NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

    "Ayo makan dulu sayang"

    Alina makan dengan tenang tanpa menawari Tio yang belum makan juga

   "Kenapa sih kak liatin aku kayak gitu?"tanya Alina

   "Gapapa aku suka aja liatin kamu"

   "Aneh,emang kakak gak makan?"

   "Tadinya ini untuk aku dan kamu,kirain kamu mau nyuapin aku ternyata asyik makan sendiri"

    Alina bengong ia tidak menyadari makanan yang banyak ini dia kira untuk dirinya saja

    "Kenapa gak bilang kak"

    "Sengaja biar kamu inisiatif sendiri"

    "Maaf aku kira untuk aku sendiri,ayo bukan mulutnya kita makan bareng"

    "Gimana udah enakan perut nya"

    "Masih sakit tapi bisa aku tahan,kenapa sih kak kamu gak makan aja duluan ini udah lewat jam makan malam"

    "Aku sengaja aku ingin makan berdua bareng kamu Alina kenapa kamu gak ngerti"

    "Hmmm"tapi tangan Alina terus menyuapi Tio

    "Alina.."

    "ya.."

    "Apa kamu marah padaku?"

    "Aku marah kenapa?"

    "Tentang tadi saat Manda datang kesini"

    "Kenapa aku harus marah itu bukan urusan aku dia mau datang mau enggak juga terserah"tapi dalam hatinya ada rasa sedikit kesal

    "Ternyata hanya aku saja yang khawatir kamu cemburu"

    "Untuk apa aku cemburu gak tuh biasa aja"

    Tio tidak lagi bicara tentang itu ternyata hanya dirinya saja yang berlebihan Tio kira Alina sudah bisa menerima nya tapi Alina hanya biasa saja belum bisa menerima Tio.

    "Emang nya kakak baru ketemu lagi sama dia?"

    "Ya setelah beberapa taun dia baru datang menemui aku lagi"

    "Asyik dong bisa CLBK lagi cinta lama bersemi kembali"

    Tio kesal saat Alina bicara seperti itu,tangan Alina digenggam tio tapi Alina tidak ingin menatap Tio ia takut rasa cemburunya terlihat Tio.

    "Alina lihat aku"

    "Apa kak,lepas tangan nya"

    "Alina lihat aku apa ada tidak ada cinta sedikit saja untuk aku?"

    "Aku gak tau kak, tapi aku nyaman aja di dekat kamu"

    "Alina boleh panggilan nya jangan kakak,kalau kita jalan seperti membawa adik aku sendiri"

    "Terus aku harus panggil kakak apa,Abang?"

    "Aku bukan Abang tukang bakso"

    "Terus apa kak aku udah biasa gini"

    "Terserah yang penting bukan kakak Alina,atau kalau sayang juga boleh"

    "Gak mau ya kak apaan sayang"wajah Alina bersemu merah

    "Lihat aku sayang,aku disini bukan dibawah" dan Alina menatap Tio

    "Ada apa lagi kak,sana tidur udah malam"

    "Aku suka saat wajah kamu merah seperti ini Alina"

    Tio mengangkat dagu Alina agar terlihat jelas wajah Alina yang dari tadi hanya menunduk saja,Tio merapikan rambut Alina yang masih basah.

    Alina sudah tidak tahan di tatap seperti itu rasanya ia ingin mempunyai jurus menghilang saja antara senang dan malu,gengsi nya terlalu tinggi untuk bisa mengungkapkan bahwa dirinya juga sama seperti Tio tapi Alina selalu menyangkal nya.

    "Kenapa wajah kamu selalu merah seperti ini hmm"

    "Mungkin aku gerah kak"

    "Oh ya bukan nya barusan kamu beres mandi ya kenapa masih gerah, AC disini berfungsi baik loh Alina malahan suhu nya dingin"

    "Gak tau ah kak awas aku mau istirahat ini udah malam"

    Tio tertawa saat Alina kesal karena dirinya terus menggoda Alina wajah nya sudah merah merona dari tadi Tio juga tau Alina menahan malu nya,Tio memeluk Alina tiba tiba Alina ingin berontak tapi hatinya senang bisa ada di dalam dekapan Tio.

