NovelToon NovelToon
Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Iis Siti

Al-fatihah Pembuka Jodoh.

Sita gadis kampung yang mengadu nasib di kota, suatu hari ia terjebak keadaan dimana sanga abah yang sedang sakit mengira laki-laki bernama Dino yang mengantarnya pulang adalah kekasihnya, abah meminta dia menikahi putrinya, tidak disangka Dino pun mau menikahinya.

"Kenapa Abah tidak bertanya dulu pada Sita? Dia bukan kekasih, Sita," jelasnya

"Apa masalahnya? Dia bersedia menikahimu," ucap abah.

"Akan tetapi, Sita tidak mencintainya, Bah."

Sita yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah dan berdo'a pada Allah SWT.

Suatu ketika saat Dino menjadi imam shalat, surat Al-fatihah yang dilantunkannya dengan indah dan merdu, mampu menggetarkan hati Sita, hingga ia memutuskan untuk menerima pernikahan ini.

Akankah getaran itu berubah menjadi cinta?
Mampukah mereka bertahan, menghadapi ujian yang datang dalam rumah tangga mereka?

Yuk saksikan kisahnya hanya disini.

JANGAN LUPA TEKAN FAV, LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA, AGAR AUTHOR SEMANGAT.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iis Siti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Sakit

"Dimeja kamar?" Sita mengulangi perkataan Dino.

"Bagaimana perempuan itu bisa ada dikamarmu?" tanya Sita.

"Perempuan?" Dino terkesiap kaget mendengarnya. "Apa maksudmu?"

"Katakan Siapa dia?" ucap Sita dengan memperlihatkankan handphone-nya yang berisikan pesan dari perempuan itu.

"Apa!" Dino sangat kaget melihatnya.

"Apa apaan ini! Siapa dia? bagaimana bisa dia mengirim pesan seperti ini padamu tadi malam." kali ini Dino yang dibuat shock dengan pesan ini.

"Tidak hanya mengirim pesan, sebelumnya dia menelponku dengan segudang hinaan," ujar Sita.

"Apa?" Dino tak percaya ini terjadi disaat dia mau menikah dengan perempuan yang sangat dia cintai. Terang saja Sita shock tadi.

"Katakan padaku siapa dia?" tanya Sita menatap Dino dengan tajam, penuh kekecewaan.

Meski ia berusaha tegar dengan mencoba menahan tangisnya. Namun, pada akhirnya air matanya tetap jatuh membasahi pipi.

Kali ini Dino dibuat tidak berdaya, entah harus bagaimana, karna melihat istrinya menangis.

Sungguh Dino tidak kuasa, ingin sekali mengusap air matanya, ingin rasanya memeluknya . Namun, jangankan untuk dipeluk, tangannya saja enggan untuk dia pegang.

Entah siapa yang mencoba menghancurkan kebahagiaannya. Dino pun mulai terlihat kesal pada sosok perempuan itu.

Dino mencoba duduk di kursi yang ada disamping tempat tidur Sita, dan meraih tangannya kembali, meski Sita berusaha melepasnya. Kali ini Dino memegang erat tangannya dan tidak membiarkan Sita melepaskannya. Katakanlah memaksa untuk dipengang.

Dino sosok yang tenang, dia tak lantas marah-marah pada perempuan itu apalagi mencacinya, tapi bukan berarti dia akan membiarkannya, Dino akan menyelidiki dengan caranya.

Namun, dipikirannya saat ini adalah Sita yang terpenting. Bagaimana caranya menenangkan sang istri dan mengambil kepercayaannya kembali.

Keduanya saling menatap dengan tatapan yang berbeda. Sita dengan tatapan kecewanya dan Dino dengan tatapan penuh harapnya.

Dino terus memegang erat tangan Sita, sementara Sita terus mencoba melepasnya, tapi tidak bisa.

