Talita tak menyangka jika suaminya berselingkuh dengan adiknya. Bahkan untuk menutupi perselingkuhan mereka tega membunuhnya.
Sebuah keajaiban membawa Talita hidup kembali ke tahun dimana ia masih belum mengenal Rehan suaminya.
Menyadari dirinya hidup kembali ia bertekad untuk membalas dendam kepada adiknya dengan merebut kekasihnya dan membiarkan ia menikahi suaminya.
Akankah dendam Talita akan berhasil???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Kejutan dari Gala
Talita terlihat begitu cantik menggunakan kebaya berwarna pink. Hari ini adalah hari wisudanya tentu saja ia berusaha tampil secantik mungkin di momen paling bersejarah selama ia menjadi mahasiswi.
Raut wajah bangga nampak terpancar dari sudut wajah Aditama saat putrinya di nobatkan sebagai lulusan terbaik dengan predikat cumlaude.
"Selamat ya nak, ayah bangga sekali padamu. Pasti ibumu juga bangga padamu," ucap Aditama kemudian memeluknya
"Selamat ya kak, semoga aku juga bisa seperti kakak, lulus dengan predikat cumlaude," ucap Rosa memberi selamat
"Tentu saja kau juga bisa, aku yakin anak pintar seperti dirimu pasti mudah mendapatkan predikat cumlaude," jawab Talita
"Benarkah?"
"Tentu saja," sahut Talita
"Apa kakak sekarang punya kelebihan meramal nasib orang?"
"Sepertinya begitu," jawab Talita di sambut gelak tawa Aditama
"Entah kenapa ayah merasa kamu sangat berbeda dari biasanya. Dulu kau adalah anak pendiam yang tak banyak bicara dan begitu tertutup. Tapi sekarang kau berubah menjadi pribadi yang hangat, pemberani, dan menyenangkan,"
"Semua orang harus berubah jika ingin mendapatkan apa yang diinginkannya ayah, begitupun diriku, aku harus merubah diriku untuk mendapatkan apa yang aku mau,"
"Kakak benar, sepertinya aku juga harus mengikuti jejak kakak agar bisa mendapatkan apa yang aku mau. Semangat!" seru Rosa
Ketiganya kemudian meninggalkan area kampus setelah acara selesai.
Aditama sengaja ingin mengajak kedua putrinya untuk makan-makan di restoran untuk merayakan kelulusan Talita.
Talita terus menatap lekat sosok Rehan yang terlihat sedang melukis para wisudawan dan wisudawati..
Aku sudah berhasil merebut Gala dari Rosa, sekarang saatnya aku membuat kau dan Rosa menikah,
*Ciiitt!!
Aditama menghentikan mobilnya saat melihat sebuah motor sport menghadang laju kendaraannya.
Seorang pria turun dari atas motor dan menggedor-gedor kaca mobilnya membuat Adi langsung membukanya.
Tanpa basa-basi ia segera membuka pintu mobil dan menyeret Talita keluar.
"Apa-apaan sih, narik orang orang sembarangan, emang lo siapa!" hardik Talita mencoba melepaskan diri darinya
"Jangan banyak bicara kalajengking manisku," jawab Pria itu membuat Talita langsung membulatkan matanya
"Kalajengking??"
Talita memutar bola matanya dan kemudian berusaha membuka helm pria di depannya.
Keduanya terlihat seperti sedang bergulat membuat semua orang memperhatikan mereka.
Akhirnya Talita berhasil melepaskan helm pria itu dan terkesiap saat melihat sosok di balik helm itu.
"Gala?"
"Surprise, happy graduation honey!" ucap Gala membuka tangannya
Seorang pria segera berlari dan memberikan bucket mawar dan memberikan kepadanya.
"Selamat ya sayang, sorry aku telat datangnya karena ada meeting mendadak," ucap Gala mendekatinya
"Terimakasih, tapi maaf aku harus pergi," jawab Talita dingin
"Memangnya kamu mau kemana?"
"Aku akan merayakan kelulusanku dengan keluarga ku, jadi sebaiknya kamu pulang saja, aku yakin kamu juga sedang sibuk sekarang bukan," ucap Talita
Tak terima dengan penolakan tunangannya membuat Gala langsung melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu dan menariknya membuat Talita langsung membulatkan netralnya saat ia berada dalam pelukan pria itu.
