Novel ini sekuel dari Novel ‘Anak Kembar Sang Mafia’!
Will-lea, bukan hanya kisah cinta antara Will dan Alea saja!
Kisah cinta yang berawal dari sebuah buket bunga pengantin. Kisah perjuangan Asisten pribadi Rayden sang JoKer, William Coopers si Jombo Keren dengan sejuta penggemarnya yang berusaha meraih cinta dari pengawal pribadi Nyonya mudanya yaitu Alea Savannah.
Akan tetapi, perjuangan Rayden dan juga Zhia dalam merawat si kembar Double L serta Triple baby yang akan segera lahir kedunia. Serta mengenai identitas Zaen Levi yang sebenarnya.
Diantara ketiga kisah itu, manakah yang membuat kalian penasaran?
Kisah cinta si JoKer? Keseruan keluarga Xavier dan si kembar Luca Lucia? Atau identitas Zaen Levi?
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat. Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All!
FB : Phopo Nira Nira atau Trie Vanny
IG : @Phopo_Nira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Apakah ini takdir?
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Aahh, … Maafkan aku!” ucap Will yang menjadi salah tingkah dengan ulahnya sendiri.
“Tidak apa,” sahut Alea singkat.
Benar saja, suasana canggung tercipta di antara mereka dan ternyata Levi bersama dengan Felix tengah memperhatikan keduanya dari kejauhan.
Terlihat jelas, Levi dan Felix sepertinya memberi intruksi kepada Will untuk lebih mendekatkan diri lagi pada Alea.
Pada akhirnya mereka malah frustasi sendiri, karena Will sama sekali tidak peka. Padahal Levi dan Felix sampai memperagakan dengan sangat jelas, hingga membuat keduanya dianggap sebagai pasangan Gay oleh beberapa pelayan yang melihat mereka.
“Hay, kau yakin Will itu dapat diandalkan oleh Tuan muda. Lihatlah sendiri, kita sudah mati-matian memberinya petunjuk malah dia tidak peka sama sekali!” seru Felix yang merasa kesal.
Karena usahanya sia-sia saja untuk membantu Will.
“Entahlah, kita berhenti saja sekarang. Kau lihat ‘kan tatapan para pelayan yang melihat kita dari tadi?” ujar Levi yang tidak mau membantu temannya itu.
“Kita biarkan saja. Ayo, kita temui Tuan dan Nona kecil saja!”
Felix pun mengajak Levi untuk pergi dari sana dengan menggunakan jalan lain. Sebab meraka juga tidak mau mengganggu Will yang tengah mencoba pendekatan dengan Alea itu.
“Ada apa?” tanya Alea yang merasa Will terus menatap kearah lain sejak tadi.
“Ah, … Tidak ada apa-apa ‘kok!” sahut Will dengan cepat.
“Kalau tidak ada yang perlu anda bicarakan lagi, saya pamit untuk menemui Tuan dan Nyonya muda terlebih dahulu,”
Alea sengaja bersikap dan berbicara formal seperti biasanya pada Will. Sebab dia ingin bersikap professional dalam pekerjaannya.
Dan juga, Alea tahu diri bahwa mereka belum memutuskan memiliki hubungan yang buisa membuatnya bersikap nyaman pada Will sebagai atasannya.
“Tunggu, Alea! Aku hanya ingin menanyakan hal ini untuk memastikannya saja. Bisakah kau menjawabnya dengan jujur?”
Perkataan Will seketika membuat langkah Alea terhenti dan berbalik menatapnya lagi.
“Apa yang ingin kau tanyakan? Apakah soal se, _....”
“Bukan soal itu, aku akan sabar menunggumu sampai kau siap memberiku jawabannya. Aku hanya ingin menanyakan hal ini. Aku masih punya kesempatan untuk bersama denganmu, bukan?”
Will akhirnya mengutarakan ketakutannya yang membuat dirinya tidak bisa tidur semalaman. Sementara itu, terlihat Alea sedikit tertegun saat mendengar pertanyaan dari Will.
Alea hanya bisa mengangguk kecil dengan malu-malu untuk menjawab pertanyaan Will barusan. Mendapat jawaban yang sangat dia harapkan, Will poun tersenyum penuh kemenangan.
Keduanya pun menjadi malu-malu satu sama lainnya, hingga Zhia dan Rayden datang menyerukan nama mereka.
“Ouh, Will kau sudah datang bersama Alea ternyata!” seru Zhia yang membantu Rayden berjalan.
Memang hari ini wajah Rayden terlihat berbeda dari biasanya. Biasanya Rayden pasti akan menampilkan sosoknya yang tampan, gagah dan dingin setiap akan berangkat menuju kekantornya. Akan tetapi, kali ini dia terlihat pucat dan tidak bertenaga.
“Iya, Nyonya! Kami tidak sengaja berpapasan didepan tadi. Tuan muda kenapa, Nyonya?”
Will pun segera membantu Zhia memapah Rayden, tidak lupa dia menanyakan penyebab Tuan mudannya menjadi seperti itu.
“Aku juga tidak tahu, Will! Semenjak bangun tidur, Ray terus muntah-muntah. Kita kerumah sakit sekarang ‘yah!” ujar Zhia yang terlihat sangat khawatir pada Rayden.