    "Alina kamu tau aku sangat mencintaimu entah kenapa hatiku bisa berubah secepat ini, meskipun kamu belum bisa membalas cintaku aku akan menunggu mu Alina"

   "Kenapa bisa secepat itu mas"

    Panggilan baru dari Alina membuat Tio sangat senang sekali Tio mengecup dahi Alina sangat lama.

   "Aku juga tidak tau Alina mungkin karena kita terbiasa bersama, meskipun kita tinggal bersama kamu tidak pernah menggoda aku" Alina melepaskan pelukan nya

   "Apa mas aku disini bukan untuk menjadi wanita penggoda aku disini hanya ingin mengurus Ezra saja"

   Tio terkekeh melihat amarah Alina ia senang sekali menggoda Alina yang gampang sekali marah,Tio kembali menarik Alina ke pelukan nya

  "Alina kamu tau banyak wanita di luaran sana tapi tidak bisa mengetuk hatiku,kamu yang tidak melakukan apapun tapi bisa membuat aku jatuh cinta sedalam ini Alina"

  "Kamu belajar gombal dimana sih mas"

"Itu bukan gombal Alina sayang kamu ngerti gak sih"

"Iya iya aku ngerti mas"

"Sekarang kamu istirahat ya jangan begadang"

"Iya aku juga sudah ngantuk kamu sana ke kamar kamu mas"

Sebelum meninggalkan Alina Tio mencuri kecupan di pipi Alina dan langsung meninggalkan Alina.

Dasar bapak bapak mesum kenapa sih sekarang suka sekali curi kesempatan tapi aslinya Alina salting brutal ia menenggelamkan wajah nya ke bantal ia berguling guling ke kanan ke kiri karena perkataan Tio apalagi sekarang ahhhh rasanya Alina ingin menjerit sangat keras saking bahagia nya.

Tahan Alina kamu harus jaga image jangan kesenangan seperti itu,dasar si Alina dia terlalu menjunjung tinggi gengsi nya.

Dikamar tio dia juga sama hal nya dengan Alina mereka seperti ABG baru pertama kali merasakan jatuh cinta,ya Tuhan kenapa aku suka sekali menggoda nya kalau dia sudah siap akan aku seret langsung ke KUA rasanya aku gak sabar.

Pagi hari Tio kembali beraktivitas seperti biasanya Alina yang tidak pergi kampus dan orang tua Alina juga sudah kembali dari luar kota mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama.

"Oh ya Tio sepertinya Ezra sudah bisa sama orang lain ya"ucap mama Lia

"Iya tapi tetap kalau ditinggalkan lama oleh Alina dia gak bisa"

Alina melirik Tio yang ada dirinya yang gak bisa lepas dari Alina dasar bapak satu ini anak nya sendiri di kambing hitam kan

"Ya sudah sekarang Ezra dan Alina menginap di rumah mamah aja ya"

Ingin berkata tidak tapi tidak enak tapi dia tidak ingin jauh dengan Alina dan Ezra terpaksa Tio mengizinkan nya,Alina tersenyum mengejek kepada tio. Awas saja kalau kamu sudah pulang kesini mana muka nya gemesin sekali kalau gak ada orang itu pipi udah habis aku sosor ehh enggak enggak dia pasti marah ucap Tio dalam hatinya.

"Iya mah aku izinin"

"Alina juga sudah lama gak pulang ke rumah jadi mumpung mamah juga ada di rumah kita pulang kesana dulu,kalau kamu mau ikut juga gapapa"

Tawaran mamah Lia seperti angin segar untuk Tio ia langsung mengangguk senang tentu nya ia akan kesana karena ia tidak bisa tidak melihat Alina sehari pun ya dia juga tidak bisa jauh dari anak nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!