NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:173.9k
Nilai: 5
Nama Author: warnyi

Bagaimana rasanya jika kamu tiba-tiba terbangun dengan wajah dan tubuh yang asing, juga keadaan yang sudah sepenuhnya berubah? Eliora, seorang ketua gengster berbahaya di California, tiba-tiba terjebak di dalam tubuh seorang wanita lemah bernama Tiara yang sudah memiliki suami dan juga anak.

Dia merasa kasihan ketika mengetahui bahwa selama ini Tiara diperlakukan semena-mena oleh suami dan mertuanya, hingga membuat Elora bertekad untuk mendapatkan keadilan bagi Tiara dan anakknya.

Perjalanannya semakin berwarna saat dirinya dipertemukan kembali dengan Charly, agen rahasia yang beberapa kali menjadikannya target operasi.

Mampukah Eliora membantu Tiara dan anaknya untuk mendapatkan keadilan? Bagaimanakah dengan masa lalu yang dia tinggalkan, apakah dia masih hidup atau sudah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.11 Berpura-pura

Liora memperhatikan gerbang menjual tinggi milik tetangga yang ada di depan rumahnya, begitu dirinya ke luar dari area rumah Tiara dengan Davi menggendeng tangannya.

Tidak ada tanda-tanda aktivitas di dalam sana. Liora sempat putus asa, karena setelah dia berjarak lebih dari dua puluh meter, gerbang besi berwarna hitam itu tidak juga terbuka.

Namun, senyum tipis terbit begitu dia mendengar suara gerbang terbuka, bersama suara sapaan dari seseorang yang masih cukup familiar di telinganya, setidaknya sebagai Liora.

Liora melirik ke belakang, dari ujung matanya dia melihat seseorang yang sedang berjalan santai di seberang jalan. Seseorang yang lagi-lagi membuatnya terpana untuk ke sekian kalinya.

Kaos tanpa kerah berwarna hitam, dipadukan dengan celana trainng panjang berwarna hitam, menjadi pakaian yang dikenakan Charly sore itu.

Lima detik semua itu bertahan, hingga akhirnya tangan mungil Davi menariknya untuk segera berjalan kembali. Liora pun tidak punya pilihan untuk mengikuti keinginan dari anaknya.

Keduanya berjalan riang, sementara Charly mulai melewati mereka di seberang jalan. Liora menatap punggung kokoh nan lebar yang kini tengah berlari santai di depannya.

"Kamu tidak berubah, walau kita sudah lama berlalu," gumam Liora sangat pelan.

Sore itu, diam-diam dia mengikuti Charly. Liora bahkan rela merubah arah tujuan dirinya dan Davi hanya untuk mencari tahu tentang Charly.

Hingga beberapa waktu kemudian Liora memasuki sebuah mini market yang terletak tidak jauh dari komplek perumahannya. Dia sempat membiarkan Davi untuk memilih makanan yang ingin dia beli, sementara dirinya memperhatikan Charly dari kaca besar yang terpasang di bagian belakang mini market tersebut.

Liora tersenyum ketika melihat Charly tengah berjalan ke arahnya, dia bisa melihat celah untuk mendekati Charly sekaligus untuk memastikan apakah yang terjadi padanya adalah ulah laki-laki itu, atau memang takdir yang menuntunnya untuk berada di situasi saat ini.

Hingga ketika Charly tepat satu langkah di belakangnya, Liora tiba-tiba berbalik hingga keduanya bertabrakan dan tubuh Liora jatuh bersama dengan barang yang dia ambil acak sebelumnya.

"Maaf, saya tidak melihatmu tadi," ujar Liora sambil mengambil barang yang dia jautuhkan.

"Harusnya saya yang meminta maaf. Maafkan saya," ujar Charly sambil membantu Liora untuk bangun.

Namun, di saat Charly ingin melepaskan tangannya Liora tiba-tiba mengaduh sambil berlagak hendak jatuh kembali. Refleks Charly pun menahannya.

"Kenapa? Apa kakimu sakit?" tanya Charly dengan wajah panik.

"Sepertinya kakiku terkilir," ujar Liora sambil berpura-pura meringis menahan sakit.

"Mama, kenapa?" Davi yang mendengar teriakan Liora langsung berlari untuk mencari keberadaan ibunya.

Liora tersenyum masih dalam posisi berada di pelukan Charly, dia perlahan melepaskan tangan Charly sebelum berjalan tertatih menghampiri sang anak.

"Mama gak apa-apa, sayang," ujarnya lembut, sambil mengusap rambut di puncak kepala Davi.

