NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Bab 33 - Tawaran Kerja

"Nak, kamu orang baik. Tolong jaga Nisa saya."

Tangan Pak Hasan terasa kurus dan panas di telapak Raka.

Raka tidak langsung menjawab. Di samping ranjang, Nisa menunduk dengan mata merah, sementara ibunya mengusap ujung kerudung berkali-kali. Permintaan itu terdengar sederhana, tetapi Raka tahu bobotnya. Seorang ayah yang sakit tidak sedang meminta uang. Ia sedang menitipkan ketakutan terakhirnya: bagaimana jika suatu hari ia tidak mampu lagi berdiri di depan anaknya?

"Pak Hasan," kata Raka pelan, "saya tidak akan menjanjikan hal yang berlebihan. Tapi kalau Nisa mau bekerja, saya akan beri kesempatan yang layak. Dia tetap harus berjalan dengan kakinya sendiri."

Pak Hasan mengangguk, air mata turun pelan. "Itu cukup, Nak."

Nisa mengusap wajah cepat-cepat. "Pak, saya benar-benar mau kerja. Tapi saya takut tidak bisa."

"Takut itu normal," kata Raka. "Yang tidak normal adalah menyerah sebelum belajar."

Tiga hari kemudian, setelah kondisi Pak Hasan stabil dan dokter memberi jadwal kontrol, Nisa datang ke kantor Garuda Shield.

Ia memakai kemeja putih sederhana, rok hitam, dan sepatu yang sudah disemir berkali-kali agar tampak baru. Rambutnya rapi di balik kerudung warna krem. Di tangannya ada map plastik bening berisi fotokopi KTP, ijazah terakhir, surat keterangan domisili, dan beberapa sertifikat kursus pendek yang sudah agak lecek.

Di lobi, ia berhenti satu detik terlalu lama.

Kantor Garuda Shield tidak semewah villa Raka, tetapi bagi Nisa yang terbiasa warung, jalan basah, dan antrean rumah sakit, meja resepsionis bersih, papan logo, seragam staf, dan suara printer sudah terasa seperti dunia lain.

Adi menemui Nisa bersama Raka di ruang rapat kecil.

"Nisa," kata Adi, "posisi awalmu administrasi trainee. Bukan sekretaris pribadi Bos, bukan orang khusus yang boleh melompati aturan. Kamu akan belajar input data, arsip kontrak, jadwal meeting, dan dasar pelayanan klien. Tiga bulan probation. Gaji jelas. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan kita urus sesuai prosedur."

Nisa menggenggam mapnya. "Saya siap, Pak Adi."

"Kalau tidak paham, tanya. Kalau salah, lapor. Kalau ada yang menyuruh hal aneh, catat dan sampaikan."

"Iya, Pak."

Ketika Adi menyebut angka gaji dan fasilitas resmi, mata Nisa sempat berkaca-kaca. Jumlahnya belum membuatnya kaya. Untuk pertama kalinya, hidupnya punya tanggal pembayaran yang jelas.

Raka menambahkan, "Kamu tidak perlu membuktikan semuanya dalam satu hari."

Nisa menatapnya sebentar, lalu menunduk. "Tapi saya tidak mau mengecewakan, Pak."

"Kalau begitu mulai dari hal kecil. Tepat waktu. Teliti. Jujur."

Hari pertama Nisa tidak gemilang.

Ia salah menyimpan satu file digital, lupa format nomor surat, dan hampir mengirim jadwal meeting ke grup yang salah. Wajahnya pucat setiap kali Adi mengoreksi. Tetapi ia tidak membela diri. Ia menulis semua kesalahan di buku catatan kecil, memberi tanda merah, lalu mengulang tugas sampai benar.

Garuda Shield punya aturan administrasi yang lebih ketat daripada yang Nisa bayangkan. Setiap kontrak harus punya nomor versi. Setiap bukti pembayaran dipisah antara biaya operasional, pajak, vendor, dan reimburse. Setiap jadwal pengawalan harus cocok dengan surat tugas. Jika satu tanggal salah, anggota lapangan bisa datang ke tempat yang salah. Jika satu nama klien tertukar, laporan hukum bisa kehilangan kekuatan.

Adi tidak melembutkan standar hanya karena Nisa baru.

