Alika adalah seorang anak perempuan yg sangat tangguh dan kuat.. Alika seorang anak hasil perkosaan dari sepupuan satu keluarga.. Ibunda alika adalah seorang wanita cantik bunga desa yang disukai oleh banyak pria.. Hanya saja nasib malang menimpanya saat malam disaat semuanya sedang pergi ke acara undangan pernikahan dirumah hanya tinggal seorang wanita dan pria berdua saja.. Ibunda alika bernama Ema Sodara sepupu Ema bernama Zhali Zhali sangat menyukai ema dari dulu.. Karena meraka hanya berdua saja dirumah zhali punya fikiran ingin memiliki ema.. Akhirnya malam yang cekam itupun membuat zhali khilaf telah memperkosa ema.. Setelah beberapa bulan perut ema semakin membesar tanpa dirinya sadari karna ema wanita yang sangat polos dan lugu hingga dia tidak tau dirinya sedang berbadan dua..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NENEK MENINGGAL DUNIA
Disaat kebahagiaan alika yang mendapatkan pekerjaan di ujung dunia sana,Berbeda dengan keadaan dirumah kakek alika,Dengan kondisi kakek yang semakin membaik karna sudah mulai menerima kepergian alika,Namun berbeda dengan kondisi nenek yang semakin memburuk,Nenek terkena liver dan gagal ginjal,ia harus bolak balik rumah sakit untuk cuci darah seminggu sekali,Namun karna terpentok biaya yg sangat besar cuci darah setiap minggu pun tak pernah dilakukan lagi,Ini semua karna permintaan nenek sendiri,tidak tega melihat kakek yang sedikit demi sedikit menjual beberapa perabotan dirumahnya itu,Kakek semakin bingung harus bagaimana, Karna sudah tak melakukan cuci darah kondisi nenek semakin parah,Tak berselang lama nenek akhirnya sedang dalam proses kematian nya.
Ema: "Maaah! Mamah! Mamah kenapa? Thoolliib..Thoolliib.."
Hamid: "Ada apa kak? Kenapa kaka teriak teriak?"
Ema: "Hamid,Ini mamah kenapa?"
Hamid yang melihatnya juga ikut panik,dia langsung berlari memanggil kakek dan tholib,hamid yang berlari kencang tak memperdulikan keadaan disekitar nya.
Hamid: "Abbaah Lihat mama kenapa?"
Kakek: "Ada apa hamid,Kamu seperti orang dikerjar Brimob saja.Ada apaa? Bicara dulu."
Hamid: "Mamah bah! Mamah sedang sakaratul maut!"
Kakek: "Innanillahi wainnailaihi roji'un Kenapa tidak bilang daritadi! Panggil Tholib ditempat game sekarang!"
Hamid akhirnya berlari kesamping rumahnya,Tholib yang melihat hamid ngos ngosan pun terkejut dan panik.
Hamid: "Bang Mamah bang,Mamah!"
Tholib: "Mamah kenapa? Ini minum dulu!"
Hamid: "Mamah sedang sakaratul maut! "
Tholib: "Yaa Allah Yaa robbi Yaa Kariim!"
"Tholib yang mendengar nya langsung lari meninggalkan game begitu saja,Hamid yanv sudah lelah berlari akhirnya mengikuti tholib yang sedang berlari ke kamar nenek,Dan ternyata sudah ada isak tangis dari ema naswa anindia dan kakek,Tholib yang baru sampai dikamar nenek langsung naik ke atas kasur disamping neneknya berbaring lalu membimbing neneknya untuk mengucap takbir dan istighfar,Tak berselang lama setelah tholib membimbing nenek,Akhirnya nenekpun menghembuskan nafas trakhirnya,Kakek yang sedang membaca surat yasin menghentikan bacaan nya,Yanb lain semakin menjerit karna nenek sudah tiada,Kakek yanv berusaha tegar dan ikhlas hanya meneteskan air matanya,Tholib pun ikut larut dalam suasana.
