Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 11
Akhza berjalan keluar dari kamar hotel menuju restoran yang ada di dalam hotel. Ia harus mencoba daging lainnya selain daging ayam. Dan pilihannya adalah daging sapi.
Ia memilih hot plate steik dengan well dan alias matang sempurna. " Mungkin kalau dalam kondisi panas dan masuk mulut hangat rasanya bisa diterima oleh perut," gumam Akhza lirih sambil menunggu pesanannya datang.
15 menit berlalu, ia mendapatkan daging steik yang dia inginkan. Melihatnya, Akhza sedikit merasa ngeri. Tapi aromanya lumayan membuatnya merasa berselera.
" Bismillah, semoga apa yang menjadi ikhtiarku diterima oleh Allaah. Rabb aku tidak ingin pernikahanku berakhir, aku hanya ingin Airin menjadi satu untuk selamanya di hidupku. Aamiin."
Sambil memejam kan matanya Akhza menyuapkan satu potongan steik ke mulutnya. Ia secara perlahan menguyah daging tersebut. Akhza membuka mulutnya, steik tersebut rupanya cocok di mulutnya tidak seperti olahan daging ayam yang ia makan di kamar hotel tadi. Lambat tapi pasti Akhza menikmati makanannya dan habis tidak bersisa.
Billy yang baru saja menuju restoran untuk makan setelah pulang dari kantor cabang merasa sedikit terkejut dengan apa yang dimakan sang bos. Hot plate yang ada di depan Akhza jelas menunjukkan bos nya itu makan daging. Billy tentu tahu bahwa Akhza adalah pemakan sayur dan buah.
" Bos makan daging?" tanya Billy penasaran.
" Eh kau Bil, he eh. Nyoba, dah lima tahunan nggak nyentuh protein hewani ini tapi dan ternyata lumayan enak juga. Sepertinya harus menyeimbangkan gizi."
Billy hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tentu tidka paham apa yang dikatakan oleh sang bos. Tapi Billy tak mau ambil pusing, dia ikut sennag saja jika sekarang sang boa sudah jadi pemakan segala. Otomatis dia tidak repot saat disuruh mencarikan makan jika pergi ke luar kota begini.
" Lalu apakah sudah mau ayam goreng?"
" No Bill, nggak bisa tadi nyoba makan eneg jatuhnya keluar lagi."
Mata Billy membulat sempurna mendengar penuturan sang bos. " Lahir dari sendok emas mah beda. Daging ge maunya yang sapi," gumam Billy.
Pletak
Sebuah sentilan didapat Billy di keningnya dari Akhza. Tatapan tajam dilayangkan eh Akhza membuat Billy hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi-gigi nya. Rupanya Akhza mendengar gumaman Billy tentang dirinya. Ya iyalah secara Billy ngomongnya di depan Akhza tepat.
" Nggak gitu juga kampret. Ane kan lagi mau nyoba lagi makan daging. Dan ternyata yang masuk itu daging sapi."
" Iye iye bos nggak usah ngegas gitu apa. Buset dah ah sensi amat."
Billy jika hanya berdua begini dengan Akhza atau Abra maka kan berbicara santai dengan bahasa non formal. Akhza dna Abra yang meminta, ia tidka ingin Billy berlaku kaku kepada mereka berdua. Dan sebenarnya Billy merupakan teman yang enak untuk diajak berbicara juga sharing.
" Gimana tadi di perusahaan Bill? Apa Anita mau mengaku?"
" Tidak kak, wanita itu tetap kukuh mengatakan bahwa dirinya terlibat. Bahkan dia bisa mendatangkan saksi serta bukti."
Akhza terdiam sejenak. Rupanya ada yang mau bermain dengan dirinya, tentu itu tidak akan mudah. Akhza tidak akan tinggal diam, tapi dia juga tidak akan gegabah.
" Kita biarkan saja dulu. Besok keluarkan surat pemberhentian bagi yang jelas melajukan pelanggaran. Tarik semua fasilitas perusahaan yang diberikan."
" Siap kak."