"Kalau kamu salah bikin kopi, orang cuma cemberut," katanya saat mengajari format arsip. "Kalau kamu salah arsip bukti ancaman, klien bisa rugi dan perusahaan bisa diserang balik."

Nisa menelan ludah. "Berarti pekerjaan admin juga bagian dari keamanan, Pak?"

"Akhirnya kamu paham."

Kalimat itu membuat Nisa duduk lebih tegak. Selama ini ia mengira pekerjaan penting selalu terlihat gagah: seragam, radio, kendaraan operasional. Baru hari itu ia mengerti bahwa kertas rapi juga bisa melindungi orang. Spreadsheet yang benar bisa membuat preman tidak punya ruang berbohong. Tanda terima yang lengkap bisa membuat tuduhan palsu runtuh.

Hari kedua, ia datang tiga puluh menit lebih awal.

Hari ketiga, ia sudah hafal nama beberapa klien, nomor kontrak aktif, dan letak arsip Pak Yanto tanpa perlu ditanya dua kali.

Beberapa staf mulai memperhatikan.

Di pantry, dua karyawan administrasi berbisik ketika Nisa sedang mencuci gelas.

"Itu yang dibawa langsung Pak Raka, kan?"

"Katanya dulu kurir makanan."

"Enak ya, sekali antar makanan ke orang kaya langsung kerja kantor."

Sendok di tangan Nisa berhenti sebentar.

Ia bisa saja marah. Ia bisa saja menangis di toilet. Tetapi ia hanya membilas gelas sampai bersih, mengeringkannya, lalu kembali ke meja. Setelah itu, ia meminta tambahan tugas scan dokumen lama yang selama ini menumpuk karena semua orang malas mengerjakannya.

Sore hari, Adi menemukan rak arsip yang tadinya berantakan sudah dipilah berdasarkan klien, tanggal kontrak, jenis layanan, dan status pembayaran.

"Kamu yang rapikan?" tanya Adi.

Nisa berdiri gugup. "Iya, Pak. Maaf kalau formatnya belum sesuai. Saya buat daftar dulu supaya mudah dicek."

Adi membuka file spreadsheet. Ada kolom nomor dokumen, nama klien, tanggal, PIC, status, dan catatan risiko. Tidak sempurna, tetapi jauh lebih baik daripada tumpukan lama.

Adi melirik Raka yang baru masuk.

"Bos," katanya, "anak ini kalau diberi laptop dan waktu, bisa membuat dosa administrasi kita kelihatan semua."

Nisa panik. "Pak, saya salah?"

Raka tersenyum. "Itu pujian versi Adi."

Untuk pertama kalinya sejak masuk kantor, Nisa tertawa kecil.

Raka tidak memanjakannya. Ia tidak memberi ruang khusus, tidak mengumumkan bahwa Nisa orang pilihannya, dan tidak memotong proses. Justru karena itu, perlahan-lahan staf lain mulai mengubah cara melihat. Gadis yang mereka kira hanya "dibawa bos" ternyata mau duduk paling akhir untuk memastikan invoice tidak tertukar.

Pada akhir minggu pertama, Nisa dipercaya menyiapkan paket dokumen audit untuk calon klien baru.

Ia sedang menyusun map di ruang arsip ketika mendengar dua staf operasional berbicara di koridor.

"Katanya orang Kevin masih tanya-tanya soal Bos."

"Iya. Ada yang cari tahu keluarga, mantan istri, proyek, rekening perusahaan. Jangan-jangan mereka mau bikin masalah lagi."

Tangan Nisa berhenti di atas dokumen.

Nama Kevin pernah ia dengar dari Yuli dan Adi secara samar. Ia tidak tahu detailnya, tetapi dari nada orang-orang kantor, nama itu bukan sekadar gosip. Ia menunggu sampai koridor sepi, lalu mengambil map yang sedang ia susun.

Ia ragu satu detik.

Kalau ia melapor, mungkin orang akan menganggapnya sok tahu. Kalau ia diam dan sesuatu terjadi, ia akan menyesal.

Nisa memilih berjalan.

Ia mengetuk pintu ruang Raka, napasnya agak cepat.

Nisa masuk ke ruang Raka sambil memegang map tipis. "Pak, saya dengar nama Kevin disebut lagi."

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!