Kakek: "Suddaah jangan ada yang menangis,Ikhlaskan mama kalian, Jangan meratapinya,Kasian mama mu,Sudah sudah berusahalah untuk sabar dan ikhlas,Doakan mamamu bisa tenang di alam nya,Baiklah ayo semuanya baca ayat alqur'an yang kalian hafal saja,Baca dikhususkan untuk mama kalian, Abah mau ke pak rt dulu untuk memberi pengumuman bahwa mama sudah tiada."
Tholib: "Abbah biar tholib saja yang kerumah pak rt,Aku tau abah tak kuasa menahan rasa sakit,duduklah disamping mama,temani mama disaat terakhir."
Kakek pun tak kuasa menahan tangis nya,Tiba tiba langsung memeluk tholib dengan eratnya sambil mengutarakan isi hatinya.
Kakek: "Tholib,Mamamu sudah meninggalkan abah sendirian disini."
Tholib: "Sabar bah,Masih ada aku dan ema juga anak abah yang lain nya,Abah tidak sendirian disini,Kita semua akan selalu menemani abah."
Abah tak kuasa menahan tangis nya,Setelah puas menangis dipelukan tholib abah sudah sedikit tenang,Tholib menyuruh abah duduk di samping istrinya yang masih terbaring diatas kasurnya.
Tholib: "Abah duduk saja disini jangan kemana mana,Aku kerumah pak rt dulu,Setelah itu akan menutup game dan membereskan ruang tamu agar para pelayat bisa duduk dengan bebas."
Kakek: "Yaa baiklah,Kamu jangan terlalu capek ya."
Tholib: Iyaa abah tenang saja,Aku pergi dulu,Kak Ema! Temani abah!"
Ema: "Biar naswa saja yang temani abah,aku juga harus membereskan ruang tengah dan menerima tamu yanv melayat."
Tholib: "Baiklah,naswa kamu disini saja temani abah,Jangan kemana mana sebelum ada yang datang kemari,Kamu paham!"
Tholib pun bergegas kerumah pak rt dan membereskan rumahnya juga game yang harus tutup mendadak,Kesibukan dirumah kakek membuat semuanya tidak ada yang bisa tidur meskipun hari sudah menunjukan jam satu malam,Namun berbeda dengan keadaan alika diperantauan,Alika yang mempunyai ikatan batin dengan neneknya tiba tiba dadanya terasa sesak,Nafasnya sangat berat dan airmata terus membanjiri wajah cantik nya itu,tapi alika tidak tau kenapa tiba tiba dia seperti itu,Alika akhirnya keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Ibrahim,Ibrahim sangat terkejut ketika ada yang mengetuk pintu kamar nya ditengah malam begini, Ibrahim akhirnya beranjak dari kasurnya dan membuka pintu kamarnya,Ibrahim dibuat kaget bukan kepalang saat melihat alika yang wajahnya sudah merah padam dan nafas nya yang seakan berat sekali dengan mata merah yang meneteskan airmata."
Ibrahim: "Alika! Yaa allah Kamu kenapa Alikaa!"
Alika sudah tak mampu untuk bicara,Alika hanya meremas dadanya sendiri yang terasa sakit dengan nafas ter engah engah.
Ibrahim: "Ineeem! Ineeem! Adduuh gimana ini?"
Ibrahim yang panik langsung membopong tubuh alika turun kebawah Dengan terburu buru ibrahim meletakkan alika diatas kursi ruang keluarga dan membaringkan nya.
Ibrahim: "Alikaa dengar,Kamu tunggu disini yahh,Aku akan menyiapkan mobil dulu untuk bawa kamu kerumah sakit, Tunggu sebentar!"
Ibrahim berlari ke belakang untuk mengetuk kamar inem dan parjo,kamar supir bersebelahan dengan inem,Dengan sangat keras ibrahim mengetuk kamar mereka,Sehingga inem dan parjo sangat dibuat terkejut karna ulah bos nya itu.
