NovelToon NovelToon
Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Duda / Tamat
Popularitas:19.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Season 1: Bara x Retha

Jalinan cinta antara dua orang yang saling menguntungkan antara seorang duda dengan seorang guru yayasan yang memiliki pekerjaan sampingan. Bara membutuhkan wanita untuk mengobati kesepiannya dan Retha membutuhkan uang untuk melunasi hutang ayahnya.

Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka dan lika-likunya menghadapi dunia? Akankah keduanya akan bersatu?


Season 2: Hendry x Citra

Cinta masa SMA yang dipertemukan kembali saat keduanya baru saja mengalami kegagalan berumah tangga. Hendry ditinggalkan istrinya karena permasalahan kesuburan. Sedangkan Citra memutuskan bercerai dari suaminya yang telah berselingkuh dan menghamili wanita lain.

Akankah mereka bisa menghadapi trauma hubungan sebelumnya? Bagaimana cara mereka bisa kembali membuka hati dan akhirnya hidup bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Solusi yang Berat

Lihat gunungnya, dong ....

Tiur mengerutkan dahi membaca salah satu komentar orang yang menonton live-nya.

Buka dong, Sayang ....

Lagi-lagi ada yang memberikan komentar nakal. Ia menyeringai, "Kalau mau aku buka baju atas, tambahin lagi dong gift-nya ...." ucap Tiur dengan nada menggoda. Ia menggeliatkan tubuhnya mempertontonkan gestur se*ksi yang membuat komentar penontonnya semakin ramai. Ada beberapa dari mereka yang memberikan hadiah gambar yang nantinya bisa ditukarkan dengan uang. Ia begitu girang saat ada yang memberikannya hadiah gambar peri yang bisa ditukarkan dengan uang senilai satu juta.

Buka sekarang ... nanti aku tambahi lagi hadiahnya.

Orang yang mengiriminya gift mahal mengirimkan komentar. Tiur bersiap di depan kamera membuka pakaiannya dengan gaya yang membuat kaum adam akan meleleh.

"Hiks! Hiks! Hiks!"

Konsentrasi live Tiur terganggu saat sekilas melihat Retha melewati pintu kamarnya sembari menangis. Tangannya yang sedang membuka baju sampai tertahan di dada. Orang-orang yang melihat acaranya semakin banyak memberikan komentar saking tidak sabar menunggu Tiur membuka pakaian.

"Em, maaf ya. Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan live. Janji besok kita lanjut lagi, ya. Jangan sampai ketinggalan acara live bareng Tiur. I love you, ganteng!" Tiur mengakhiri acaranya dengan kerlingan mata menggoda khasnya. Ia kembali membenarkan pakaiannya dan berlaro menghampiri Retha di kamar belakang.

Saat pintu kamar terbuka, ia melihat Retha sedang menangis tersedu-sedu di kamarnya. Selama berteman dengan wanita itu, ini pertama kalinya Tiur melihat Retha menangis.

"Kamu kenapa?" tanya Tiur seraya mendekati Retha.

Retha tak sanggup berkata-kata. Ia memeluk erat tubuh Tiur sembari menumpahkan kesedihannya. Butuh beberapa waktu Tiur membiarkan Retha menangis tanpa menanyakan apapun. Hingga akhirnya tangisan itu reda dan Retha mulai terlihat tenang.

"Coba katakan, apa ada masalah?" Tiur menggenggam tangan Retha untuk memberikan penguatan.

"Tiur ... ayahku berulah lagi," ucap Retha lirih.

Tiur sudah menduga, pasti lagi-lagi masalah dengan orang tua tidak berguna itu. Ia yang hanya mendengar cerita dari Retha saja kesal. Kalu dia memiliki ayah seperti itu, pasti sudah tidak akan ia urusi. Namun, Retha berbeda, tetap peduli dengan ayahnya.

"Ayahku tertangkap polisi lagi karena ikut judi. Aku harus membayar denda tiga juta untuk mengeluarkannya."

"Kamu kenapa masih mengurus ayahmu? Biarkan saja dia dipenjara, di sana makan dan tinggal lebih terjamin." Tiur sama sekali tidak percaya dengan tindakan Retha. Hidupnya saja sudah sulit masih memikirkan ayahnya.