Liora kembali beralih pada Charly yang sejak tadi memerhatikan dirinya dan Davi.

"Terima kasih, Tuan," ujarnya sambil sedikit menundukkan kepala.

Setelah itu Liora pun mengajak Davi untuk membayar ke kasir, dia berjalan dengan kaki setengah pincang.

Charly menatap punggung Liora yang perlahan mulai menjauh, dengan cepat dia mengambil barang yang akan dirinya beli, kemudian menyusul Liora ke kasir.

Saat itu, tepat ketika Liora hendak membayar. Charly langsung mencegah tangan Liora yang hendak memberikan uang pada kasir, dia kemudian menaruh barang belanjaannya sendiri di kasir.

"Satukan saja dengan ini," ujarnya pada kasir.

Liora langsung menoleh pada Charly dengan wajah yang terkejut, entah itu memang dibuat-buat atau betulan terkejut.

"Tidak usah, Tuan–" ucapan Liora belum sempat selesai karena Charly langsung memotongnya.

"Ini semua tanda permintaan maaf saya, karena sudah membuat Anda terluka," ujar Charly hanya melirik sedikit pada Liora kemudian fokus kembali pada kasir.

Ternyata dia manis juga jika sedang tidak bertugas seperti ini, batin Liora mengulum senyum.

"Ta–" Liora yang hendak kembali membantah pun, langsung dipotong lagi oleh Charly.

"Jangan menolak, atau saya akan merasa bersalah sampai tidak bisa tidur," ujar Charly setengah memaksa.

Senang sekali dia memotong ucapan orang! kesal Liora, walau ada sedikit rasa senang di dalam hatinya, karena rencana untuk mendekati Charly berhasil.

Charly bahkan menawarkan untuk pulang bersama, hingga akhirnya Davi juga berkenalan dengannya. Binar rasa bersalah dan khawatir dari mata Charly membuat Liora senang bukan main. Ingin sekali dia berjingkrak senang, jika saja dirinya tidak lupa kalau sedang berpura-pura terkilir.

"Ini rumah kamu?" tanya Charly setelah mereka sampai di depan gerbang.

"Benar, ini rumah kami." Liora mengangguk samar.

"Tidak disangka ternyata kita bertetangga. Rumah saya di seberang jalan," ujar Charly menunjuk rumahnya yang sebenarnya sudah sangat diketahui Liora.

Liora mengikuti arah telunjuk Charly, memasang muka ikut terkejut, dia pun tersenyum canggung.

"Iya, ya. Ternyata kita tetanggaan," ujarnya sambil tersenyum.

Pintu gerbang rumah Tiara dibuka, menampilkan penjaga yang ingin mempersilahkan Liora untuk masuk ke dalam.

"Mau mampir?" tanya Liora pada Charly.

"Ah, tidak usah. Lain kali saja," tolak Charly halus.

Liora mengangguk kemudian berkata, "Baiklah, terima kasih sudah mau mengantarkan sampai ke sini."

Charly pun hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Keduanya pun berpisah seiring dengan langkah Liora yang semakin menjauh dan pintu gerbang tertutup rapat kembali.

Charly menghembuskan napas kasar kemudian menyebrang jalan untuk sampai ke rumahnya, ujung bibirnya tampak sedikit tertarik ke atas membentuk senyum tipis yang bahkan mungkin hanya dia yang menyadarinya.

Sementara Liora kembali berjalan seperti biasa begitu gerbang tertutup rapat, dia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya karena berhasil mendekati Charly.

Ternyata mudah juga membohongi Charly. Kalau di lihat dari raut wajahnya, dia benar-benar tidak mengenalku. Sepertinya dia memang tidak tahu kalau aku adalah Liora, batin Liora percaya diri.

"Kalau begini, apa aku juga bisa meminta bantuannya untuk menyelidiki perusahaan?" Tiba-tiba saja ada pikiran untuk meminta bantuan pada Charly, mengingat dia adalah agen rahasia yang pasti akan mudah melakukan itu.

Sementara dirinya sekarang bukan lagi seorang ketua gengster yang mempunyai banyak anggota dan fasilitas seperti dulu. Dirinya bahkan tidak bisa menyamar untuk masuk ke perusahaan atau bertanya pada mereka langsung, mengingat sekarang di adalah seorang istri sah dari musuhnya sendiri.

"Tapi, bagaimana kalau dia tidak mau membantuku, atau bahkan tidak percaya padaku? Kita kan baru saja bertemu." Liora kembali bimbang, setidaknya selama hampir semalam dia mencoba kembali merancang rencana untuk merebut kembali harta milik Tiara dan Davi, hingga pagi harinya dia mendapatkan rencana.

"Aku akan mengirimkan makanan untuknya sebagai tanda terima kasih," gumam Liora tersenyum senang.

Liora berencana untuk mendekati Charly lebih dulu, sambil membuatnya percaya kalau dirinya mengalami ketidak adilan di rumah ini, agar Charly mau membantunya.

Itu di mulai pagi hari ini, di saat dia sengaja menyiapkan sarapan untuk Dery dan Niken. Dengan sengaja, Liora menumpahkan jus strawbery yang memang diinginkan oleh Niken hingga membasahi paha wanita itu.

"Ah, maaf, aku tidak sengaja," ujar Liora dengan wajah yang dibuat memelas, sama seperti Tiara selama ini.

"Aaa, Tiara!" pekik Niken seraya meringis melihat rok mini yang membalut setengah pahanya kini sudah berwarna merah. Rasa dingin itu bahkan sudah merayap sampai ke kulitnya.

"Maaf, Niken aku tidak sengaja –" Perkataan Liora terhenti begitu saja begitu kopi panas milik Dery sudah membasahi wajahnya.

Liora langsung menutup mata dengan mulut terkatup rapat, saat menahan rasa panas yang mulai merayap di hampir seluruh wajahnya. Tangannya mengepal kuat, mencoba meredam amarah yang hampir saja meledak, walau ada rasa senang di dalam hatinya karena rencana berhasil.

Buru-buru Liora berlari cepat menuju ke toilet di area dapur, kemudian mencuci wajahnya dengan air mengalir sebagai pertolongan pertama agar luka bakarnya tidak terlalu dalam.

Maafkan aku Tiara, aku terpaksa melakukan ini, untuk meyakinkan Charly agar dia mau membantu kita, batin Liora saat melihat wajahnya yang memerah di beberapa bagian di pantulan cermin.

1
Siti Mulyati
kereen Thor, trmkasih crtanya. sukses sllu tuk crta crta/novel berikutnya
Apis
keren thor aku suka ceritanya 😊
kimiatie
liora kenapa jadi begok sedangkan dia ketua gengster....
Siti Mulyati
ayo Charly jgn diem aja
Ocanya gava
Luar biasa
Elok Pratiwi
cerita yg sangat menarik ... bravo 👍👍👍⚘️⚘️⚘️
Enung Yani
roxy kah yang bunuh liora?
Ilham Risa: Hai kak, mampir yuk kak ke novel aku "Tentara Itu Ayah Dari Putraku" makasih kak🙏
total 1 replies
mommy raina
bagus ceritanya
IG: Warnyiwarnyi: Terima kasih, Mommy🙏 Jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya🥰 Semoga bisa menghibur dalam mengisi waktu luang😘
total 1 replies
Woelanpradipta
capek kak klo suruh manjat lagi ke atas
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
liora kok lemah walaupun tubuh kamu adalah tiara tapi kamu ngak bisa lwan sih, hajar saja mereka berdua😤😤
syah fanida
good
IG: Warnyiwarnyi: Makasih, Kakak🙏🥰
total 1 replies
💞🖤Icha
Roxy memang gila...ambisi dan terobsesi menjadi over...keluarga mafia nar**ba memang kejam...dan matinyapun lebih kejam kalian.
💞🖤Icha
Bos kalian memang pengecut gk bisa apa"...anak kecil d jadikan taruhan...sebentar lagi juga mati...seperti hewan tak bertenaga.
💞🖤Icha
Liora dan Charly begitu gigih melawan Roxi dan komplotannya...Dery posisi yang serba salah takut sama Roxi....sabar Davi jangan percaya sama om gk waras...😡😡😡
Mesra Jenahara
Happy Ending..ikut bahagia mereka bisa bertemu kembali❤️🤗😘😍
Mesra Jenahara
apakah Liora yg tertembak Krn menghalau senjata🤔🤔
Mesra Jenahara
moga Charly dan Dery segera tiba dan membantu melawan Roxy dan anak buahnya..
Mesra Jenahara
ayolah Charly ingat ingat apa yg d katakan Liora..biar semuanya bebas dan si Roxy gila biar mampus sekalian..
Mesra Jenahara
lebih baik sama-sama dulu menyelamatkan Liora dan Davi..setelah itu baru menangkap Dery..
Mesra Jenahara
kasian Davi..moga Charly segera menolong Liora dan Davi..
dan setelah itu menghancurkan Roxy dan antek-anteknya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!