"TOK TOK TOK TOK TOK"
Ibrahim: "Ineeem! Bangun ineem! Parjoo ayoo banguun! Antarkan aku ke rumah sakit sekarang juga siapkan mobil!"
Parjo: Iyaa iyaa tuan tunggu sebentaar! Adduuuh ada apa sih ini,Tidak bisa apah melihat orang istirahat! Huuuff nasib jadi supir yaa begini!"
Inem dan parjo baru membuka pintu kamarnya dan menghampiri tuan nya diruang keluarga.
Inem: "Ada apa tuan?!"
Ibrahim: "Lama sekali kamu keluarnya! Siapkan baju alika yang ada dikamarnya,Lalu ayoo ikut aku kerumah sakit sekarang!"
Inem: "Memang nya siapa yang sakit tuan?!"
Ibrahim: "SUDAH JANGAN BANYAK TANYA! LAKUKAN PERINTAH SAYA SEKARANG JUGA!!"
Inem: "Mmm iyaa tuan iyaa saya lakukan sekarang!"
Inem langsung lari ke atas ke kamar alika menyiapkan pakaian alika yang akan dibawa kerumah sakit,Begitu juga parjo yang sudah mengeluarkan mobilnya dari garasi,Ibrahim juga telah membopong tubuh alika untuk menuju mobil.
Ibrahim: "Ineeem cepetaan! Aah kamu itu lelet sekali seperti keong selokan!"
Inem: "Iyya tuaan sebentar,Adduuh rumah tuan muda sangat besar sekali,Aku berlari terlalu jauh untuk kakiku yang sudah tua ini rasanya ngilu tuan!"
Ibrahim:"Sudah kamu jangan banyak bicara! Duduk dikursi depan sama parjo! Ayo parjo jalan! Kita kerumah sakit!"
Parjo: "Iyaa tuan."
Mobil melaju dengan kencangnya sesuai perintah ibrahim, Alika yanh semakin tak kuasa menahan sakitnya sesak didada semakin heran dengan kondisi dirinya sendiri,pikiran alika melayang memikirkan dirinya kenapa tiba tiba seperti ini,Tak lama mereka sudah sampai diparkiran rumah sakit,Tanpa aba aba ibrahim langsung turun sambil membopong tubuh alika ke dalam rumah sakit,Sambil triak ibrahim yang panik memanggil suster dirumah sakit itu.
Ibrahim: "Susteer! Susteer! Tolong priksa dia sekarang juga! Segera suster!"
Suster dan perawat dirumah sakit itu langsung berlari membawa alika ke ruang gawat darurat,Dokter yang berjaga juga langsung berlari menuju ruang gawat darurat,Namun ibrahim yang ikut panik ingin memasuki ruang itu namun ditahan oleh suster.
Suster: "Maaf pak,Bapak tidak boleh masuk,Tunggu diluar kami akan menangani pasien dulu didalam!"
Ibrahim: "Tapi sus dia membutuhkan saya!"
Suster: "Bapak bisa dengar saya?! Tunggu diluar pak!"
Ibrahim akhirnya menuruti perintah suster itu untuk menunggu diluar,dengan paniknya ibrahim selalu mondar mandir di depan pintu ruangan,Inem dan parjo bingung melihat bos nya yang panik itu,namun tanpa sadar ibrahim masih mengenakan piama tanpa berganti baju dulu sebelum pergi kerumah sakit, Saking paniknya ibrahim tidak memperdulikan penampilan nya,tak berselang lama dokter keluar dari ruangan dengan sangat khawatir ibrahim menghampiri dokter.
Ibrahim: "Bagaimana keadaan istri saya dok?"
Dokter: "Istri bapak baik baik saja,dia hanya mengalami penurunan imun,atau mungkin dia sangat merindukan seseorang,Karna setelah semuanya stabil dia selalu memanggil neneknya tanpa henti."
Ibrahim: "Apakah saya sudah bisa melihat keadaan nya dok?"
Dokter: "Untuk saat ini biarkan pasien sendiri dulu sampai esok pagi,Jika keadaan nya semakin baik pasien akan dipindahkan keruang rawat,Bapak berdoa saja yang terbaik."