"Tadi di sekolah juga aku ditagih uang kas yang aku pakai. Aku perlu uang sekitar dua puluh juta untuk menggantinya."

Tiur tercengang mendengar nominal yang disebutkan Retha. Ia memang mudah mendapatkan uang, namun kalau sebanyak itu juga tidak punya. "Kalau mengumpulkan 2-3 bulan mungkin baru ada. Sekarang aku benar-benar tidak punya uang." Rasanya sedih tidak bisa membantu Retha.

"Aku tadi sudah berusaha bicara dengan manajer di klab katanya juga tidak bisa meminjamkan sebanyak itu. Apalagi aku sudah sering pinjam uang di sana. Apa aku jual diri saja?"

"Retha!" Tiur membelalakkan mata terkejut. Selama ini, temannya itu sangat menjaga dirinya, sekuat tenaga berusaha agar tidak terjerumus dalam pekerjaan yang sama dengannya.

"Apa menurutmu masih ada jalan keluar untuk masalahku?" Rerha terlihat begitu putus asa.

"Aku beri tahu, Retha. Hidupku tidak semudah yang kamu bayangkan. Kalau belum terjerumus dalam duniaku, lebih baik jangan! Aku saja yang berusaha berhenti sampai sekarang belum bisa melakukannya."

"Bagaimana lagi aku harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu yang singkat?"

"Sekalipun kamu mendapatkan uang yang kamu mau, masalah lain yang lebih buruk akan datang dan membuatmu terus terjerat dalam kehidupan yang kelam. Aku berkata seperti ini kareba sudah merasakannya sendiri dan aku tidak mau kamu juga bernasib sama sepertiku."

Mata Tiur mulai berkaca-kaca mengingat kehidupan yang harus dilaluinya sebagai seorang wanita malam. "Kamu pikir aku senang dan bahagia memamerkan tubuh di depan kamera, ditonton banyak lelaki mata keranjang? Apa kamu pikir aku juga menikmati tidur dengan laki-laki yang berbeda setiap malam? Sekali mencoba kamu akan menyesal, Retha. Ingat kata-kataku!"

Retha terdiam sejenak. Dua sisi yang berlainan sedang berkecamuk di dalam pikirannya. Satu sisi ia ingin tetap menjadi orang yang lurus, sisi lain ia ingin segala permasalahannya cepat terselesaikan.

"Tiur, kalau live buka baju biasanya bisa dapat berapa banyak?"

Tiur kembali melotot dengan pertanyaan Retha. "Kamu mau melakukannya?" tanyanya meyakinkan.

"Kalau hanya seperti itu kayaknya aku bisa."

"Jangan, jangan! Kamu tidak cukup gila untuk melakukannya. Apalagi jejak digital sulit dihilangkan, jangan ... jangan ...." Tiur geleng-geleng kepala.

"Tapi, menurutku itu pekerjaan yang paling ringan yang aku bisa."

Tiur masih berpikir. Retha tidak akan kuat mental melakukan pekerjaan semacam itu. "Aku ada satu pekerjaan untukmu, Retha. Bayarannya cukup tinggi kalau kamu mau," ucapnya.

"Apa?" tanya Retha penasaran.

Tiur agaknya ragu untuk mengatakannya, namun sepertinya Retha benar-benar butuh uang. Sekali lagi ia menatap Retha. "Jadi tukang pijit, mau?"

Retha terdiam sejenak. Tukang pijit? Menurutnya itu pekerjaan tidak mungkin bisa menghasilkan banyak uang, kecuali kalau ada layanan tambahan seperti mau diajak tidur bersama.

"Kamu tidak perlu sampai tidur dengan pelanggan. Hanya saja ...." Tiur menggaruk-garuk kepalanya. Ia tidak tega mengatakan detil pekerjaan tersebut kepada wanita sepolos Retha.

Sementara, Retha tampak mendengarkan penjelasan Tiur dengan sungguh-sungguh.

"Kamu pernah belajar biologi, kan ...?" Tiru mencoba menjelaskan secara sederhana.

Retha mengangguk.

"Tahu tentang alat reproduksi lelaki?"

Lagi-lagi Retha mengangguk.

"Bagian itu yang harus kamu pijat." Tiur nyengir, dia malu sendiri menjelaskannya. Padahal, pekerjaannya setiap hari berkutat dengan hal tersebut.