"Tidak ku sangka jika kau benar-benar wanita licik, kemarin kau mengejar-ngejar aku untuk menjadi tunanganmu, tapi setelah kau mendapatkan aku, kau berusaha mengabaikan aku?" tanya Gala mencondongkan wajahnya kearah gadis itu membuat Talita langsung memalingkan wajahnya
"Aku tidak peduli hari ini kau ada janji dengan ayahmu, yang jelas aku mau menghabiskan akhir pekan ku dengan calon istriku," bisik Gala langsung menggendongnya membuat Talita langsung melotot saat melihat aksi nekat pemuda itu.
Dasar brengsek, kenapa dia berubah jadi cowok gila seperti ini!
"Lepasin aku gak, atau aku akan teriak!" ancam Talita
"Teriak saja aku tak peduli!" sahut Gala terus membawanya pergi tanpa menghiraukan teriakan Talita.
Ia bahkan dengan santainya memakai kacamata hitamnya Melawati puluhan orang yang berkerumun memperhatikannya.
Ia hanya tersenyum sinis saat mendengar orang-orang menggunjingkannya.
Ia kemudian menurunkan Talita didepan mobilnya dan membukakan pintu untuknya.
"Masuklah, atau aku perlu menggendong mu lagi?" tanya pria itu
"Ish dasar nyebelin!" gerutu Talita
Wanita itu kemudian masuk kedalam mobilnya meskipun sambil menggerutu.
Gala kemudian melambaikan tangannya kearah Aditama sebelum ia meninggal halaman kampus.
Ia melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Talita terus memegangi hand grip handle dengan erat.
"Kau semakin cantik saat tegang sayang," ucap Gala sengaja menggodanya
"Gak lucu, garing tahu, tunggu saja pembalasan ku," sahut Talita dengan wajah juteknya membuat Gala tertawa melihatnya
"Apa kali ini kau akan membalas ku dengan meninggalkan tanda bibirmu di pipiku atau hal lain yang lebih menantang?" ucap Gala kembali menggodanya
*Dreet, dreet, dreet!
Gala segera mengangkat ponselnya, dan terlihat begitu serius saat menjawabnya.
"Hmm, baik aku akan segera kesana,"
Gala segera memutar balik mobilnya membuat Talita bertanya, " Apa kau tak jadi memberiku kejutan?"
"Maaf sayang, sepertinya acara bulan madu kita tunda dulu, karena ada urusan urgent yang harus ku selesaikan lebih dulu," jawab Gala mempercepat laju mobilnya
"Bulan madu, yang benar saja,_"
*Ciiitt!!!
Gala segera menghentikan mobilnya di depan kantornya, ia segera melemparkan kunci mobilnya kepada Assisten pribadinya yang sudah berdiri menyambutnya.
Pemuda itu tak lupa meminta Talita turun dan mengandeng lengan gadis itu mengajaknya masuk kedalam.
*Krieet
Semua orang langsung berdiri saat melihat kedatangannya.
"Apa kau yakin akan mengajak wanita itu dalam rapat darurat perusahaan kita?" tanya seorang pria paruh baya
"Dia adalah calon istriku, jadi tak masalah jika ia tahu segalanya. Toh akhirnya GR Retail akan menjadi miliknya juga," jawab Gala kemudian mempersilakan Talita duduk di kursinya sementara ia lebih memilih berdiri.
Jadi perusahaan Gala sedang mengalami krisis, apa ini yang menyebabkan perusahaannya bangkrut hingga membuat Rosa memutuskan hubungan mereka saat keduanya hampir menikah?
Selesai Rapat Assisten Gala memintanya untuk menemui seorang investor yang sudah menunggunya.
Lagi-lagi ia mengajak Talita untuk menemui tamu pentingnya meskipun gadis itu sudah menolaknya.
"Sebagai calon istriku kau harus tahu semua kegiatan ku, agar kay tak mengira ku macam-macam saat aku pulang larut malam suatu hari nanti," ucap Gala dengan penuh percaya diri
Cih, dia percaya diri sekali akan menikah denganku. Kau tahu usiaku sangat pendek, jadi kita tidak mungkin berjodoh Gala, jadi jangan terlalu berharap, aku takut kau akan sakit hati jika begitu berharap aku akan menjadi istrimu.
Talita kemudian mengikuti pria itu menuju ke ruang kerjanya,
Talita terkesiap saat melihat Ivana datang menemui Gala bersama seorang warga asing.
"Perkenalkan saya Ivana Salim, juru bicara Mr. Gareth Evans dari PR Retail," ucap Ivana memperkenalkan dirinya
Untuk apa ia menemui Gala, bukankah dia sekretaris papah, lalu kenapa ia menjadi seorang juru bicara perusahaan asing, sebenarnya apa yang direncanakan Wanita itu??