Ibrahim: "Trimakasih dok."
Dokter: "Sama sama,Baiklah kalo begitu saya permisi dulu."
Ibrahim: "Silahkan dok."
Ibrahim sangat lega karna alika tidak ada sakit yang serius Ibrahim akhirnya duduk dikursi,Tanpa sadar ada dua orang yang melihat dirinya daritadi,Inem dan parjo dibuat bingung dengan tingkah bosnya yang menyebut alika adalah sebagai istrinya,inem berfikir bosnya itu menyukai alika,Sedangkan parjo berfikir bos nya hanya keceplosan saja karna panik,tak berselang lama Inem membuka suaranya.
Inem: "Tuan Apakah saya boleh pulang?"
Ibrahim terkejut ternyata ia membawa art nya itu kerumahsakit,setelah menyadari keadaan sekitar ibrahim mulai bisa berfikir dengan kepala dingin.
Ibrahim: "Aah iyaa,Aku lupa kamu ada disini inem,Ooh iyaa mana baju alika?"
Inem: "Ini tuan sudah saya siapkan semua,Bahkan pakaian dalamnya juga sudah saya bawakan."
Ibrahim: "Mmm baiklah,Kamu dan parjo boleh pulang,Dan ingat pagi pagi sekali kamu harus kesini lagi bawakan pakaian ku untuk tidur dan Pakaian kerjaku dilemari tengah khusus,Bawakan setelan baju kantor yang warna putih coklat dan navi,jangan lupa sepatu dan parfum,Oohh iyaa bawakan juga handuk dan peralatan mandi yaa."
Inem: "Memang nya tuan tidak pulang?"
Ibrahim: "Tidak! Aku akan menjaga alika sampai dia benar benar diperbolehkan pulang,Ingat hpmu harus selalu aktif,Jika saat aku butuh kamu orang pertama yang saya hubungi!!"
Inem: baik tuan,apakah tuan ingin dibawakan makanan setiap jam makan?"
Ibrahim: "Tidak usah! Kamu masak saja untuk orang yanv ada dirumah,jika ada orang kantor mencariku bilang saja bahwa aku dirumah sakit dan beritau ruangan nya kecuali sherly, Tolong jangan sampai sherly tau aku ada disini,Bilang saja aku sedang rapat mendadak diluar negri,Paham maksud sayaa!!"
Inem: "Baik tuan,Kalo begitu saya permisi dulu."
Ibrahim: "Uaahhh hati hati,Mmm parjo,Kamu harus selalu antar inem kemanapun inem pergi yaah,Karna itu perintahku!"
Parjo: "Siap tuan,Kami permisi dulu."
Ibrahim: "Yaah hati hati."
Ibrahim yang sudah lega mendengar kondisi alika dia menunggu diruang tunggu dengan setia,Namun tidak dirumah kakek zhafar,Semua orang telah sibuk dengan pekerjaan masing masing,Namun kakek dengan setia duduk disamping nenek sambil terus memandang wajahnya,sambil memandang wajahnya kakek tak hentinya berbicara pada istrinya yang sudah setia menemaninya sampai usia mereka setua ini.
Kakek: "Khalifah,Trimakasih selama ini kamu sudah setia menemaniku sampai nafas trakhirmu,Tenang lah disana,Suatu saat aku akan datang menemuimu dialam barzah,Khalifah, Aku pasti akan selalu merindukanmu,Kenapa kamu pergi sendirian tanpa membawaku pergi bersamamu khalifah."
