WARNING!!
INI HANYA SEKEDAR CERITA KHAYALAN SEPINTAS. TANPA MENGIKUTI NORMA HUKUM DAN AGAMA.
BIJAKLAH DALAM MEMBACA, KHUSUS YG SUDAH MENIKAH SAJA.
Apa yang harus di lakukan, jika tiba-tiba gadis yg belum menikah, dan merasa tidak pernah melakukan hubungan badan dengan seorang lelaki manapun, tetapi tiba-tiba di perut nya ada janin yang sudah tumbuh.
"Tidak,, ini semua mustahil, apa iya di jaman sekarang masih ada perempuan yang hamil, tanpa lelaki. Seperti jaman Siti Maryam."
Naura menangis sambil menekuk kakinya, dia bingung dengan apa yang menimpanya.
PENASARAN???
BACA CERITA PERTAMA AKU YA,,
MOHON MAAF, SAYA PENULIS PEMULA, PASTI BANYAK SALAH-SALAHNYA, MOHON MAKLUM, DAN JANGAN LUPA KRITIKNYA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Naura yang tidak mengerti, dengan tindakan tiba-tiba Ceo nya, hanya diam sambil mengerutkan dahi, tanpa banyak bertanya, Naura hanya pasrah saja saat tangan nya di tarik, dan mengikuti kemana kaki Ceo nya itu melangkah.
***
Naura semakin merasa heran, kenapa CEO nya itu malah duduk, dengan tangan yang terus sibuk di atas keyboard laptop.
"Maaf, Pak? kenapa saya di bawa ke ruangan Bapak?" merasa pertanyaannya tidak juga mendapat jawaban, Naura dengan sedikit keberaniannya mendekat ke arah meja kerja Vino.
Hampir saja Naura membuka mulut, hendak bertanya lagi, tapi, ketukan di pintu menghentikan niat nya.
Tanpa melihat ke arah pintu, Vino langsung menyuruh orang itu masuk.
Riko masuk dengan menjinjing satu buah paper bag di tangannya, tanpa basa basi, meletakan paper bag itu di meja sofa yang ada di ruangan itu. "Permisi pak," tanpa menunggu jawaban dari bos nya, Riko langsung keluar.
"Saya juga permisi, Pak," baru saja Naura hendak melangkahkan kaki nya, namun suara Vino berhasil membuat kening Naura mengkerut, masih tidak mengerti dengan apa yang akan di lakukan Ceo nya.
"Ambil, dan ganti pakaian mu!" melihat Naura yang masih saja diam, Vino mengangkat wajah nya, tatapan Vino yang tajam bertemu dengan iris coklat milik Naura.
Deg, perasasaan aneh tiba-tiba di rasakan Naura. Dengan sedikit gerogi, Naura mengambil nya.
"Kamu bisa menggantinya di sana" Vino menunjuk satu pintu yang masih berada di dalan ruangannya.
Tanpa berpikir lagi, Naura yang mengira itu toilet, segera masuk ke dalam. Ternyata benar, itu memang toilet, lengkap dengan bathtub besar di dalamnya.
Setelah membuka isi paper bag. Naura membesarkan mata nya, bukan cuma kemeja dan rok pendek selutut, yang sesuai dengan ukuran Naura, tapi juga ada br* yang ukurannya sama seperti yang sering Naura pakai.
***
Naura keluar dengan rok span selutut, kemeja warna peach yang cocok dengan warna kulit putih yang di milikinya, pita kecil di bagian leher, menambahkan kesan simple tapi terlihat manis.
Vino tersenyum, melihat pakaian yang di pilih oleh Riko, ternyata sangat pas di tubuh Naura. Tadi saat Vino melihat Naura dengan kemeja putih nya yang terlihat basah, Vino segera menyuruh Riko, untuk memesankan pakaian untuk Naura.
"Terimakasih, untuk pakaiannya Pak. Besok setelah saya mencuci nya, saya akan mengembalikan pakaian ini." Vino hanya diam, tanpa memberikan jawaban.
"Maaf, sebelum nya. Kenapa Pak Vino repot-repot membelikan saya pakaian ini?" Naura sedikit menggigit bibir bawahnya saat hendak menanyakan sesuatu, tapi rasa penasarannya membuat Naura memberanikan diri.
"Kenapa, Pak Vino tau ukuran atasan dalaman saya?" Naura menunduk, karena menurutnya sangat memalukan, menanyakan hal tersebut, kepada seorang lelaki, apa lagi lelaki itu atasan nya.
Vino melihat Naura, "saya, tidak mau karyawan saya sakit, karena mengenakan pakaian basah" dengan senyum smirk Vino menatap Naura "siapapun pasti dapat menebak ukuran itu, setelah melihat nya, dengan sangat jelas" Vino berujar sambil menekankan kata terakhirnya.
Naura mendongak, membesarkan matanya, refleks kedua tangan nya menutupi bagian dadanya. Memang, tadi Naura sadar, kemeja putih nya yang basah itu memperlihatkan br* warna hitamnya. Bodo*nya Naura mengira orang lain tidak akan menyadari nya.
Tapi ternyata, Ceo nya itu, justru dengan tepat bisa menebak, setelah melihatnya. Sungguh memalukan.
Vino tersenyum simpul, setelah melihat semburat merah dari pipi Naura, apalagi gerak-gerik gerogi dari karyawannya itu, sangat terlihat menggemaskan.
Vino memalingkan wajahnya, "kamu boleh kembali ke ruangan kamu."
Naura mengangguk, setelah mengucapkan permisi, dengan langkah cepat, dia melangkahkan kaki nya ke arah pintu.
"Awas, jangan lupa, pintu nya di buka dulu." Setelah mendengar suara Ceo nya itu, Naura menghentikan langkahnya, mengingat kejadian kemarin, saat jidatnya kepentok pintu itu.
Vino hanya terkekeh setelah Naura keluar, sempat melihat semburat merah dari pipi Naura, bener-bener membuat nya merasa lucu. "Benar-benar cewek yang manis." Tanpa sadar, Vino mengucapkan kalimat itu.
Baru pertama kalinya, seorang Vino Putra Sanjaya memperhatikan seorang cewek, sampai rela memberikan pakaian.
Entah apa yang dia rasakan, ini benar-benar aneh, baru kali ini Vino merasakannya. Apa lagi tadi, saat Vino sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnisnya, Vino yang sadar saat semua mata tertuju pada bagian dad* Naura, dengan segera Vino menyuruh mereka pergi. Ada rasa tidak rela pada diri nya.
***
Nia yang merasa aneh dengan kedatangan sahabatnya itu, hanya menatap dengan mengerutkan kening. Naura yang sadar akan hal itu, hanya acuh, dan melanjutkan pekerjaan nya.
"Naura, pulang nanti, kita bareng ya, gue antar kamu." Naura dapat menebak, sahabat nya itu sedang di landa kepo yang maksimal, Naura hanya mengangguk sambil mengangkat jari nya, pertanda oke.
-
-
-
-
-
**Maaf ya, banyak typo pastinya, ini langsung di lanjut, tanpa di edit dulu.
Menurut kalian, gimana ceritanya? komen nya di tunggu, Like nya juga, hehe
Yang punya poin nganggur, boleh ya di sumbang, hehe
seikhlas nya saja.
Terimakasih..
Selamat hari minggu
Salam, semangat**..
emang enak🤪