalam tidurnya. Wajahnya tanpa sadar menyunggingkan senyuman saat pemuda itu bermimpi foto bareng dengan atlet bola favoritnya.

Sambil melihat ke kamera, Gilang mengangkat jempol tangannya. Terdengar suara shutter kamera mengabadikan gambarnya dengan Erling Haaland. Setelahnya Gilang menoleh ke pemain favorit yang berdiri di sampingnya.

Senyum di wajah Gilang memudar ketika wajah Erling Haaland berubah menjadi sosok hantu wanita yang tadi mengganggunya. Sontak pemuda itu membuka matanya. Dan sekarang hantu wanita itu benar-benar ada di hadapannya.

“WHUAAA!! Kampret! Kenapa lo nongol terus sih!” maki Gilang seraya bangun dari tidurnya.

Pemuda itu melihat sekeliling. Suasana di ruang tengah sudah sepi. Semua temannya yang tadi sedang mabar sudah masuk ke kamar masing-masing.

Kampret tuh anak-anak, bukannya bangunin gue! Sungut Gilang dalam hati. Pemuda itu segera bangkit lalu masuk ke kamarnya.

Baru saja dia berbalik setelah menutup pintu kamar, Nilan sudah berdiri di depannya.

“Ampun gusti … lo kenapa ngintilin gue? Kagak ngaca apa, lo? Muka lo nyeremin tahu! Bikin orang sawan!”

“Tolong aku,” ujar Nilan.

“Gue bukan mbah dukun, sana ke dukun aja kalau minta pertolongan.”

Gilang menuju ranjangnya kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di sana. Jam digital di layar ponsel menunjukkan pukul 05.35. Buru-buru dia masuk ke kamar mandi. Takut terlewat shalat shubuh.

Gilang mengembuskan napas lega. Setelah selesai shalat shubuh, hantu menyeramkan itu sudah tidak berada di kamarnya.

Pemuda itu kembali ke ranjangnya lalu membaringkan tubuhnya lagi. Baru sekitar lima menit berbaring, Nilan kembali muncul.

“Tolong aku,” pintanya lagi.

“Buset, hantu emangnya kagak ada jam kerja? Matahari udah mau nongol, kenapa lo masih bebas berkeliaran?” kesal Gilang.

“Tolong aku. Sampai kamu mau menolongku, aku akan terus mengikutimu.”

“Minta tolong apaan sih?”

“Aku ini korban pembunuhan. Tolong temukan mayatku. Jangan biarkan mayatku kedinginan di sana.”

“Kalau kamu korban pembunuhan, ngapain juga datangin aku. Sana ke kantor polisi!”

“Kalau aku bisa, aku akan langsung ke sana. Tapi di sana nggak ada yang bisa lihat aku. Cuma kamu yang bisa bantu aku. Tolong ….”

Nilan menangkupkan kedua tangannya. Di balik wajah menyeramkannya, bisa Gilang lihat tatapan sendu dan memohon hantu wanita itu. Karena tak tega, akhirnya Gilang setuju untuk membantunya.

“Oke, tapi gue mandi dulu. Lo jangan ikut gue ke kamar mandi. Gue masih perjaka nih!”

Nilan hanya memutar bola matanya saja mendengar cerocosan Gilang. Pemuda itu segera masuk ke kamar mandi dengan handuk tersampir di bahunya.

***

Dua jam kemudian Gilang dan Nilan sudah berada di depan kantor Polsek. Nilan sudah memberitahukan di mana dirinya dibunuh. Lokasinya berada di daerah dekat rumahnya. Dan sekarang keduanya sudah berada di kantor Polsek yang menaungi daerah di mana Nilan tinggal.

Gilang segera mendekati meja petugas piket. “Pagi, Pak.”

“Pagi. Ada perlu apa, Dek?”

“Ehm … gini, Pak. S-Saya mau melaporkan kasus pembunuhan.”

“Pembunuhan?” petugas itu terkejut sekaligus heran mendengar pengakuan pemuda di depannya.

Sejenak dia memandangi Gilang dari atas sampai bawah sebelum akhinya dia memandu pemuda itu ke rekannya yang berada di dalam.

“Anak ini mau melaporkan kasus pembunuhan,” ujar petugas itu pada rekannya.

“Pembunuhan di mana?”

“Kejadiannya di kebun jagung yang ada di desa Ciasem.”

“Desa Ciasem yang ada di dekat sini?” tanya sang petugas memastikan.

“Iya, Pak.”

“Siapa nama korbannya?”

Gilang refleks melihat pada Nilan yang berdiri di sampingnya. Sejak pertama bertemu, hantu wanita itu belum menyebutkan namanya sama sekali.

“Nilan Sari,” jawab Nilan.

“Namanya Nilan Sari, Pak. Dia tinggal di Desa Ciasem.”

“Kapan kejadiannya?”

“Tadi malam, Pak.”

“Dari mana kamu tahu soal ini?”

“Arwah Nilan yang datang menemui saya, Pak.”

Petugas polisi itu berhenti mendokumentasikan semua yang dikatakan Gilang setelah mengetahui sumber berita pembunuhan tersebut.

“Kamu jangan main-main, ya!”

“Saya nggak bohong, Pak. Tolong dilihat dulu di lokasi yang saya sebut tadi. Tolong, Pak. Saya nggak mau diikuti dia terus,” Gilang melirik pada Nilan yang masih berada di sampingnya.

Sang petugas berunding sebentar sebelum akhirnya mereka memutuskan memeriksa lokasi yang disebutkan Gilang.

Menggunakan mobil patroli, dua petugas segera menuju lokasi di mana jasad Nilan berada. Gilang juga diminta untuk ikut.

Tidak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di lokasi. Lewat arahan Nilan, Gilang membawa dua petugas polisi tersebut ke lokasi pembunuhan.

Mereka berjalan cukup jauh memasuki kebun jagung hingga akhirnya tiba di lokasi. Jasad Nilan masih terbujur kaku dengan posisi meringkuk seperti bayi.

Melihat kondisi Nilan, perut Gilang langsung bergejolak. Dia segera memuntahkan isi perutnya.

Sang petugas segera menghubungi satuan reskrim. Mereka pun segera membuat garis pembatas di sekitar TKP. Salah satu petugas bicara pada rekannya.

“Awasi anak itu, jangan sampai kabur. Bisa jadi dia adalah pembunuhnya.”

***

Yang teriak bukan Nino atau Asep ya😂

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!