"Sekarang aku paham kenapa kamu begitu shock. Jangankan dirimu aku pun dibuatnya shock," ucap Dino.

Sita mencoba mendengarkan.

"Tapi aku tidak peduli apa pun yang dilakukan perempuan itu, saat ini aku hanya ingin kamu percaya padaku," lanjut Dino.

"Aku tidak tau siapa dia, aku tidak menjalin hubungan lain selain denganmu, yang jelas tujuan perempuan itu satu, dia ingin berusaha menghancurkan pernikahan kita," ucap Dino lalu mengecup tangan istrinya bolak balik, dan langsung ditarik kembali oleh Sita.

Sita hanya terdiam.

Dino bangun dari kursi dan duduk di atas ranjang, dengan menatap istrinya yang masih terlihat sedih tetapi agak mulai sedikit tenang.

"Katakan padaku apa yang harus aku lakukan? aku tak bisa membela diriku, tapi aku juga tidak rela dipandang hina oleh istriku. Tolong jangan hakimi aku sekejam itu!" ucap Dino lirih dengan tatapan sejuta harapan.

"Ada satu perempuan dimalam itu. Namun, aku tak bisa menuduhnya tanpa bukti, itu akan menjadi fitnah. Apa lagi hanya menduga duga."

Panjang lebar Dino menjelaskan tentang sosok Elena pada Sita.

Entah Sita percaya padanya ataupun tidak.

Sita hanya terus diam, lalu menundukan kepalanya menarik napas panjang mencoba meredakan emosinya. Mencoba bijak menyikapi permasalahan.

Ya sebenarnya Sita bukan tipe perempuan yang cepat marah, ketenangan Dino dan Sita bisa dikatakan sama.

Hanya saja kejadian malam itu terjadi di saat pernikahan tinggal satu langkah lagi, membuat Sita bingung menentukan sikap.

Apalagi tak ada penjelasan dari Dino karena tak mengangkat teleponnya. Andai telepon semalam diangkat Dino mungkin insiden ini tidak akan terkadi. Ditambah perut Sita yang kosong membuatnya lemah dan pingsan.

Dino memegang dagu Sita yang sedari tadi terus menundukan kepalanya, dan mengangkatnya seraya berkata, "Aku harap kamu percaya padaku."

Sita memalingkan wajahnya mencoba melepaskan tangan Dino yang masih memegang dagunya lembut itu.

"Aku bukan perempuan hebat yang selalu siap menghadapi masalah, meski kadang terlihat tegar tapi sesungguhnya hati ini rapuh," ucap Sita.

"Tapi aku tak selemah itu hingga akan terus menyimpan kesedihan dibenakku," lanjutnya.

"Perempuan yang kamu nikahi ini baru saja mengenalmu dalam beberapa hari, tiba-tiba dalam waktu satu bulan lebih mendadak harus menikah denganmu. Mendadak pula di malam H-1 seseorang berupaya menghancurkan hatiku. Hati yang bahkan belum menyimpan Cinta di dalmnya.

Apa aku tidak berhak curiga?" Sita pun menatap tajam Dino, dan melanjutkan bicaranya. "Tolong maafkan aku jika terkesan menuduhmu."

"Tentu aku memaafkanmu," ucap Dino.

"Akan tetapi, dengan aku meminta maaf padamu, bukan berarti aku mempercayaimu!" ucap Sita tegas.

"Setidaknya amarahku sedikit mereda dengan penjelasanmu. Aku juga berharap kamu bisa membuktikan kebenaran tentang perempuan itu," lanjutnya.

"Baiklah setidaknya kamu memberiku kesempatan, dan aku bersyukur," tutur Dino.

"Aku juga yakin Allah tidak akan membiarkan ketidak adilan pada kita," lanjut Dino.

Hari sudah sore, Dino pun membawa Sita pulang kerumah abah. Sesuai ketentuan rumah sakit yang sudah diurus saat tadi menyelesaikan administrasi.