Retha jadi berimajinasi yang tidak-tidak. Wajahnya memerah mendengar penjelasan yang diberikan Tiur. Melihatnya secara langsung saja tidak pernah, apalagi harus memegangnya.

"Tuh, kan ... aku sudah menebak kalau kamu tidak akan bisa." Tiur mengusap wajahnya sendiri. "Sebenarnya aku ada tawaran kerja selama satu minggu untuk melakukan hal itu. Bayarannya lumayan, 30 juta. Tapi, aku sedang malas bepergian ke luar kota."

"Katanya ada proyek di sana dan biasanya para bos-bos besar suka memanggil jasa layanan pijat. Tante Sukma mengirim sekitar 10 wanitanya, termasuk aku."

"Boleh aku mengantikanmu?" sahut Retha.

"Kamu yakin?" Tiur menatapnya serius.

Retha mengangguk. Ia seperti wanita yang sudah sangat pasrah.

"Kamu mungkin tidak perlu sampai melakukan hubungan badan. Tapi, apa kamu bisa melakukannya kepada lelaki yang berbeda-beda selama satu minggu?"

"Akan aku usahakan." Retha menjawabnya dengan lemas.

"Kalau memang kamu sudah mantap, besok malah aku ajak kamu bertemu Tante Sukma."

*****

Sambil menunggu update, bisa mampir ke karya teman author 😘

Judul: Wanita Bahu Laweyan

Author: Haryani

1
✨️ɛ.
syaiton mana yg telah meminjam tubuh si Zack ini ya.. /Facepalm/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semoga kamu juga di balas Tuhan karena pengkhianatan mu sm suami trus menelantarkan anak plus membunuh calon bayi, udah 3 itu berati karma mu lebih banyak nanti 😜🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hmm dasar gemblung
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mbak nya ni kocak minta di bawain kaca ibu tiri nya snow white kali ya, dia ngatain orang lain pelacur karena mau sama suami nya lha dia sendiri isteri orang tp minggat ga ada kabar trus jd peliharaan laki lain 😂🤣 halah halah gaya sama omongan mu mbak mbak, sekolah dulu kata ku mendingan biar otak mu ga kosong2 bgt gitub😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 ni manusia bukannya tobat malah nambahin dosa 😮‍💨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya bodo itu nama nya mbak, emang situ mau ngerawat anak yg bukan darah daging, bara ngelakuin itu sekali karena udah terlanjur sayang kenzo juga kalo sekali lagi ya dapet piring cantik kok masa seumur idup biayain sm ngurusin anak yg bukan dr bibit dia 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya ga salah mbak nama nya isteri minta suami, gua juga begitu tp minta mu tu ga masuk di akal kalo ratusan juta di abisin buat tas sm sepatu, emang tas mu sm sepatu mu kalo laper bisa bikin kamu kenyang 😩 kecuali duit nya suami mu sebulan unlimited ya, kalo udah di jatah sebulan 200 juta ya harusnya diatur, boleh aja beli tas perhiasan tp kan harusnya manajemen duit mu ga langsung habis bunda, bisa itu buat nabung sm makan gojek 3x sehari lebih dr cukup 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kalo ini isteri nya sih yg bermasalah trus mengkambinghitam kan mertua nya, emang dasar nya lu matre aja mbak 😌 mosok 200 juta abis seminggu, makan tambang ama belerang lu? 🤪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya juga kalo mantu nya baik pasti sedikit banyak bakal bantu ya kalo tau dr keluarga isteri emang kureng tp kok anda ndremis😩 ngasih itu berdasar kemampuan orang nya pakde kalo anda matok jumlah nama nya gatau diri 😤🤬😡
Gintania nia
Luar biasa
pdm
sek diajari sinau edis tp aku sek moco kok melu puyeng /Facepalm/
Arsina Zain
Buruk
Intan Risma Wandy
hamidun kayakne si silvi
Intan Risma Wandy
ciey cieyyyy sayang 😀😀
Fitri Zalfa
Luar biasa
Diah Anggraini
maachi ka..
ceritanya bagus
Diah Anggraini
zack
paling paling kau..
haaa
Diah Anggraini
salut sama bara yang tenang dan baik
Diah Anggraini
parah silvia..
keluar juga sifat aslinya
Diah Anggraini
haaaaa.
guut Bara..
puas dah tawain thea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!