Will pun membantu Rayden berjalan hingga masuk kedalam mobil, begitu dengan Zhia dan Alea.
Rayden dan Zhia duduk dikursi belakang penumpang, sedangkan Will yang menyetir dan Alea duduk disebelah.
Beberapa pengawal pun mengikuti mereka ke rumah sakit dengan menggunakan mobilnya masing-masing.
Rayden memang sempat tidak muntah lagi, setelah dia selesai mandi dan bersiap. Namun, pada saat mau mengikuti sarapan seperti biasanya. Rasa mual kembali menderanya, bahkan lebih parah dari sebelum.
Melihat hal itu, Noland dan Julia pun menyuruh Zhia untuk membawanya kerumah sakit. Sementara mereka yang akan mengurus sarapan si kembar dan juga mengantarnya sampai kesekolah.
Selama dalam perjalanan menuju kerumah sakit, Rayden terus bersikap manja kepada Zhia layaknya anak kecil. Hal itu membuat Will dan Alea yang juga berada didalam mobil itu menjadi salah tingkah saat melihatnya.
Baik Alea maupun Will, tiba -tiba membayangkan bahwa suatu hari nanti mereka juga dalam posisi yang sama seperti Tuan dan Nyonya mudanya itu.
Menikah dan bermesraan setiap hari, hanya membayangkannya saja membuat keduanya menjadi senyum-senyum sendiri. Sehingga membuat Rayden yang tengah sangat peka terhadap apapun itu menyadarinya.
“Kalian sedang memikirkan apa sampai senyum-senyum sendiri seperti itu?” tanya Rayden dengan tatapan penuh menyelidiknya.
Seketika Zhia pun juga menatap Will dan Alea secara bergantian dengan tatapan meminta penjelasan.
“K-kami tidak memikirkan apapun, Tuan!” sahut Alea dengan gugupnya.
“Kami?”
Rayden pun menjadi semakin penasaran dengan hubungan Will dan Alea, apalagi perkataan Alea seolah mengisyaratkan bahwa dia dan Wil sudah menjalain hubungan yang serius.
“Hmmm, … Maksud saya, ….”
Alea pun kesuliatan untuk menjelaskan, dia sesekali melirik ke arah Will untuk meminta bantuannya. Akan tetapi, Will hanya tersenyum tidak jelas tanpa ada niatan ingin membantu menjelaskan sedikit pun.
“Tuan, maksud Alea baik aku ataupun dia tidak sedang memikirkan apapun. Kami hanya ikut bahagia, karena Tuan dan Nyonya muda terlihat sangat serasi hari ini. Betapa beruntungnya, Tuan mendapatkan seorang istri bagaikan malaikat seperti Nyonya Zhia.”
Will mulai buka suara, cara yang tepat untuk menghindari rasa penasaran dari Tuan dan Nyonya mudanya itu adalalah dengan memuji keduanya terutama untuk Tuannya itu.
“Kau benar sekali, Will! Aku sangat setuju denganmu," sahut Rayden.
"Sudah diamlah, aku mulai merasa mual lagi mendengarmu bicara!” ujar Rayden yang kembali merasakan gejolak luar biasa pada perut.
“Baik, Tuan!” sahut Will yang kembali fokus menyetir.
“Sayang, tetaplah disampingku seharian ini. Kau mau ‘kan?” pinta Rayden pada Zhia dengan wajah memohon dan memelasnya.
“Aku merasa sangat nyaman saat berada didekatmu seperti ini, Zhi! Kumohon?” lanjut Rayden masih dengan wajah memelasnya.
“Tapi, Ray! Bagaimana Kalau Luca dan Lucia mencariku selepas mereka pulang sekolah nanti?”
Bukannya Zhia tidak mau menuruti permintaan suaminya yang sedang sakit itu, tetapi dia juga seorang ibu di samping dia seorang istri.
Zhia juga harus memikirkan anak-anaknya meskipun banyak pelayan yang bisa menjaga Luca dan Lucia, jika dirinya tidak ada.
“Kalau mereka mencarimu, minta saja pada Levi untuk mengantar mereka kekantor,” ujar Rayden dengan santainya.
“Baiklah, diammu aku anggap sebagai persetujuan! Kita akan terus bersama seharian ini. Terima kasih banyak, sayangku!”
Rayden pada akhirnya menyimpulkannya sendiri atas keputusan Zhia, padahal Zhia belum menjawabnya sama sekali. Dengan gemasnya, Rayden pun memeluk dan menciumi kedua pipi Zhia.
“Astaga! Apakah ini takdir yang Tuhan rencanakan untukku? Terima kasih banyak, Tuhan! Karena telah menyatukan kedua orang ini, sehingga aku juga bisa selalu dekat dengan pujaan hatiku, Alea!” batin Will.
Dia begitu merasa berbunga-bunga begitu mendengar bahwa Nyonya mudanya akan seharian bersama dengan Tuannya.
Dengan kata lain, dia juga akan bersama Alea sepanjang hari ini yang artinya dia memiliki banyak kesempatan untuk lebih dekat lagi.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