NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : MENGENDALIKAN API AGNI

"Sekarang, mari kita mulai latihannya," ujar Anala dengan suara lembut namun tegas, menunjukkan wibawa seorang guru sekaligus Ratu.

Bhaskara berdiri tegap dengan pakaian latihan khas kerajaan Agnivara. Di depannya, Anala berdiri mengawasi dengan tatapan tajam, jemari terlipat rapi di depan pinggangnya.

"Napas Cahaya Kirana milikmu sudah menyatu dengan Api Agni. Jangan menganggap api ini sebagai senjata asing, melainkan bagian dari aliran darahmu sendiri."

Anala mendekat sedikit, memberikan instruksi dengan gerakan tangan yang tegas.

"Lahirkan api dari tanganmu... bayangkan kau sedang mengeluarkan cahaya murni dari dalam ragamu."

Bhaskara menarik napas dalam-dalam. Ia memejamkan mata, membayangkan kehangatan yang mengalir dari inti jiwanya meluncur turun menuju lengan hingga berlabuh di telapak tangan kanannya. Ia mengepalkan tangan, lalu membukanya perlahan.

BRUSSS!

Lidah api merah keemasan mendadak menyala membara! Api itu tidak membakar kulitnya, melainkan menari-nari dan melayang anggun beberapa inci di atas telapak tangan Bhaskara.

"Bagus sekali!" Anala tersenyum cerah, binar matanya memancarkan rasa bangga. "Sekarang, fokuskan pandanganmu. Arahkan api itu ke kayu latihan di sana."

Bhaskara mengangguk mantap. Ia membidik boneka kayu hitam yang berdiri berjarak lima meter di hadapannya. Ia Mendorong telapak tangannya ke depan untuk melepaskan tembakan api.

"Serangan, Api!" gertak Bhaskara bergaya.

Tapi bukannya meluncur membesar—

Pufff...

Lidah api di atas tangannya seketika padam total, meninggalkan seberkas asap tipis yang meliuk konyol di udara sebelum menghilang tertiup angin. Boneka kayu latihan di depan sana sama sekali tak tersentuh.

Keheningan melingkupi pelataran latihan selama beberapa detik.

Wajah Bhaskara seketika memerah padam. Rasa malu yang luar biasa menyengat seluruh wajahnya! Kepercayaan dirinya sebagai mantan pekerja proyek kram seketika di hadapan sang istri.

"Aduh... malu-maluin banget! Sok gaya bilang 'serangan Api', malah padam konyol begitu!" jerit Bhaskara menangis dalam hati.

Anala berjalan mendekat pelan. Ia tidak tertawa atau mengejek, melainkan menatap Bhaskara dengan pandangan teduh dan penuh kesabaran.

"Jangan terburu-buru, suamiku," tutur Anala lembut seraya mengusap pelan bahu Bhaskara. "Kau harus lebih fokus. Pikiranmu terasa masih terbagi dan tidak tenang saat mencoba menyalurkannya."

Bhaskara menatap Anala yang berdiri begitu dekat dengannya. Aroma wangi padma yang khas, parasnya yang teramat jelita, serta ingatan tentang peristiwa sakral semalam dan di pemandian tadi mendadak berputar liar di kepalanya.

"Gimana mau fokus coba?! Gurunya saja istri yang cantiknya spek bidadari begini! Berdiri sejengkal dari tubuhku pula! Yang ada otaknya malah korslet terus!" batin Bhaskara menjerit konyol sambil menelan ludah dengan susah payah.

*****

Tiga hari berlalu.

Pelataran latihan halaman belakang Istana Agnivara kini dipenuhi bekas jelaga hitam dan uap hangat yang tak pernah surut. Selama tiga hari penuh, Bhaskara menggembleng dirinya—menyingkirkan rasa canggung dan mengatur pikiran korsletnya demi menguasai elemen purba ini.

Bhaskara berdiri tegap di tengah pelataran, mengenakan pakaian latihan sutra hitam bergaris merah yang memamerkan dada bidangnya. Pandangan matanya tajam membidik tiga boneka kayu hitam yang berdiri sejajar di hadapannya.

Ia menarik napas panjang, meresapi aliran hangat Api Agni dan pendar Cahaya Kirana yang menyatu tenang di dalam jalurnya.

"Serangan Api!" teriak Bhaskara mantap.

Bhaskara mengibaskan kedua tangannya ke udara secara beruntun. Dengan kepakan jari-jarinya yang presisi—

WUUUSH! WUUUSH! WUUUSH!

Bukan cuma satu lidah api yang muncul, melainkan puluhan bola api kecil seukuran kepalan tangan merekah dan melayang anggun mengelilingi tubuhnya! Bola-bola api itu berputar seperti peluru magis yang siap meluncur.

Bhaskara mendorong kedua telapak tangannya lurus ke depan!

BLAST! BLAST! BLAST!

Bola-bola api kecil itu melesat cepat seperti hujan meteorik, membelah udara dengan suara menderu tajam!