Kakek selalu berbicara dengan apa yang ingin ia utarakan, Kakek tak bisa menahan airmatanya yang selalu menetes,Tak terasa hari sudah pagi,Nenek khalifah pun sudah selesai dimandikan dan akan dikuburkan jam delapan pagi,Semua larut dalam kesedihan nya ditinggalkan oleh nenek khalifah,rumah kakek semakin ramai dengan banyaknya para pelayat yang bergantian keluar masuk untuk melihat jenasah,Waktu sudah pukul jam delapan pagi,Saat nya nenek khalifah dibawa ke pemakaman,Kakek,Tholib dan hamid juga ikut ke pemakaman, Namun tidak bagi kaum perempuan, Ema,naswa dan anindia tetap berada dirumah tidak ikut ke pemakaman,Karna wanita tidak boleh ikut serta saat proses pemakaman,Setelah jenasah dibawa isak tangis keluarga dirumah semakin pecah,Sodara yang melihat hanya bisa menguatkan dan sekalian pamit untuk pulang,Berpindah ke dalam kondisi alika dirumah sakit,Alika akan dipindahkan keruang rawat inap setelah kondisinya semakin stabil,Ibrahim yang sedang tidur pulas terkejut dengan suara pintu yang sangat keras di ruang gawat darurat.
Ibrahim: "Ada apa dengan kondisi alika dok?!"
Dokter: "Pasien tidak apa apa,Pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap."
Ibrahim: "Siapkan ruangan Limited Edition untuk istri saya dok,Aku mau perawatan yang terbaik untuk dia."
Dokter: "Baik pak,Suster siapkan ruangan nya!"
Suster: Baik dok."
Suster pun menyiapkan ruang Limited Edition untuk alika,Namun suster tidak sendirian, Ia ditemani suster yang lain,Sambil naik ke atas lift suster suster membicarakan tentang alika dan ibrahim.
Suster N: "Seneng banget yang jadi istrinya punya suami sigap dan meratukan istrinya dengan istimewa,Suami nya ingin ruangan yang limited edition untuk istrinya yanv di rawat oleh tiga penjaga suster dan perawat."
Suster D: "Namanya ajah istri sultan,Yaa harus di istimewakan lah."
Suster N: "Seandainya saja aku yang diposisi dia,Pasti aku tidak perlu repot repot kerja jadi perawat."
Suster D: "Kalo menghayal jangan ketinggian,kalo jatuh sakit banget loh."
Suster N: "Ah kamu,Gak suka banget kalo ada orang menghayal."
Suster D: "Yaaa lagian kamu,Menghayalnya ketinggian,Mana ada sultan mau sama cewek jerawatan kayak kamu!"
Suster N: "Yahh kamu,Jangan bawa bawa jerawat dong! Kalo udah jadi istri sultan kan perawatanya mahal!"
Suster D: "Sudah sudah ayoo kerja, Dokter udah nunggu ruangan nya siap,Kalo kelamaan bisa dipecat kita!!"
Suster N: "Huuu kamu tuh kebiasaan gak bisa liat orang seneng dikit."
Mereka berdua akhirnya selesai menyiapkan ruang rawat inap dengan bersih dan harum seperti perintah dokter,Tak berselang lama suster yang lain sudah membawa alika ke ruangan nya, Suster merawat alika dengan telaten nya,Namun inem baru datang membawa semua keperluan bos nya itu,saat melihat bos nya tidak ada ditempat yang tadi ia tinggalkan akhirnya bergegas bertanya pada bagian informasi.
Inem: "Mmm mbak saya mau tanya,Bapak yang tadi menunggu pasien gawat darurat di sebelah situ kemana yah?"
Pelayan Informasi: "Oooh pasien sudah dipindahkan keruang rawat inap bu,Ibu siapa nya yaa?"
Inem: "Saya ART nya mba mau mengantarkan keperluan bos saya."
PI: "Ooh baiklah silahkan saya antar keruangan nya,Mari buu ikuti saya."
Inem: "Iiyya mba trimakasih."
Dengan ramah nya Pelayan Informasi mengantarkan inem ke ruang rawat alika,Inem menggunakan lift untuk menuju lantai paling atas,Setelah sampai dilantai paling atas Inem segera keruangan.
PI: "Ini bu ruangan yang ibu cari,Kalo begitu saya permisi dulu yaa."
Inem: "Iyaa mba trimakasih."
"TOK TOK TOK"
Inem mengetok pintu ruangan alika,Namun ibrahim tidak membuka nya begitu saja,Ibrahim melihat siapa yang datang melalui lobang pintu,setelah melihat ternyata inem yang datang ibrahim langsung membukakan pintu.
Ibrahim: "Masuk inem,Jangan sampai ada yanb melihat!"
Inem: Iya tuan."
Ibrahim: "Bagaimana? Apakah ada yang datang kerumah mencariku?"
Inem: "Belum ada tuan,Mmm ini tuan saya sudah membawakan semua yanv tuan perintahkan,Tuan sudah sarapan?"
Ibrahim: "Yaa taruh saja semuanya di ruang rahasia sebelah sana,Aku belum sarapan inem, Bisa nanti kamu pesankan makanan di rumah makan depan rumah sakit?"
Inem: "Baik tuan,Tuan mau pesan apa?"
Ibrahim: Kamu tau kan selera sarapanku? Pesankan saja yang ada di otakmu."
Inem: "Baik tuan,Saya permisi dulu."
Ibrahim: Ineem! Ini uang nya,Asal pergi saja kamu akan membayar pakai apa?!"
Inem: "Hehehe maaf tuan."
Inem berjalan keluar untuk memesan makanan dirumah makan depan rumah sakit,Namun ibrahim masuk ke ruang rahasia untuk mandi dan berganti pakaian karna akan ada rapat jam 11 siang nanti,Alika yang masih belum sadar masih dijaga ketat oleh penjaga yang sudah disuruh untuk menjaga alika,Yaa ibrahim tidak tanggung tanggung untuk segala perawatan yang ia lakukan untuk alika,Bagi ibrahim alika adalah wanita special,Inem juga sudah sampai rumah makan, Banyak pelayan yang sudah tau dirinya karna sering sekali inem disuruh pergi ke rumah makan ternama dikota metropolitan itu..
Pelayan: "Eehhhh mbok inem,tumben pagi pagi sekali sudah kesini,Disuruh pak ibrahim yah?"
Inem: Iyaa mba."
Pelayan: "Mbok inem mau pesan apa?"
Inem: "Seperti biasa Nasi goreng udang tanpa sayuran, Telornya dua yaa,Yang satu dicampurkan yang satu di ceplok saja,Pesan empat kotak yaa? Jangan lama lama tuan sudah lapar!"
Pelayan: "Siap mbok inem."
Setelah pelayan membuatkan makanan akhirnya pesanan inem sudah bisa dibawa,inem langsung bergegas menuju rumah sakit untuk membawakan makanan itu pada bos nya, Setelah lama berjalan inem akhirnya sampai didepan kamar rawat alika.
"TOK TOK TOK"
Perawat yang membukakan pintu ruangan alika.
Perawat: "Yaa ada yang bisa aku bantu? Ibu mencari siapa?"
Inem: "Oooh iya mba bisa tolong bantu saya bawakan kotak nasi ini kedalam yah,Nih bawa semuanya ke dalam!!"
Suster dibuat bingung dengan tingkah inem yang mendadak menyuruh membawakan kotak makan itu ke dalam.
Perawat: "Maaf ibu siapa dan ada perlu apa..?"
Inem: "Suddaah jangan banyak tanya,ayo masuk! Tuan sudah menunggu makanan nya."
Perawat akhirnya menutup pintu dan tidak lupa menguncinya sesuai perintah tuan nya,Perawatpun menaruh makanan nya di meja ruang rawat alika diruang penerimaan tamu,Tak berselang lama ibrahim keluar dari ruang rahasianya dengan penampilan yang mempesona,Memakai jas berwarna coklat dengan warna clana yang senada dipadukan sepatu warna hitam,Ibrahim yang sudah tampan dengan penampilanya membuat perawat diruangan itu sangat terpesona melihat penampilan tuan nya,Namun sayang seribu sayang,Dimata para perawat ibrahim adalah suami dari alika yang terbaring lemah di kasur perawatan nya itu.
...****************...
BERSAMBUNG
IBRAHIM
ALIKA