NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami Pengganti

''Nah sudah selesai, aku pulang sekarang,'' ucap Milan setelah dia selesai mencuci piring yang tadi dia pakai.

''Hmm ... Nih masih ada lagi,'' Zergo menunjuk tiga buah piring yang tergeletak di samping tempat cuci piring.

''Dih, itu 'kan bekas makan kamu, kenapa harus aku juga cuci, jangan ngerjain aku, ya?'' gerutu Milan merasa kesal.

''Sekalian, mumpung tangan kamu masih basah ini.''

''Ikh, nyebelin banget sih.''

Mau tidak mau akhirnya Milan mengikuti keinginan Zergo, dia mencuci piring bekas makan pria itu meski dengan perasaan terpaksa.

Sebenarnya, Zergo sengaja melakukan hal ini agar gadis itu bisa berlama-lama berada di rumahnya. Karena Zergo masih betah menatap wajah cantik wanita bernama lengkap Milannita itu.

''Huuh ... Akhirnya selesai juga, udah ya, jangan ngeluarin piring kotor lagi, oke ...?'' tegas Milan penuh penekanan.

''Oke-oke, kamu bisa pulang sekarang.'' Ujar Zergo akhirnya.

Kring ... Kring ... Kring ...

Ponsel Milan yang berada di saku celananya tiba-tiba berdering membuat Milan yang memang tangannya masih dalam keadaan basah sedikit kesulitan mengambil ponsel miliknya itu.

''Ponsel kamu bunyi tuh.'' Zergo menunjuk celana jeans yang dikenakan Milan.

''Duh, tangan aku basah lagi.''

''Mau aku bantuin?''

''Bantuin apa?''

''Tuh, ponsel kamu. Masa gak mau di angkat? kalau itu panggilan penting gimana?''

''Hmm ... gimana ya?'' Milan terdiam sejenak, karena ponselnya itu masih belum berhenti berdering.

''Ya udah, iya. Tapi jangan nyuri-nyuri kesempatan ya.''

''Iya-iya, bawel ...''

Milan mengangkat tangannya tinggi ke udara, dan perlahan telapak tangan Zergo mulai masuk merogoh saku celana jeans ketat yang dipakai Milan. Karena celana yang kenakan oleh gadis ketat dan melingkar pas di betis langsingnya, membuat Zergo sedikit kesulitan meraih ponsel tersebut.

''Duh, celana kamu ketat banget si.''

Terpaksa Zergo memasukan tangannya lebih dalam lagi agar bisa meraih ponsel tersebut, membuat Milan meringis geli diiringi suara tawa kecil.

''Hi ... hi ... pelan-pelan ikh, geli tau,'' ujar Milan sedikit menggoyangkan pinggulnya.

''Apaan si, salah siapa pakai celana ketat kayak gini.''

''Hmm ... ini namanya trendy, tau trendy?''

''Ish, trendy apaan?''

Akhirnya, setelah bersusah payah Zergo pun berhasil meraih ponsel tersebut, dia menatap layar ponsel bertuliskan nama 'Afgan' lalu mengerutkan keningnya kesal.

''Siniin ...!'' pinta Milan.

''Siapa Afgan?''

''Bukan urusan kamu,'' Milan berjalan menjauh lalu mengangkat telepon.

📞 ''Halo ...'' jawab Milan ketus.

📞 ''Iya halo, Mil. Kamu dimana? kita ketemu sekarang, ya?''

📞 ''Mau apa lagi? setelah kamu meninggalkan aku semalam, sekarang kamu minta ketemu sama aku, hah ...?''

📞 ''Iya, sayang. Aku minta maaf, aku akan jelasin semuanya kenapa aku tiba-tiba menikah sama wanita itu, aku tunggu kamu di tempat biasa kita ketemu, Oke. Aku tunggu sekarang juga.''

Milan tidak menjawab dan langsung menutup telpon begitu saja. Pikirannya tiba-tiba saja teringat dengan apa yang dia lihat semalam di kamar hotel. Afgan, laki-laki yang telah selama tiga tahun dia tunggu kedatangannya sedang bercinta dengan seorang wanita.

Ya, memang wanita itu adalah istrinya, dan apa yang mereka lakukan adalah hubungan yang layak dilakukan oleh sepasang suami-istri, namun, tetap saja sebagai wanita yang masih memiliki hubungan dengan Afgan, hati seorang Milan merasakan sakit, dan dadanya pun terasa sesak seketika.

''Siapa? pacar kamu?'' tanya Zergo, menatap wajah Milan yang terlihat murung.

''Hmm ...''

''Kamu beneran masih mau mempertahankan hubungan kamu sama laki-laki itu? dia sudah jadi suami orang lho?''