🍀🍀🍀
Keesokan harinya Billy melaksanakan perintah Akhza. Dia membuat surat pemutusan hubungan kerja dan langsung diberikan kepada orang yang melakukan pelanggaran terhadap perusahaan.
Tidak ada toleransi yang diberikan oleh Akhza karena perbuatan yang dilakukan orang itu sungguh sudah diluar batas kewajaran. Maka dari itu Akhza mengambil keputusan untuk memecat. Biasanya Akhza akan berbelas kasih, tapi kali ini tidak.
Total 3 orang yang mendapatkan surat pemecatan. Dan ketiga orang tersebut diam tanpa melwan sama sekali. Tampaknya mereka pasrah dengan keputusan pimpinan perusahaan pusat.
" Lihat kan Pak Akhza saya memang terbukti tidak terlibat dan yang dilakukan oleh 3 orang tersebut sungguh diluar pengetahuan saya."
Anita sungguh merasa percaya diri saat ini karena dia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah. Akan tetapi Akhza tidak serta merta percaya. Ia sudah punya rencana lain untuk wanita tersebut.
" Baiklah Bu Anita, saya percaya dengan apa yang Anda katakan. Tapi jika ini terjadi lagi maka saya tidak akan mentolerir Anda. Bagaimanapun Anda adalah pimpinan di kantor cabang ini maka apapun yang terjadi Anda harus bertanggung jawab. Baiklah, saya rasa semuanya cukup sampai di sini. Jika kejadian ini terulang kembali maka saya akan melakukan perombakan besar-besaran di kantor ini. Selamat pagi."
Akhza langsung keluar dari ruang rapat dan bersiap ke bandara. Semua karyawan di kantor cabang kota K menghembuskan nafas penuh kelegaan mengetahui Akhza akan langsung kembali ke Kota J.
" Gilaa, ternyata Pak Akhza nggak kalah serem dari Pak Abra."
" Iya, setuju. Kelihatannya diem, cool gitu tapi sekalinya marah buseet nakutin."
Bisik-bisik karyawan itu sampai juga di telinga Anita. Ia setuju dengan kedua karyawannya yang berbicara itu. Anita pikir AKhza akan lebih mudah dihadapi ketimbang Abra tapi ternyata di salah.
" Syukurlah dia nggak lama-lama di sini jadi semuanya aman," gumam Anita lirih sambil berlalu ke ruangan presdir miliknya.
Tanpa Anita ketahui bahwa ada yang memperhatikan dirinya. Orang tersebut kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
" Benar bos, dia memnag mencurigakan."
" Tetap awasi, tugas barumu adalah mengawasi gerak-gerik Anita dan melaporkan kepadaku."
" Siap bos laksanakan."
Seseorang itu memasukkan ponselnya kembali di saku jas miliknya dan langsung kembali ke ruangannya. Di sisi lain orang yang tengah berada di mobil itu menyeringai.
" Apa memang harus menunggu kak?"
" Iya Bill, kita harus main cantik untuk mengungkapkan perbuatan buruk wanita itu. Aku yakin orang yang kita pecat itu adalah anak buahnya. Dan mereka sudah di tutup mulutnya oleh Anita. Tidak mungkin kecurangan sebesar itu Anita tidak tahu. Ia pasti berperan besar di dalamnya."
Billy mengangguk paham dengan apa yang diucapkan oleh Akhza. Kemampuan analisa Akhza sungguh luar biasa. Hal itu tidak lepas dari pengejaran Rama dan pastinya abang nya Kai. Kai selalu memberi adik-adiknya sebuah kasus yang harus mereka pecahkan.
BUkan hanya itu kemampuan Akhza dalam meretas juga tidak bisa diremehkan. Tentunya sebelum ia terjun ke kantor cabang sebelumnya Akhza dan Abra sudah memeriksa semuanya sehingga urusan jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.
" Saatnya pulang untuk menemui istri. Ai aku sungguh merindukanmu. Nanti kita coba lagi apa yang tertunda. Memang belum nyata hasilnya tapi aku tetap ingin mencobanya. Auch... kok tiba-tiba sakit sih perut."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor