NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Aula Sumber Daya dan Intimidasi Tanpa Suara

​Matahari bersinar cerah menyinari Puncak Utama Sekte Awan Azure. Setelah tiga hari mengurung diri dalam latihan neraka, Ye Xuan akhirnya melangkah keluar dari Paviliun Angin Musim Gugur.

​Ia kini mengenakan jubah Murid Inti berwarna putih bersih dengan sulaman awan emas di bagian lengan dan kerah. Rambut hitamnya diikat rapi. Berbeda dengan penampilannya yang liar dan penuh aura membunuh beberapa hari lalu, Ye Xuan saat ini tampak sangat tenang. Langkahnya ringan, auranya tersembunyi sempurna. Jika dilihat sekilas, ia tampak seperti cendekiawan muda biasa yang tak berbahaya.

​Namun, hanya mereka yang memiliki mata tajam yang bisa melihat bahwa di balik ketenangan air danau itu, bersembunyi seekor naga purba yang sedang tertidur lelap.

​Tujuan Ye Xuan hari ini adalah Aula Sumber Daya.

​Sebagai Murid Inti, ia berhak mendapatkan jatah bulanan yang sangat mewah dibandingkan murid luar. Di saat bersamaan, ia tahu bahwa jatah itu pun tidak akan cukup untuk menopang nafsu makan Sutra Naga Pelahap Langit. Ia perlu mencari cara lain untuk mengumpulkan kekayaan sebelum Turnamen Inti Sekte dimulai.

​Aula Sumber Daya adalah bangunan megah berlantai tiga yang selalu dipenuhi oleh lalu lalang murid. Ketika Ye Xuan melangkah masuk, suasana yang awalnya bising mendadak hening selama beberapa detik. Tatapan penuh kewaspadaan, ketakutan, dan rasa ingin tahu tertuju padanya. Namun, Ye Xuan mengabaikan mereka semua dan berjalan lurus menuju loket khusus Murid Inti.

​Di balik meja giok loket tersebut, duduk seorang pria paruh baya bertubuh gemuk dengan kumis melintang. Ia adalah Diaken Ma, pengurus distribusi sumber daya.

​Melihat Ye Xuan mendekat, kilatan sinis melintas di mata Diaken Ma. Ia sudah menerima "pesan khusus" dari faksi Penatua Zhao pagi ini.

​"Murid Inti baru, Ye Xuan," ucap Ye Xuan datar sambil meletakkan token ungu miliknya di atas meja giok. "Aku datang untuk mengambil jatah bulananku."

​Diaken Ma mengambil token itu dengan gerakan malas, memindainya dengan alat spiritual, lalu mendengus pelan. Ia mengeluarkan sebuah kantong penyimpanan kecil dan melemparkannya ke atas meja.

​"Ini jatahmu. Lima puluh Batu Spiritual tingkat menengah, tiga botol Pil Pengumpul Qi tingkat rendah, dan sepuluh poin kontribusi sekte," ucap Diaken Ma tanpa menatap wajah Ye Xuan.

​Mendengar jumlah itu, beberapa murid di sekitar loket saling berpandangan dengan kaget.

​"Lima puluh batu? Bukankah jatah standar Murid Inti adalah lima ratus Batu Spiritual tingkat menengah dan sebotol Pil Pembentukan Inti?" bisik salah satu murid.

"Sst! Diaken Ma adalah kerabat jauh dari keluarga Zhao Feng. Dia sengaja mempersulit Ye Xuan!"

​Ye Xuan tidak mengambil kantong itu. Ia menatap Diaken Ma dengan ekspresi yang tak terbaca.

​"Apakah kau salah membaca pedoman sekte, Diaken Ma?" suara Ye Xuan terdengar sangat tenang, tanpa sedikit pun nada kemarahan. "Atau kau mengira aku tidak tahu apa hak seorang Murid Inti?"

​Diaken Ma menyandarkan punggungnya ke kursi dengan angkuh. "Aturan adalah aturan, tapi ada kebijakan khusus untuk murid yang baru masuk. Kau belum memberikan kontribusi apa pun pada sekte. Jatahmu dipotong sembilan puluh persen untuk bulan pertama. Jika kau tidak puas, silakan ajukan keluhan ke Balai Disiplin... tentu saja, prosesnya mungkin memakan waktu berbulan-bulan."

​Diaken Ma tersenyum mengejek. Ia yakin Ye Xuan tidak akan berani membuat kekacauan di Aula Sumber Daya. Menggunakan kekerasan di sini sama dengan memberontak terhadap sekte, dan itu akan memberi Penatua Zhao alasan sah untuk mengeksekusinya di tempat!

​"Oh? Kebijakan khusus?" Ye Xuan mengangguk pelan.

​Alih-alih meledak dalam amarah atau melepaskan aura pembunuhannya seperti yang ia lakukan di Tangga Darah, Ye Xuan hanya mengulurkan tangan kanannya dan meletakkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan santai di atas meja giok di depan Diaken Ma.

​Tidak ada fluktuasi Qi. Tidak ada angin badai.

​Namun, di bawah permukaan meja itu, kekuatan fisik Ye Xuan yang telah disempurnakan selama tiga hari terakhir disalurkan dengan kontrol yang absolut dan presisi yang mengerikan. Energi kinetik murni menembus meja giok tanpa merusak permukaannya sama sekali, langsung mengalir ke lantai, lalu naik merambat ke kursi yang diduduki oleh Diaken Ma!

​KRETEK...

​Sebuah suara retakan pelan terdengar, begitu pelan hingga hanya Diaken Ma yang menyadarinya.