Setiba dirumah Sita disambut oleh seluruh keluaraga dengan gembira. Keadaan sudah agak sepi hanya tinggal dekor rumah yang belum dibuka. Ibu Dino, Ratih, Elena pun sudah pulang dengan rombongan setelah tadi abah pulang dari rumah sakit mengabari keadaan Sita yang sudah membaik.

Sita kembali melihat sekeliling rumahnya yang indah dengan dekorasi yang sederhana, tapi tetap terlihat elegan.

Sayangnya dia tidak bisa menikmati ini semua. Hari pernikahannya bak badai melanda.

Padahal moment ini sekali seumur hidup. Bahkan foto graper pun belum sempat mengambil potonya dengan Dino.

Mungkin hanya ada satu poto saat Dino melapalkan akad pernikahan, itu pun tanpa Sita. Lagi-lagi Sita memperlihatkan wajah kecewanya.

"Nak, kamu baik-baik sajakan?" tanya abah

"Iya bah, Sita baik kok," jawab Sita singkat, dengan senyum kecil dibibirnya, Sita berusaha menyembunyikan kekecewaannya.

"Maaf jika Sita sudah membuat abah dan yang lainnya cemas."

"tidak apa-apa sayang," ucap kak Riri.

"Oh ya, kita makan bareng dulu yuk! Tadi di jalan kakak membeli jajanan kesukaanmu, pempek palembang. Ya, meski di rumah lagi banyak makanam kakak tetep beli. Kakak harap dengan memakan-makanan kesukaanmu mood makan kamu jadi bagus lagi, gak sampe lupa makan lagi juga," lanjut kak Riri panjang lebar.

Semua pun tertawa.

Sita pun di bawa ke meja makan yang disediakan khusus untuknya dan Dino makan bersama.

Sita pun duduk berhadapan dengan Dino. Terlihat sekali kecanggungan diantara mereka.

Sita berusah tersenyum pada sang suami dihadapan keluarga, untuk menutupi kekecewaannya. Mereka pun makan bersama dengan serangkaian perbincangan hangat.

1
mom mimu
sudah aku fav juga kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir di sini kak, salam kenal ya, maaf baru sempat mampir 🙏🏻🙏🏻🤗🤗
վմղíα | HV💕
nyimak thor.
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
aku hadir, semangaaaaaaaaaat
Keyboard Harapan: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
bintang lima untukmu kak, semangaaaaaat
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂: masama kak
total 2 replies
Ning Mar
jadi ikutan baper dehhh...
Ning Mar
otw halal
Keyboard Harapan: terimakasih sudah membaca karya saya😍 semoga suka, jangan lupa baca karya saya yg baru "Sinar Cinta Ramadhan" semoga betah disini🤗🤗🤗❤❤❤
total 1 replies
Ning Mar
Dino cowok baik dehh
Nafi' thook
rencana mau berdua, malah jadi bertiga
Nafi' thook
Dino ya, bukan Ipan
Nafi' thook
ceritanya sangat menarik. aku sangat suka
Keyboard Harapan: terimakasih😘😘😘
total 1 replies
Hiatus 💯%
pantang menyerah kak, karya akak bagus dan aku suka😉
Nenk Dewi
keren semangat
Keyboard Harapan: makasih😘😘😘😘
total 1 replies
Rain Mamba
karya yang luar biasa, semangat Teh...
Keyboard Harapan: makasih😘😘😘
total 1 replies
ulala lala
Biasa
Emi Yanti
Luar Biasa Mom dari mommy Dian
Emi Yanti: sama-sama mom
total 2 replies
seoulotus
rate 5 meluncur
Maharani Rania
katanya wanita muslimah ,tapi kelakuan nya bar bar
boomie👑
mampir kka
Keyboard Harapan: terimakasih😘😘😘
total 1 replies
Aishieteru
Elena minta di ruqyah 😒😒😒
Keyboard Harapan: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!