DUAAM! DUAAM! DUAAM!

Rentetan ledakan presisi menghantam ketiga boneka kayu latihan sekaligus. Serpihan kayu yang terbakar membara berhamburan ke udara, meninggalkan tiga boneka kayu tersebut hancur berkeping-keping menjadi abu!

Angin malam yang berembus pelan perlahan menerbangkan sisa-sisa asap di lapangan. Bhaskara menghela napas, menyapu keringat di dahinya, lalu mengepalkan tangannya saat bola api terakhir di telapak tangannya padam dengan mulus.

Di tepi pelataran, Anala berdiri terpaku. Matanya yang merah keemasan membelalak lebar, memancarkan rasa takjub dan kagum yang luar biasa!

Hanya dalam waktu tiga hari, suaminya yang awalnya bahkan tidak bisa melontarkan api dari jarak lima meter, kini mampu memanifestasikan Multiple Fireballs dengan kontrol presisi tingkat menengah!

"Luar biasa..." bisik Anala dengan senyum penuh kebanggaan yang mekar indah di wajahnya. Sang Ratu melangkah mendekat, bertepuk tangan pelan. "Hanya dalam tiga hari... kau sudah bisa mengontrol tingkat kerapatan api hingga menjadi peluru kendali, Bhaskara!"

> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> 🔥 Peningkatan Kemampuan: Keterampilan 'Serangan Bola Api Multi-Target' Terbuka (Tingkat Menengah).

> 📈 Status Kemajuan: Penguasaan Elemen Api Agni mencapai 35%.

Anala melangkah ke tengah pelataran, berdiri di samping Bhaskara. Binar matanya memancarkan keseriusan seorang Ratu sekaligus guru master elemen.

"Tahap berikutnya adalah Kemudi Jiwa," ujar Anala halus. "Kau harus belajar mengendalikan arah dan bentuk api Agni... anggap saja seperti mengendalikan seekor kuda yang liar. Kau tidak menekan energinya, tapi menuntunnya mengikuti kehendakmu."

Mendengar kata 'kuda', Bhaskara seketika membeku. Matanya berkedip kaku, menatap Anala dengan raut wajah melongo konyol.

Mengendalikan kuda?! jerit Bhaskara histeris di dalam hatinya. Gila saja! Seumur hidup jadi pekerja proyek, memegang tali kekang kuda saja aku tak pernah! Bagaimana mungkin bisa mengendalikan api seperti berkuda?!

Belum sempat Bhaskara memprotes pertumpahan logikanya, Anala sudah melangkah satu tapak ke depan. Sang Ratu menghembuskan napas pelan, memejamkan mata sejenak, lalu mulai menggerakkan kedua tangan halusnya secara memutar di udara dengan gerakan yang teramat anggun dan gemulai.

WUUUUUSSSHHH!

Udara di sekitar mereka mendadak memanas pesat. Dari ayunan putaran jemari Anala, memancar gumpalan cahaya merah keemasan yang menggulung cepat, hingga terbentuklah sebuah bola api raksasa yang membara hebat dan meletup-letup di atas telapak tangannya!

Anala mendorong kedua tangannya mendongak ke atas.

BLAST!

Anala melayangkan bola api raksasa itu membumbung tinggi menembus kegelapan langit malam Agnivara. Di atas sana, bola api itu meledak lembut—bukan hancur menjadi percikan, melainkan meregang, mekar, dan bertransformasi membentuk wujud seekor burung Garuda raksasa yang membara penuh keagungan.

Kepakan sayap api burung Garuda itu menggelegar halus di udara. Mengikuti pendar putaran dan lelukan jemari Anala di bawah, burung Garuda api itu melayang kencang, menukik, dan memutar indah di angkasa secara presisi searah dengan tiap gestur gerakan tangan Sang Ratu!

Bhaskara berdiri terpaku di bawahnya. Mulutnya menganga lebar, matanya melotot tak berkedip menatap manuver menakjubkan burung api di atas langit.

"Gila... Ini sih beneran keren banget!" gumam Bhaskara tanpa sadar, mengagumi keindahan dahsyat di atas kepalanya.

Anala mengepalkan tangannya pelan, membuat Garuda api di langit itu memudar perlahan menjadi hujan kelip bintang yang hangat dan menghilang. Sang Ratu menoleh pada suaminya, tersenyum lembut melihat ekspresi terperangah Bhaskara.

"Api Agni bukanlah benda mati yang sekadar kau lontarkan, Bhaskara," pukas Anala menjelaskan, mendekati suaminya. "Kuncinya ada pada ikatan telepati pikiran. Kau harus menyambungkan gelombang kesadaranmu ke dalam inti api itu. Bayangkan pikiranmu adalah benang gaib yang mengikat dan menuntun tiap jengkal pergerakannya."

Anala menggenggam jemari Bhaskara, menatap lurus ke matanya. "Sekarang, giliranmu. Sambungkan pikiranmu, dan tuntun apimu."

Glek!

...****************...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!