Kisah cinta dua saudara kakak beradik bernama Virly Rastanty dan Berliana Anggraini yang dramatis penuh deraian airmata.
Virly Sang Kakak batal menikah dan diputuskan begitu saja oleh tunangannya. Karena sedih, ia akhirnya mau juga dijodohkan oleh Eyang Uti-nya dengan seorang pria muda tampan bernama Rendy Saputra.
Ternyata Rendy dulunya adalah pacar pertama sang adik di masa SMA.
Kisah bergulir dengan banyak cerita.
Setelah beberapa tahun kemudian, terkuaknya misteri masa lalu Mama mereka. Membuat Berliana memutuskan untuk menikah dengan Kuncoro, mantan tunangan sang kakak yang ternyata adalah anak kandung dari Mama mereka juga.
Justru Berliana-lah yang bukan anak kandung Hilda dan Sapto, orang tua mereka.
(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
Yuk kemon para reader tercinta🤗mampir dukung Bubun🙏 please, mohon bantuannya LIKE, KOMEN dan FAVORITNYA 🙏🙏🙏 Semoga semua pembaca berbahagia 🤲 mendapat rezeki yang berlimpah 🤲 aamiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JYT BAB 11 - Sesuatu Yang Mulai Tersingkap
"Ann! Pikir-pikir dulu lah! Lo baru kenal cewek itu tadi siang. Apa gak terlalu gegabah mengambil keputusan? Tadi laki gue bilang gitu soalnya. Dia ga mau ngomong itu langsung sama Elo karena ngerasa ga enak. Makanya gue yang ngomong gini sekarang!"
"Mana laki Lo? Koq ga ikutan makan?" sindir Berliana dengan mata menatap ke arah pintu kamar Virly.
"Udah ngorok dia! Kecapekan kayaknya!"
"Ah, dalam hatinya siapa tau!" cebik Berliana membuat Virly tergelak.
"Emang sih! Tapi gue lebih kenal laki gue. Dia orang yang paling ga suka ikut campur urusan orang. Begitulah dia! Orangnya emang keliatan cuek banget! Tapi hatinya baik. Gue bisa jamin!"
"Ck! Gaya Lo udah kayak ibu-ibu pejabat yang lagi jadi backing lakinya yang sedang dituduh korupsi! Hahaha..."
"Sialan, Lo! Ya udah, serah Lo lah! Hidup-hidup Lo, hak Elo! Gue cuma sekedar mengingatkan. Jangan sampe Lo terjerumus pada pergaulan yang ga bener, Ann!"
"Dih? Koq kesannya gue kayak orang yang lagi mau berbuat asusila ya? Hellow, kakakku yang manis cantik dan seksi parah. Gue empat tahun di Selangor, Lo engga pernah ngomong bla bla begini sama gue! Dan gue hidup aman-aman aja, ga buat masalah!"
"Emang Lo mau berangkat kuliah ke Malaysia izin dulu sama gue? Enggak, dodol! Cuss Lo terbang tanpa pamitan dan menghilangkan jejak kayak buronan yang lari dari kejaran utang!"
"Hehehe... woles Kak woles! Kan Lo tau, gue juga niatan berobat! Hehehe..."
"Ya itu! Kaga ada Lo cerita sama gue kalo Lo tuh sakit! gue baru tau sebulan setelah Lo tinggal di Selangor dan itupun denger tanpa sengaja dari percakapan Eyang Uti sama Mama!"
"Hehehe..."
Ternyata! Ternyata kepergian Berliana karena dia sakit? Sakit apa? Kenapa dia ga mau terbuka cerita keadaannya sama gue juga? Bukankah kita ini adalah sepasang kekasih? Bukankah harusnya kekasih itu selalu jujur pada pasangannya?
Berliana merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak tatkala matanya tiba-tiba melihat Rendy yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan tatapan tajam kepadanya.
Ya Tuhan!!! Rendy jangan-jangan... dengar pembicaraan gue sama kak Virly!
Rendy mendekati meja makan. Ia menarik gagang kursi dan duduk bersama istri serta adik iparnya dengan wajah pura-pura lugu karena baru bangun tidur.
"Kirain kamu mau tidur bablas sampai pagi, Mas! Maaf, hehehe..." kata Virly dengan wajah tersipu malu.
"Berliana!" ucap Rendy.
"I iya?" Tentu saja hati Berliana dag-dig-dug tak karuan mendapati panggilan tiba-tiba mantan pacarnya itu.
"Kenapa ingin pindah dari rumah kakakmu ini? Apa karena ada Aku?" tanya Rendy tanpa melihat wajah Berliana.
"Bukan begitu, Mas!" jawabnya dengan suara lemas.