​Tiba-tiba, wajah arogan Diaken Ma memucat pasih. Matanya melotot lebar, menatap Ye Xuan dengan horor yang luar biasa.

​Di bawah meja, kursi kayu spiritual tingkat tinggi yang didudukinya—serta ubin batu di bawah kakinya—telah hancur menjadi bubuk halus dalam sekejap! Tidak ada ledakan, tidak ada suara bising. Hanya kehancuran internal yang sunyi dan mematikan.

​Diaken Ma tertahan dalam posisi setengah jongkok karena kursinya telah lenyap menjadi debu, namun ia tidak berani bergerak sedikit pun. Ia bisa merasakan sisa tekanan tak kasat mata itu mengunci organ dalamnya. Jika Ye Xuan menambahkan satu milimeter saja dorongan jarinya di atas meja, jantung Diaken Ma akan hancur menjadi bubur tanpa ada luka di kulitnya!

​"Kekuatan macam apa ini... Tidak ada fluktuasi Qi sama sekali... I-ini mustahil!" jerit Diaken Ma dalam hatinya, keringat dingin membanjiri punggungnya.

​"Aku akan bertanya sekali lagi, Diaken Ma," ucap Ye Xuan dengan senyum tipis yang ramah, namun di mata Diaken Ma, itu adalah senyuman iblis pencabut nyawa. "Apakah kau yakin tidak salah membaca pedoman sekte?"

​"S-s-saya... s-salah baca..." gigi Diaken Ma bergemeretak ketakutan. Tangannya gemetar hebat saat ia buru-buru menarik kembali kantong penyimpanan itu dan menukarnya dengan kantong yang baru. "I-ini... lima ratus Batu Spiritual tingkat menengah, lima botol Pil Pembentukan Inti, dan lima ratus poin kontribusi... T-Tuan Muda Ye, mohon maafkan kecerobohan mata tua ini..."

​Ye Xuan mengangkat dua jarinya dari atas meja. Tekanan mematikan yang menyelimuti Diaken Ma seketika menghilang.

​Pria gemuk itu langsung jatuh terduduk di atas tumpukan debu mantan kursinya, terengah-engah mencari udara seolah baru saja lolos dari tiang gantungan. Para murid yang menonton dari kejauhan merasa bingung. Mereka tidak melihat Ye Xuan menyerang sama sekali, mengapa Diaken Ma tiba-tiba ketakutan setengah mati dan jatuh ke lantai?

​"Terima kasih atas kerja samanya," Ye Xuan mengambil kantong penyimpanan yang baru dan menyimpannya.

​Ia membalikkan badan dan berjalan menuju Papan Misi raksasa yang terletak di sisi kiri aula.

​Sambil berjalan, Ye Xuan mengepalkan tangannya puas. Latihan membosankannya membuahkan hasil sempurna. Intimidasi tanpa suara jauh lebih efektif dan tidak meninggalkan jejak pelanggaran aturan sekte.

​Sesampainya di depan Papan Misi, Ye Xuan mengabaikan misi-misi tingkat putih dan biru (untuk Murid Luar dan Dalam). Matanya langsung tertuju pada deretan gulungan perkamen di area tingkat Merah—misi dengan tingkat kesulitan dan bahaya yang dirancang khusus untuk Murid Inti di Alam Pembentukan Fondasi Menengah hingga Akhir.

​Satu misi tertentu menarik perhatiannya.

​[MISI TINGKAT MERAH]

Tugas: Memburu dan mengambil Inti Iblis dari Ular Sisik Api Beracun (Binatang Iblis Tingkat 3 Awal).

Lokasi: Lembah Celah Vulkanik, 300 mil di selatan sekte.

Imbalan: 5.000 Poin Kontribusi Sekte & Bebas memilih satu teknik tingkat menengah puncak dari Paviliun Kitab.

Peringatan: Ular ini memiliki racun api yang bisa melelehkan pertahanan Qi. Disarankan dilakukan dalam kelompok beranggotakan minimal 3 Murid Inti.

​Mata Ye Xuan berbinar. Binatang Iblis Tingkat 3 Awal setara dengan manusia di tahap Pembentukan Fondasi Awal-Menengah. Tapi yang membuatnya tertarik bukanlah poin kontribusinya, melainkan atribut monster itu.

​Racun Api? Energi Yang liar?

​Bagi kultivator lain, itu adalah racun mematikan. Tapi bagi Sutra Naga Pelahap Langit, itu adalah hidangan penutup yang lezat untuk menstabilkan dan mendorong kultivasinya mendekati tahap Menengah!

​Tanpa ragu, Ye Xuan mengulurkan tangannya dan mencabut gulungan misi tingkat merah tersebut dari papan.

​Aksi itu tidak luput dari perhatian para murid di sekitarnya. Suasana Aula Sumber Daya yang baru saja tenang, kembali pecah oleh bisik-bisik keterkejutan.

​"Dia mengambil misi berburu Ular Sisik Api sendirian?! Bukankah bulan lalu kelompok Kakak Senior Lin yang terdiri dari empat orang gagal dan hampir mati di sana?!"

"Kesombongannya benar-benar tidak tertolong. Dia mungkin memiliki fisik yang kuat, tapi racun api iblis tidak peduli seberapa keras tulangmu, itu akan membakarmu dari dalam!"

​Ye Xuan mengabaikan tatapan iba dan cemoohan mereka. Ia mencatatkan misinya pada diaken penjaga papan, lalu segera melangkah keluar dari Aula Sumber Daya.

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!