''Gak usaha ikut campur, aku pergi sekarang. Makasih atas sup nya, dan makasih udah nolongin aku semalam,'' jawab Milan hendak pergi, namun pergelangan tangannya di raih oleh Zergo membuat Milan menepis tangan itu seketika itu juga.

''Tunggu, biar aku antar ya, kamu kamu kemana?''

''Gak usah, aku bisa pergi sendiri,'' Milan hendak melangkah.

''Tunggu ...''

''Apa lagi sih?''

''Jangan lupa hutang kamu sama aku, lima juta, di bayar kontan gak boleh di cicil,'' tegas Zergo beralasan agar mereka bisa bertemu lagi.

''Kontan ...? kayak ijab kabul aja, 'Di bayar kontan'. Iya nanti aku bayar, dasar orang kaya pelit,'' jawab Milan kesal lalu benar-benar keluar dari dalam rumah mewah laki-laki bernama Zergo itu.

🍀🍀

Afgan menunggu dengan tidak sabar duduk di kursi di dalam Restoran yang biasa dia kunjungi bersama kekasihnya itu. Dia sengaja meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya sebagai Pengacara.

Pakaian Afgan terlihat begitu rapih, jas hitam yang dia pakai begitu pas di tubuh tinggi dan kekarnya. Rambut Afgan pun terlihat begitu rapi membuat penampilannya benar-benar terlihat tampan sempurna.

Tidak lama kemudian, gadis yang dia tunggu pun terlihat memasuki Restoran, dan Afgan segera melambaikan tangannya agar gadis itu bisa melihat keberadaan dirinya.

Dengan wajah masam, Milan perlahan berjalan mendekat, lalu duduk di kursi yang berada tepat di depan Afgan.

''Kamu mau makan apa?'' tanya Afgan dengan tersenyum.

''Gak udah, aku udah makan tadi,'' Milan ketus.

''Hmm ... Apa kamu belum pulang dari semalam? pakaian kamu masih sama?'' Afgan menatap pakaian yang dikenakan oleh kekasihnya itu.

''Bukan urusan kamu, sekarang katakan saja apa yang ingin kamu katakan sama aku.''

''Aku mau minta maaf, Mil. Aku tau hati kamu pasti sakit mengetahui aku telah menikah dengan wanita lain. Tapi itu semua bukan keinginan aku, orang tua aku yang memaksa aku menikah sama dia, karena adikku si Vincent tiba-tiba hilang entah kemana, aku juga gak menginginkan pernikahan ini, percayalah,'' Afgan bersungguh-sungguh.

''Maksudnya, kamu jadi suami pengganti? karena adikmu menghilang di hari pernikahannya, jadi wanita itu pacar adik kamu, begitu ...?''

''Iya betul, Mil. Aku bersumpah, aku sama sekali tidak mencintai dia, wanita yang aku cintai hanya kamu, Milan.''

''Tidak mencintai dia ...? kamu bilang 'tidak mencintai dia' ha ... ha ... ha ...! Lalu apa yang kamu lakukan semalam itu apa? kalau kamu tidak cinta sama wanita itu, kamu gak akan melakukan hubungan layaknya suami-istri, apa kamu tau gimana perasaan aku, hah ...! kamu benar-benar Brengsek Afgan ...! aku benci sama kamu,'' jawab Milan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

''Apa maksud kamu?''

''Aku melihat semuanya, apa yang sedang kamu lakukan di dalam kamar hotel, memang gak ada yang salah dengan semua itu, karena kalian suami-istri, tapi kamu benar-benar tidak punya perasaan, setelah kamu bermalam pertama sama dia, sekarang kamu bilang bahwa 'hanya aku wanita yang kamu cintai' hah ...'' tegas Milan dengan derai air mata yang mulai bergulir di pipinya.

Afgan terdiam dan menunduk, dia sama sekali tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, semalam dirinya memang terlalu terbuai melihat kemolekan tubuh mungil istrinya, dan rasa kecewa yang dia rasakan karena mengira kekasihnya itu berselingkuh membuatnya melampiaskan kekesalannya itu dengan bercinta dengan Alisya sang istri.

''Kenapa diam saja, Afgan? Apa kamu tahu betapa sakitnya hati aku? apa kamu tau betapa selama ini aku selalu setia menunggu kedatangan kamu? sekarang semua yang aku lakukan itu sia-sia, hanya rasa sakit dan kecewa yang aku dapatkan, hiks hiks hiks ...'' ujar Milan menangis sesenggukan merasakan sakit di hatinya.

''Aku minta maaf, Mil.'' Afgan menunduk sedih, dengan mata yang juga berkaca-kaca.

''Aku ingin sekarang juga kita putus, silahkan kamu jalani pernikahan kamu dengan bahagia, dan mainkan peran kamu sebagai suami pengganti.'' Tegas Milan penuh penekanan.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Rana
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!