"Aku memang begini pembawaannya. Ya beginilah orangnya! Tapi..., itu karena aku justru tidak enak hati. Secara,.. Aku cuma numpang di rumah istriku. Bahkan yang paling berhak tinggal di rumah ini tentu saja itu kamu. Karena kamu adalah adik kandungnya Virly!"
"Mas! Jangan ngomong gitu ah! Please!"
"Mas Rendy! Aku memang diawal pindah ke rumah kak Virly niatan hanya untuk sebulan saja. Dan setelah Aku masuk kerja, Aku punya niat cari kost-an agar bisa hidup mandiri. Tapi ternyata belum sebulan, aku punya teman baru yang memohon dengan sangat agar Aku mau jadi temannya dan tinggal bareng dikost-annya. Memang terlihat sembrono dan serampangan, seperti pikiran Mas Rendy. Tapi sejujurnya Aku punya penilaian sendiri pada Maura. Dia anak yang baik dan bisa kujadikan sahabat juga karena hobi serta kesukaan kami nyaris sama semua. Jadi kuharapkan pengertian Mas Rendy dan Kak Virly untuk mengizinkanku tinggal bareng Maura! Agar tidak membuat kalian cemas, Aku udah chat Maura dan besok dia akan ke sini pukul sembilan pagi untuk minta izin pada kalian. Dan kami pastikan, setiap dua minggu sekali kami akan menyerang rumah ini untuk makan malam yang lezat. Bagaimana?"
Virly dan Rendy hanya bisa saling menatap. Lalu tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
Rendy! Gue yakin Lo juga sebenarnya seneng sama keputusan gue ini. Gue tau Lo ga nyaman sejak kedatangan gue di rumah ini. Walau gaya Lo senga', tapi gue berharap dari hati yang paling dalam, Lo akan membahagiakan Kakak gue sampai kapanpun. Sampai maut yang memisahkan. Itu doa gue untuk kebahagiaan kalian.
Berliana hanya menunduk selama makan malam bersama.
Begitupun Rendy. Walau ada banyak pertanyaan yang melayang bebas di otaknya, Ia berusaha untuk tetap waras dan menjaga kekuatannya agar tidak lepas kontrol dengan menanyakan kembali kepergian Berliana yang tiba-tiba tanpa konfirmasi tujuh tahun lalu.
Kini dia adalah seorang Ayah dari putra yang dilahirkan Virly, Kakak kandung Berliana.
Tidak boleh melakukan hal-hal yang diluar batas apalagi demi untuk mengetahui masa lalu yang sudah dia kubur dalam-dalam.
Cinta masa mudanya memang sudah layu dan mati.
Tidak ada harapan bahkan tidak pantas untuk di kenang. Karena kini Ia sudah punya jalan sendiri. Tanpa Berliana. Kekasih hati yang dulu begitu Ia puja.
Ada Virly dan juga Leonardo.
Dua orang terkasih yang selalu setia menemani Rendy selama dua tahun belakangan ini.
...............
"Berliiiin!!! Berliiiin!!!"
"Rendyyyy ..!!! Rendyyyy, aku disiniiii!!!"
"Berliana!!! Pegangan erat-erat pada pohon itu!!! Aku akan menolongmu sekuat tenaga!!! Tunggu Aku! Tunggu Aku, jangan kemana-mana!!!"
Rendy menangis dengan tubuh penuh peluh. Berliana terbawa arus sungai yang sangat deras. Ia harus menolong kekasih hatinya itu dari bencana alam yang tengah melanda.
Dengan sekuat tenaga, tangannya yang memegang batang pohon kecil berusaha memberikan pada Berliana yang menangis keras.
"Tenanglah! Pelan-pelan! Ayo, Berlin, sambut uluran kayu dari tanganku ini! paparnya berusaha memberi bantuan.
"Rendy! Aku, gak kuat Ren!"
"Please! Jangan bilang gitu! Ayo, Ayo kamu bisa! Ayo Berlin! Berlin!!! Berlianaaa!!!"
Tiba-tiba tanah pijakan Berliana amblas. Lalu membawa tubuh gadis yang dicintainya itu pergi jauh terbawa arus sungai.
"Berlianaaa!!! Hhh hhh hhh..."
"Hhh... hhh .. hhh..."
Rendy tersentak. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat.
Mimpi buruk yang menakutkan baginya.
Ia bangkit dan terduduk di atas ranjang.
Matanya basah.
Rendy segera mengusap cepat.
Terlihat wajah-wajah polos tengah terlelap dalam mimpi indahnya. Mereka adalah Virly istrinya dan juga Leonardo putra kesayangannya.
Ya Tuhan! Mimpi yang bagaikan nyata bagiku! Kata hatinya dengan jantung berdebar kencang.
...🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹...